JAKARTA — Perguruan Tinggi Negeri (PTN) diminta jangan hanya mengejar status ‘world class‘ semata. Sebagai salah satu lembaga pendidikan yang paling banyak menggunakan uang negara, PTN harus menitikberatkan pada program pengabdian kepada masyarakat. ”Jika PTN melalaikan tugas pengabdian masyarakat, artinya PTN telah melawan kontrak sosial,” ujar Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo kepada pers, Selasa (22/7).

Mendiknas mengaku agak khawatir jika PTN menarget untuk menjadi world class university, maka target semacam itu semakin mengukuhkan anggapan masyarakat bahwa civitas akademika hidup dalam ‘menara gading’ dan tidak peduli terhadap masyarakat sekitar. ”Kita tahu perguruan tinggi tidak ada artinya jika tidak memberi manfaat kepada masyarakat sekitar. Contohnya, ketika Jakarta dilanda banjir, Universitas Indonesia seharusnya ambil bagian untuk membantu mencarikan solusinya. Begitu pun saat Bandung dibelit masalah sampah, ITB harusnya cepat ambil peranan,” jelasnya.

Lebih jauh Mendiknas menyatakan akan berpotensi bahaya jika perguruan tinggi terlalu berorientasi terhadap ‘world class‘. Sebab, lanjut dia, itu berarti perguruan tinggi bersiap-siap untuk tercerabut dari akarnya. ”Padahal, perguruan tinggi seharusnya menjadi tempat pembelajaran bagi masyarakat untuk maju bersama-sama,” ingatnya.

Menurut Mendiknas, masyarakat harus mendapat manfaat atas kemajuan yang dilakukan perguruan tinggi. ”Kalau world class itu kan orientasinya global, sementara secara nasional dan lokal masih ada masyarakat sekitar yang kedodoran dan butuh peran perguruan tinggi,” tegasnya.

(sumber: Republika. Kamis, 24 Juli 2008)

Jadi bagaimana tanggapan “penguasa” UI tentang hal ini? Apakah masih tetap berpendirian teguh hanya untuk hidup tentram di ‘menara gading’, atau kembali kepada orientasi awal: Menjadi Kampus Rakyat.
Mengulang kata mendiknas: ‘Kita tahu perguruan tinggi tidak ada artinya jika tidak memberi manfaat kepada masyarakat sekitar.¬†‘

Jadi, ada baiknya jika UI memberi sesuatu yang berharga terlebih dahulu kepada civitas akademik dan masyarakat secara umum. Menjadikan Universitas Indonesia sebagai suatu kemutlakan¬†(absolute entity) untuk kesejahteraan bangsanya dan bukan hanya mengejar status ‘World Class’ dan melupakan nilai keluhuran ‘kaum berpendidikan’.

Regards.