anakUI.com header image

Genderang UI Versi Awal

(makara UI. sumber)
Sebagai mahasiswa UI, siapa sih yang tidak tahu lagu Genderang UI? Yang selalu dinyanyikan secara berulang-ulang selama orientasi atau masa bimbingan selama kita berbalut jaket kuning?
Baru-baru ini penulis menemukan suatu opini di salah satu halaman website komunitas Multiply, mengenai syair awal lagu ini. Benar atau tidaknya, baiknya dilakukan konfirmasi. Tetapi untuk sementara, [...]

oleh iR Toyib
FKUI 2002
http://www.jadul.org/

28.06.08, 8:05
16 Diskusi
dilihat 1,184 kali

Jagal aktivis dan webmaster miskin yang telah berkelana selama satu dasawarsa di jagad maya yang kini semakin terlunta-lunta setelah lulus dari sebuah sekolah kedokteran di kawasan Salemba, Jakarta. http://www.jadul.org/forum/ http://www.fkui02.net/

Makara UI

(makara UI. sumber)

Sebagai mahasiswa UI, siapa sih yang tidak tahu lagu Genderang UI? Yang selalu dinyanyikan secara berulang-ulang selama orientasi atau masa bimbingan selama kita berbalut jaket kuning?

Baru-baru ini penulis menemukan suatu opini di salah satu halaman website komunitas Multiply, mengenai syair awal lagu ini. Benar atau tidaknya, baiknya dilakukan konfirmasi. Tetapi untuk sementara, silakan saja simak tulisan berikut ini. Hitung-hitung sebagai hiburan (kalau tidak mau dianggap serius).

Diharapkan juga melalui tulisan ini, para rekan-rekan mahasiswa baru angkatan 2008 dapat lebih mengenal almamaternya dengan lebih luas.

Tulisan ini sepenuhnya diambil dari halaman Multiply dari rekan djbowie, seorang alumni UI yang penulis kenal baik akan dedikasinya terhadap dunia kesenian musik dan jurnalistik. Lengkapnya silakan klik link ini.

Genderang UI versi awal (You Won’t Believe It)

Hehe,

judul diatas kali cuma teaser agar Blog ini dibuka… mmmm, tapi emang sih awal2 nya saya denger, saya juga kaget!!

Jadi ceritanya, Senin 23 Juni lalu saya menghadiri rapat persiapan Homecoming Day UI bulan Juli mendatang. Jadi inilah reuni akbar UI seluruh angkatan. Naga2 nya bakal dahsyat deh. Lantas ada seorang alumni FKUI yg juga ketua ILUNI FK (Ikatan Alumni unit Fakultas Kedokteran), Dr. Doddy Partomihardjo, angk. 1961 yang tau2 menyebutkan bahwa di lirik lagu Genderang UI yg sama2 kita tau itu, ada kata2 Buku, Pesta dan Cinta.

Lengkapnya begini

Genderang UI (siapa ya pengarangnya, ada yang tahu?)

Universitas Indonesia
Universitas Kami
Bogor, Bandung, Jakarta
Pusat Ilmu Budaya Bangsa

Kami Mahasiswa
Perlambang Cita
Ngejar Ilmu Pekerti Luhur
Tuk Nusa dan Bangsa

S’mangat Lincah Gembira
Buku Pesta dan Cinta
Itulah Hidup Kami

Mahasiswa….

selanjutnya bagian coda sama dengan yang sekarang kita tahu…

nah kok bisa begitu? penjelasan logis nya sih begini… Bogor Bandung Jakarta, ya memang UI dulu punya filial di Bandung, yg lantas jadi ITB, trus di Bogor yg memisahkan diri jadi IPB. Jadi, begitu terpisah dari UI, maka penggalan lirik itu jadi tidak relevan lagi, makanya trus diganti jadi Ibukota Negara…

Buku Pesta dan Cinta.. haha ini jargon mahasiswa yg udah lama saya dengar.. saya kira jargon ini milik generasi 70-an, ternyata di th 60-an pun udah ada…, Malah menurut pengakuan Dr. Doddy, lagu tsb diperkenalkan pada saat dia diplonco tahun 1961. Tujuh tahun kemudian, 1968 dia lulus udah jadi dokter… dan gw baru lahir hihii.., kenapa bagian itu diganti? katanya sih dilarang Bung Karno…, wah padalah doi kan suka buku pesta dan cinta juga ya, tapi kan pastinya bukan mahasiswa lagi…

wah jadi rindu mahasiswa yg penuh dengan buku pesta dan cinta….

Benarkah demikian?

Share on Facebook
Tags: , , , , , , , , ,
Kritik, pertanyaan, saran, maupun masukan teman-teman semua untuk anakUI.com sangat kami tunggu-tunggu! Kirimkan masukan kamu lewat form kontak di sini.

16 Diskusi

  1. #1: kritikus to mhs sok | 28.06.08, 11:00 | Permalink

    Kamu kan bentar lagi ga jadi mhs lagi, ngapain ngurusin buku, pesta, dan cinta.
    Buku, pesta, dan cinta: 2/3-nya hedonis

  2. #2: iRHoTeP | 28.06.08, 12:48 | Permalink

    kamu juga ngapain jadi kritikus bagi yang bentar lagi ga jadi mhs lagi? kenalilah proporsi dan keterbatasanmu, nak.

    mengenai hedonisme, apa sih arti kata dan makna hedonisme? gw pengen tau…

    +iR+

  3. #3: kritikus | 28.06.08, 17:09 | Permalink

    kamu juga ngapain jadi kritikus bagi yang bentar lagi ga jadi mhs lagi? kenalilah proporsi dan keterbatasanmu, nak
    Tanyakan kepada diri Anda sendiri dulu (masalah BEM UI)

    Nggak punya kamus ya?

  4. #4: ian | 28.06.08, 21:46 | Permalink

    Kita terlalu biasa diskusi dengan menyerang pendapat orang lain, bagaimanapun mungkin buku, pesta, dan cinta merupakan gambaran yang paling tepat untuk melihat kehidupan mahasiswa daripada memberikan gambaran kehidupan hidup mahasiswa yang hambar seperti “tugas, makalah, ujian”. Yang bikin lirik gw pikir itu anak FISIP UI karena siapa sih anak yang paling kreatif dari seantero anak UI.

  5. #5: hope I know | 28.06.08, 21:52 | Permalink

    klarisifikasi dong knapa BK melarang kata buku, pesta dan cinta?! ad yg tau ga?

    he..jd bingung gw..

  6. #6: iRHoTeP | 29.06.08, 2:15 | Permalink

    #3: gyahahahaha!!! dia sakit ati

    anyways,
    wah sinting! di id.wikipedia, sudah diberikan catatan kaki bahwa benar adanya itu liRik aslinya “buku, cinta dan pesta”

    tapi masih blom nemu alasan kenapa BK mengubah liRik itu.. atau tepatnya kenapa, kapan dan oleh siapa.

    +iR+

  7. #7: shanti | 29.06.08, 5:23 | Permalink

    dulu sih jaman gw latian paduan suara, Pak Dibyo juga pernah bilang kalo pernah ada baris yang bunyinya “buku, pesta, dan cinta”

  8. #8: kritikus lagi | 29.06.08, 10:57 | Permalink

    #6: oh, mau saya bikin Anda sakit ati? Ato yang lebi para lagi?

    #4: FYI, biang keladi dari “diskusi yang menyerang orang lain” itu, ya penulis tulisan ini

  9. #9: ian | 29.06.08, 22:51 | Permalink

    Setahu gw BK ngelarang kata “buku, pesta, dan cinta” itu karena unsur yang terlalu dekat dengan gaya hidup liberal barat, sementara BK pada tahun 60-an mulai menunjukkan garis politik dengan negara-negara blok timur imbas kedekatannya secara politik dengan PKI. Ini juga bisa dilihat pada pelarangan tampilnya koes plus pada dekade itu oleh BK yang menilai musik koes plus sebagai musik “ngak-ngik-ngok”.
    #8: Mending lu buat tulisan sendiri terus nanti lihat pendapat orang lain soal tulisan lu itu.

  10. #10: op | 29.06.08, 23:41 | Permalink

    ir saya benci anda !
    udah bilang aja jujur kaya gitu
    susah amat si
    pake ngeritik segala

  11. #11: dimpul | 30.06.08, 9:10 | Permalink

    ada yg salah ya sama pesta dan cinta? hedon dari mana si?

    pemikiran tentang hedonis narrow minded bengat..

    no offense lo..cuma mau komentar

  12. #12: Reno | 30.06.08, 13:01 | Permalink

    et dah ribut2 aj lu pada?!
    fokus dong sama topik!
    yg bego ga usah ditanggapin !

  13. #13: Tokek | 05.07.08, 19:46 | Permalink

    Gw sependapat sama Mas ian

    Btw, jujur aja nih, emang kalo Genderang UI pake itu lagi (buku,pesta, dan cinta), Juragan-juragan yakin gak bakal ada yang protes? *ngelirik kaum religious zealot penghancur negara*

  14. #14: hope I know | 06.07.08, 21:53 | Permalink

    setahu gw jg perubahan idiologi ke arah timur dimulai sejak meniggalnya J. kennedy (beliau pernah menjanjikan BK dlm membantu masalah irian barat), sepeninggalnya J. kennedy yg digntikan oleh (lupa lagi) menolak mentah2 dlm membantu irian barat. ini membuat BK kesal dan sejak itulah kita condong ke arah timur.

    cukup aneh bagi seorang Soekarno merubah haluan politiknya (idiologinya),termasuk ‘kesenagannya’??

    huwf…
    sejarah kita memang selalu meninggalkan kontroversial bagi anak bangsa, yg didapat bukan pemahaman tapi polemik2 yang ga jelas. ga heran knapa banyak buku2 pelajaran sejarah (sd,smp,sma) ditarik lagi dr peredaran..

    kemungkinan besar ini ulah dari mantan penguasa..

    brengsek !

    sph

  15. #15: Mat Sani | 08.07.08, 7:24 | Permalink

    wah. diskusinya “berbobot” yak. anak UI memang hebat-hebat. hehe..senang saya sama senior-senior sekalian.

  16. #16: Tokek | 08.07.08, 12:20 | Permalink

    Sejarah memang ditulis oleh para pemenang dan penguasa kok. Pembantaian 6 juta Yahudi, WMD di Irak, bahkan tragedi 1998 aja masih jadi rahasia sampe sekarang. Yang tau menolak bicara, alhasil sejarah ikut lenyap masuk ke dalam kubur.

    Tapi menurut Saya, aneh juga kalo waktu itu kita gak pro-Timur. Bayangin setelah Jepang menyerah sama Sekutu otomatis dia jadi anggota Barat kan, demikian pula Belanda yang beberapa kali mencoba masuk lagi ke Indonesia. Tapi sayang akhirnya pun negara kita jadi korban permainan politik global hingga akhirnya Soekarno dapat digantikan dengan Soeharto (Saya rasa rekan-rekan pun mengerti mengapa saya berkata begini).

    Tapi setelah Soekarno lengser pun, lirik tersebut gak berubah lagi jadi buku, pesta, dan cinta. Mungkin karena semua lagi pada ’sibuk’ ya? hahaha..

Mari Berdiskusi

Sebelum berdiskusi, sebaiknya teman-teman memperhatikan hal-hal berikut ini:
  1. Perhatikan dasar-dasar netiket: KATA-KATA DALAM HURUF BESAR artinya berteriak, jangan menulis tulisan s3PeRt1 tULi5aN 4BG atau dsngkt-sngkt sprt SMS, bersikaplah sopan seperti di dunia nyata, dan jangan OOT (out of topic)
  2. anakUI.com tidak akan mengedit, mensensor atau menghapus diskusi yang ada, kecuali informasi tersebut bersifat: fitnah terhadap personal, menyinggung SARA, atau mengandung kata-kata kasar (tidak senonoh)
  3. Kami semua sangat menghargai apabila kamu mencantumkan identitas asli (nama, email, dan asal fakultas) kamu.
  4. Jika kamu sudah gabung di anakUI.com, sebaiknya login dulu
  5. Kotak yang harus diisi ditandai *
*
*
  • BO-BSO-UKM

  • Eksekutif-Legislatif

  • Komunitas Anak UI

    • BIAWAK
    • perawatonline.com
    • SAMAN UI
    • Sintesa
    • ukhuwah.or.id

  • kembali ke atas
  • Penting untuk Mahasiswa

  • Website Resmi UI


  • kembali ke atas

    Tag Cloud


    kembali ke atas

    Promosikan anakUI.com!

    Letakkan banner anakUI.com ini di blog, Friendster, Facebook, atau email teman-teman



    Jadi Fans anakUI.com di Facebook

    anakUI.com Facebook pages

    Kategori Tulisan di anakUI.com

  • Agenda Kita (29)
  • Dari Kampus Kita (116)
  • Informasi Lainnya (106)
  • Media Partner (6)
  • Opini (44)

  • kembali ke atas