7.533 anggota | 2.049 tulisan | 12.307 komentar | daftar sekarang!

Login

Setelah login, halaman posting tulisan akan terbuka.
Register   |   Lupa Password?
tekan ESC atau klik luar form ini untuk kembali

Login

Register   |   Lupa Password?
tekan ESC atau klik luar form ini untuk kembali

UI hanya Menyediakan 900 kursi dari SNMPTN

 

UPDATE: Informasi terbaru dan yang paling pasti tentang Ujian Masuk Bersama silakan dilihat di sini.

Baru saja saya membaca berita di Harian Kompas, edisi Rabu (7/5), tentang rencana PTN membuka berbagai jalur masuk dalam menjaring mahasiswa baru. Dalam berita tersebut, UI menjadi salah satu contoh PTN yang akan membuka jalur baru selain Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Program Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB) yang sudah lazim dibuka.

Untuk tahun 2008 ini, UI akan membuka jalur baru bernama Ujian Bersama UI. Selain itu, UI juga akan membuka jalur bagi siswa berprestasi dalam Olimpiade keilmuan, siswa berprestasi dalam bidang olahraga dan seni dan jalur Kerja Sama Daerah dan Industri.

Yang mencengangkan bagi saya adalah komposisi jatah dari setiap jalur tersebut. Menurut Kompas dari 4.500 kursi mahasiswa (S1 reguler) untuk tahun ini, UI hanya akan menyediakan 900 kursi mahasiswa baru dari jalur SNMPTN. Selebihnya 450 orang dari PPKB, masing-masing 30 orang untuk jalur olimpiade dan seni/olahraga dan 800 orang dari jalur kerjasama daerah dan industri. Jadi, porsi yang paling besar akan dijaring melalui jalur Ujian Bersama UI yaitu sebanyak 2290 kursi calon mahasiswa.

Jika saya berpretensi negatif, komposisi seperti ini akan lebih membuka kesempatan pada calon mahasiswa dari kalangan menengah atas-perkotaan untuk kuliah di UI. Karena, bisa jadi Ujian Bersama ini hanya akan dilaksanakan di Jakarta saja yang tentu mengharuskan calon mahasiswa daerah untuk datang ke sana. Selain itu, belajar dari apa yang telah dilakukan ITB dan UGM, jalur mandiri seperti ini biasanya mensyaratkan biaya yang lebih tinggi dari jalur SNMPTN. Dan tentu saja ini akan semakin memberatkan bagi mereka yang tidak mampu secara ekonomi.

Menjadi bahan keprihatinan kita bersama bila pretensi ini (semoga tidak) menjadi kenyataan. Karena ini akan semakin menjauhkan UI dari usaha pemerataan pendidikan masyarakat. Maka kelak, mungkin kita akan hanya akan mendapati mahasiswa UI yang perlente, kos di Barel tapi pergi ke kampus naik mobil, tanpa mereka yang hidup bersahaja, yang memahami pendidikan sebagai wahana agung untuk memperbaiki hidupnya, ataupun bangsanya. Hanya waktu yang akan membuktikan semuanya.

Tulisan Sejenis

Ujian Masuk Bersama UI ?

 

Tags:

 
 

Tulisan Lainnya

25 Comments

 
  1. afiz_sataz says:

    Akhirnya, pernyataan mas gum dihadapan forum bersama mahasiswa dan dekan se-UI itu dilaksanakan juga oleh rektorat

    Waktu itu beliau beralasan bahwa SNMPTN rawan kecurangan dan manipulasi, jadi UI akan membuka Ujian Masuk Khusus yang terpisah dari SNMPTN.

    Tapi, nggak nyangka juga klo alokasi kursi yang disediakan di SNMPTN akan berkurang drastis.

    ~Anomali lain dari UI yang saya lihat di tahun 2008

  2. iRHoTeP says:

    Tulisan yang agak melecehkan kaum kota besar dan menengah ke atas semata-mata hedonis. Sebaiknya yang dikritisi cukup kepada tidak meratanya kesempatan admission UI terhadap calon mahasiswa dari seluruh daerah di Indonesia karena faktor Ujian Bersama UI.

    Kalo larinya ke faktor ekonomi, kesannya jadi mewek dan mengada-ada. Sebagai bukti, masih ada aja anak UI dari Jakarta, notabene kota besar, yang berpenampilan biasa-biasa aja tidak perlente, tidak memiliki mobil dan memeras keringat mencari beasiswa bersama-sama sejawatnya yang dari luar Jakarta.

    +iR+

  3. ian says:

    Masa depan UI yang gemilang bersama Bapak Gumilar -sinisme-.

  4. Larasati says:

    SOE HOK GIE MENANGIS… MELIHAT WAJAH UI MENJADI BOPENG SEBELAH…

  5. Pribadi says:

    Bukannya SPMB UI aja udah mahal ya??
    Teknik 20 juta dan kedokteran 25 juta…

    wah spmb (sekarang snmptn) aja udah mahal gimana kalau buka ujian mandiri.

    Tapi benran nih?

  6. doni says:

    hidup MAHASISWA KAYA INDONESIA….
    semoga setelah lulus nanti bisa peduli dengan RAKYAT MISKIN INDONESIA…ammiinn….

  7. suparno says:

    liat aje di mipa, byk orang sok-sok-an mentang2 udeh masuk ui, pegang buku ga pernah. kog kaga di DO aje ya yang kayak gitu>

  8. anita says:

    wah…ni kabar seru jg yaa…blh dicoba nii klo bner da UM,ya…emang sii komposisiny g seimbang …kasian yang jenius g pny uang bwd iktn um…wah…FK brp ya dr um?nyampe ratusan juta jg ga y..kyk smup…haduuhhh….

  9. Faris says:

    Di link ini : http://snmptn.ac.id/kodeProdi.php ,
    untuk UI, setiap fakultas rata-rata hanya menerima 15-20 orang, bahkan ada yang hanya 10 orang…

  10. suparno bego says:

    woi suparno sok tau gila lo

    di mipa orang ga usah pegang buku aja nilainya bagus,
    dasar adalah segalanya.
    emang lo belajar suntuk seharian tetep aja nilai lo warnanya merah di siak ng

    haha . . statement bodoh dari seorang suparno

  11. dodol says:

    Buat yang banyak ngomong tapi hanya punya sedikit informasi sebelum mosting , mending baca ini dulu
    http://www.ui.edu/page/info-penerimaan-mahasiswa-baru-universitas-indonesia-program-sarjana-reguler-id.html/

    SNMPTN sama UMB sama saja bayarannya, dikatakan juga Ujian diselenggarakan di Medan, Padang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Makasar dan “tempat-tempat yang akan ditentukan kemudian” ngerti dulu baru ngoceh, jangan kebalik XD

  12. mie says:

    aku mau daftar UMB UI. perorangan
    tadi aku ke BNI tanya tellernya.
    “Mbak, saya mau daftar UMB UI”
    “Ada rekeningnya nggak?”

    “Ha?”

    dikirain aku org2 BNI udah pada tau…

    ada yg tau ga…?

  13. [...] ini dimulai ketika saya dikejutkan dengan pemberitaan di Koran Kompas. Disana mengutip statemen dari Rektor UI Prof. Dr. dersoz. Gumilar Roesliwa Soemantri (selanjutnya [...]

  14. sari says:

    saya kecewa banget, ternyata pas umb boleh memilih ui di pil 1 & 2…tapi saya baca di buku panduan umb hanya boleh memilih 1 univ yg beda…kenapa sih panitia umb gak menginformasikan ralatnya itu???!!!

  15. nando says:

    900 kursi????…dikit bgt….npa ui gak murni smwa snmptn aja…klo ky dini lama2 ui gak usah ikut snmptn aja..brubah aja jadi universitas swasta…ksian yang gak mampu…

  16. Lufias says:

    >tanpa mereka yang hidup bersahaja, yang >memahami pendidikan sebagai wahana agung >untuk memperbaiki hidupnya

    Di Yogya dulu ada kisah seorang penggembala itik, yang behasil meluluskan 7 anaknya di PTN terkenal.

    SEKARANG tidak lagi…

    Saya sekarang tidak berani lagi bilang sama pembantu, untuk menyuruh anak mereka rajin belajar. Percuma.

  17. tha says:

    Saya mau tanya, sebenarnya bila mau mencari informasi tentang jumlah quota mahasiswa baru yang diterima melalui tiap jalur masuk, serta biaya pendidkan untuk masing – masing fakultas secara spesifik itu dimana ya?

    Quota 900 orang itu untuk seluruh fakultas? Dikit banget?

  18. iLm@N says:

    @tha
    kalo dari SNMPTN, bisa dilihat di buku panduannya (http://snmptn.ac.id/file/Isi%20Bk%20Panduan%20Peserta%20SNMPTN.pdf)

    atau buka aja websitenya http://snmptn.ac.id

  19. joel says:

    gila anak ui kedepan bakal diisi ama anak tajir mampus!
    hidup mahasiswa tajir!
    hidup gw!

  20. novi says:

    menurut anak UI sendiri bagai mana menanggapi ,menyikapi dan mengomentari tentang UMB yang pada tahun 2009 mendatang berganti nama SIMAK UI ??

  21. septian says:

    UMB itu nggak becus pelaksanaannya

  22. Liona says:

    900 kursi?
    Harus berpikir berapa kali saya untuk memilih ui?
    Saya tidak mampu,apa saya bisa kuliah d ui.

  23. rara says:

    duwh kya nya hrpan bwat kuliah d ui musti d pendam ni,,,sedih,,,

  24. yenny says:

    duuu……..
    gg adil nii

  25. neng®atna says:

    tidak adil …

 

Leave a Comment

 

Gunakan Gravatar untuk menampilkan avatar.

Silakan login dulu supaya bisa ngasih komentar.