anakUI.com header image

BANCI PERGERAKAN: Sebuah Fakta Memalukan!

Di bawah ini adalah sebagian fakta yang dirangkum dari berbagai sumber yang dapat dipercaya, bahkan terbuka semisal televisi dan Koran. Fakta mengenai penyikapan kenaikan BBM oleh mahasiswa dan sedikit menyinggung tentang BOP karena sangat berkaitan. Fakta:
1.Saat aksi 21 Mei, dimana terjadi insiden “penembakan” oleh polisi terhadap aksi mahasiswa yang melukai satu orang mahasiswa dari kampus [...]

oleh semesta raya

27.05.08, 13:21
156 Diskusi
dilihat 1,929 kali

Di bawah ini adalah sebagian fakta yang dirangkum dari berbagai sumber yang dapat dipercaya, bahkan terbuka semisal televisi dan Koran. Fakta mengenai penyikapan kenaikan BBM oleh mahasiswa dan sedikit menyinggung tentang BOP karena sangat berkaitan. Fakta:

1.Saat aksi 21 Mei, dimana terjadi insiden “penembakan” oleh polisi terhadap aksi mahasiswa yang melukai satu orang mahasiswa dari kampus UI, dan beberapa orang lainnya cedera, Edwin sedang berada di Brunei. Kabid Akprop sedang berada di PSJ. Adakah petinggi BEM yang hadir saat aksi itu? Padahal aksi tersebut merupakan aksi terbesar dan tergenting dari sekian banyak aksi-aksi mahasiswa menolak kenaikan BBM. Dimana hasil Tugu Rakyat yang kalian anggap heroik itu? Retorika sampah.

2.Sampai beberapa hari setelah kejadian, Edwin belum pulang juga, seharusnya dia tahu bahwa ada “anak buah”nya yang terkena peluru polisi, dan sempat menggegerkan situasi negeri, entah itu pemerintah (dalam hal ini polisi-karena mereka sungguh takut kalau-kalau momen ini menjadi titik balik gerakan mahasiswa dalam menolak kenaikan BBM) atau pun mahasiswa. Lucunya, Edwin atau petinggi yang lainnya, tiada respon yang berarti.

3.Sampai detik ini belum dilakukan konsferensi pers TERBUKA, sehingga diketahui secara detail insiden tersebut, sekali lagi, lambatnya penanganan isu oleh mahasiswa (dalam hal ini BEM UI) harus direspon dengan kritikan tajam. Entah apa yang ada di otak BEM.

4.Yang lucu adalah, justru komponen mahasiswa lain, seperti FORKOT, LMND, dll yang melakukan konferensi pers atas insiden penembakan mahasiswa saat aksi 21 Mei kemarin. Yang ketembak siapa, yang ngomel-ngomel siapa? Aneh..

5. Pada saat diskusi terbuka di salah satu stasiun televisi pagi hari, dipertemukan antara polisi dan perwakilan BEM SI (dari UGM), disitu diperdebatkan apakah benar telah terjadi penembakan oleh polisi. Dari pihak polisi sangat tegas menyatakan tidak ada insiden penembakan, dengan meminta bukti-bukti akan hal itu, salah satu adalah visum. Tetapi faktanya, perwakilan BEM SI hanya memberikan jawaban normatif dan menjawab kesana-kemari. Dan yang lebih ironi, BEM SI justru melemparkan tanggung jawab kepada BEM UI.

6.Aksi-aksi terus berlanjut hingga malam pengumuman kenaikan BBM. Mereka yang dengan konsisten menolak kenaikan BBM terus beraksi bahkan seharian penuh di beberapa daerah. Yang paling anyar adalah insiden represif polisi di kampus Universitas Nasional. Hingga saat ini, Komnas HAM dan Kontras membawa insiden tersebut ke pengadilan, dan memperkarakan tindakan represif polisi sebagai bentuk kejahatan HAM. Selain itu “hawa” panas terjadi di beberapa kampus, misal UKI, di Surabaya, dan beberapa kota besar. Lalu dimana BEM UI????????

7.Aksi-aksi ini boleh dibilang sangat militant dan sedikit anarkis. Tetapi justru karena aksi mereka tersebut, mata masyarakat terbuka lebar. Mereka semakin sadar betapa harusnya kenaikan BBM ditolak. Mereka konsisten dengan apa yang mereka serukan. Tetapi lagi-lagi dimana BEM UI? Saat menjelang kenaikan BEM UI menolak dengan tegas, setelah naik, dimana mereka? Apakah ini para pahlawan kesiangan yang hanya bisa mencari muka, cari perhatian? Jangan-jangan hanya aksi-aksi bayaran, seperti sikap mereka terhadap BOP dan UMB? Sebelum diputuskan begitu hebat menentang, tetapi setelah kebijakan keluar, tidak ada taring lagi? Dibayar ya? Atau memang kacung? Pengecut murahan.

8.Apakah karena sedang minggu-minggu UAS? Oh ya? Pantas saja, dasar pengecut murahan! UAS dijadikan kambing hitam. Sejak kapan almamater kampus rakyat dikotori oleh orang-orang sok pahlawan seperti ini? Mencari muka seolah eksis. Sejak kapan UAS jadi pengahalang aksi-aksi mahasiswa? Anda takut lulus lama? Haha, malulah dengan pendahulu kalian! Oh iya, anda semua tahu? Edwin itu ke Brunei dibiayai oleh rektorat, begitu pula dengan petinggi yang lainnya. Ada yang ke Singapura, Malaysia, Jepang, dll. (jelasnya cari tau sendiri lah, saya ngga enak buka aib mereka disini). Enak ya jadi petinggi BEM, ada ”wortel” dari rektorat. Banyak lho yang dapat beasiswa dari rektorat untuk pengurus BEM. Jelas aja kalau mereka tidak punya nyali menentang rektorat, wortelnya menjanjikan euiy. Kalau dari rektorat segitu, trus dari pemerintah berapa ya?

9.Sekali lagi, ini adalah kesalahan fatal gerakan mahasiswa sekarang, yang mengedepankan emosi ketimbang jalur kajian dan rekomendasi kebijakan. Adakah anda semua tahu atau mengikuti kajian yang seharusnya dilakukan BEM UI sebelum melakukan aksi massa? TIDAK ADA. BEM UI tidak melakukan kajian atau pencerdasan apa pun terkait kenaikan BBM. Apakah ada kajian mengapa BBM tidak layak untuk naik? Kemudian memberikan Policy Brief (rekomendasi atas kajian berbagai disiplin ilmu) kepada pemerintah? TIDAK! Mereka mengedepankan aksi massa dan pengalangan opini public untuk kasus ini. Sangat bertentangan dengan jargon mereka yang sering “katanya” mengedepankan intelektualitas. SAMPAH! Tidak salah kalau BEM UI mulai ditinggalkan oleh konstituennya sendiri. Apa-apa harus aksi, ada kasus tertentu aksi, ini itu aksi. Otaknya dimana? Ga dipake?

Saya hanya menyampaikan fakta. Sedikit dibumbui dengan emosi. Jujur saya sangat emosi. Tetapi saya tetap menyampaikan fakta apa adanya.

Lawan!

Tags: , , , , , ,
Kritik, pertanyaan, saran, maupun masukan teman-teman semua untuk anakUI.com sangat kami tunggu-tunggu! Kirimkan masukan kamu lewat form kontak di sini.

156 Diskusi

  1. #1: arsitek peradaban | 27.05.08, 13:32 | Permalink

    wah, tampaknya bem ui sedang banyak sorotan.
    ampun deh..

  2. #2: joko | 27.05.08, 13:35 | Permalink

    ini bner datanya?
    dapet dari mana? bagi2 donk!
    trus tulisin footnote sumbernya..

  3. #3: eve | 27.05.08, 13:38 | Permalink

    eh, lo jangan asal ngomong! buktinya mana?

  4. #4: pongki | 27.05.08, 14:37 | Permalink

    Fakta Sesungguhnya
    1.
    Aksi 21 Mei di hadiri oleh :
    -Kadept Akprop BEM UI (M.Ichsan) dan rekan-rekan Akprop BEM UI (termasuk korban penembakan adalah staf akprop BEM UI).
    -Koord Pusgerak BEM UI (Heggy) dan rekan-rekan pusgerak BEM UI.
    -Wakil Ketua BEM UI (pongki)
    -Korbid kemahasiswaan BEM UI (thoha K)
    -Kabiro Humas BEM UI (Habibi)
    -Rekan2 BEM UI
    -Rekan-rekan BEM Fakultas
    -rekan-rekan Mahasiswa UI
    2.
    Edwin mengetahui keadaan langsung setelah kejadian terjadi.
    Dan langsung dilakukan penyikapan oleh BEM UI, penyikapan yang dilakukan :
    - Konfrensi Pers pada Malam hari nya langsung dari Rumah Sakit PELNI petamburan, tempat korban di rawat.
    - Pengurusan Visum Ke Polda Metro jaya langsung malam Harinya oleh tim yang langsung di pimpin oleh Korbid Sospol BEM UI.
    - Contac ke Lembaga Bantuan Hukum Oleh tim Pusgerak BEM UI.

    - Pembentukan tim khusus penyidikan yang diketuai oleh Deputi

  5. #5: pongki | 27.05.08, 14:48 | Permalink

    sorry kepotong…….
    ini lanjutannya…..

    - Pembentukan tim khusus penyidikan yang diketuai oleh deputi Departemen Akprop BEM UI (Yura)

    Penyikapan yang dilakukan BEM UI dan BEM fakultas SeUI terkait kenaikan BBM juga dilakukan dengan datang ke DPR dan Istana Negara. Disana berdiskusi, menyatakan sikap dan juga solusi atas keinginan pemerintah menaikan harga BBM.

    Untuk informasi :
    tuntutan TUGU RAKYAT yang di bawah oleh BEM Se-Indonesia adalah sebuah tuntutan yang berangkat dari hasil Konfrensi di Depok pada bulan maret.

    Dan di dalam UI sendiri diadakan kajian bersama seluruh mahasiswa sebelum adanya konfrensi tersebut. Yang dikenal dengan Konfrensi Aktifis Se-UI.

    Terkait Tugu Rakyat itu sendiri, tim Pusgerak BEM UI beserta Bem-bem fakultas di UI telah merumuskan sebuah positioning paper yang memaparkan masalah dan solusi atas tuntutan tersebut.

  6. #6: pongki | 27.05.08, 14:53 | Permalink

    tambahan sedikit :
    Sebuah fakta berangkat dari data-data yang benar.
    jadi, silahkan dilihat data yang benar itu seperti apa.

    salam,
    Pongki Dwi Aryanto

  7. #7: koko | 27.05.08, 15:49 | Permalink

    wah ternyata kebencian yang dibawa oleh penulis sejak kapan taun akhirnya mendapatkan momen yang pas untuk ditumpahkan.
    marah nie……
    kalo takut gak lulus ya wajarlah
    nilai udah bagus-bagus gara2 gak ikut uas atau uts jadi gak lulus. bukannya semakin lama kuliah, semakin banyak uang rakyat yang dihabiskan dan semakin lama pula kita bisa terjun dan berkiprah langsung di tengah masyarakat membangun indonesia ?
    sorry, tapi jelas banget dari tulisan penulis anda sangat penuh kebencian dan mencoba mencari-cari kesalahan
    kritik oke tapi harus secara jernih dan objektif dong

  8. #8: koko | 27.05.08, 15:54 | Permalink

    satu lagi, aksi adalah bentuk betapa kehidupan kita sangat bergantung kepada pemerintah.untuk BBM usul saya sebaiknya anak UI mengembangkan sumber energi alternatif untuk membantu masyarakat dan galakkan juga jiwa usaha dan wiraswasta di setiap mahasiswa UI agar tercipta suatu jiwa kemandirian.

  9. #9: ardiansyah | 27.05.08, 17:13 | Permalink

    klo menurut gw hal-hal yang diungkapkan penulis bukanlah subjektif atau marah2 dia semata,..mungkin di belakang sana..banyak anak UI yang merasakan demikian… ngira BEM UI ginilah..gitulah.,..lambanlah..ga becus..ga bener lah..tunduk banget sama rektor lah..dan lain2…

    sampai disini gw ga tau siapa yang harus dikatakan benar atau salah..tapi dalam sebuah perjuangan gw rasa wajar ada hal2 demikian.. kita yang berjuang berusaha sekeras mungkin..namun yang melihat maunya sesempurna mungkin..nah yang mungkin perlu qta gali ialah kata2 sekeras dan sesempurna mungkin..dmn titik temu antara kedua hal itu bisa qta dapatkan ?
    Jawabannya mungkin dengan cara si penulis ikut serta aktif dalam perjuangan BEM UI dan kawan-kawannya atau bisa dibilang cuma bisa mengkritik. Cara lain mungkin, dari kang EDWIN dan MAS PONGKY sebagai yang dituakan di BEM UI lebih mengingatkan kembali staf dan jajarannya dalam melaksanakan amanahnya..mungkin secara khusus ke bidang2 yang terkait..misalnya bidang berkewajiban menyampaikan pencerdasan mengenai isu tertentu sebelum aksi dilakukan..dan bidang2 lain yang menurut penulis dipandang kurang baik…

    dah dulu ah..ntar kepanjangan lagi…wong ngenet mo cari tugas…hehehe

  10. #10: AkhmadSH | 27.05.08, 17:42 | Permalink

    Sebaiknya apa yang telah dipaparkan oleh penulis jadi gambaran atas kinerja BEM UI saat ini. Menurut gw pribadi itu masukan atas situasi yang ada saat ini. Kalo lo bilang penulis itu subjektif dan penuh emosi,sekarang gw tanya. Yang lo rasain saat ini atas kinerja BEM UI apa??
    KAn seharusnya BEM merupakan representasi atas keterwakilan seluruh mahasiswa UI dalam gerakannya (sekaligus mengayomi). Tapi berapa banyak mahasiswa yang merasakan dampaknya secara langsung???

  11. #11: koko | 27.05.08, 18:39 | Permalink

    iya ya…
    iya gw setuju
    emang bem ui sekarang terkesan (ato emang kenyataan)
    jauh dari “rakyatnya”

  12. #12: pembaca | 28.05.08, 12:36 | Permalink

    buat penulis artikel ini dan yang mengomentarinya,,,,,

    tolong tunjukkan etika anda di dunia maya ketika menuliskan sesuatu.

    kalo bisa (dan emang seharusnya), sumber berita itu dicantumkan dong. biar yang baca bisa cross chek.

    anyway, diskusinya seru euy

  13. #13: dnay | 28.05.08, 14:09 | Permalink

    hmmmm
    ada 2 hal yang jadi evaluasi di sini:

    1. keterbukaan dan transparansi BEM UI yang seharusnya menjadi sarana informasi bagi seluruh mahasiswa UI. pemaparan mengenai hasil kerja juga diperlukan di sini. bukan untuk menunjukkan keberhasilan, melainkan hanya wujud transparansi bagi seluruh mahasiswa.
    transparansi ini juga yang menjadi evaluasi besar bagi penanganan masalah BOP dan UMB.

    2. untuk teman-teman yang mungkin tidak tahu secara pasti mengenai apa yang dilakukan BEM UI, sebaiknya tidak begitu saja menjustifikasi bahwa BEM UI kinerjanya buruk, pengecut murahan. dan sebagainya. padahal mereka tidak tahu pasti apa yang terjadi di BEM UI itu sendiri. kalo boleh sedikit memberi contoh di luar ini, sebutlah seorang anak FH yang mengatakan aksi2 sekarang cuma berkoar2 doang pada saat bidding OKK, atau mahasiswa yang bilang gerakan dilakukan tanpa kajian. padahal jelas2 ada 1 bidang di BEM UI yang namanya pusat kajian dan studi gerakan…
    so,,
    daripada kita nanya BEM UI udah ngapain aja, kenapa kita ga ngajuin pertanyaan itu ke diri kita sendiri?
    emang selama ini saya (kita) udah ngapain aja?

    Nisa
    FH/05

  14. #14: terow | 28.05.08, 21:02 | Permalink

    saran gw seh jgn sampai semangat perjuangan BEM UI ditunggangi kepentingan tertentu! hihihi..

  15. #15: Mahasiswa UI | 28.05.08, 21:36 | Permalink

    Maaf, kalo emang lebih concern sama urusan sosial ketimbang akademis sama sekali mending mas jadi aktivis politik aja, ga usah ngotor-ngotorin dunia akademis Indonesia

    Bukan berarti dunia di luar akademis harus kita tinggalkan sama sekali, tapi tau diri dan tau tempat lah. Semua orang punya jalan masing-masing, tolong hargai jalan yang mereka pilih, menghargai orang lain aja nggak bisa bagaimana mau menghargai rakyat?

  16. #16: iRHoTeP | 28.05.08, 22:20 | Permalink

    Sebelumnya, untuk bisa segera masuk ke pokok bahasan, gw gak akan membahas dan berputar-putar mengenai terminologi mahasiswa jelata yang gak bergabung dalam BEM UI serta mahasiswa yang tergabung dalam BEM UI. Jadi tolong straightforward dan gak usah retoris.

    Dari jaman ketua BEMnya masih si anak MIPA angkatan 2000 itu (lupa siapa namanya), gw udah bilang secara langsung, coba itu tolong pergunakan internet sebagai ladang yang efektif untuk menyebarkan serta membicarakan isu-isu yang berkembang, bersama jelata-jelata di luar BEM UI.

    Bahkan gw tekankan lagi dengan menjadi lawan panelis ketika debat terbuka dengan ketua BEM UI kala itu Azman beberapa taon silam di UI Salemba. Ditambah lagi “hiburan rakyat” yang dipersembahkan warga UI Salemba kepada Edwin-Pongky tahun lalu.

    Ternyata hingga sekarang tahun 2008 yang udah makin deket kiamat, masih juga primitif dan masih kesukaran untuk melibatkan mahasiswa UI yang tidak berpartisipasi langsung dalam BEM UI.

    Kenapa sih gak menggunakan media internet untuk berdiskusi? Udah tau Pusgiwa UI Depok kurang user-friendly bagi beberapa mahasiswa jelata di UI Depok dan bagi sebagian besar mahasiswa di UI Salemba. Diskusi-diskusi dengan mahasiswa jelata juga semakin menjarang, gw denger dah lama bung Edwin dan Pongky gak nongol lagi di UI Salemba.

    Ini juga demi biar BEM UI gak dibilang eksklusif, dan juga untuk mencegah partisipan/kader-kader muda BEM UI yang euforik gak menganggap kalangan di luar BEM UI sebagai orang-orang yang apatetik karena terbiasa diskusi dengan pihak di luar BEM UI, jadi gak sempit itu wawasannya. Dikritik sedikit langsung panas.

    Dan pada akhiRnya, ini semua rakyat juga yang memperoleh keuntungan. Diskusi dan dinamika pergerakan mahasiswa lebih berwarna, lebih berjiwa demokrasi, lebih dinamis, bukan rekaan anjing-anjing politik belaka ataupun skenario tahunan yang berulang-ulang-ulang-ulang dengan jargon yang terbatas.

    Aksi turun ke jalan juga semakin tidak mempunyai tempat di mata masyarakat, mereka butuh solusi. buktinya, mau dibandingkan dengan 1998? ketika itu cuma perlu 9 hari (atau tepatnya kurang dari 9 hari karena pak Harto sedang ke luar negeri) untuk membuat Pak Harto lengser. Sekarang, udah hampiR seminggu tapi cuma bikin macet dan kotor jalan doang.

    Untung bentar lagi gw lulus, bisa cuci tangan gw dari dunia kemahasiswaan yang ternyata memalukan.

    +iR+

  17. #17: TheDiplomat | 29.05.08, 0:36 | Permalink

    Haduh. Kayaknya memang demonstrasi mahasiswa emang sudah tidak didengar lagi.

    Jadi saran saya sih logis saja, belajar deh baik-baik nanti kalau sudah jadi birokrat jangan seperti yang selama ini kita caci-maki.

    Bener sih, percuma saja demo tapi kalau nilai di kuliah sama sekali nol besar yaaaah, sama juga boong.

    Trus, mengenai BEM UI tunduk sama rektorat atau gimana, wong yang nerima kita di UI yah si Rektor (secara jabatan lho). Jadi, bagaimanapun organisasi manapun di UI memang secara tidak langsung di bawah rektorat kecuali kalau organisasi itu gak bawa-bawa UI dan gak pake lambang makara.

    semua orang bebas ngomong apa aja tapi semua orang juga harus tunduk pada kaidah-kaidah dan norma di masyarakat.

    selamat berjuang, rekan-rekan!

  18. #18: aNd | 29.05.08, 10:58 | Permalink

    Brilliant.. gue seneng ma ide iR ma dNay, sumber semua ini ga adanya komunikasi antara mahasiswa non-BEM dan komponen BEM UI itu sendiri..

    INternet bisa jadi solusi.. pongky, lo harusnya lebih cepet ngasih klarifikasi disini.. atau mulai sekarang bikin segmen khusus di situs ini yang ngebahas sepak terjang BEM, kalau bisa bikin sebuah poling interaktif biar BEM bisa ngaplikasiin keputusan atau nunjukin sikap yang lebih REPRESENTATIF.

    Opini kedua gue… Idealisme itu identitas kita sebagai mahasiswa..! belum ada komplikasi kepentingan, belum ada yang namanya pragmatisme Pemikiran!!.. minimal sampe kita mau lulus… sejarah udah buktiin bahwa dua kali Jaket Kuning jadi instrumen Perubahan paling powerfull!!!.. Topling down the vicious reign which atrocity is never be able to calculated!!!!

    KLiSE seehhh, tapi : HIDUP MAHASISWA

  19. #19: MAKHLUK MALAM | 29.05.08, 11:12 | Permalink

    ayo dong pihak BEM,,,
    Anda2 nampaknya harus bersuara di sini…

    Anda2 dituntut untuk update setiap saat..
    untuk menginformasikan segala sesuatunya kepada mahasiswa lain…

    manfaatkan fasilitas internet di UI yg ada…

    “penting untuk belajar dalam kehidupan”
    (makhluk malam yang bermalam di UI)

  20. #20: jujur | 29.05.08, 11:57 | Permalink

    yah jadi mahasiswa belajar aja dah…demo cman ngerusuhin dan bikin macet jalan aja…hasilnya jg 0 besar

  21. #21: se2orang | 29.05.08, 13:42 | Permalink

    Assalamu’alaikum
    Menurut kalyan semua yang uda nulis di sini ni…..Apa sih sebenernya solusi terbaik untuk kenaikan BBM ini?Klo aksi,aksi dan aksi….gw rasa emank uda basi dan g ngefek apa2…Orang pemerintah juga semangat 45 untuk tetap menaikkan BBM.Apa g sebaiknya yg qta lakukan itu bagaimana caranya agar BLT itu benar2 samapi ke tangan yang benar?????Masalh kenaikan BBM itu bukan lah kuasa kita dan bukan kita sendiri yang merasakannya…sodara2 qta disemua belahan dunia kan juga ngrasain semakin sulitnya ngejalanin hidup ini……Pemerintah sudah berniat baik untuk memberikan kompensasi atas kenaikan BBM kpd rakyat miskin ya meskipun itu tak seberapa dan tak sebanding dengan biaya hidup yang semakin naik ya tapi setidaknya kita hargailah…..Selama ini banyak BLT yang tidak tepat sasaran karena makin banyaknya orang2 tak bermoral ynag mengambil keuntungan dari kehidupan ynag semakin sulit.Lalu mengapa kita tdk memikirkan bagaimana cara untuk meminimalisasi agar orang2 tak bermoral itu melaksanakn fungsinya dengan baik.Atau mungkin mahasiswa UI mencari bahan bakar alternatif yang lain…Selain ini sangat bermanfaat bagi diri dan bangsa tercinta ini hal ini juga dapat menunjukkan bahwa mahasisiwa itu mampu mencari solusi cerdas dan cerdas dan mandiri tidak hanya mengandalkan turun ke jalan dan berteriak2 di DPR tanpa ada yang mendengar…Banyak orang yang turn ke jlan dalam rangka ikut2n ato sekedar ngramein Dari pda gtu kan mending buat berdiskusi nemuin bahan bakar alternatif karya mahasiswa UI….Time value’s money That’s all from me Maaf jika ada kata2 yg tidak menyinggung hati teman2….

  22. #22: semesta | 29.05.08, 14:28 | Permalink

    thnx buat lo2 yg dah nanggepin.
    gw ga bermaksud menjelek2kan BEM cs,
    yg gw mau kita semua transparan,
    dan totalitas dalam menyuarakan kepentingan bersama,
    ga sebatas golongan,
    gw sendiri ga pernah absen dalam aksi2 BEM,
    paling ngga 2-3 tahun belakangan,
    tp yg skrg, gw merasakan stagnasi yg akut,
    gw khawtir, ini semua menjadi eskalasi kemandegan
    gerakan mahasiswa..
    buat lo yg pengurus BEM cs,
    lo nyadar dong! semua suara disini bukan buat
    nyudutin lo!justru semua mau lo lebih kerja keras,
    buat yg lbh konkrit. ga cuma retorika. bahkan skedar update di internet buat diskusi sama anak2 yg
    minim akses kayak lo2 pada. brp byk tulisan
    (hanya di web ini) yg dah ngasih saran, usulan,
    kritik buat lo semua. tp yg ada lo mengelak, berkelit.
    lo lihat mulai dari atas comment tulisan ini,
    atau tulisan yg lain, semua justru menaruh harapan
    sama lo2 pada. jadi wajar aja kalo kita semua,
    sedikit ngomel2 sama lo.

    buat pongki, smg lo trus online, biar bem dan pusgiwanya
    ga jadi menara gading mahasiswa ui.

    buat koko, gw sepakat ama lo. kita ini pny jurusan kimia (mipa) dan tekim (teknik), dan gw yakin, kita bisa mulai dari sana. gw usul konkrit, BEm UI ga usah ngadain research day, tapi langsung datengin tuh jurusan, dan bikin kerja sama dengan mahasiswanya buat ngembaning energi alternatif (green energy), lo kan deket sama rektorat, minta dah sm rektorat buat danain..
    dan ko, gw ga benci sama BEM, tp kesel. kn dah gw blg, tulisan gw campur emosi, so wajar lah. kalo bertaun2, ya betul, irhotep, juga merasakan hal yg sama. jd bukan gw aja..

    gw juga sepakat am ap yg ditulis sama ardiansyah en AkhmadSH, ini juga apa yg gw rasakan, sm temen2 gw yg terbuang dari komunitas sektarian BEM..

    iRHoTeP, gw juga setuju bgt sama lo. sisanya, sama seperti ap yg gw usulkan, agar BEM dan kroni bisa
    lebih merakyat, segagas dengan tulisan arsitek,
    itukan inti respon kita semua? TheDiplomat, aNd, MAKHLUK MALAM, jujur, se2orang..

    apalah bentuk lo semua, makhluk malam kek, jujur kek, irhotep kek, diplomat, arsitek, pembaca, irhotep, apalah..
    kita semua disini buat hidupin diskusi, yg
    dengan skeptis disebut sama irhotep “dunia mahasiswa
    memalukan”. apalagi dikotori oleh aksi barbarik
    anak2 UKI dan YAI. jijik gw. satu lagi PR buat BEM,
    tunjukkin gerakan mahasiswa yg lebih beradab..

    lawan!

  23. #23: salman | 29.05.08, 15:12 | Permalink

    Ngobrol-ngobrol dengan seorang kawan tentang hal ini, jadi terpikirkan sesuatu. Menurut kami berdua, ada indikasi peristiwa-peristiwa ini sengaja dibesar2kan oleh media dan pemerintah sehingga menyudutkan “wajah” pergerakan mahasiswa… Seolah opini masyarakat diarahkan supaya mahasiswa cuma jadi pelajar “kalem” yang ga usah melakukan pergerakan…. Entahlah, tapi di sisi lain, pergerakan mahasiswa emang harus mengevaluasi arah dan cara pergerakan yang sedang ditempuhnya. Jangan sampe pergerakan mahasiswa dikotori oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab… Sekian pendapat saya, silahkan teman-teman komentari…. Trima kasih…

  24. #24: kereta bogor | 29.05.08, 15:52 | Permalink

    Apaan nih! Cuma hujat sana hujat sini…
    diskusi tanpa implementasi
    basi!!

    Ga ada yang sadar apa, kalo dengan sistem yang ada sekarang, semuanya ga akan jauh2 dari kondisi ini, kondisi dehumanis yang terus merendahkan harkat diri…

  25. #25: cowok misteriuz | 29.05.08, 16:33 | Permalink

    Gw setuju sama se2orang. Gw kira, daripada gontok-gontokan sama polisi, pasang badan waktu aksi, mungkin sebaiknya mahasiswa UI mikirin cara-cara yang lebih “intelek”. Misal: gimana caranya supaya BLT lancar, buat semacam bakti sosial pembagian BBM murah engan menghimpun dana dari mahasiswa, mengajak seluruh komponen masyarakat UI untuk menumpahkan pemikirannya akan jalan keluar dari masalah BBM ini, konferensi pers, mengkampanyekan hidup hemat BBM, melakukan research tentang energi alternatif (g usah make bahan2 rumit, dari sekitar aja) dan lain-lain. Dan tentunya untuk melakukan itu semua pihak harus ikut berperan.

    Habisnya, kalau mau jujur yah, kayaknya demo-demo sekarang itu konyol. Masa demo pake bakar-bakar ban, berantem sama polisi dan memblokir jalan? Apaan tuh, katanya membela rakyat, tapi malah nyusahin rakyat!

    Kalo kita bakar ban -ambil contoh gampangnya: itu membuat polousi udara. Nah, terus kita bakar ban make apa? bensin atau minyak tanah. Itu pemborosan BBM kawan!

    Berantem sama polisi, buat apa? Kita itu satu bangsa kawan! Pakai kepala dingin. Apa untungnya gontok-gontokan sama polisi? Masuk ke gedung Rakyat? Terus kalo udah masuk ngapain, apa udah jaminan bisa ketemu wakil rakyat? paling alasannya sedang keluar.

    Tolong hentikan memblokir jalan kalo sedang demo. Nggak ada gunanya. Nyusahin malah. Tuh, rakyat yang sedang mau berangkat kerja jadi terlambat. Tuh rakyat yang mau kuliah pun telat. Tuh rakyat yang mau bisnis malah merugi.

    Sori kalo omongan gw menyinggung anda anda yang membaca. Sumpah, ini cuma ungkapan hati saya…

  26. #26: Tokek | 29.05.08, 17:08 | Permalink

    Kalau memang berdemo untuk rakyat, harusnya tukang-tukang demo coba dong buka mata dan telinga untuk rakyat, dengarkan pendapat rakyat tentang demo kalian akhir-akhir ini. Gw sendiri udah mendengarkan banyak keluhan-keluhan dari rakyat tentang pergerakan mahasiswa sekarang yang -maaf- kurang cerdas.

    Pengembangan energi alternatif di tingkat mahasiswa? Gw setuju banget. Nggak cuma energi alternatif, kalau perlu semua aspek yang sekiranya mempunyai potensi untuk diperbaiki, kita kerjakan bersama. Asal ada niat dan komitmen aja itu udah bagus. Ayo rekan-rekan dari FT, bangkit dong!

    Dulu waktu perang masih pake pedang, setau gw sadis & anarki itu hal yang biasa. Tawanan yang ditangkep udah biasa dibunuh dengan cara nggak wajar. Bahkan dulu orang dihukum mati jadi tontonan ‘mengasyikan’ bagi rakyat. Sekarang negara mana yang jelas-jelas berani mengeksekusi tawanan perang? Pasti kena kritik internasional.

    Moral of the short story? Perjalanan hidup manusia emang udah begitu dari dulu, berjalan dari barbarik & anarkis ke arah sedikit humanis (in a physical way). Menurut gw nggak relevan kalau pergerakan mahasiswa jaman dahulu masih digunakan hingga sekarang. Sadar lah teman, dunia telah berputar sedemikian rupa sehingga orang yang tidak ikut berputar akan tertinggal.

    Saatnya kita bertindak menggunakan akal!

    Saatnya kita melawan menggunakan pikiran!

    Saatnya mahasiswa bergerak menggunakan otak!

  27. #27: iLm@N | 29.05.08, 17:17 | Permalink

    hmm.. tampaknya makin ke bawah, diskusinya makin nggak nyambung dengan apa yang penulisnya sampaikan pada tulisan tersebut: kritik membangun untuk BEM UI..

    makin ke bawah, nyambungnya malah ngomongin tentang aksi2 mahasiswa lainnya (bukan mahasiswa UI) yang bermasalah..

    anyway (OOT juga nih), terlepas dari setuju tidaknya atau intelek tidaknya aksi yang dilakukan oleh BEM UI, aksi dari UI masih jauuuh, lebih mendingan (terserah mau dilihat dari sudut pandang mana) dibandingkan aksi mahasiswa lainnya.. iya, contoh salah satunya liat aja anak2 UKI itu..

  28. #28: koko | 29.05.08, 18:09 | Permalink

    tolong dong bem ui bikin pernyataan sikap dan mengambil posisi yang jelas sama aksi-aksi anak bem lain yang cenderung anarkis dan justru jelas-jelas merugikan rakyat.
    lucu ya katanya belain rakyat tapi kenyataannya malah bikin rakyat tambah sengsara
    kalo ada anak bem univ. laen yang baca
    Tolong kalo aksi jangan kampungan dan barbar
    apalagi aksi organisasi mahasiswa yang bawa-bawa titel agama di organisasinya

  29. #29: kybz | 29.05.08, 20:10 | Permalink

    setuju sama koko. BEM UI hendaknya segera memberikan pernyataan sikap mengenai aksi mahasiswa yang semakin anarkis belakangan ini, tolak tuh sgala aksi mahasiswa yang anarkis dan nyusahin rakyat! kalo BEM UI benar-benar konsisten mau membela rakyat, belalah mereka dari masalah” yang ditimbulkan dari kita sesama mahasiswa dulu (seperti kemacetan jalanan yang dibikin sama mahasiswa UKI akibat blokadenya itu), baru ngurusin masalah” yang dibawa sama pemerintah.

  30. #30: Tokek | 29.05.08, 20:58 | Permalink

    @27 : kalo tulisan gw sama sekali ga bisa dianggap masukan, gw minta maaf udah OOT

    BTW, pada selesai UAS kapan? Gw pengen liat BEM abis UAS nanti : mulai beraksi secara cerdas atau tetap diam bertopang dagu?

  31. #31: pongki | 30.05.08, 8:05 | Permalink

    halo kok tulisannya gak masuk ?

  32. #32: pongki | 30.05.08, 8:06 | Permalink

    bisa sampai 30 dikusi ya…..
    (mungkin ini sebuah bukti mahasiswa masih sangat mencintai BEM UI),
    kan emang BEM UI punya semua mahasiswa.
    tapi mungkin keterpaparan kita terhadap berita-berita berbeda-beda ya, dan ini juga yang membuat terkadang kita banyak bertanya.

    untuk artikel mas semesta, udah saya lurusin tuh data-datanya di dikusi no, 4,5,dan6.
    oiya, tambahan buat kasus penembakan hari ini jum’at 30 mei 2008 BEM UI akan mengadakan konfrensi pers lagi, terkait kasus penembakan, dan juga sikap mahasiswa terkait kenaikan BBM.

    Oiya, buat yang bertanya pergerakan mahasiswa Ui gak pake kajian,

    di BEM UI itu kita sebelum bergerak selalu melakukan kajian. Dan Aksi BEM UI tidak anarkis, “masa kita mau membela rakyat kok jadi ngerugiin rakyat”. Kita punya Departemen Aksi dan Propaganda yang selalu mensekenariokan aksi agar tidak merugikan bagi orang lain, tetapi tetap mengena. bisa Aksi ke jalan, mencari dukungan di DPR, Masuk Ke Istana ketemu langsung pejabat di sana, Ngajak diskusi pejabat, mimbar bebas, konfrensi press…. itu juga dilakukan lho.

    Di BEM UI tuh ada PUSGERAK, yang juga tiap jum’at tuh ngadain diskusi. kalau mau datang di diskusi dan kajiannya dateng aja, terbuka kok buat semua yang mau sama-sama mengkaji dan menyikapi permasalahan bangsa ini.
    contoh hasil panjang kajian kita adalah : Positioning paper tugu rakyat (tujuh gugatan rakyat). Ini di buat dengan proses panjang, yaitu : konfrensi aktifis se-UI –> muncul sapta tura –> di bawa ke konfrensi Bem-SeIndonesia –> muncul tugu rakyat–> di roadshowkan dan di kaji kembali di fakultas-fakultas di UI–> hingga muncul positioning paper –> dan ini yang dibawa ketika mahasiswa aksi Tugu Rakyat

  33. #33: pongki | 30.05.08, 8:08 | Permalink

    Di BEM UI tuh ada PUSGERAK, yang juga tiap jum’at tuh ngadain diskusi. kalau mau datang di diskusi dan kajiannya dateng aja, terbuka kok buat semua yang mau sama-sama mengkaji dan menyikapi permasalahan bangsa ini.
    contoh hasil panjang kajian kita adalah : Positioning paper tugu rakyat (tujuh gugatan rakyat). Ini di buat dengan proses panjang, yaitu : konfrensi aktifis se-UI –> muncul sapta tura –> di bawa ke konfrensi Bem-SeIndonesia –> muncul tugu rakyat–> di roadshowkan dan di kaji kembali di fakultas-fakultas di UI–> hingga muncul positioning paper –> dan ini yang dibawa ketika mahasiswa aksi Tugu Rakyat.

    di BEM UI juga ada bentuk langsung mahasiswa berbakti untuk rakyat. Rumah belajar kita masih jalan lo, begitu pula dengan comunitty development di luwinanggung. Tiap Sabtu, yang mau join… ayo silahkan. Oiya kemaren Departemen Sosial Kemasyarakatan BEM UI juga mengadakan EverlastingAct (kampanye sosial lingkungan) tentang bagaimana menggunakan kertas dan plastik lebih bijak.

    di BEM UI juga lagi terus mengawal kebijakan rektorat terkait BOP, UMB, Penyediaan bis kuning, dsb. Departemen Kesejahteraan Mahasiswa yang fokus disini.

  34. #34: pongki | 30.05.08, 8:22 | Permalink

    Bem Ui juga lagi menyiapkan beberapa kegiatan, olimpiade UI (seni dan olah raga), olimpiade ilmiah, Bedah Kampus, dan sebagainya.

    memang dengan semua kegiatan yang ada belum tentu semua mahasiswa akan merasakan dampaknya. tapi kita terus berusaha kok.

    untuk usulan forum bem punya website http://www.bem.ui.edu, atau kala mas ilman bersedia menyediakan kolom khusus bem ui di anakui.com boleh juga tuh.

    terimakasih untuk masukan konstruktifnya, semoga ini bisa memperbaiki bem. oiya meskipun pusgiwa jauh… maen-maen lah kesana kami selalu terbuka untuk siapapun.

    pongki DA

  35. #35: joko | 30.05.08, 13:10 | Permalink

    pongki, enak aj kalo ngomong. bikin sndiri.
    lo itu udah disindir habis2an disini.
    tau diri dikit lah..

  36. #36: joko | 30.05.08, 13:13 | Permalink

    lo yg maen ke kampus gw!

  37. #37: iRHoTeP | 30.05.08, 14:38 | Permalink

    Aduh jangan sampe tim rusuh Kampanye UI Salemba yang dateng ke Pusgiwa deh…

    itu uraian Pongky (#32 - 34) kayaknya udah gw denger dari taun lalu, ternyata gak berubah sampe sekarang. Memang kalo ternyata program kerja disusunnya berdasarkan apalan, dimodifikasi juga susah. BEM UI gak fleksibel ya?

    Gak usah berubah dulu deh, cobalah untuk mendengar.

    +iR+

  38. #38: semesta | 30.05.08, 15:07 | Permalink

    tepat sekali bang iR!
    ga cuma ngederin,
    tapi aksi nyata!

  39. #39: iRHoTeP | 30.05.08, 19:26 | Permalink

    Edwin mana ya?

    +iR+

  40. #40: aku | 30.05.08, 20:59 | Permalink

    catatan hitam BEM yang lain..
    sekarang banyak lho yang benci BEM…
    soalnya gak jelas tujuannya… seperti hanya mencari ke-eksist-an aja… sebel sama yang kenaikan BOP kemaren, kan kesian anak 2008 nya…

    kalo BBM yah… untuk semesta, ngapain juga kalo udah naik BBM nya emang bisa diturunin lagi ya kalo banyak demo-demo? emang ada sejarahnya ya? bukannya kalo diturunin bikin tambah kacau lagi… terjadi ketidak-stabilan harga gitu….
    terus ngapain juga demo pas lagi UAS… jangan gila duong..

    kalo demo nya bersatu sih (seluruh mahasiswa se-Indonesia, dari mulai jenis mahasiswa IPK 4 sampe Mahasiswa gaul) ikutan, itu baru bisa menggerakan Indonesia… kalo yang kemaren-kemaren itu mah demo-demo eksistensi doang kalo BEM itu masih ada lho… males banget..

  41. #41: Tokek | 30.05.08, 21:22 | Permalink

    Anak ekonomi belom ada yang memberikan sumbangsih pemikiran atau pendapat mengenai kenaikan harga BBM?

  42. #42: TheDiplomat | 31.05.08, 13:21 | Permalink

    setuju! sedelapan! sesembilan!

    semoga kalo BEM demo gak pake anarkis segala. bakar inilah. bakar itulah. kayak mau barbequan segala.

    trus corat-coret ini dan itu, emang baru kelulusan SMA?

    bawa ganja, minuman keras segala? Emang mau berbuat maksiat.

    trus gak lupa, bikin bom molotov? Ini universitas apa gudang mesiu sih?

    yang aman dan damailah biar Indonesia juga sedikit merasa aman dan damai.

    Naiknya harga BBM pasti membuat perekonomian kita tambah gila jadi jangan ditambah kacau lagi dengan demo yang merusak stabilitas perekonomian kayak universitas tetangga.

    hehehe.

  43. #43: Zulfan | 31.05.08, 13:22 | Permalink

    kalo situs ini representatif, berarti lebih banyak mahasiswa UI yang antipati terhadap BEM UI dibanding mereka yang pro.

    Nah, mungkin bisa dijadikan bahan evaluasi oleh BEM UI.Ingat aja, yang mengontrol media, menang. Dan lagi, gua jauh lebih suka maen kesini daripada ke situs BEM UI. Disini lebih ‘merakyat’ *wo, Ilman seneng situsnya dipuji2*

    vox populi, vox dei
    (suara rakyat, suara Tuhan)

    |zulfan|

  44. #44: mahasiswa psikologi | 31.05.08, 15:47 | Permalink

    hahaha…
    susah ya kalo udah begini.
    udahlah, mahasiswa belajar aja yang bener.
    lulus cepet.
    bangun negeri dengan aksi nyata.
    daripada demo2 mulu pas nanti giliran kita2 yang mimpin terus bukannya membalik keadaan tapi malah mengulang kesalahan pemimpin2 lama. korupsi lagi korupsi lagi. ya pantes aja banyak yang bilang UI itu pencetak menteri2 yang suka korup!
    udah, mending belajar aja… UAS, gilaaa!!

    OOT: BLT emangnya efektif ya? kok kesannya malah jadi mendidik rakyat jadi pengemis ya? mungkin kalo di amrik sono ada kartu jaminan sosial dan efektif memicu rakyat untuk produktif, di indo masih jauuuh dari itu, karena kita gak punya budaya kerja… apalagi BUDAYA MALU!

  45. #45: pandakeadilan | 31.05.08, 16:30 | Permalink

    baru masuk neh…saya gak ahli gini2an
    tapi…ada satu yang janggal…
    tidak ada komunikasi yang jelas
    tidak ada hal yang mendidik
    tidak ada hal yang menarik
    hanya teriakan
    teriakan kata
    kata yang kasar

    ya liat pandakeadilan.multiply.com biar tenang…

  46. #46: Tokek | 31.05.08, 21:04 | Permalink

    Usul saya, sebelum keadaan menjadi jauh lebih anarkis, kenapa BEM UI tidak mencoba untuk membantu meredam anarkisme yang sedang berkembang?

    Menurut kalian, dapatkah harga BBM yang sudah dinaikkan diturunkan kembali? Menurut kalian, apakah tujuan masyarakat beraksi menentang kenaikan harga BBM? Menurut kalian, apakah puncak penentangan ini dapat berakhir pada penggulingan kekuasaan? Menurut kalian, efektifkah bila rakyat menggulingkan SBY-JK padahal Pemilu 2009 sudah di depan mata? Terakhir, menurut kalian, tidakkah hidup dalam subsidi sama dengan hidup dalam kebohongan?

    Dari pengamatan saya, pihak BEM UI sendiri tidak menerima kritik-kritik (yang relatif pedas) yang ada (dengan kata lain : BERDALIH). Menurut saya tidak apa-apa bila tidak segera bertindak karena memang sedang UAS, saya yakin penghuni BEM UI masih waras semua (tugas utama mahasiswa untuk belajar, aksi itu sampingan, orang tua yang membiayai kita kuliah tentu mengharapkan kita cepat lulus bukan?). Tapi setidaknya sampaikanlah niat (bila memang ada) untuk berubah dan bergerak ke arah yang lebih baik. Biarkan kami tahu bahwa kami tidak sedang berbicara dengan batu.

    Terima kasih.

  47. #47: Think rationally | 01.06.08, 2:39 | Permalink

    Gw setuju banget ama jujur dan se2orang, emang demo masih ngefek ya? Sampai sekarang gw belum ngerti apa sih manfaatnya demo (kecuali demo mei 1998). Istilahnya udah cape2, panas2 tapi hasilnya nol besar. Masih gak ngerti ya kalo manusia tuh ada yang namanya sensory adaptation (cieh ilmu psikologi gue keluar nih) dimana semakin sering terekspos suatu stimulus maka kepekaannya berkurang. Misal: kalo kita di bantar gebang pertama kali pasti bau banget tapi makin lama baunya jadi semakin berkurang. Demo juga kayak gitu, pertama-tama sebelum reformasi kan jarang yang demo jadi efektif banget tuh demo. Tapi, setelah reformasi kebanyakan demo jadi Kikelia’s “biasa” banget tuh demo jadi gak ada lagi gregetnya. Kpn2 gw bikin deh tulisan yang menganalisis demo BEM UI dari perspektif psikologi. Sekarang dah mau UAS sih hehehe… So, cari cara lain yang lebih INTELEK dan GAK BASI kan katanya BEM UI “cerdas”. Istilahnya demo tuh udah gak efektif dan so last year. Mungkin lebih baik lewat tulisan di media massa, kayak kompas gitu kali ya. Gue yakin para menteri dan presiden pasti baca koran jugalah dan secara gak langsung tulisan elo langsung dibaca ama mereka. Daripada elo teriak2 di luar gedung MPR sementara mereka di dalem dengan santai minum kopi sambil dengerin IPOD di ruangan yang adem. Dalem hati mereka cuma bilang “diemin aja, bentar lagi juga capek sendiri. Kemarin2 juga kayak gini, seminggu lagi juga udah gak kedengeran. Mending gw dengerin suara Mariah Carey yang seksi di IPOD gw aja deh hehehe…” (lebay mode: on)
    Buat kak Edwin, ilmu psikologinya tlg dipakai. Gmn caranya persuasi yang efektif dan efisien. Kan kita udah diajarin macem2 teori compliance tuh di psikologi, misalnya foot in the door, lowball, the door in the face. Kalo gak pake teori psikologi media, gmn caranya bikin ajakan yang bisa mendorong semua orang untuk ikut. Terus terang aja, IMHO BEM UI kurang merakyat dan menarik orang untuk ikut acaranya. Semangat kak!! Jangan malu2in psikologi kan baru kali ini ketua BEMnya dari psikologi hehehe…

  48. #48: dre | 01.06.08, 11:57 | Permalink

    gw yang kurang teliti, ato emang belum ada tanggapan dari Ketua BEM disini?
    kredibilitas BEM sedang dipertanyakan oleh rakyatnya sendiri, apa di Brunei ga ada internet?

    buat Pongki, emang BEM udah menyediakan Pusgerak buat melakukan kajian n terbuka buat diskusi dengan seluruh anak UI. Tapi pertanyaannya: emang anak UI tau apa itu PUSGERAK n fungsinya?
    yang tau kan paling cuma segelintir orang, eksklusif!

    wajar lah kalo akhirnya ada yang bilang aksi anak UI ga intelek, kajiannya aja ga ketahuan kok?

    kalo cuma bisa bergerak di tataran PUSGIWA, bukan di UI, ganti aja namanya jadi BEM PUSGIWA!

  49. #49: _mahasiswa biasa ajah_ | 01.06.08, 19:57 | Permalink

    aslm..baru gabung nih gw..
    subhanallah nih tmn2 UI rupanya,kritis2 bgt pemikirannya. oke,gw cuma tidak mau terjebak di pro dan kontra yang ada. gini aja..ada beberapa saran (sepele sih,tp mudah2an berguna)

    1. dengan banyaknya pro dan kontra+kata2 kasar di atas..lebih baik BEM UI menyikapinya secara tenang dan bijaksana. semua ini masukan dari temen2 UI. kritik yg bagaimanapun,itu hak setiap org. memang,di satu sisi BEM UI terlihat kurang merakyat. istilahnya terjebak dimenara gading lah.. butuh beberapa perubahan sepertinya. walaupun tidak semua kegiatan BEM UI bisa melibatkan banyak kalangan, setidaknya kegiatan tersebut disosialisasikan ke tmn2. agar kita tau klo sebuah lembaga yang bernama BEM UI itu ada dan siap untuk mengakomodir permasalahan yg ada.

    2. tentang aksi nih…masalah klise deh kayaknya. diharapkan temen2 di sini bisa saling menghormati langkah2 yg temen2 lain lakukan. Aksi itu HAK! tapi…dengan catatan bahwa sebuah aksi itu hrs didasari kajian yg kuat.harus cerdas lah.. mungkin di BEM UI ada yg namanya PUSGERAK-Pusat Kajian dan Studi Gerakan. maksimalkanlah peran bidang itu.. mungkin bwat temen2 yg ingin ikutan,bisa langsung dateng aja. (bang edwin, boleh kan ikutan?)

    3. utk temen2 (dan gw mungkin) yg punya pikiran klo yg namanya aksi itu sudah ga ngefek lagi…yuk,dicoba utk bikin langkah lain. ikutan audiensi, bikin tulisan, ikut kajian2, atau setidaknya (minimal bgt nih…) belajar dengan rajin,biar ke depannya kita bisa membantu utk membangun negara dengan ilmu yg kita punya.

    4.saling menghormati setiap langkah yg kita lakukan. walaupun beda2 caranya, kita punya tujuan yg sama.kita masing2 punya tugas dan kewajiban boss..

    5. intinya..BEM UI sebagai garda terdepan pergerakan di UI. bekerjalah dengan sebaik2nya.. dengan terpilihnya Edwin dan Pongki sebagai Ketua dan Wakil Kabem saat ini, kalian mendapat amanah yg wajib kalian jalankan dengan baik. ingat, kalianlah yg meminta amanah itu diletakkan di pundak kalin, maka masyarakat UI memberikannya kepada kalian.. jadi kalian WAJIB hukumnya utk menjalankannya dengan sebaik2nya

    6. kita sebagai pengontrol dari lembaga ini juga wajib utk selalu memberikan kritikan yg membangun. ingat lembaga BEM UI itu bukan dewa. pasti tetap membutuhkan bantuan dari pihak2 lainya..

    7. MAHASISWA DILARANG UNTUK MENJADI BAGIAN DARI MASALAH. MAHASISWA HARUS MENJADI BAGIAN DARI SOLUSI!

    sekian dulu ah..mohon ditanggapi

    nuhun..

  50. #50: iRHoTeP | 01.06.08, 20:40 | Permalink

    Seinget gw, BEM UI (tampak) meminta tolong pas kampanye doang tuh.

    nambahin, mungkin akan lebih baik (atau akan lebih dicela, kita lihat saja) kalau ada BEM UI yang bisa memberikan pembelaan, keterangan atau konfiRmasi terhadap situasi ini, bukan orang-orang anonim yang untuk register ke anakUI.com aja ogah.

    +iR+

  51. #51: Haneza | 02.06.08, 13:39 | Permalink

    Maaf ya untuk penulis
    saya merasa kurang setuju dengan pendapat anda
    Untuk mengkritik sebuah kepemimpinan diperlukan data-data yang objektif yang mendukung pendapat anda…

    Kalo bisa dibilang anda adalah orang yang suka mencari-cari kesalahan tanpa adanya solusi….

    Masalah yang ada saat ini jangan ditambah dengan mencari kambing hitam dari masalah yang sudah ada.

    Kita harus berfikir jernih apa yang harus kita lakukan untuk menyelesaikan hal tersebut….

    gW juga berharap untuk tmen” yang berdemo masalah kenaikan BBM, kalian jangan hanya menuntut, tapi berikan solusi…
    KaRena kita punya ilmu, yang harus diaplikasikan untuk masyarakat…

  52. #52: Nuri | 02.06.08, 20:14 | Permalink

    yg belum terjawab si edwin ke brunei ngapain?

    Fyi aja, jamannya habibie juga ditawarin ke Luar Negeri, jaman Bem-nya Azman juga ditawarin.. tapi ga diambil tuh..

    Buat next bem ui, lebih berhati2 ya dengan tawaran2 ke luar negeri..

  53. #53: iRHoTeP | 02.06.08, 20:24 | Permalink

    Sebenernya gw juga mpet dengan mereka-mereka pihak seberang yang selalu minta solusi sementara mereka sendiRi pun tidak datang dengan secercah pun inspiRasi dalam penyelesaian masalah.

    Dan kenapa pulak pihak pro BEM UI selalu minta pihak seberang untuk turut menuturkan solusi dalam kritiknya seolah-olah pihak yang berotak kosong adalah pihak yang kontra BEM UI padahal yang menjadi sorotan adalah BEM UI sebagai penggerak mahasiswa, pembela rakyat, dsb (isi sendiRi).

    Gw sendiRi penuh dengan berbagai ide tapi mohon maaf, wadah BEM UI menurut gw terlalu busuk dan kaku untuk menjalankan ide-ide gw, mengingat juga keterwakilan fakultas gw sangat minim di BEM UI.

    makanya nyamper dong ke Pusgiwa

    mamak kau

    +iR+

  54. #54: kritikus to mhs sok | 03.06.08, 16:03 | Permalink

    . Aksi-aksi ini boleh dibilang sangat militant dan sedikit anarkis. Tetapi justru karena aksi mereka tersebut, mata masyarakat terbuka lebar. Mereka semakin sadar betapa harusnya kenaikan BBM ditolak. Mereka konsisten dengan apa yang mereka serukan. Tetapi lagi-lagi dimana BEM UI? Saat menjelang kenaikan BEM UI menolak dengan tegas, setelah naik, dimana mereka? Apakah ini para pahlawan kesiangan yang hanya bisa mencari muka, cari perhatian? Jangan-jangan hanya aksi-aksi bayaran, seperti sikap mereka terhadap BOP dan UMB? Sebelum diputuskan begitu hebat menentang, tetapi setelah kebijakan keluar, tidak ada taring lagi? Dibayar ya? Atau memang kacung? Pengecut murahan.
    Tipikal bukan anak UI Lu waktu SMA pasti suka tawuran kan? Kayak tipikal anak2 UKI, Moestopo bers***g*ma, UNAS,…

    Apakah karena sedang minggu-minggu UAS? Oh ya? Pantas saja, dasar pengecut murahan! UAS dijadikan kambing hitam. Sejak kapan almamater kampus rakyat dikotori oleh orang-orang sok pahlawan seperti ini? Mencari muka seolah eksis. Sejak kapan UAS jadi pengahalang aksi-aksi mahasiswa? Anda takut lulus lama? Haha, malulah dengan pendahulu kalian!
    Bener kan kata2 saya di atas.
    WOI! MELEK! Lo buka internet buka apa aja, masyarakat dah kehilangan simpati atas aksi2 lu! Katrok! Buka tuh forum2! DF, kaskus,… semua dah gak simpati!

    OOT: Si +iR+ tuh mo jadi dokter tapi kok galak amat ya? Ingat, ga butuh pintar buat jadi dokter, yang butuh tu empati
    Ato jangan2 dia beraninya di onlen doank?

  55. #55: semesta | 03.06.08, 16:07 | Permalink

    bbrp tahun belakangan,
    ada indikasi pemberian “kemudahan”
    bahkan gratis tak berbayar kepada
    pengurus BEM, terutama petinggi-petingginya,
    ke luar negeri. wow, siapa yg ga mau?
    dulu iya, zaman azman, gari, dll,
    tidak mereka terima, dg kata lain,
    mungkin blm saatnya, karena masih pny
    kerjaan di BEM, yg saat itu gw lihat masih
    pro dg idealisme. ga tau juga yg skrg knp
    dg enaknya mereka nerimo itu wortel,
    hari genee siaa siy yg ga tergiur,
    sampe air liurnya netes2 ke kita deh..

  56. #56: iRHoTeP | 03.06.08, 19:06 | Permalink

    OOT #54: Gw dah pernah konfrontasi Garry, Azman dan Edwin secara langsung. Cuma faktor kesempatan doang gw koar di internet. Dan tolong jangan main-main dengan istilah empati kalo gak tau maksudnya apa. Makasih

    +iR+

  57. #57: joko | 04.06.08, 9:59 | Permalink

    yaeyalah,
    lo kan dah tua!
    pantes aje lo pernah ngalamin gary, azman,
    buru2 lah lulus..

  58. #58: _mahasiswa biasa aj_ | 04.06.08, 11:57 | Permalink

    sepakat nih sama pendapat iRHoTeP di poin #50. gw rasa BEM UI patut untuk memberikan klarifikasi terkait berbagai masalah ini.mungkin pongki udh cukup ngasi penjelasan di poin #32,dst ya. agar masalah clear aja…

    tapi dengan sedikit catatan juga utk tmn2 (tmasuk gw juga sih),klo kondisi lagi kayak gini,sebenernya mau BEM UI ngomong apapun kita akan tetep nganggap itu sekedar pembelaan aja. tapi tolong dihargai.. ini juga pembelajaran utk BEM UI ke depannya. konstituen kalian banyak,ga cuma satu golongan aja,ga cuma anak2 pusgiwa aja, ga cuma anak2 di depok aja (secara pusgiwa itu di depok) tapi juga temen2 kita di salemba..

    sama sekali ga bijak klo kita bilang BEM UI selama ini ga ngapa2in. klo pernah tuker wawasan sama beberapa temen di sana,mereka sudah cukup bisa dibilang “berdarah2″ utk nyoba nyelesaian berbagai masalah..tapi sekali lagi,ini bukan pembelaan. selain kita ingin didenger,mereka pun ingin setidaknya utk didenger juga..

    klo memang ada solusi,bisa disampaikan langsung…tuker2 wawasan lah. singkirkan saja dulu prasangka yg udah ada selama ini..

    sok..klo mau ditanggapi lagi

    nuhun…

  59. #59: joko | 04.06.08, 14:14 | Permalink

    oi mahasiswa, gw juga capek nanggepinnya,
    sama aja kayak kambing budeg, digembala sama orang buta. tapi sebuta-butanya orang, ga separah kambing budeg. intinya, kita jangan jadi jadi orang buta yang gembalain kambing budeg, bingung kan lo semua?…
    lah yang nulis buta yang denger budeg..
    bem..bem..

  60. #60: zulfan | 04.06.08, 17:18 | Permalink

    @49:
    “3. …yuk,dicoba utk bikin langkah lain. ikutan audiensi, bikin tulisan, ikut kajian2, atau setidaknya (minimal bgt nih…) belajar dengan rajin,biar ke depannya kita bisa membantu utk membangun negara dengan ilmu yg kita punya.”

    belajar itu harusnya maksimal, bukan minimal banget. tugas utama kita ya belajar, bukan audiensi, ikut kajian, apalagi aksi…

  61. #61: dunia keputer balik | 04.06.08, 22:49 | Permalink

    dunia udah keputer balik
    siapa yang banci pergerakan, siapa yang bukan udah ga jelas lagi
    tapi sori,
    buat gw
    yang banci pergerakan itu ya
    orang2 yang cuma bisa mencaci-maki
    orang2 yang udah melakukan pergerakan
    emang sih
    kenyataannya
    orang2 yang “mati2an” berusaha
    untuk selalu berbuat sesuatu terus keliatan ga berhasil n ga konsisten
    selalu terpinggirkan oleh
    orang2 yang hanya bisa mencaci-maki tadi
    padahal orang2 yang hanya bisa mencaci-maki tadi juga belum tentu orang yang udah lebih hebat, lebih keras usahanya, n lebih konsisten pergerakannya.
    mau menanggapi?
    silahkan.
    dengan senang hati

  62. #62: dunia keputer balik | 04.06.08, 22:50 | Permalink

    dunia udah keputer balik
    siapa yang banci pergerakan, siapa yang bukan udah ga jelas lagi
    tapi sori,
    buat gw
    yang banci pergerakan itu ya
    orang2 yang cuma bisa mencaci-maki orang2 yang udah melakukan pergerakan
    emang sih
    kenyataannya
    orang2 yang “mati2an” berusaha
    untuk selalu berbuat sesuatu terus keliatan ga berhasil n ga konsisten
    selalu terpinggirkan oleh
    orang2 yang hanya bisa mencaci-maki tadi
    padahal orang2 yang hanya bisa mencaci-maki tadi juga belum tentu orang yang udah lebih hebat, lebih keras usahanya, n lebih konsisten pergerakannya.
    mau menanggapi?
    silahkan.
    dengan senang hati

  63. #63: TheDiplomat | 05.06.08, 2:02 | Permalink

    Haduhhhh…haduhh…haduhhh…

    udah balik belum yah yang ke Brunei?

    TheDiplomat

  64. #64: semesta | 06.06.08, 11:00 | Permalink

    udah, kmrn gw ngelihat dia.
    tp dari jauh, innocent gitu.
    bbm dah naek, ga ada reaksi?
    bener kan kata gw: dibayar!
    kalo ga, kenapa ga ada respon?
    atau nyerah?
    ya elah, banci kan?
    lo lihat tuh hampir semua anak2 daerah,
    ga ketinggalan yg di kota,
    masih ttp komit nolak kenaikan BBM,
    sampe mogok makan and sekarat!
    BEM UI, asyik dong ke brunei..
    aksi mahasiswa dipojokkan,
    dan disetanisasi, diadu domba dgn masyarakat,
    tuh orang2 pusgiwa pada kemana?
    oiya ya, lagi asyik ke brunei coy..

    tp kmrn gw ga ngelihat dia bawa oleh2..

    hahaha…

  65. #65: andi | 06.06.08, 19:26 | Permalink

    bem ui petinggi2 cuma cari muka aza, tp sampai skrng tetap anaik…..!

  66. #66: TheDiplomat | 06.06.08, 23:53 | Permalink

    eh, ngomong2 soal BBM naek, kemarin salah satu sahabat saya yang mendengar penjelasan dari anak FE, kalau sebenarnya pemerintah menaikkan BBM itu karena subsidinya terlalu besar.

    Jadi misalkan harga BBM sebelum disubsidi taruhlah 15.000 lalu yang dibayar sama rakyat itu 6.000 kemudian sisanya disubsidi 9.000.

    Darimana pemerintah mengambil uang 9.000 itu? Ternyata oh ternyata dari hasil memotong anggaran pertahanan keamanan, pendidikan, dan pos-pos belanja negara yang lain sehingga didapat dana untuk subsidi BBM itu.

    Jadi katanya sih, lebih baik BBM dinaikkan daripada pemerintah harus memotong sana-sini dari anggarannya dan kalo dipotong sana-sini yang rugi juga ‘khan rakyat.

    Logikanya bener juga sih. Darimana pemerintah dapet duit untuk mensubsidi? Dari Pajak dan Pendapatan Negara lainnya dan dari hasil potong anggaran. Apa perlu hutang luar negeri juga untuk mensubsidi BBM?

    Dari sini sih gue bisa menerima-nerima aja kenapa BBM naek. Tetapi yang gak bisa gue terima adalah, sektor UKMnya itu lho yang kasian alias mikro ekonomi Indonesia apa kabarnya ya kalo kayak gini?

    semoga aja ada penjelasan lebih jauh soal hal ini.

    p.s: oh iya, Ketua BEM bukannya bawa oleh-oleh trus dibagi-bagiin gratis ke mahasiswa yang laen ‘kek. Masak pas Kampanye aja yang bagi2 gratisan. Hihihihihihi.

    TheDiplomat

  67. #67: iRHoTeP | 07.06.08, 15:32 | Permalink

    #57: hai mr. anonim, gw cuma gak mau generasi muda UI identik dengan pemuda-pemuda sotoy yang gampang ditiup-tiup tanpa mikiR panjang, jadi pion-pion kepentingan politik yang turun ke jalan. Lagipula Agustus ini angkatan 2008 pada nyanyiin gw kok di UI Depok. Doakan aja.

    #58: eits jangan salah, dari jaman Garry sampe sekarang gw dah berusaha membantu, tapi merekanya aja membatu. gw selalu berharap BEM UI menjadi wadah yang asyik dan benar-benar merakyat bagi mahasiswanya kok.

    #61 & 62: duh… baca lagi deh usaha yang udah gw lakukan, ada kok di komentar-komentar atas. Dan lagi, bukan maksud nyombong nih, gw sebagai perwakilan mahasiswa FKUI mah gak perlu disundut-sundut buat turun melayani rakyat, selama gw kerja klinik dari tingkat 4 gw dah turun memberikan pelayanan kesehatan. Otomatis, kagak perlu pake gabung-gabung ke grup lawak macem BEM UI.

    +iR+

  68. #68: Bagyo | 08.06.08, 2:00 | Permalink

    Biar asyik dengerin genfm 98,7 buat lu yang ada di jadebotabek, oh ya biar semua tahu memang sangat membahayakan tawaran beasiswa dari rektorat dan sayangnya rektorat seperti mengokupasi mahasiswa UI dengan cara ini. Contoh jelas teman gw waktu di FISIP UI yakni saudara Pipin Sopian yang dia waktu jaman mahasiswa dah dapat beasiswa aktivis sampai dia ke Malaysia dan berani ninggalin organisasi mahasiswanya di FISIP, terus sekarang dia dah kerja di rektorat, gw pikir dalam jaman sulit cari kerjaan kayak gini wajar dong tuh aktivis mahasiswa pada mupeng pada tawaran kenikmatan dunia yang bersliweran sana-sini.

  69. #69: _mahasiswa biasa aj_ | 08.06.08, 19:00 | Permalink

    #67 intinya klo kita selalu berharap tanpa adanya kontribusi langsung..yah..masalah ga bakal selesai bos (ini tanggapan aj,selamat wisuda boss..)

  70. #70: koko | 09.06.08, 14:14 | Permalink

    oy anak-anak FK kasih pelayanan kesehatan gratis ke masyarakat napa ? kalo ada dipublikasiin dong secara luas, gw tau anak FK secara umum sekarang pengen jadi dokter dengan mental dagang gak beda sama politikus, dokter itu kan harusnya pengabdian bukan ente anggap sebagai profesi dimana anda pengen orang sakit supaya pengahasilan anda makin banyak, yah jadinya ya ngetemnya di kota-kota besar doank, gak berani ngabdi di daerah.
    bangga nih bentar lagi jaket kuningnya berubah warna jadi putih, uhuy..

  71. #71: koko | 09.06.08, 14:19 | Permalink

    emang kenapa sih kalo ke brunei, kan asik jalan-jalan. ketua BEM juga manusia, capek dong kalo kerjanya orasi sama aksi mulu. kita manusia kan butuh liburan sama refreshing, siapa tau abis pulang dari brunei dapet ilham untuk bentuk pergerakan mahasiswa yang lebih efektif dan kreatif, btul tidak ?

  72. #72: iRHoTeP | 09.06.08, 20:43 | Permalink

    @koko: kritik yang cukup membangun dan gw gak bisa memungkiRi keadaan tersebbut.

    Tetapi dalam konteks kritik terhadap pergerakan mahasiswa yang serba sok membawa nama rakyat, bagi segelintiR (atau kebanyakan) oknum dokter kota besar yang bermental bisnis paling tidak juga telah menyelamatkan nyawa banyak orang dengan menggunakan kompetensinya.

    Tidak perlu lah gw bahas jasa serupa yang mungkin lebih tulus ikhlas dan gratisan dari subspesies dokter lain yang jadi perintis di daerah, ikut LSM, jadi filantropis, dsb.

    Sementara para aktivis? Sudahkah mereka bermanfaat secara langsung terhadap masyarakat?

    Kembali ke topik, kiRanya di saat krisis kepercayaan pergerakan mahasiswa seperti ini, apakah yang akan dilakukan Edwin?

    +iR+

  73. #73: Saktioners | 10.06.08, 14:02 | Permalink

    Saya kira disini harus jelas duduk perkaranya, jangan mengumbar stigma2 yang belum tentu benar, anda semua mahasiswa bukan?
    Pakailah intelektualitas anda dalam menyikapi isu2 yang sensitif. Memang bila saya perhatikan kterlibatan BEM UI dalam BEM SI nyatanya malah memperburuk citra BEM UI sendiri, seperti aksi2 yang diluar kendali. Saya minta kepada pihak BEM UI untuk mengkaji kembali akan hal ini.

    SALAM MAHASISWA !

  74. #74: edwin | 11.06.08, 12:07 | Permalink

    turunkan EDWIN!

  75. #75: pongki | 11.06.08, 13:17 | Permalink

    turunkan EDWIN, dan gw jadi ketua!
    huahaha..

  76. #76: joko | 12.06.08, 16:49 | Permalink

    sama aj klao lo yg naek,
    kenapa ga bashori? haha, gw fans berat dia..

  77. #77: Real 06 | 12.06.08, 22:29 | Permalink

    “gw tau anak FK secara umum sekarang pengen jadi dokter dengan mental dagang gak beda sama politikus, dokter itu kan harusnya pengabdian bukan ente anggap sebagai profesi dimana anda pengen orang sakit supaya pengahasilan anda makin banyak, yah jadinya ya ngetemnya di kota-kota besar doank, gak berani ngabdi di daerah.
    bangga nih bentar lagi jaket kuningnya berubah warna jadi putih, uhuy..”

    Saran gw buat yang nulis kutipan di atas:
    Klo ngomong, please jangan sembarangan.. Menyinggung perasaan orang lain.. dan gw sebagai anak FK juga ga suka ngeliat tulisan di atas.. Seenaknya berasumsi atas orang lain, asumsi yang buruk pula..
    Di modul empati itu diajarin untuk tidak berasumsi..

    Satu lagi, sejak tingkat 4 anak FK udah pake “jaket putih”, dan seperti yang bang iR bilang, memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat…

    Sekali lagi, tolong jangan berasumsi… Klo mau menyatakan pendapat, yang valid donk…

  78. #78: Bagyo | 13.06.08, 22:51 | Permalink

    Jujur sebenarnya gw tertarik untuk main ke pusgiwa UI katanya pandangan gw sebagai mahasiswa bisa membaik disitu. Tapi sayangnya BEM UI kurang mengapresiasi hal ini.

  79. #79: iRHoTeP | 14.06.08, 18:12 | Permalink

    gw berharap dalam situasi sotoy-sotoyan kayak begini, Pongky menjadi penengah *dengan komentar yang lebih smart tentunya*, atau Edwin akhiRnya angkat bicara meluruskan semuanya… kalo dah mentok, ratu kominfo Resa Ana Dina

    +iR+

  80. #80: ian | 14.06.08, 23:20 | Permalink

    Sepakat gw nih emang resa itu terkenal, selamat buat gelar sebagai mapres utama di fkm ui, itu bukti kesempurnaan seorang ratu.

  81. #81: semesta | 16.06.08, 11:30 | Permalink

    ratu?
    mau jadi aristokrat kapitalis kayak eropa?
    ratu di sana, penindasan di sini!
    penindasan ga hanya fisik,
    tapi mental mahasiswa..
    tuh ratu ato raja di pusgiwa sama2 nyadar lah,
    gw dan lo semua dah capek dg kondisi
    saat ini, idealisme gw masih tinggi,
    maka itu gw tulis uneg2 disni,
    bagi yang sepakat tanggapi dengan ’smart’
    kata si iR itu, atao kalo emosi,
    silahkan ngomel2, tp justru lo jadi bahan “makian”, yang laen, kasih bahan..

    btw, siapa sih resa?
    kok gw ga kenal?

  82. #82: eve | 16.06.08, 11:47 | Permalink

    itu gerombolannya edwin dan pongki,
    huahaha. gw pengen teriak kenceng di depan telinganya..

  83. #83: ian | 17.06.08, 1:06 | Permalink

    Untuk menjawab siapa sih resa itu bisa dijawab
    di:
    http://mahalumfkmui.wordpress.com/2008/04/21/pemenang-mapres-fkm-ui-2008/
    http://mahalumfkmui.wordpress.com/mapres-2008/

  84. #84: joko | 17.06.08, 11:48 | Permalink

    oh keren dong..

  85. #85: ian | 18.06.08, 0:06 | Permalink

    Iyalah udah keren, cantik, pintar, kritis, kayaknya gak ada yang kurang sama dia…andra and the backbone…sempurna.

  86. #86: zulfan | 18.06.08, 15:32 | Permalink

    hoo…

    lho, kok malah ngomongin perempuan?

  87. #87: joko | 19.06.08, 18:20 | Permalink

    sableng lu?
    emang lu siapanya dia?
    ngarep lu?

  88. #88: semesta | 19.06.08, 18:22 | Permalink

    kalo udah frustasi emg gini mahasiswa gadungan,
    kalo ngga jabatan, kekayaan, ya larinya ke cewe, dasar lo kapitalis busuk, hengkang lo dari pusgiwa..

  89. #89: semesta | 19.06.08, 18:31 | Permalink

    sbenarnya gw dah bosan sama anak2 bem,
    apalagi mreka yg menyebut diri SIYASI!
    ga malu apa sama atribut mereka?
    bentar lagi gw bongkar manipulasi mereka thdp publik!

  90. #90: pongki | 19.06.08, 18:33 | Permalink

    maaf, resa itu temen saya,
    dia juga siyasi, ga ada masalah kan?

  91. #91: _mahasiswa biasa aj_ | 19.06.08, 19:31 | Permalink

    bisa ga ngomongnya fokus?

    boleh sih ngobrolin cewe (resa contohnya).tapi kok kesannya loe malah pada ngelecehin ya?

    malu sama mental loe!

  92. #92: ayah | 19.06.08, 21:28 | Permalink

    resa..

    wduh siapa lagi tuwh..

    gw baru tau..

    bilang aja gw lg sakit..

  93. #93: Reno | 19.06.08, 21:51 | Permalink

    anknya ky gnmna sih ?
    ada yg tau ciri2nya ga ?
    gw mau lho kawin sama dia !!
    hahahaahahahah

  94. #94: ian | 19.06.08, 23:36 | Permalink

    Untuk menjawab siapa sih resa itu bisa dijawab
    di;
    http://mahalumfkmui.wordpress.com/2008/04/21/pemenang-mapres-fkm-ui-2008/
    http://mahalumfkmui.wordpress.com/mapres-2008/
    Kalau ngomongin orang baiknya kita ngomongin yang baiknya saja secara semua kita manusia yang kudu harus saling menghargai.

  95. #95: mahaSISWA | 20.06.08, 12:59 | Permalink

    heyy.,….

    lo smua mahasiswa juga kn???

    udah puas??? sudah puaskah kalian dengan hinaan kalian pada BEM UI????

    apa hasilnya????

    kepuasan doanx?????

    hey….
    saling berkacalah….

    lo semua udah nglakuin apa y untuk negeri kita ini???? ,mpe dahsyat banget ngehinanya????

    pasti udah super banyak y yang lo lakuin untuk negeri ini????
    amiin…

    gw juga cuma orang yang mempunyai amanah yang sangat berat karena mendapat gelar mahasiswa… sOrry bukannya apa-apa..

    tapi gw c berharap semoga lo semua g cuma jago di dunia maya…

    KONKRIT pRenz….

    udah cukup lah ndengerin mahasiswa2 beretorika n berwacana….

    hey mahasiswa jangan cuma jadi seonggok daging n sampah masyarakat….

    konkrit!!!!!!

  96. #96: dnay | 20.06.08, 13:09 | Permalink

    sepakat!
    konkret lo semua!
    ketika ngritik orang, ngaca dulu
    LO UDAH NGAPAIN?

  97. #97: semesta | 20.06.08, 14:35 | Permalink

    dua yg di atas!
    lo itu pada kemana?
    basi apa yg lo bilang?
    baca dulu dari atas sampe bawah,
    disitu dah byk masukan
    dan hal konkrit yang dilakukan!
    kalau ga bisa nerima kritikan,
    ya lo ga usah hidup di alam demokrasi.

    gw sbg mahasiswa malu,
    krn aspirasi gw yg seharusnya ditampung oleh
    bem, yg notabene eksekutif kampus,
    ga kesampean, paling ngga, apa yg dibicarain disini, uneg2 gw dan bagian mayoritas dari forum ini..

    kita semua nunggu lo, BEM UI, yg lbh konkrit!
    jangan mutar balik tanggung jawab!

  98. #98: iRHoTeP | 21.06.08, 11:33 | Permalink

    Ha… tebakan gw, setelah BEM UI dan simpatisannya dikritik mengenai efektivitas pergerakan mereka, sekarang mereka akan mengangkat jargon “KONKRET” setelah jargon “RAKYAT” gak laku lagi.

    Betul itu, jangan memutar balik tanggung jawab. Fokus pembicaraannya kan BEM UI (dan simpatisannya), kita-kita ini seharusnya gak punya beban untuk membeberkan apa yang telah kami lakukan untuk rakyat. Toh selama ini kami udah memberikan contoh solusi kok. Dari komentar #7 ampe bawah lho! bahkan gw dengan khilaf dah ngasi tau apa yang telah gw lakukan bagi rakyat (#16).

    Eh.. dah begitu masi dikritisi juga bahwa kegiatan gw gak konkrit berguna bagi rakyat.. gw mo tersinggung juga capek yang mo gw omelin gak ada kupingnya, gw mo cuek nambah dikritik gak konkret.

    Tolonglah, jadi pemuda tuh mbok memiliki pemikiRan kritis dan inovatif, jangan repetitif dan tradisionalis. mumpung itu otak masi plastis, perluas wawasan! dicela jangan cengeng. malu ama predikat. katanya pembela rakyat, dengerin rakyat kok gak mau. semprul

    juga, mereka-mereka yang baru puber yang dateng ke sini pake nama-nama gak jelas, gak usahlah jadi provokator. gw lebih rela lu pada diem, perhatiin argumen-argumen yang muncul di blog ini. liat caranya diskusi, jangan asal jeplak. malu ama orang tua.

    +iR+
    http://www.fkui02.net/biawak/

  99. #99: sang pencuri haiti | 21.06.08, 21:14 | Permalink

    mahasiswa yg ngaku berorganisasi…

    makin kesael aj gw !!

    mudah2an ini ga perwakialan secara umum dari salah satu BEMers yg geblek !

    sph

  100. #100: sang pencuri haiti | 21.06.08, 21:14 | Permalink

    mahasiswa yg ngaku berorganisasi…

    makin kesel aj gw !!

    mudah2an ini ga perwakialan secara umum dari salah satu BEMers yg geblek !

    sph

  101. #101: Reno | 21.06.08, 22:26 | Permalink

    percuma aj klw pemikirannya dianggap bagus tp ga ada yg ngejalanin, disini berarti BEM UIlah salah satu lokasi yg paling strategis untuk mengolah aspirasi pergerakan mahasiswa non BEM, jgn dari klangannnya sendiri yg ddengerin, dasar KUDA !

    oraganisasi mhswa terbesar adalah BEM !!

    BEM UI melambangkan bangsa kita (besar tapi terpuruk !!)

    yah,,, yg diatas gw rasa ga mewakili para BEMers secara umum yg dablek itu !!

    sang pencuri hati-hati aj !!

  102. #102: andika saputra | 22.06.08, 1:38 | Permalink

    Memang dalam setiap perjuangan dan pergerakan selalu ada yang memberi semnagat ada pula yang ingin menjatuhkan.

    untuk BEM UI, buktikan kalau program Anda dapat bermanfaat bagi civitas akademika UI. dan buat rekan-rekan civitas UI, Buktikan pula kalau ANDA punya INTEGRITAS yang dapat dijadikan Sumbangsih bagi Indonesia yang lebih baik.

    salam
    dika
    (pemerhati)

  103. #103: semesta | 22.06.08, 15:48 | Permalink

    kayaknya bagus nih kalo sesi ini
    jadi khusus untuk BEM UI watch?
    sepakat rekan?
    karena di website bem ui, ga ada tuh
    sarana dua arah buat kita2,
    jadi limpahkan saja disini..
    OIA, sy mau tny nih bung BEM,

    kmrn alasan anda menolak BBM naik itu apa ya?
    trus skrg dah naik anda akan melakukan apa?

    tolong jawabannya (gw baek2 nanya nya nih)
    ya gw tau, edwin ato pongki ga bakal jawab,
    katrok dan ndeso, elitan pusgiwa, ato jgn2 lagi jalan2 kemana lagi..
    ya paling ngga lo2 dah yg fansnya bem ui,
    ndablek..

    haha, sori..

  104. #104: _mahasiswa biasa aj_ | 22.06.08, 19:53 | Permalink

    #97 anda sedang dikritik juga tuh.. jadi mohon jgn marah ya,ini negara demokrasi bung
    (eh,marah juga hak loe sih..)

    udahlah..tutup aja forumnya..ngobrol ngalor ngidul ga jelas. mendingan kasih solusi deh..

    utk BEM UI:
    semua keluh kesah yg ada di forum ini adalah masukan dan pembelajaran utk anda. ingat kembali amanah yg kalian janjikan dan miliki! jgn segan utk meminta bantuan dari berbagai elemen kampus yg ada.karna semua ngerti kok sebenernya klo kalian tidak mungkin bisa berjuang sendiri.. semua kritik muncul bisa jadi karena mereka sangat tau yg kalian butuhkan dan harus dilakukan sekarang,tapi bisa jadi juga karena mereka tidak tahu sama sekali.

    “Mahasiswa harus tetap berada di jalan selama pemerintah masih mengalpakan rakyat kecil. Mahasiswa harus terus menekan pemerintah dengan menggalang gelombang kekuatan yang lebih besar dan fokus terhadap tuntutan. Mahasiwa yang menginginkan demokratisasi harus juga berlaku demokratis di tubuh mereka”
    (dikutip dari email yg ada di sebuah milis)

  105. #105: and now ? | 22.06.08, 21:20 | Permalink

    “Memang dalam setiap perjuangan dan pergerakan selalu ada yang memberi semangat ada pula yang ingin menjatuhkan…”

    hey bung !!
    ini bukan menjatuhkan tapi masukan..

    percayalah bahwa kami mahswa UI jg tidak ingin menjatuhkan rekan seperjuangan, apalagi saling sikut-menyikut..

    sakarang tergantung dari ‘para pembela rakyat’ yang ktnya menyuarakan nurani rakyat, apakah ia jg menyuarakan nurani rekannya yg nonBEM trsbt ??

    udah pasti tidak ada tanggapan dari para ’singa podium’

    saya yakin diskusi yang terjadi dlm dua arah ini merupakan slh satu masukan demi kemajaun kita semua !!! pergerakan mhasiswa !!

    berburuk sangka itu tidak lebih baik daripada buruk rupa

    sph

  106. #106: iRHoTeP | 22.06.08, 21:48 | Permalink

    #104: gw juga punya kutipan dari email yang ada di sebuah milist, bunyinya begini: “asbun”.

    Mantap kan? gw juga bisa ngutip dari milist gak jelas, emangnya lo doang?

    Laen kali, kalo dapet suatu premis untuk menjadi santapan pikiRan lo, dipikiR dulu baek-baek. Siapa yang ngomong, apa kiRa-kiRa tujuannya, ditujukan kepada siapa omongannya, sesuai konteks apa gak, dsb.

    Jangan asal setuju dan lo kutip sembarangan karena lo kiRa tulisannya baek buat lo dan tujuan lo, lo pikiR-pikiR dulu!

    BTW, dengan aksentuasi dari rekan di #105, kita ini cuma mengingatkan dan berusaha mengarahkan kembali pola pikiR BEM UI dan simpatisannya agar sesuai dengan perjuangan kita selama ini. Toh nantinya kembali kepada kalian BEM UI dan simpatisannya mau mendengar apa gak. Beban kami cuma mengingatkan.

    Seharusnya kalian malu dengan jerih payah kami, bukannya malah menghardik balik.

    +iR+

  107. #107: _mahasiswa biasa aj_ | 23.06.08, 10:22 | Permalink

    #106 ups,bang iR agak emosi sepertinya.. maaf ya,pengkutipan kata2 di atas sdh berdasarkan pemikiran matang kok. anda ga sepakat?ga masalahh.. negara demokrasi bung. (yap,sekarang kata DEMOKRASI muuncul setelah kata RAKYAT dan KONKRET.lumayanlah..menambah perbendaharaan kata. bukan begitu iR?)

    “kita ini cuma mengingatkan dan berusaha mengarahkan kembali pola pikiR BEM UI dan simpatisannya agar sesuai dengan perjuangan kita selama ini.”

    anda sudah menjabarkan yg dimaksud dengan “perjuangan kita” selama ini idealnya adalah yg seperti apa? jembrengin deh maunya seperti apa. ga semua org ngerti loh klo disindir..apalagi klo pake bahasa kiasan.. gw juga ga ngerti sih (maklum mahasiswa biasa aja)

    tidak ada niatan utk menghardik balik.sama sekali ga ada.hanya saja..tolong lebih diperjelas saran yang anda berikan. solusi KONKRET? sangat diharapkan loh! jadi ga “asbun” gitu.. ayo bung,bentar lg kan mo lulus,kasih masukan yg jelaslah..mumpung masi ada waktu.

  108. #108: _mahasiswa biasa aj_ | 23.06.08, 10:24 | Permalink

    comment di atas mo ditanggapin lagi? sok atuh..

    nuhun

  109. #109: fahnia | 23.06.08, 15:08 | Permalink

    hoahemm…dah selesai ya adu wacananya???

    terus kapan geraknya??

    wah…senangnya BEM UI dapat berbagai macam masukan..

    ga semua yang loe denger itu bener dan harus diikuti..sudahlah,,fokus aja sama apa yang HARUS dilakukan..

  110. #110: iRHoTeP | 23.06.08, 16:52 | Permalink

    ik cuma bisa tertawa

    +iR+
    http://www.fkui02.net/

  111. #111: semesta | 23.06.08, 17:48 | Permalink

    udah gini,
    kite kembali ke permasalahan semula,
    gw tanya di #103,
    kita buat beralur,
    pertama biarkan anak2 BEM bicara,
    klarifikasi dan jelaskan langkah2 mereka,
    setelah itu baru ditanggapi,
    dengan begitu lebih sehat bukan?

    silahkan jawab bung BEM dan kroni!

  112. #112: Reno | 23.06.08, 20:47 | Permalink

    @mhswa biasa aj
    kamu ini jadi oarng koq lucu bangeeeet sih !!
    hoahahaha..
    agak2 dableg gt dech..
    et dah dasar lu bocah dableg !

    @fahnia
    situ nnge Fans ama BEM yak ?!ky gt aja d nge-Fans-nin atau jangan2 anda anggota BEM !!

    @iR
    jgn terlalau kasar bos!!

  113. #113: koko | 24.06.08, 8:50 | Permalink

    ikutan diskusi akh,
    diskusi udah sampe sepanjang ini tapi semuanya cuma debat kusir, sebatas wacana dan gak ada solusi nyata.
    hoahhh….ngantuk ni

  114. #114: iRHoTeP | 24.06.08, 15:15 | Permalink

    Betul itu! Bukti nyata kalau berdiskusi menyangkut kinerja BEM UI dan simpatisannya tidak pernah memberikan manfaat sama sekali.

    Saatnya kembali ke wacana masing-masing dan bekerja sebaik-baiknya.

    +iR+
    http://www.fkui02.net/

  115. #115: ian | 24.06.08, 23:14 | Permalink

    @iR benar percuma ngomongin tentang BEM UI tapi kalau ngomongin soal Resa mau dong.

  116. #116: dimpul | 25.06.08, 10:31 | Permalink

    Dulu saya pernah jadi anggota BEM UI pas masi kuliah, baca postingan ini dada saya ikutan sakit deh. Kalo kejadiannya pas jaman saya pasti udah nangis nangis gak terima deh. Walaupun saya juga gak suka aksi sebetulnya

    Cuman emang sih, masalah dari dulu sampe sekarang emang hampir sama, kurang komunikasi atau malah miskomunikasi. Dulu kalo mau buat kegiatan (ya aksi ya baksos ya apalah) kayaknya udah berkoar-koar tapi atensinya sedikit, sedih aja gitu. Tapi selepas BEM, saya yg malah nanya ke anak BEM, eh acara ini mana? acara itu mana? kok ga ada?. padahal mereka ngakunya udah berkoar koar juga.

    Entah ya..mungkin karena geografis UI yg trepisah-pisah, ditambah pusgiwa yg terpencil dan berhantu gitu. Buat sosialisasi acara apapun suka ga nyampe. Apalagi dulu web/blog/forum belom terlalu eksis kek sekarang. Jadi kesannya BEM UI ekslusif (dari mata anak UI yg lain), sementara anak BEM (termasuk saya) suka sedih karena agak2 nggak dianggap sama anak UI-nya sendiri.

    secara skrng teknologi udah maju. Ya betul kata sodara iR, harusnya lebih dimanfaatkan lagi supaya kalo buat kegiatan bisa lebih maksimal dan bermanfaat dari kedua belah pihak

    ps: jangan ngomongin perempuan kaya gitu dong (resa), yes indeed she’s beauty, smart and bla bla bla. Cuman ga etis dari orang2 yg ngomongin kok kesannya dia cuman dianggep objek aja.

    regards

    dimpul

  117. #117: semesta | 25.06.08, 11:20 | Permalink

    apa perlu gw tulis ulang lagi nih,
    KITA KEMBALI KE TOPIK UTAMA!
    buat anak2 BEM CS silahkan jawablah..
    dah panjang nih comment,
    paling panjang lagih..

  118. #118: _mahasiswa biasa aj_ | 25.06.08, 13:24 | Permalink

    #112 utk Reno yg baik
    gw lucu bgt? wah..makasih bgt loh bos.baru tau ya..?
    (maaf OOT,cuma mo nanggepin pujian anda doang)

    dableg itu apa ya?

  119. #119: heggy | 25.06.08, 16:30 | Permalink

    assalamualaykum.

    guys,, ada yang mau ikutan nonton film dan diskusi bareng di pgw gak gak?
    hari Jumat, 4 april