Untuk kedua kalinya, EDS UI berhasil menjadi pemenang pada ajang debat bergengsi NEUDC 2008. Pada babak final yang diadakan tangga 17 Mei 2008 di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), tim EDS UI B yang terdiri dari Ridwan Kurniawan (FISIP/HI/2006) dan Willy Limiady (FISIP/HI/2006) berhasil memenangkan suara juri atas tim EDS UI A, tim Universitas Atmajaya, serta tim Universitas Bina Nusantara pada topik ” This house believes that Every Country Has a Right to Keep Nuclear Weapon.

Bertanding sebagai Opening Government, tim EDS UI B memenangkan juara pertama dengan argumen mengenai pentingnya efek jera yang dimiliki senjata nuklir untuk menciptakan perdamaian antar negara. Sementara itu, bertanding sebagai Closing Government, EDS UI A yang terdiri dari Mahardhika S. Sadjad (FISIP/HI/2004) serta Dewi Wijayanti (FISIP/Kesejahteraan Sosial/2005) juga berhasil mengisi tempat kedua dengan argumen mengenai instrumen hukum internasional pada isu nuklir dewasa ini. Dengan demikian, kedua tim memiliki kesempatan untuk mewakili Jakarta dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2008 yang akan diadakan pada bulan Juli di UNILA, Semarang. Tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk bertanding pada tingkat Nasional, kedua tim EDS UI secara individu juga berhasil meraih penghargaan atas Pembicara Terbaik pada ajang NUEDC 2008. Mahardhika S. Sadjad berhasil dinobatkan sebagai Pembicara Terbaik dari 48 peserta, diikuti oleh Dewi Wijayanti di posisi kedua, Ridwan Kurniawan di posisi ketiga, serta Willy Limiady di posisi kelima.

NUEDC, pada tahun ini diadakan di Kampus UNJ, Rawamangun, merupakan kompetisi regional British Parliamentary Debate yang kedua di Jakarta yang diadakan secara paralel dengan regional Bandung dan Yogyakarta. Melalui kemenangan ini, EDS UI tidak hanya berhasil membuktikan diri sebagai tim terbaik dari 24 tim di seluruh Jakarta, melainkan juga menunjukan konsistensinya dalam membawa nama Universitas Indonesia di berbagai kompetisi debat bergengsi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan demikian, dukungan seluruh komponen Universitas Indonesia sangat diharapkan bagi kesuksesan EDS UI pada kompetisi selanjutnya.