Setelah melalui proses penggodokan panjang yang disepakati bersama oleh mahasiswa (dalam hal ini BEM UI dan BEM-BEM Fakultas) dan rektorat terciptalah sistem dengan matriks yang rapi yang disebut sistem BOP Berkeadilan. Tetapi pada kenyataan di lapangan, telah terjadi beberapa hal yang menyimpang dari pelaksanaan teknis, seperti sebagai berikut:
- Telah terjadi penyimpangan pada proses teknis pelaksanaan sistem BOP Berkeadilan oleh oknum dari pihak dekanat
- Terjadinya pematokan batas atas uang pangkal untuk semua mahasiswa di beberapa fakultas
- Terdapat ratusan calon mahasiswa baru yang tidak mendaftar ulang pada hari registrasi. Ketika ingin dilakukan pelacakan lebih lanjut, Panitia Penyelenggara UMB tidak mempunyai data base nomor kontak peserta UMB. Terdapat beberapa asumsi mengenai hal ini,,Fenomena ini bisa terjadi karena: adanya persepsi yang negatif mengenai besarnya biaya pendidikan di UI oleh orang tua mahasiswa yang membawa image bahwa Ui mahal, ada pula yang karena tidak puas dengan hasil UMB calon mahasiswa baru mengikuti seleksi ujian masuk yang kedua agar mendapatkan yang lebih baik, ada pula yang lebih memilih daftar ulang di Universitas lain karena jurusannya lebih sesuai dengan minatnya. Adapula yang tidak tahu kapan waktu registrasi dan masih banyak kemungkinan asumsi yang lain.
- Kontroversi kebijakan rektorat dalam penggunaan fasilitas asrama yang mengancam hak mahasiswa yang lebih membutuhkan.
Hasil temuan ini pada tanggal 10 Juli 2008m dapat disimpulkan bahwa terdapat proses “PENGKHIANATAN” dalam proses advokasi..adakah sikap rektorat menanggapi permasalahan ini..??
Sejauh ini BEM UI bersama BEM Fakultas masih berupaya keras membantu dalam pelaksanaan BOP Berkeadilan di fakultas agar pelaksanaannya se-adil mungkin, karena nyatanya masih banyak kasus naik banding yang terjadi.
Ke depan, kami (BEM UI dan BEM Fakultas) akan menyajikan bukti-bukti yang lebih valid berupa data-data yang membantu membuktikan pernyataan yang masih bersifat asumsi. Hal ini merupakan bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan BOP Berkeadilan kepada rektorat. Apakah BOP Berkeadilan sudah adil???
_BEM UI & BEM Fakultas Se-UI_
Tags: advokasi, bem ui, berkeadilan, bop, rektorat, UMB














34 Diskusi
apa penyimpangannya?
dan kenapa elo berani menyimpulkan, kalo elo cuma berangkat dari asumsi?
dari dulu juga udah gua bilangin, bem masi juga mau berkompromi ama rektorat.
akhirnya terjadi juga kan, apa yang ditakutkan dahulunya itu?
makan tu dosa lu BEM UI!
Hasil temuan ini pada tanggal 10 Juli 2008m dapat disimpulkan bahwa terdapat proses “PENGKHIANATAN” dalam proses advokasi..adakah sikap rektorat menanggapi permasalahan ini..??
Mungkin kata penyimpangan lebih tepat dan lebih bijak.
dosa BEM? setahu gw keputusan BOP berkeadilan tuh lewat FORMA y?
ndak kompromi????, asumsi gw, jika tidak ada bargaining dan cuman demo, lebih parah daipada ini pada nantiN. bisa2 bapak rektor cuman kafilah berlalu.
ya, itulah yang lebih diperlukan! data-data dan informasi yang valid, bukan asumsi dan perkiraan dan tuntutan seperti biasanya..
kacau.
“Ke depan, kami (BEM UI dan BEM Fakultas) akan menyajikan bukti-bukti yang lebih valid berupa data-data yang membantu membuktikan pernyataan yang masih bersifat asumsi. Hal ini merupakan bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan BOP Berkeadilan kepada rektorat. Apakah BOP Berkeadilan sudah adil???”
Kepada BEM UI yth. Juga TIm FORMA yg mudah2an tidak lagi angkuh. Dan sdr MWA yang kata orang banci pergerakan.
Pertanyaan terakhir di paragraf akhir itu sudah saya jawab jauh sebelum ketidakadilan ini terjadi. Setiap kali saya bertemu pendosa-pendosa (baca : Edwin Cs) saya selalu mengingatkan bahwa mereka salah jalan. Namun Rektor (at) memang pintar. BEM yang seharusnya adalah harimau yang ganas, disulap menjadi kerbau yang disunat hidungnya. Dikasih rumput langsung ngorok.
Abang2 pendosa mungkin masih ingat betapa kami mengharamkan sistem berketidakadilan itu. Itu bagaikan najis. Dan karena abng2 ikut di dalamnya, kalianpun menjadi najis. Cuihhh.
Tapi kalian berkeras dengan ketololan. Atau apa memang kalian sudah tolol???
Saya katakan kepada semuanya, para pendosa itu telah ikut andil dalam kehancuran di UI sekarang. Apa yang dilakukan mereka belakangan cuma untuk menarik simpatik mahasiswa kembali agar mereka tidak dihujat. Karena mereka memang takut dihujat. Lihat saja, setelah coment saya ini mereka akan panik dan membalas balik. Hehehe… dasar kampungan.
Nama2 di bawah ini sangat pantas menerima sumpah laknat dari ribuan anak miskin di UI.
Edwin, si penjilat. Salman si Munafik. ahmed, hehe… indra belagak sok calm. Indra lagi.
Ian. Nanti akan kau terima balasannya.
Namun tak lupa saya berterima kasih kepada kalian karena kalian telah menunjukkan kepada saya bagaimana dosa dan kebohongan yang sebenarnya.
Salam. Kau pasti tahu.
Wah, kasian juga FORMA, udah cape2 kerja dan mikir, eh kerjaannya diselewengin, trus dihujat2 pula sama yang menghujat-hujat.
Semoga usaha anda semua diberkahi deh sama Tuhan.
Wah, kasian anak2 FORMA yang udah kerja dan mikir untuk kepentingan 2008.
Hasil kerjaannya malah diselewengin, dan mereka malah dihujat-hujat.
Semoga usaha kalian diberkati Tuhan ya.
jah, si iRhoTep bikin klonengan?
#7…
tobat lo…
dunia udah keputer balik…
udah mau kiamat..
lo jangan ngaku jadi TUHAN dengan bilang orang lain pendosa2…
waahhawwahh
#7 lo parah banget!!!
jangan saling menyalahkan.. udaaah instropeksi diri masing-masing aja lha! saya udah pasrah kok ..
#7 : caelah bahasa lo “pendosa”
ati2 mas, malaikat tuh kanan kiri lo
alah, BEM UI pahlawan kesiangan, cuma cari aman lu!!
Kalo lu ikut nge-rancang, kalo ada penyelewengan, lu juga yang tanggung jawab!!
jangan lepas tangan dan balik arah,
gini nih muka aktivis kanan ???
Makanya, kalo disuguhin previlege dari rektorat jangan mau dimakan!:
- PI nya Diajakin ke vila Rektor, makan duren
- KEtuanya Ditraktir ke Brunei
Makan tuh suapan, bisu dari kemarin-kemarin
nemenin OoT #10: gak kok oom, sayah udah punya account di anakUI.com, ngapain bikin nickname baru? gw memang gemar mengkritisi tapi tidak untuk mengadu domba, makasih atas perhatian oom.
anyways,
#7: frontal… gw suka, tapi baiknya jangan ditekankan pada individunya, melainkan kinerjanya dong. Sampe kata-kata “dikasih rumput masi ngorok,” gw masi setuju.
Iya nih, okelah data valid akan dipampangkan di sini atau di manalah itu, tapi nanti ke depannya apa fungsinya? Apakah akan diajukan sebagai class action? Atau cuma publikasi pengolok-olokan belaka? Aksi nyata dong adek-adek BEM, udah gak jaman lagi pembunuhan karakter. A pen is no longer mightier than a sword if the pen is broken.
Oh iya, pikiRkan pula strata lain, seperti gw dan kawan-kawan nanti yang akan mendaftar kembali di pendidikan spesialis FKUI. Gak semua lulusan dokter itu kaya raya, keringetnya recehan.
Salam perjoangan pun
BTW ketemuan yuk, gw pengen tau tampang-tampang lo pada, terutama mereka yang mudah tersinggung dengan celetukan gw.
+iR+
http://www.fkui02.net/
“tak usah banyak bicara, yang penting tangan, kaki dan pikiran bekerja..”
jadi..solusi kongkritnya apa guys??
bicara normatif ga akan ada abisnya..
OOT: ini yg posting wacana yessy FKM ya?
rencana lulus kapan yes?
hehe.
senang hatiku ditipu rektorku
tapi akhirnya aku baru sadar bahwa aku tak pantas untuk senang
jangan cuma menangisi nasib di tipu rektorat
tapi coba kaji lagi barang hasil pergulatanmu dengan rektormu
apakah benar2 adil atau tidak?
jika tak kau lakukan saranku ini
matilah kau dimakan cacing lah kau
BEM UI = maling teriak maling
BEM UI = senjata makan tuan
BEM UI = jilat ludah sendiri
tanya dong…Apa bisa mengurus keringanan BOP di semester berikutnya seandainya dana macet????
BEM udah ditipu mentah-mentah…
usulan konkret nich: (DENGERIN!)
“KEMBALIKAN MEKANISME BOP seperti
tahun kemarin!”
ERWIN! FONGKI! SALMAN! LO..LO…SEMUA ADALAH PENJILAT! MUNAFIK! SOK BIJAK! TAPI SEBENARNYA LO ADALAH PENGKHIANAT MAHASISWA! LO LIAT BANYAK ADIK-ADIK KITA YANG GA MASUK UI KARENA KEBIJAKAN LO… DAN PIHAK REKTORAT. LO HARUS PERTANGGUNGJAWABKAN 650 ANAK DAERAH YANG LULUS UMB TIDAK BERANI DAFTAR KE UI KARENA KEMAHALAN.
ERWIN! PONGKI! SALMAN! LO…LO…ADALAH MAKHLUK PENJILAT! MUNAFIK! PENGKHIANAT MAHASISWA!!!
selamat kepada EDWIN, PONGKI, DAN SALMAN! KAMI MEMBERIKAN AWARD KEPADA ANDA SEKALIAN SEBAGAI MAHASISWA YANG “MAKHLUK BIJAK”
karena ini lo…lo…pade jd melunak ke rektorat :
1. diajak maen ke brunei….( wuih kesempatan jadi pejabat mahasiswa neeh! dapat fasilitas…)
2. makan-makan di villa pa rektor ( emang enak sich jadi pejabat itu )
TAPIIIIII…..
lo liat tuh anak daerah yang ngurungin niatnya masuk UI, atau lo…lo…pade emang ga ngerasa anak daerah! dasar egois luh!
tolol..
BEM tolol..
kalau hanya bisa saling melempar kesalahan, buat apa yah ada pendidikan tinggi2?hehe…pantes aja wakil2 rakyat banyak yang suka melempar2 kesalahan. toh bibitnya aja kayak begini?hehe…“If the facts don’t fit the theory, change the facts.” -Albert Einstein
Acara homecoming ui kemarin UI dapat ngumpulin duit sampai 5 milyar, acara itu diarsiteki oleh mantan aktivis mahasiswa UI yakni saudara Pipin Sopian yang sekarang bekerja di rektorat sebagai GM dalam salah satu bagian birokrasinya. Kira-kira duit sebanyak itu bisa mendukung keuangan UI sekarang ini atau menjadi peluang korupsi di UI ya? Ini mengingat dari keuangan UI yang biasa berjalan saja belum ada transparansi ke auditor publik, apalagi dengan adanya suntikan dana sebesar itu.
itu tuh, akibatnya kalo sok pinter plus sok berkuasa!!!
mentang-mentang lo berada dalam jabatan struktural BEM, sok pinter bikin mekanisme “BOP berkeadilan”
inget bro…lo tuh masih mahasiswa…ilmu lo baru secuil!!!
mahasiswa sok pinter bikin “BOP berkeadilan”
rasain tuh sekarang!!!
lo ga inget apaa??
dulu lo berada di pihak rektorat…lo bilang “BOP berkeadilan adalah mekanisme terbaik dari alternatif pilihan yang ada”
buktinya???
nol besar!!!
sekarang malah balik menghujat rektorat!!!
nuduh korupsi lah, apa lah,.
tanggung jawab donk BEM UI!!!
bisanya cuma ngomong doank!!!
ga becus!!!
sok pinter!!!
maling teriak maling!!!!
yah, buat lembaga mahasiswa yang me-legitimasi keputusan rektorat perihal BOP berkeadilan (BEM UI, FORMA, whatever) udah terlanjur juga kan. 550 orang enggak daftar ulang. ya sudahlah.
Yang penting yang daftar ulang jangan sampai berguguran satu demi satu. buatlah proker advokasi subsidi silang kek, atau biro kerja sambilan kek, penyalur guru les privat kek, atau apalah itu namanya. Gua yakin para pengurus bem ui mau berjuang agar anak2 2008 enggak makin berkurang seiring berjalannya tahun2 mereka di UI.
itu usul gua, gua enggak mau protes. pameran kemarahan di sini terlalu besar
wah, gw MaBa 2008 baru tahu klau BEM UI ada terjadi penyimpangan - peyimpangan dalam mengambil kebijaksanaan dalam hal mengambil keputusan BOP yang tepat. Jadi sebenarnya yang paling bersalah itu siapa sih?
Rektorat ato BEM UI?
gw saranin ya, (moga2 aj keterima am abang2 and mbak2)
resuffle saja anggota BEM UI! ganti dengan wajah - wajah yang fresh, tegas, dan bijak. yang pasti tidak mengorbankan MaBa nantinya.
sebaiknya kita para mahasiswa cepat bertindak karena sudah terbukti BEM UI kurang mampu menangani hal ini.
gimana klo pikirin aja jalan keluarnya
daripada nambah dosa
saya memang kurang begitu tahu mengenai masalah BOP ini,
tapi yang saya kecewakan mengapa anda-anda yang mungkin sedikit merasa “risih” dengan kenaikan BOP malah mengomentarinya seperti bukan seorang mahasiswa,
lalu menurut singkat saya, kalau cara anda mengomentari seperti itu justru tidak akan ketemu titik terangnya,bagaimana dari pihak rektorat bisa menanggapi secara baik jika anda-anda saja tidak menyampaikan komplain anda itu secara baik pula.
Berlakulah seperti mahasiswa
yahh bem sm rektoratnya sm aja..
kaya pilm the body of lies ah losmuaa..
udah lebih adil gini,,
kita smua yg ngerasa UI kemahalan yaudah gak usah di bayar kan beres..
berapa byk sih jumlah para petinggi di menara rektorat itu di banding seluruh mahasiswa di UI bersatu demo mogok bayar BOP .
toh kalo di dalam keadaan terdesak org bisa apa sih selain pasrah..
skg waktunya bikin rektor pasrah bukan mahasiswanya yg malah saling ribut..
ayok ayok bersatuu..