Login
Setelah login, halaman posting tulisan akan terbuka. Register | Lupa Password?tekan ESC atau klik luar form ini untuk kembali
Catalyst of Change – Sebuah Dialog untuk Masa Depan
Sabtu, 12 Desember 2007 yang lalu, diadakan sebuah dialog yang bertemakan “Catalyst of Change, an open dialogue with the legendary leaders of Asia” di gedung IASTH UI Salemba. Dialog ini merupakan serial video conference yang melibatkan 11 negara Asia Pasifik antara lain Singapura, Australia, Kamboja, Filipina, Jepang, Laos, Mongolia, Papua Nugini, Sri Lanka, Thailand, Vietnam dan Indonesia yang diwakili oleh Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin dan Universitas Udayana. Kenapa disebut serial video conference? Karena akan diadakan rangkaian dialog serupa dalam tiga bulan mendatang dengan memanfaatkan teknologi video call.
Sesuai dengan tema besarnya, konferensi canggih ini mempunyai tujuan untuk berbagi ilmu dengan para pemimpin masa depan agar dapat mengakselerasi perubahan di dunia, dan Asia pada Khususnya. Para pemimpin “legendaris” yang ditunjuk untuk berbagi ilmu dengan pemuda – pemuda Asia kali ini adalah Sekretaris Jenderal ASEAN H.E. Ong Keng Yong dan Vice President East Asia and Pacific Region World Bank, Jim Adams.
Dalam pemaparannya, Sekjen ASEAN menyatakan bahwa di masa yang akan datang, para pemimpin negara Asia akan menghadapi berbagai tantangan trans nasional seperti terorisme, pemanasan global serta kompetisi perdagangan dengan negara besar Asia seperti Cina dan India yang menunjukkan kemajuan industri yang sangat signifikan dan mampu menjadi negara eksportir. Wacana yang sama dikemukakan oleh perwakilan World Bank yang juga menitikberatkan kepada kesiapan negara dalam menghadapi perdagangan bebas.
Selain masalah nasional, pemimpin-pemimpin muda mempunyai tanggung jawab untuk membuat kebijakan domestik yang menguntung semua pihak, yang selama ini menjadi masalah besar di setiap negara Asia, tidak terkecuali Indonesia.
Solusi dari masalah-masalah tersebut adalah mengimplementasikan kebijakan multisektoral dengan optimal yang didukung oleh birokrasi yang bergerak satu arah (dan arah tersebut bukan dalam hal mencari keuntungan untuk diri sendiri, tentunya). Kebijakan yang dimaksud mencakup kebijakan dalam hal mengatur budget, sumber daya, dan satu hal yang sedang kita perjuangkan bersama yaitu meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
World Bank sendiri mengatakan bahwa mereka akan siap menjadi partner negara Asia dalam mengatasi tantangan tersebut dengan cara mengintervensi kebijakan yang dinilai tidak sesuai.
Sayangnya, dialog di bawah naungan GDLN (Global Development Learning Network) ini mengalami gangguan transmisi, sehingga diskusi cukup terhambat, bahkan terhenti beberapa saat.
Semoga konferensi global tersebut dapat memberikan solusi yang nyata untuk negara – negara berkembang di Asia, dan bukan untuk menjadikan Asia sebagai “pasar” terbaru negara-negara kapitalis.
Tulisan Lainnya
- Seminar Indonesia Economic Outlook 2011: Prospect and Challenges in Global Trade and Investment
- Olimpiade Ilmu Sosial 2011 – Oase bagi Gersangnya Perlombaan Ilmu Sosial
- Partisipasi UI di 2nd ASEAN + 3 International Relation Officers Meeting, South Korea
- Invitation to Global Festival 2011
- International Seminar & Conference 8th Economix, 5 Oktober 2010
- Akankah Jakarta Tenggelam? (sebelumnya)
- Perkenalan BPH BEM FKM UI 2008 (setelahnya)






















6 Comments
tidak login di anakUI.com, identitas tidak dapat dipastikan
Gw pikir itu adalah politik kosmetik dari lembaga seperti worldbank saja, toh kalau mau ditilik dengan baik, keberadaan ASEAN itu belum signifikan dalam pembangunan ekonomi di wilayahnya sendiri, jadi dari kapasitas itu bagaimana ASEAN bisa menampilkan pemimpinnya yang legendaris?
Fiona Verisqa, FKG/2005
gw sendiri mencium adanya content “titipan” di sini, krn ada world bank he3 (mosi tidak percaya). Tapi sisi baiknya, kita bisa tau masalah2 negara ASEAN lain dan bagaimana mereka berusaha mengatasinya. Dialog selanjutnya akan diselenggarakan bulan Januari, kita lihat saja, akan mengarah kemana, dan apakah akan berpengaruh.
Oh iya, kalau ada yang tertarik, bisa datang langsung ke IASTH UI Salemba, waktu akan gw kabari lewat anakui.com
thx
tidak login di anakUI.com, identitas tidak dapat dipastikan
aduh keren tuh kayaknya konferensinya, tapi kok worldbank masuk sih… aneh… kayaknya ada maksud terselubung nih walaupun worldbank bilang untuk menjadi mitra yang baik untuk negara2 asia TAPI PASTI ADA SYARATNYAKAN!!
Ardiansyah , FT/Teknik Komputer/ 2006
ada titipan tuh..he2..piss.
Toni Dermawan, Fasilkom/2006
Sayangnya, dialog di bawah naungan GDLN (Global Development Learning Network) ini mengalami gangguan transmisi…
maksudnya itu koneksi jaringan yah?Indonesia emang lama tuh
tidak login di anakUI.com, identitas tidak dapat dipastikan
tempatnya ga di labQ seh..lab mercator video conference..piss..