anakUI.com header image

pemasangan iklan

Login di anakUI.com
lupa password?
kamu anak UI? klik disini!
bukan anak UI? dapatkan info tentang UI di sini!

UI Belum Peduli Penyandang Cacat


Banyak penulis di kalangan mahasiswa UI menulis tentang UI dan aksesibilitasnya dan umumnya isu yang diangkat adalah aksesibilitas akademis dari sudut pandang finansial. Namun ada aksesibilitas lain yang harus dimiliki UI untuk menjadi world-class university dan mutlak harus dimiliki.
Aksesibilitas…

oleh Michael Budiman
Fasilkom 2004
http://

07.03.08, 5:54
2 Diskusi
dilihat 411 kali


Banyak penulis di kalangan mahasiswa UI menulis tentang UI dan aksesibilitasnya dan umumnya isu yang diangkat adalah aksesibilitas akademis dari sudut pandang finansial. Namun ada aksesibilitas lain yang harus dimiliki UI untuk menjadi world-class university dan mutlak harus dimiliki.

Aksesibilitas itu adalah aksesibilitas bagi sahabat-sahabat kita penyandang cacat. Universitas Indonesia selama ini sama sekali tidak mempertimbangkan sahabat-sahabat kita ini. Mereka dianaktirikan. Bagaimana UI dapat menjalankan fungsinya sebagai universitas terkemuka apabila belum mampu memberikan akses yang cukup bagi penyandang cacat?

Ya, mungkin selama seleksi masuk perguruan tinggi mereka mendapatkan pendampingan yang baik, akan tetapi hidup mereka setelah masuk UI pasti lebih berat daripada saat seleksi tersebut. Mungkin pula kita pun sulit membayangkan seorang penyandang cacat berada di lingkungan UI yang tidak ramah padanya. Untuk itu, mari kita mengintip seperti apakah kehidupan mereka di sekitar UI.

Hampir dipastikan hidup sangatlah sulit bagi warga universitas penyandang tuna daksa. Tentunya mereka masih sangat memungkinkan untuk mengikuti perkuliahan di universitas kita tercinta ini. Walaupun demikian, mencapai ruang perkuliahanlah yang pasti menjadi kendala utama.

Kebanyakan gedung yang ada di lingkungan universitas kuning ini tidak dapat diakses penyandang tuna daksa. Banyak sekali gedung di UI ini hanya menyediakan tangga saja. Tidak perlu berpikir naik ke lantai 2 atau 3. Terkadang untuk masuk gedung saja, sahabat kita akan menemui kesulitan.

Tidak ada bidang miring yang disediakan untuk kursi roda, hand-railing untuk berpegangan. Dari cara masuk yang sulit, belum lagi ruang kuliah di UI yang banyak terletak di lantai 2 bahkan lantai 6. Lift pun tidak tersedia, bahkan di Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia. Belum lagi daerah umum seperti jalan, taman, trotoar dan sebagainya yang tidak mengakomodasi .

Lain lagi untuk penyandang tuna netra. Bagi mereka, berkeliling kampus pun dapat menjadi suatu hal yang membahayakan. Kemungkinan tersesat pun sangat besar. Seperti yang Anda dan saya ketahui, UI sangatlah luas, akan tetapi saya tidak pernah menjumpai huruf Braille terpampang pada papan fasilitas umum.

Yang menjadi isu lain adalah diperlukan juga layanan khusus bagi saudara-saudari kita penyandang cacat. Bagi tuna rungu, meminjam buku pada perpustakaan fakultas bisa jadi menjadi berbelit-belit dikarenakan petugas tidak siap menangani kebutuhan khusus yang muncul dari kawan-kawan kita tersebut.

Tentunya untuk mengakomodasi kebutuhan khusus ini, dibutuhkan suntikan dana yang tidak sedikit. Sarana dan prasarana yang harus disediakan pun tidak kalah mahal. Tetapi tentunya ini adalah suatu upaya untuk mewujudkan Universitas Indonesia bagi semua.

Selain itu, apabila lingkungan akademik masih sulit memberikan akses bagi para penyandang cacat, apalagi masyarakat luas karena umumnya akademisilah yang pertama meluncurkan ide perubahan. UI yang inklusif dan berkualitaslah yang diharapkan dapat terbentuk dari kepedulian warga UI sendiri bagi sesamanya.

Universitas Indonesia belumlah milik bangsa Indonesia apabila belum mampu mengakomodasi sahabat-sahabat penyandang cacat. Kuncinya tentulah aksesibilitas.

Share On Facebook

Tags: , , , , , ,
Kritik, pertanyaan, saran, maupun masukan teman-teman semua untuk anakUI.com sangat kami tunggu-tunggu! Kirimkan masukan kamu lewat form kontak di sini.

2 Diskusi

  1. #1: rheedya_orange | 20.03.08, 10:01 | Permalink

    Beberapa tahun yang lalu, tepatnya tahun 2006, sekelompok anak UI bergabung sebagai volunteer di acara The First Computer Camp for the Blind @ Jakarta. Saat itu saya belum jadi anak UI, dan jadi volunteer bersama-sama mereka sebagai perwakilan dari SMA saya.

    Ditunggu lagi, nih, bentuk kontribusi yang kayak gini. Hmm.. kapan, ya?

    Kalo nggak salah, salah satu peserta TFCCFTB’06 tersebut lulus jadi Sarjana Psikologi di tahun 2007 lalu, dinyanyikan maba 2007 yang salah satunya adalah saya.

    Wow, just wanna say, betapa hebatnya mereka!
    Dan mereka, memang bagian dari diri kita!
    Come on, UI!
    ^^

  2. #2: dani | 27.07.09, 18:11 | Permalink

    bagaimana dengan aksesibilitas web situs-situs di lingkungan UI? apakah UI memiliki aturan/panduan bagi pengembangan web resminya?

Mari Berdiskusi

Sebelum berdiskusi, sebaiknya teman-teman memperhatikan hal-hal berikut ini:
  1. Kami semua di anakUI.com sangat menghargai apabila kamu bersikap seperti mahasiswa, yaitu dewasa dan bertanggung jawab dengan mencantumkan identitas asli (nama, email, dan asal fakultas) kamu.
  2. Pendapat kamu hanya kami (penulis dan pembaca anakUI.com) anggap serius apabila mencantumkan identitas asli.
  3. Perhatikan dasar-dasar netiket: KATA-KATA DALAM HURUF BESAR artinya berteriak, jangan menulis tulisan s3PeRt1 tULi5aN 4BG atau dsngkt-sngkt sprt SMS, bersikaplah sopan seperti di dunia nyata, dan jangan OOT (out of topic)
  4. anakUI.com tidak akan mengedit, mensensor atau menghapus diskusi yang ada, kecuali informasi tersebut bersifat: fitnah terhadap personal, menyinggung SARA, atau mengandung kata-kata kasar (tidak senonoh)
  5. Komentar yang masuk adalah tanggung jawab penulis komentar. anakUI.com dan penulis tulisan tidak bertanggung jawab atas komentar-komentar tersebut dan tidak dapat dituntut atas terjadinya tindakan hukum atas komentar yang terjadi
  6. Jika kamu sudah gabung di anakUI.com, sebaiknya login dulu
  7. Komentar yang masuk adalah tanggung jawab penulis komentar. anakUI.com dan penulis tulisan tidak bertanggung jawab atas komentar-komentar tersebut dan tidak dapat dituntut atas terjadinya tindakan hukum atas komentar yang terjadi
  8. Kotak yang harus diisi ditandai *
*
*
  • BO-BSO-UKM

  • Eksekutif-Legislatif

  • Komunitas Anak UI


  • kembali ke atas
  • Penting untuk Mahasiswa

  • Website Resmi UI

  • Partner

    kembali ke atas

    Tag Cloud


    kembali ke atas

    Promosikan anakUI.com!

    Letakkan banner anakUI.com ini di blog, Friendster, Facebook, atau email teman-teman



    Jadi Fans anakUI.com di Facebook

    anakUI.com Facebook pages

    Arsip Tulisan

  • Advertorial (6)
  • Agenda Kita (133)
  • Asrama (1)
  • Beasiswa (10)
  • BEM UI (54)
  • Cerita Foto (17)
  • Core Competence (9)
  • Dari Alumni (8)
  • dari anakUI.com (40)
  • Dari Kampus Kita (147)
  • ekonomi (9)
  • Entrepreneurship (5)
  • F. Psikologi (9)
  • Fasilkom (23)
  • FE (31)
  • FH (6)
  • FIB (20)
  • FIK (3)
  • FISIP (33)
  • FK (18)
  • FKG (7)
  • FKM (15)
  • FMIPA (12)
  • ForUI (5)
  • FT (14)
  • Hukum dan Pemerintahan (20)
  • Informasi Lainnya (294)
  • Kesehatan (20)
  • Lingkungan Hidup (34)
  • Luar Kampus (21)
  • Media Partner (39)
  • Opini (160)
  • Paguyuban Daerah (2)
  • Pergerakan Kemahasiswaan (39)
  • Prestasi dan Kompetisi (91)
  • Rektorat (38)
  • Sekilas Info (18)
  • Seni, Sastra, dan Kebudayaan (20)
  • Sosial Kemasyarakatan (17)
  • Teknologi Informasi dan Komunikasi (51)
  • UKM, BO, BSO (51)

  • Arsip tulisan selengkapnya
    kembali ke atas