Login
Setelah login, halaman posting tulisan akan terbuka. Register | Lupa Password?tekan ESC atau klik luar form ini untuk kembali
Sumpah Pemuda Perbaruan
in Umum by ayyasy25 — 27 October 2008 at 12:17 | 3 comments —dibaca 649 kali
Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!
Delapan puluh tahun berlalu sejak pemuda Indonesia menorehkan sejarah sumpah pemuda. Dahan pohon, jalan raya dan pedagang kaki lima di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat (kini Museum Sumpah Pemuda) menjadi saksi kebangkitan pemuda Indonesia. Pada hari itu, Ahad 28 Oktober 1928 yang juga hari kedua pelaksanaan Kongres Pemuda II, puluhan perwakilan dari berbagai organisasi pemuda berkumpul untuk mendengarkan pembacaan teks soempah pemoeda.
Dalam kongres yang dipimpin oleh Soegondo Djojopoespito dari PPPI tersebut berhasil dirumuskan sebuah teks berisi sumpah yang kelak menjadi salah satu tonggak kebangkitan bangsa Indonesia. Rumusan ini mengawali semangat untuk mencapai kemerdekaan dari penjajah kolonial Belanda dan Jepang pada 17 Agustus 1945.
PERTAMA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.
KEDOEA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.
KETIGA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.
Penulis teringat wacana menarik yang disampaikan oleh Dr. Ir. Eko K. Budiarjo, M.Sc. dalam seminar memperingati sumpah pemuda di auditorium FISIP UI tanggal 23 Oktober 2008. Beliau mengatakan bahwa seandainya “Satu Bahasa” bukan bagian dari sumpah pemuda 28 Oktober 1928, maka Indonesia yang terdiri dari kurang lebih 5000 pulau, lebih dari 1000 kelompok etnis dan sub-etnis, akan memiliki 250 lebih bahasa dan dialek. Maka sedikitnya yang terjadi di Indonesia :
- diperlukan aplikasi perkantoran (Office Apps) dengan 250 ragam antarmuka, dan 250 ragam program pemerika ejaan
- telepon genggam dengan 250 ragam pilihan menu bahasa
- untuk menerapkan eGovernment diperlukan aplikasi eGov yang memiliki program alih bahasa sebanyak 250×250 = 62.500
Oleh karena itu, tingkat kompleksitas penerapan TIK di Indonesia terhindari oleh Sumpah Pemuda 1928. Hal ini menunjukkan kecemerlangan para pemuda Indonesia kala itu.
Kini, sejarah sumpah pemuda akan terulang kembali. Penulis merasa bahagia saat membaca harian kompas edisi Jum’at, 24 Oktober 2008 pada kolom gerakan mahasiswa. Di sana kompas menulis liputan berjudul “BEM Seluruh Indonesia Akan Perbarui Sumpah Pemuda” dimana Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) sedang menyelenggarakan Konferensi Mahasiswa Indonesia guna memperbarui Sumpah Pemuda 1928. Kongres ini berlangsung di Yogyakarta sejak 23 hingga 28 Oktober 2008, serta diikuti perwakilan mahassiwa dari 80 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.
Sebagaimana diutarakan Budiyanto, Koordinator Pusat BEM SI, Sumpah Pemuda 1928 masih relevan, tetapi diperlukan cara pandang baru, yaitu cara pandang yang lebih jauh ke depan menghadapi persoalan bangsa. Selain itu, Sumpah Pemuda perbaruan bertujuan mengingatkan kembali kaum muda Indonesia akan komitmen pendiri bangsa. Sumpah Pemuda perbaruan diharapkan mampu menjadi tonggak bersatunya kembali kaum muda untuk mencapai tujuan bangsa sebagaimana terdapat dalam Undang-Undang Dasar 1945. “Esensi yang kami usung tetap sama, yaitu bersatu nusa, bangsa dan bahasa”, kata Budiyanto.
Akankah konferensi mahasiswa ini menjadi tonggak baru bagi “kebangkitan kedua” bangsa Indonesia? Akankah konferensi mahasiswa ini menjadi momentum istimewa bagi “kemerdekaan kedua” Indonesia dari berbagai masalah pelik bangsa? Semoga harapan bisa terwujud menjadi realita…
Ma’raji :
Tags: sumpah pemuda perbaruan
Yang bikin postingan ini sama-sama mahasiswa/alumni UI kaya kita yang baca. Daftar dulu di anakUI.com, terus ikutan kirim tulisan yuk!
Tulisan Lainnya
- Sumpah Pemuda, Masa Lalu dan Masa Kini
- Dies Natalis FHUI Ke-88, Sebuah Catatan
- Sumpahmu, untuk Indonesia yang Lebih Baik (#Satniteshare Sumpah Pemuda)
- Ayo Bangkit Pemuda!
- Gebyar Provocation Training 2009
- Please look up reality, UI ku sayang UI ku malang… (sebelumnya)
- UI Menjadi yang Terbaik? (setelahnya)
Komentar lewat Twitter
Media Partner
Tulisan Terbaru
Training UKM | Saatnya UKM Bangkit!
Umum | June 6, 2013 | 0 comments
Gusur: Surat untuk Para Pendemo di Stasiun UI, dari Anak UI yang Pernah Jadi Korban Gusur
Opini | May 30, 2013 | 4 comments
SEMINAR K3 NASIONAL, Sabtu 8 Juni 2013 at Balai Sidang UI Depok.
Acara Kampus | May 30, 2013 | 0 comments
CompFest 2013: Kolaborasi Impact!
Acara Kampus, Lomba dan Prestasi, Umum | May 24, 2013 | 0 comments
Semarak Lingkungan Hidup 2013
Umum | May 24, 2013 | 0 comments
Jangan Posting
di anakUI.com!
kalo kamu ga mau:
- - nyeritain hal-hal yang lagi rame di UI.
- - aspirasi kamu dibaca oleh pihak kampus.
- - dibaca dan dikomentarin ribuan anakUI.
- - berbagi ilmu & inspirasi.
Polling
Diskusi Terbaru
-
sitampan on: Gusur: Surat untuk Para Pendemo di Stasiun UI, dari Anak UI yang Pernah Jadi Korban Gusur
-
Rizky Syaiful on: Gusur: Surat untuk Para Pendemo di Stasiun UI, dari Anak UI yang Pernah Jadi Korban Gusur
-
nikenfitria on: Gusur: Surat untuk Para Pendemo di Stasiun UI, dari Anak UI yang Pernah Jadi Korban Gusur
-
Rizky Syaiful on: Gusur: Surat untuk Para Pendemo di Stasiun UI, dari Anak UI yang Pernah Jadi Korban Gusur
-
-
-
-
-
-
Tulisan Sebelumnya



















3 Comments
tidak login di anakUI.com, identitas tidak dapat dipastikan
sumpah pemuda !
yuk kita sebgai pemuda kita sumpahin yg “udah pada tua” supaya sadar
disumpahin para pemuda !
tidak login di anakUI.com, identitas tidak dapat dipastikan
Makanya.. Dulu pemuda BERSUMPAH. BUKAN BERJANJI LOh.. Konsekuensi Sumpah tidak ditepati apa? hehehe.. La bencana kayak sekarang gara2 sumpah dikhianati kalee.. Makanya ganti aja Sumpah Pemuda jadi Janji Pemuda. hihih..
Abi Sofyan Ghifari, FMIPA/Kimia/2009
Wah..fakta yang ditampilkan menarik sekali. Gak kebayang sebelumnya. Hebat tulisannya..