<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Indonesian Youth Support ASEAN Community</title>
	<atom:link href="http://www.anakui.com/2008/06/19/indonesian-youths-support-asean-community/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.anakui.com/2008/06/19/indonesian-youths-support-asean-community/</link>
	<description>Komunitas Mahasiswa &#38; Alumni UI</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Feb 2012 15:02:27 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: imut ^.^</title>
		<link>http://www.anakui.com/2008/06/19/indonesian-youths-support-asean-community/#comment-5878</link>
		<dc:creator>imut ^.^</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 08:21:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/?p=270#comment-5878</guid>
		<description>congrads buat johar cs  yg k luar negeri dengan membawa nama baik UI.smuga trus bermanfaat bagi nusa bangsa atas keberangkatanN

teringat polling fisipers
---- kalu ndak salah bagaimana cara membantu / mengaspirasikan / hak2 rakyat

trus --- 
peringkat untuk aksi tuch cuman 20 persen(kalo ndak salah).
trus untuk tindakan layakN comdev bagii mahasiwa UI tuch cuman berpa gitu(dibawah persennan dari aksi masa)

trus yang bingung dengan cara media hingga aspirasi langsung ke atas merupakan persennan yang besar.yang menjadi pernyataan dan kenyataan adalah bahwa mahasiswa UI tuh masih cupu(maap) kalu disuruh mengapresiakan tulisan dan berpretasi(PIMNAS, LKTM, penelitian, comdev). mana bisa punya bargaining position kalo ndak bisa apa2, cumanN bisa teriak dan jelas dan nyela usaha dari orang(comdev, aksi masa dari temen2 yg udah berusaha berjuan)

--- sukseskan PIMNAS... rebut juara umum ^.^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>congrads buat johar cs  yg k luar negeri dengan membawa nama baik UI.smuga trus bermanfaat bagi nusa bangsa atas keberangkatanN</p>
<p>teringat polling fisipers<br />
&#8212;- kalu ndak salah bagaimana cara membantu / mengaspirasikan / hak2 rakyat</p>
<p>trus &#8212;<br />
peringkat untuk aksi tuch cuman 20 persen(kalo ndak salah).<br />
trus untuk tindakan layakN comdev bagii mahasiwa UI tuch cuman berpa gitu(dibawah persennan dari aksi masa)</p>
<p>trus yang bingung dengan cara media hingga aspirasi langsung ke atas merupakan persennan yang besar.yang menjadi pernyataan dan kenyataan adalah bahwa mahasiswa UI tuh masih cupu(maap) kalu disuruh mengapresiakan tulisan dan berpretasi(PIMNAS, LKTM, penelitian, comdev). mana bisa punya bargaining position kalo ndak bisa apa2, cumanN bisa teriak dan jelas dan nyela usaha dari orang(comdev, aksi masa dari temen2 yg udah berusaha berjuan)</p>
<p>&#8212; sukseskan PIMNAS&#8230; rebut juara umum ^.^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wawan</title>
		<link>http://www.anakui.com/2008/06/19/indonesian-youths-support-asean-community/#comment-5860</link>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 17:55:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/?p=270#comment-5860</guid>
		<description>Betul tuh,, kata gw nih ya, ini barangkali bentuk NKKBK gaya baru itu, aktivis2 banyak dikasi beasiswa dan kesempatan &quot;jalan2&quot; ke luar negeri dengan berbagai agenda!, termasuk kasus ketua BEM UI kita!!!

10 tahun reformasi seharusnya bisa dimanfaatkan oleh BEM UI sebagai memontum untuk mengingatkan pemerintah tentang kegagalan2 agenda reformasi. Tapi, itu tidak terjadi.. kemana aja loo,, enak ya, ke brunei, bagus g c,, cckkckk..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Betul tuh,, kata gw nih ya, ini barangkali bentuk NKKBK gaya baru itu, aktivis2 banyak dikasi beasiswa dan kesempatan &#8220;jalan2&#8243; ke luar negeri dengan berbagai agenda!, termasuk kasus ketua BEM UI kita!!!</p>
<p>10 tahun reformasi seharusnya bisa dimanfaatkan oleh BEM UI sebagai memontum untuk mengingatkan pemerintah tentang kegagalan2 agenda reformasi. Tapi, itu tidak terjadi.. kemana aja loo,, enak ya, ke brunei, bagus g c,, cckkckk..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: perkinster</title>
		<link>http://www.anakui.com/2008/06/19/indonesian-youths-support-asean-community/#comment-5844</link>
		<dc:creator>perkinster</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 06:46:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/?p=270#comment-5844</guid>
		<description>o jadi ini tho, acara yang bikin Ketua BEM kita &quot;kabur ke luar negeri...

Sayang banget ya, padahal, kan, saat itu ada moment paling bersejarah; 10 tahun Reformasi!! yang boleh saya katakan GAGAL TOTAL dimanfaatkan oleh BEM UI!!

Yah, akhirnya kita bisa menilai sendiri bagaimana ketua BEM kita yang sekarang ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>o jadi ini tho, acara yang bikin Ketua BEM kita &#8220;kabur ke luar negeri&#8230;</p>
<p>Sayang banget ya, padahal, kan, saat itu ada moment paling bersejarah; 10 tahun Reformasi!! yang boleh saya katakan GAGAL TOTAL dimanfaatkan oleh BEM UI!!</p>
<p>Yah, akhirnya kita bisa menilai sendiri bagaimana ketua BEM kita yang sekarang ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: muchdlir zauhariy</title>
		<link>http://www.anakui.com/2008/06/19/indonesian-youths-support-asean-community/#comment-5377</link>
		<dc:creator>muchdlir zauhariy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 08:37:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/?p=270#comment-5377</guid>
		<description>Sebelumnya, saya mengucapkan terima kasih atas komentar terkait artikel yang saya tulis.

Ada beberapa hal yang sebenarnya harus kita perhatikan:

1. Terkait dengan substance over form

Mungkin ini sesuatu yang harus diperhatikan oleh setiap orang. Inti dari substance over form adalah seharusnya kita mengetahui betul apa isi dari permasalahan yang ada, dan tidak terlalu tergesa-gesa dalam menyuarakan pendapat. Terkait dengan artikel saya, betul sekali jika tidak semua kegiatan entah itu bersifat lokal, nasional, regional bahkan internasional mempunyai parameter yang berfokus pada ekonomi sebagai ukuran keberhasilannya. Begitu juga dengan event yang kemaren saya ikuti, dalam artikel saya sekiranya sudah jelas tertulis bahwa AUN forum tersebut bertujuan untuk menguatkan pilar ketiga ASEAN yakni socio-cultural pillar. Caranya ya, dengan mengadakan forum sebagai ajang tukar pendapat dengan orang-orang dari seluruh ASEAN. Kiranya jika event ini dihubungkan dengan krisi minyak dan sebagainya, tentu bukanlah suatu analisa yang relevan. Karena tujuan dari event ini juga bukan untuk mengkaji hal itu. Mungkin krisis minyak lebih tepat diperbincangkan dalam forum seperti World Economic Forum, APEC Forum dsb. Jadi, lebih bijaksana bagi kita semua untuk mengetahui dengan benar apa yang ada dihadapan kita sebelum kita melakukan sesuatu yang mungkin saja tidak sesuai dengan hal itu.

2. Terkait isu seremonial

Banyak event serupa mungkin yang akhirnya menjadi ajang seremonial semata. Namun, dalam forum kemaren setidaknya ada action plan yang menjadi komitmen semua delegasi. Ya, saya akui, mungkin action plan itu tidak akan bisa secara serta merta mengintegrasikan ASEAN dan mengubahnya layaknya EU yang kini makmur sentosa. Namun, setidaknya ada niatan dari kami untuk, entah dalam jangka pendek atau jangka panjang, berusaha mewujudkan impian tersebut.

Salah satu bentuknya adalah pengorganisasian ASEAN ONE: ASEAN Student Magazine. Majalh bulanan ini berpusat di University of Philippines dan rencananya akan , insya Allah, semoga saja didanai oleh AUN. Artikel akan dipublikasikan online melalui website, dan rencananya akan dicetak untuk masing-masing unversitas yang menjadi anggota AUN. Oleh karena itu, saya mengundang teman-teman semua untuk ikut serta menyumbangkan idenya dalam bentuk tulisan. Syaratnya:

1. Artikel terkait isu ASEAN, sosial, budaya dan aspek menarik lainnya
2. Artikel merupakan artikel yang generally accepted, tidak mengandung isu SARA, pornografi, ataupun gender
3. Artikel dalam bentuk bahasa Inggris
4. Maksimal artikel adalah tiga halaman folio
5. Artikel dilampiri foto yang relevan dan menarik

Bagi siapa saja yang berminat, maka artikel bisa dikirim ke e-mail saya di sayyestojohar@gmail.com

3. Terkait signifikansi bagi UI dan Indonesia pada umumnya

Sya setuju dengan pendapat Rizka bahwa signifikansi dapat diukur baik langsung maupun tidak langsung. Layaknya forum yang lain, tentu kami semua berusaha untuk memperkenalkan Indonesia dalam konteks yang sesuai misalnya terkait sosial budaya. Terlebih lagi kami juga mengenalkan bahwa kita merupakan negara yang kaya akan nilai-nilai budaya. Mungkin, hal itu bukanlah sesuatu yang sangat signifikan dan relevan dengan masalah yang dihadapi negara kita saat ini. Namun, secara personal saya percaya dengan melakukan hal itu, maksud saya promosi dsb....setidaknya orang dari negara laen akan tau tentang negara kita dan tidak secara haphazardly membuat suatu anggapan dan pandangan yang salah tentang negara kita. Signifikansi bagi UI, jika teman-teman semua ingin memberikan suatu kontribusi, mungkin dengan membuat tulisan untuk majalah ASEAN ONE, akan menjadi suatu kontribusi untuk memperkenalkan universitas kita sekaligus memperlihatkan bahwa kita juga mempunyai kompetensi yang sama dengan mahasiswa dari negara lain di bidang jurnalistik....Mari Menulis :D

Terima kasih dan salam

:D

Johar</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelumnya, saya mengucapkan terima kasih atas komentar terkait artikel yang saya tulis.</p>
<p>Ada beberapa hal yang sebenarnya harus kita perhatikan:</p>
<p>1. Terkait dengan substance over form</p>
<p>Mungkin ini sesuatu yang harus diperhatikan oleh setiap orang. Inti dari substance over form adalah seharusnya kita mengetahui betul apa isi dari permasalahan yang ada, dan tidak terlalu tergesa-gesa dalam menyuarakan pendapat. Terkait dengan artikel saya, betul sekali jika tidak semua kegiatan entah itu bersifat lokal, nasional, regional bahkan internasional mempunyai parameter yang berfokus pada ekonomi sebagai ukuran keberhasilannya. Begitu juga dengan event yang kemaren saya ikuti, dalam artikel saya sekiranya sudah jelas tertulis bahwa AUN forum tersebut bertujuan untuk menguatkan pilar ketiga ASEAN yakni socio-cultural pillar. Caranya ya, dengan mengadakan forum sebagai ajang tukar pendapat dengan orang-orang dari seluruh ASEAN. Kiranya jika event ini dihubungkan dengan krisi minyak dan sebagainya, tentu bukanlah suatu analisa yang relevan. Karena tujuan dari event ini juga bukan untuk mengkaji hal itu. Mungkin krisis minyak lebih tepat diperbincangkan dalam forum seperti World Economic Forum, APEC Forum dsb. Jadi, lebih bijaksana bagi kita semua untuk mengetahui dengan benar apa yang ada dihadapan kita sebelum kita melakukan sesuatu yang mungkin saja tidak sesuai dengan hal itu.</p>
<p>2. Terkait isu seremonial</p>
<p>Banyak event serupa mungkin yang akhirnya menjadi ajang seremonial semata. Namun, dalam forum kemaren setidaknya ada action plan yang menjadi komitmen semua delegasi. Ya, saya akui, mungkin action plan itu tidak akan bisa secara serta merta mengintegrasikan ASEAN dan mengubahnya layaknya EU yang kini makmur sentosa. Namun, setidaknya ada niatan dari kami untuk, entah dalam jangka pendek atau jangka panjang, berusaha mewujudkan impian tersebut.</p>
<p>Salah satu bentuknya adalah pengorganisasian ASEAN ONE: ASEAN Student Magazine. Majalh bulanan ini berpusat di University of Philippines dan rencananya akan , insya Allah, semoga saja didanai oleh AUN. Artikel akan dipublikasikan online melalui website, dan rencananya akan dicetak untuk masing-masing unversitas yang menjadi anggota AUN. Oleh karena itu, saya mengundang teman-teman semua untuk ikut serta menyumbangkan idenya dalam bentuk tulisan. Syaratnya:</p>
<p>1. Artikel terkait isu ASEAN, sosial, budaya dan aspek menarik lainnya<br />
2. Artikel merupakan artikel yang generally accepted, tidak mengandung isu SARA, pornografi, ataupun gender<br />
3. Artikel dalam bentuk bahasa Inggris<br />
4. Maksimal artikel adalah tiga halaman folio<br />
5. Artikel dilampiri foto yang relevan dan menarik</p>
<p>Bagi siapa saja yang berminat, maka artikel bisa dikirim ke e-mail saya di <a href="mailto:sayyestojohar@gmail.com">sayyestojohar@gmail.com</a></p>
<p>3. Terkait signifikansi bagi UI dan Indonesia pada umumnya</p>
<p>Sya setuju dengan pendapat Rizka bahwa signifikansi dapat diukur baik langsung maupun tidak langsung. Layaknya forum yang lain, tentu kami semua berusaha untuk memperkenalkan Indonesia dalam konteks yang sesuai misalnya terkait sosial budaya. Terlebih lagi kami juga mengenalkan bahwa kita merupakan negara yang kaya akan nilai-nilai budaya. Mungkin, hal itu bukanlah sesuatu yang sangat signifikan dan relevan dengan masalah yang dihadapi negara kita saat ini. Namun, secara personal saya percaya dengan melakukan hal itu, maksud saya promosi dsb&#8230;.setidaknya orang dari negara laen akan tau tentang negara kita dan tidak secara haphazardly membuat suatu anggapan dan pandangan yang salah tentang negara kita. Signifikansi bagi UI, jika teman-teman semua ingin memberikan suatu kontribusi, mungkin dengan membuat tulisan untuk majalah ASEAN ONE, akan menjadi suatu kontribusi untuk memperkenalkan universitas kita sekaligus memperlihatkan bahwa kita juga mempunyai kompetensi yang sama dengan mahasiswa dari negara lain di bidang jurnalistik&#8230;.Mari Menulis <img src='http://www.anakui.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/grin.png' alt='Grin' title='Grin' class='tse-smiley' height='20' width='20' /></p>
<p>Terima kasih dan salam</p>
<p><img src='http://www.anakui.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/grin.png' alt='Grin' title='Grin' class='tse-smiley' height='20' width='20' /></p>
<p>Johar</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rizka gm</title>
		<link>http://www.anakui.com/2008/06/19/indonesian-youths-support-asean-community/#comment-5348</link>
		<dc:creator>rizka gm</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 14:54:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/?p=270#comment-5348</guid>
		<description>Cuma seremonial aja? Apa patokan signifikansi hanya dari sudut pandang ekonomi saja? Negara kaya membantu supply minyak jadi patokan suatu event bahwa acara tersebut signifikan atau tidak? Menurut saya, personally, tentu kegiatan-kegiatan seperti ini punya signifikansi bagi mahasiswa UI sendiri yang pada akhirnya meningkatkan kualitas mahasiswa UI secara umum. Dengan munculnya mahasiswa UI di kancah internasional kita dapat menunjukkan kualitas anak UI dan membuat UI makin dikenal di level international yang akhirnya kan berdampak positif untuk kita, anak UI juga, dan penerus-penerus kita. Bukankah suatu achievement salah satu teman kita mewakili Indonesia dan Universitas Indonesia dan punya kesempatan berinteraksi dengan mahasiswa dari negara-negara ASEAN lainnya? At least, event-event bertaraf internasional tersebut dapat meningkatkan kualitas anak UI (in personal level) dengan go-international, adanya self-development (yang simple aja, meningkatnya (or keinginan untuk meningkatkan) kemampuan bahasa Inggris) dan terlihatnya need of achievement pada at least beberapa mahasiswa UI-dengan bukti banyaknya mahasiswa UI berprestasi di berbagai bidang- banyaknya pengalaman nyata dan proses pembelajaran yang didapat(dari mulai perbedaan budaya sampai bertambahnya knowledge) dan tidak lupa networking yang bisa jadi sangat berguna saat ini maupun di masa depan untuk perkembangan UI sendiri. Belum lagi tujuan dari conference tersebut selain meningkatkan kesadaran kita sebagai ASEAN citizen and enhance &#039;we&#039; feeling between us, pasti mengangkat suatu topik tertentu and do something to overcome the issue (poverty, environment, culture, dll). Mungkin masih banyak orang tidak menganggap penting hal seperti ini. Tapi saya berharap bahwa dengan adanya event seperti ini anak UI lainnya try to be open-minded, dan dapat lebih termotivasi untuk dapat berprestasi, baik dalam bidang budaya-olahraga-akademis-dan banyak bidang lainnya di national maupun international level, sekecil apapun itu merupakan usaha dari mahasiswa UI untuk mengharumkan nama UI. Go ASEAN! Go anakUI!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Cuma seremonial aja? Apa patokan signifikansi hanya dari sudut pandang ekonomi saja? Negara kaya membantu supply minyak jadi patokan suatu event bahwa acara tersebut signifikan atau tidak? Menurut saya, personally, tentu kegiatan-kegiatan seperti ini punya signifikansi bagi mahasiswa UI sendiri yang pada akhirnya meningkatkan kualitas mahasiswa UI secara umum. Dengan munculnya mahasiswa UI di kancah internasional kita dapat menunjukkan kualitas anak UI dan membuat UI makin dikenal di level international yang akhirnya kan berdampak positif untuk kita, anak UI juga, dan penerus-penerus kita. Bukankah suatu achievement salah satu teman kita mewakili Indonesia dan Universitas Indonesia dan punya kesempatan berinteraksi dengan mahasiswa dari negara-negara ASEAN lainnya? At least, event-event bertaraf internasional tersebut dapat meningkatkan kualitas anak UI (in personal level) dengan go-international, adanya self-development (yang simple aja, meningkatnya (or keinginan untuk meningkatkan) kemampuan bahasa Inggris) dan terlihatnya need of achievement pada at least beberapa mahasiswa UI-dengan bukti banyaknya mahasiswa UI berprestasi di berbagai bidang- banyaknya pengalaman nyata dan proses pembelajaran yang didapat(dari mulai perbedaan budaya sampai bertambahnya knowledge) dan tidak lupa networking yang bisa jadi sangat berguna saat ini maupun di masa depan untuk perkembangan UI sendiri. Belum lagi tujuan dari conference tersebut selain meningkatkan kesadaran kita sebagai ASEAN citizen and enhance &#8216;we&#8217; feeling between us, pasti mengangkat suatu topik tertentu and do something to overcome the issue (poverty, environment, culture, dll). Mungkin masih banyak orang tidak menganggap penting hal seperti ini. Tapi saya berharap bahwa dengan adanya event seperti ini anak UI lainnya try to be open-minded, dan dapat lebih termotivasi untuk dapat berprestasi, baik dalam bidang budaya-olahraga-akademis-dan banyak bidang lainnya di national maupun international level, sekecil apapun itu merupakan usaha dari mahasiswa UI untuk mengharumkan nama UI. Go ASEAN! Go anakUI!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ian</title>
		<link>http://www.anakui.com/2008/06/19/indonesian-youths-support-asean-community/#comment-5250</link>
		<dc:creator>ian</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 15:37:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/?p=270#comment-5250</guid>
		<description>Ada signifikansinya untuk UI tidak? Brunei yang kaya minyak mau bantu supply minyak murah ke Indonesia tidak? Cuma seremonial aja yah, itulah..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada signifikansinya untuk UI tidak? Brunei yang kaya minyak mau bantu supply minyak murah ke Indonesia tidak? Cuma seremonial aja yah, itulah..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

