<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Departemen Sejarah UI Tidak Peka</title>
	<atom:link href="http://www.anakui.com/2007/11/21/departemen-sejarah-ui-tidak-peka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.anakui.com/2007/11/21/departemen-sejarah-ui-tidak-peka/</link>
	<description>Komunitas Mahasiswa UI di Internet ~ dari anakUI untuk anakUI</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Mar 2010 07:17:35 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: dita</title>
		<link>http://www.anakui.com/2007/11/21/departemen-sejarah-ui-tidak-peka/#comment-19320</link>
		<dc:creator>dita</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 02:18:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/2007/11/21/departemen-sejarah-ui-tidak-peka/#comment-19320</guid>
		<description>gue setuju sm bang tyson &#039;n bang hendaru..
sejarah itu punya metode..
tolong hargain sejarah karena bangsa kita sendiri aja kurang bisa menghargai sejarahnya..
inget JAS MERAH,,
jangan sekali-kali melupakan sejarah!!

-dita, ilmu sejarah 09</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gue setuju sm bang tyson &#8216;n bang hendaru..<br />
sejarah itu punya metode..<br />
tolong hargain sejarah karena bangsa kita sendiri aja kurang bisa menghargai sejarahnya..<br />
inget JAS MERAH,,<br />
jangan sekali-kali melupakan sejarah!!</p>
<p>-dita, ilmu sejarah 09</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jual kaos murah</title>
		<link>http://www.anakui.com/2007/11/21/departemen-sejarah-ui-tidak-peka/#comment-16299</link>
		<dc:creator>jual kaos murah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 16:19:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/2007/11/21/departemen-sejarah-ui-tidak-peka/#comment-16299</guid>
		<description>ooooh menarik nih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ooooh menarik nih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dasman Djamaluddin</title>
		<link>http://www.anakui.com/2007/11/21/departemen-sejarah-ui-tidak-peka/#comment-13918</link>
		<dc:creator>Dasman Djamaluddin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 09:46:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/2007/11/21/departemen-sejarah-ui-tidak-peka/#comment-13918</guid>
		<description>Menurut saya, sejarah itu penuh dengan pro kontra. Kembali kepada tulisan ilmiah, yang dipentingkan adalah data otentik. Kita tidak perlu ikut-ikutan memprotes apa yang sudah dianggap baik oleh almamater. Kecuali kalau kita bisa menunjukkan data baru mengenai tokoh yang kita kritik. Terimakasih (http://dasmandj.blogspot.com)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya, sejarah itu penuh dengan pro kontra. Kembali kepada tulisan ilmiah, yang dipentingkan adalah data otentik. Kita tidak perlu ikut-ikutan memprotes apa yang sudah dianggap baik oleh almamater. Kecuali kalau kita bisa menunjukkan data baru mengenai tokoh yang kita kritik. Terimakasih (<a href="http://dasmandj.blogspot.com" rel="nofollow">http://dasmandj.blogspot.com</a>)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andi</title>
		<link>http://www.anakui.com/2007/11/21/departemen-sejarah-ui-tidak-peka/#comment-11175</link>
		<dc:creator>Andi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 03:34:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/2007/11/21/departemen-sejarah-ui-tidak-peka/#comment-11175</guid>
		<description>@ Kunderemp An-Narkaulipsiy :

saya orang awam pak. saya mau bertanya tentang yang anda tulis di atas :

&quot;&quot; berapa banyak mahasiswa yang tidak mengenal beliau dan baru tahu setelah saya tulis kontroversinya di sini? BAGAIMANA IAAGA LAYAK JADI PAHLAWAN? &quot;&quot;

APAKAH SEORANG PAHLAWAN HARUS TERKENAL.. BARU LAYAK DISEBUT PAHLAWAN ??? 

Apakah semua pejuang kemerdekaan harus terkenal baru boleh di sebut pahlawan ????

Salam...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Kunderemp An-Narkaulipsiy :</p>
<p>saya orang awam pak. saya mau bertanya tentang yang anda tulis di atas :</p>
<p>&#8220;&#8221; berapa banyak mahasiswa yang tidak mengenal beliau dan baru tahu setelah saya tulis kontroversinya di sini? BAGAIMANA IAAGA LAYAK JADI PAHLAWAN? &#8220;&#8221;</p>
<p>APAKAH SEORANG PAHLAWAN HARUS TERKENAL.. BARU LAYAK DISEBUT PAHLAWAN ??? </p>
<p>Apakah semua pejuang kemerdekaan harus terkenal baru boleh di sebut pahlawan ????</p>
<p>Salam&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tyson</title>
		<link>http://www.anakui.com/2007/11/21/departemen-sejarah-ui-tidak-peka/#comment-8363</link>
		<dc:creator>Tyson</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 13:21:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/2007/11/21/departemen-sejarah-ui-tidak-peka/#comment-8363</guid>
		<description>saya tertarik juga dengan &quot;konsep&quot; menara gading milik saudara Kunderemp An-Narkaulipsiy. tidak tahan juga menahan rasa gatal di jari untuk tidak menulis. 

menurut saya, gelar pahlawan nasional selalu akan menimbulkan kontroversi. Tidak ada pahlawan yang suci 100 persen. kita semua sepakat, tapi harus diingat, konsep pahlawan nasional itu adalah kepentingan POLITIK. bukan bagian dari ilmu sejarah. 

jadi bagi saya kurang tepat ketika ucapan selamat kepada IAAGA itu disampaikan oleh departemen sejarah. tapi SANGAT SALAH ketika saudara Kunderemp An-Narkaulipsiy diatas berana men-judge kesalahan dengan pernyataan2 misalnya &quot;Kalau cuma dari buku atau peneliti, saya juga bisa membela aksi-aksi sepihak PKI.&quot; (apa yang salah dengan komunisme? dalam ilmu sejarah, komunisme tidak bersalah.) atau pernyataan saudara &quot;Bukti?
Anda pikir Majalah Tempo, Budiarto Shambazy di Kompas, akan sembarangan menulis kontroversi kalau tidak ada bukti?&quot;

saya pikir anda sungguh bersalah dengan pernyataan itu.
karena,
ketika bicara tentang sejarah, maka bicaralah tentang sejarah murni. dan bagi saya, Budiarto shambazy bukan sejarawan seperti Susanto Zuhdi, Leirissa, atau Hilmar Farid.

Jadi saran saya, coba anda lebih banyak membaca lagi sebelum membuat pernyataan.
-Tyson- sejarah UI 2007</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya tertarik juga dengan &#8220;konsep&#8221; menara gading milik saudara Kunderemp An-Narkaulipsiy. tidak tahan juga menahan rasa gatal di jari untuk tidak menulis. </p>
<p>menurut saya, gelar pahlawan nasional selalu akan menimbulkan kontroversi. Tidak ada pahlawan yang suci 100 persen. kita semua sepakat, tapi harus diingat, konsep pahlawan nasional itu adalah kepentingan POLITIK. bukan bagian dari ilmu sejarah. </p>
<p>jadi bagi saya kurang tepat ketika ucapan selamat kepada IAAGA itu disampaikan oleh departemen sejarah. tapi SANGAT SALAH ketika saudara Kunderemp An-Narkaulipsiy diatas berana men-judge kesalahan dengan pernyataan2 misalnya &#8220;Kalau cuma dari buku atau peneliti, saya juga bisa membela aksi-aksi sepihak PKI.&#8221; (apa yang salah dengan komunisme? dalam ilmu sejarah, komunisme tidak bersalah.) atau pernyataan saudara &#8220;Bukti?<br />
Anda pikir Majalah Tempo, Budiarto Shambazy di Kompas, akan sembarangan menulis kontroversi kalau tidak ada bukti?&#8221;</p>
<p>saya pikir anda sungguh bersalah dengan pernyataan itu.<br />
karena,<br />
ketika bicara tentang sejarah, maka bicaralah tentang sejarah murni. dan bagi saya, Budiarto shambazy bukan sejarawan seperti Susanto Zuhdi, Leirissa, atau Hilmar Farid.</p>
<p>Jadi saran saya, coba anda lebih banyak membaca lagi sebelum membuat pernyataan.<br />
-Tyson- sejarah UI 2007</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Wibisono Sastrodiwiryo</title>
		<link>http://www.anakui.com/2007/11/21/departemen-sejarah-ui-tidak-peka/#comment-8095</link>
		<dc:creator>Wibisono Sastrodiwiryo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 06:46:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/2007/11/21/departemen-sejarah-ui-tidak-peka/#comment-8095</guid>
		<description>@Hendra Saktiono:

&lt;blockquote&gt;
Bila begini yang jelek jadinya adalah sejarah UI, nah itu yang ingin saya sampaikan disini. 
&lt;/blockquote&gt;

Tapi anda juga sebagai anak sejarah jangan berdiam diri dong, usulkan seminar untuk membahas kasus ini. Saya dukung sepenuhnya, jika anda mau mencari jalan untuk itu.

@bagus:

&lt;blockquote&gt;
kalo saya liahat yang protes2 itu, adalah orang yang selalu memprotes kebijakan pemerintah, selalu.
&lt;/blockquote&gt;

Wah ini asumsi tanpa dasar.

&lt;blockquote&gt;
liat tuh IAAGA in 1999 it could be the highest royal cremation in bali, top of the top..
&lt;/blockquote&gt;

Ketahuan deh semangat feodalnya
anda ini anak UI bukan sih?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Hendra Saktiono:</p>
<blockquote><p>
Bila begini yang jelek jadinya adalah sejarah UI, nah itu yang ingin saya sampaikan disini.
</p></blockquote>
<p>Tapi anda juga sebagai anak sejarah jangan berdiam diri dong, usulkan seminar untuk membahas kasus ini. Saya dukung sepenuhnya, jika anda mau mencari jalan untuk itu.</p>
<p>@bagus:</p>
<blockquote><p>
kalo saya liahat yang protes2 itu, adalah orang yang selalu memprotes kebijakan pemerintah, selalu.
</p></blockquote>
<p>Wah ini asumsi tanpa dasar.</p>
<blockquote><p>
liat tuh IAAGA in 1999 it could be the highest royal cremation in bali, top of the top..
</p></blockquote>
<p>Ketahuan deh semangat feodalnya<br />
anda ini anak UI bukan sih?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hendra Saktiono</title>
		<link>http://www.anakui.com/2007/11/21/departemen-sejarah-ui-tidak-peka/#comment-7993</link>
		<dc:creator>Hendra Saktiono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 04:06:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/2007/11/21/departemen-sejarah-ui-tidak-peka/#comment-7993</guid>
		<description>&quot;DAN DEPARTEMEN SEJARAH UI BERSALAH KARENA MENDUKUNG KEDIKTATORAN MENARA GADING SEPERTI INI&quot;

Maaf kepada saudari Kunderemp, saya tegaskan disini bahwa perbedaan persepsi dan interpretasi mengenai suatu topik yang bermuatan kontroversi jangan pula diiringi dengan semangat &quot;memvonis&quot; satu jurusan, karena dengan statement yang gegabah bisa mencemarkan nama anda, institusi kita sebagai kampus intelektual, bolehlah anda menarik suatu konklusi tapi dengan bahasa yang intelek atau suggest yang intelek. Bila begini yang jelek jadinya adalah sejarah UI, nah itu yang ingin saya sampaikan disini. Sejarah memanh multi interpretasi, dan sebenarya semua oarang bisa menjadi sejarawan yang melakukan kegiatan historiografi, tapi tanpa ilmu dan metode tentu akan menjadi sejarah yang egosentrik. Sejarah bukan sekadar memoir tapi juga ilmu, nah anda sebagai orang eksakta harus bisa memahami itu  agar tidak memaksakan suatu topik atau memvonis &quot;Anda salah, saya benar........&quot;
Sejarah tidak bisa seperti itu. Bangsa kita bukan bangsa pembaca, jadi bisa dipahami pemahaman kita sebagai satu bangsa akan sejarah, bagi bangsa kita sejarah bukan hal yang utama, dipinggirkan, beda dengan eksakta misalnya, tapi saya tidak mau Classis, dan  sebagai mahasiswa 2008 saya menyadari itu...
Tolong perhatikan statement anda, karena bisa jadi anda menjelekkan satu institusi, apalagi kita sesama warga UI, apa begini ucapan seorang mahasiswa......
Saya hargai anda sebagai senior saya, tetapi saya lebih menghargai bila anda menggunakan intelektualitas anda dengan hormat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;DAN DEPARTEMEN SEJARAH UI BERSALAH KARENA MENDUKUNG KEDIKTATORAN MENARA GADING SEPERTI INI&#8221;</p>
<p>Maaf kepada saudari Kunderemp, saya tegaskan disini bahwa perbedaan persepsi dan interpretasi mengenai suatu topik yang bermuatan kontroversi jangan pula diiringi dengan semangat &#8220;memvonis&#8221; satu jurusan, karena dengan statement yang gegabah bisa mencemarkan nama anda, institusi kita sebagai kampus intelektual, bolehlah anda menarik suatu konklusi tapi dengan bahasa yang intelek atau suggest yang intelek. Bila begini yang jelek jadinya adalah sejarah UI, nah itu yang ingin saya sampaikan disini. Sejarah memanh multi interpretasi, dan sebenarya semua oarang bisa menjadi sejarawan yang melakukan kegiatan historiografi, tapi tanpa ilmu dan metode tentu akan menjadi sejarah yang egosentrik. Sejarah bukan sekadar memoir tapi juga ilmu, nah anda sebagai orang eksakta harus bisa memahami itu  agar tidak memaksakan suatu topik atau memvonis &#8220;Anda salah, saya benar&#8230;&#8230;..&#8221;<br />
Sejarah tidak bisa seperti itu. Bangsa kita bukan bangsa pembaca, jadi bisa dipahami pemahaman kita sebagai satu bangsa akan sejarah, bagi bangsa kita sejarah bukan hal yang utama, dipinggirkan, beda dengan eksakta misalnya, tapi saya tidak mau Classis, dan  sebagai mahasiswa 2008 saya menyadari itu&#8230;<br />
Tolong perhatikan statement anda, karena bisa jadi anda menjelekkan satu institusi, apalagi kita sesama warga UI, apa begini ucapan seorang mahasiswa&#8230;&#8230;<br />
Saya hargai anda sebagai senior saya, tetapi saya lebih menghargai bila anda menggunakan intelektualitas anda dengan hormat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bagus</title>
		<link>http://www.anakui.com/2007/11/21/departemen-sejarah-ui-tidak-peka/#comment-7698</link>
		<dc:creator>bagus</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 07:34:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/2007/11/21/departemen-sejarah-ui-tidak-peka/#comment-7698</guid>
		<description>say di bali 
kalo saya liahat yang protes2 itu, adalah orang yang selalu memprotes kebijakan pemerintah, selalu.
bener, bukan masalah IAAGA saja, masalah pariwisata mereka ikut memprotes terlalu ini dan itu,harusnya ihi, itu. petani harus siap menjaga tanah mereka dll. sedangkan mereka hidup dengan alat2 rumahtangga lengkap. ditanya pernah terjun langsung, jawabannya: menurut analisa saya begini...

hehe

yang protes dari bali itu, include veterean dsb. kebanyakan orang yang punya masalah setelah mereka tua, yah.. gak nyaman ma diri sendiri mungkin.. masak ada tokoh veteran musuh IAAGA gak ngubur di kuburan umum/desa, punya sendiri, artinya dia gak disukai ma desa..
hehe

liat tuh IAAGA in 1999 it could be the highest royal cremation in bali, top of the top..
dihadiri oleh pejabat, dalam dan luar negeri
dengan dukungan dari seluruh rakyat di bali..
karena apa, karena IAAGA punya jasa dan betul2 sebagai negarawan dan sebagai orang bali secara utuh..
mau bukti ???

lihat saja tulisan puteranya IAAGA bahwa tahun 49 dst ada pihak yang mau merebut kekuasaan puri gianyar dst...
memang betul, dan betul2 ada.
sampai sekarang malah, tetapi tetap saja rakyat masih loyal sama keturunan beliau, apapun yang terjadi. karena dari turun temurun kami dan tetua kami menceritakan kebaikan serta kemuliaan yang dimiliki oleh beliau...
bersambung</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>say di bali<br />
kalo saya liahat yang protes2 itu, adalah orang yang selalu memprotes kebijakan pemerintah, selalu.<br />
bener, bukan masalah IAAGA saja, masalah pariwisata mereka ikut memprotes terlalu ini dan itu,harusnya ihi, itu. petani harus siap menjaga tanah mereka dll. sedangkan mereka hidup dengan alat2 rumahtangga lengkap. ditanya pernah terjun langsung, jawabannya: menurut analisa saya begini&#8230;</p>
<p>hehe</p>
<p>yang protes dari bali itu, include veterean dsb. kebanyakan orang yang punya masalah setelah mereka tua, yah.. gak nyaman ma diri sendiri mungkin.. masak ada tokoh veteran musuh IAAGA gak ngubur di kuburan umum/desa, punya sendiri, artinya dia gak disukai ma desa..<br />
hehe</p>
<p>liat tuh IAAGA in 1999 it could be the highest royal cremation in bali, top of the top..<br />
dihadiri oleh pejabat, dalam dan luar negeri<br />
dengan dukungan dari seluruh rakyat di bali..<br />
karena apa, karena IAAGA punya jasa dan betul2 sebagai negarawan dan sebagai orang bali secara utuh..<br />
mau bukti ???</p>
<p>lihat saja tulisan puteranya IAAGA bahwa tahun 49 dst ada pihak yang mau merebut kekuasaan puri gianyar dst&#8230;<br />
memang betul, dan betul2 ada.<br />
sampai sekarang malah, tetapi tetap saja rakyat masih loyal sama keturunan beliau, apapun yang terjadi. karena dari turun temurun kami dan tetua kami menceritakan kebaikan serta kemuliaan yang dimiliki oleh beliau&#8230;<br />
bersambung</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: SEJARAH UI 2008</title>
		<link>http://www.anakui.com/2007/11/21/departemen-sejarah-ui-tidak-peka/#comment-7514</link>
		<dc:creator>SEJARAH UI 2008</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 08:18:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/2007/11/21/departemen-sejarah-ui-tidak-peka/#comment-7514</guid>
		<description>Bagaimana nih KAWAN-KAWAN di Sejarah UI....
Mendengar hal ini??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana nih KAWAN-KAWAN di Sejarah UI&#8230;.<br />
Mendengar hal ini??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kiki</title>
		<link>http://www.anakui.com/2007/11/21/departemen-sejarah-ui-tidak-peka/#comment-6973</link>
		<dc:creator>kiki</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 07:00:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/2007/11/21/departemen-sejarah-ui-tidak-peka/#comment-6973</guid>
		<description>Susah ya menentukan siapa pahlawan. Yang pahlawan dibilang bukan yang iya dibilang nggak. Huh. . .</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Susah ya menentukan siapa pahlawan. Yang pahlawan dibilang bukan yang iya dibilang nggak. Huh. . .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
