<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Dampak Pemblokiran Facebook</title>
	<atom:link href="http://www.anakui.com/2009/05/27/dampak-pemblokiran-facebook/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.anakui.com/2009/05/27/dampak-pemblokiran-facebook/</link>
	<description>Komunitas Mahasiswa &#38; Alumni UI</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 19:43:09 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: iLm@N</title>
		<link>http://www.anakui.com/2009/05/27/dampak-pemblokiran-facebook/#comment-10933</link>
		<dc:creator>iLm@N</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 04:54:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/?p=1813#comment-10933</guid>
		<description># ngarepZizi
hmm.. banyaaaak :D

ga bisa chatting, ga bisa ngetag foto, ga bisa ngetag notes, ga bisa wall-wallan, hehe..

sebenernya ga bisa ngebandingin SCeLE dengan FB langsung, karena yang satu itu LMS (Learning Management System), yang satunya lagi itu Social Network.. kaya bandingin apel dan jeruk deh..

tapi kalo mau dipaksain dibandingin dengan ngambil satu parameter perbandingan buat pembelajaran, SCeLE itu menurut saya &quot;kurang mengkoneksikan&quot; antar orang.. lihat aja kita pasti jarang buka forum diskusi di SCeLE, bandingin dengan diskusi di notes.. kita yang ga ditag aja bisa ujug2 masuk ke notes seseorang kalo banyak temen kita ditag atau komentar di sana..

coba SCeLE ada fitur itunya ya.. bisa2 diblok sama UI juga karena ngabisin bandwidth :D *yang ini becanda*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p># ngarepZizi<br />
hmm.. banyaaaak <img src='http://www.anakui.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/grin.png' alt='Grin' title='Grin' class='tse-smiley' height='20' width='20' /></p>
<p>ga bisa chatting, ga bisa ngetag foto, ga bisa ngetag notes, ga bisa wall-wallan, hehe..</p>
<p>sebenernya ga bisa ngebandingin SCeLE dengan FB langsung, karena yang satu itu LMS (Learning Management System), yang satunya lagi itu Social Network.. kaya bandingin apel dan jeruk deh..</p>
<p>tapi kalo mau dipaksain dibandingin dengan ngambil satu parameter perbandingan buat pembelajaran, SCeLE itu menurut saya &#8220;kurang mengkoneksikan&#8221; antar orang.. lihat aja kita pasti jarang buka forum diskusi di SCeLE, bandingin dengan diskusi di notes.. kita yang ga ditag aja bisa ujug2 masuk ke notes seseorang kalo banyak temen kita ditag atau komentar di sana..</p>
<p>coba SCeLE ada fitur itunya ya.. bisa2 diblok sama UI juga karena ngabisin bandwidth <img src='http://www.anakui.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/grin.png' alt='Grin' title='Grin' class='tse-smiley' height='20' width='20' /> *yang ini becanda*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ngarepZizi</title>
		<link>http://www.anakui.com/2009/05/27/dampak-pemblokiran-facebook/#comment-10929</link>
		<dc:creator>ngarepZizi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 04:03:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/?p=1813#comment-10929</guid>
		<description>Apa kekurangan SCeLE dibanding FB?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apa kekurangan SCeLE dibanding FB?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Adi Dharma</title>
		<link>http://www.anakui.com/2009/05/27/dampak-pemblokiran-facebook/#comment-10816</link>
		<dc:creator>Adi Dharma</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 16:41:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/?p=1813#comment-10816</guid>
		<description>wah, beneran di block?...sadis banget orang ITnya hehehe

Eh, kalo bukan anak UI boleh komen gak :D

Sebenernya yang bikin facebook booming salah satunya karena prosesnya serba instant...proses apa? proses social interactionnya, tinggal klak klik udah nyambung.

Buat kebanyakan orang cara yg instant itu indah sekali, dengan sedikit effort pengakuan dunia luar terhadap dirinya langsung ada

Beda dengan cara manual kaya bikin blog, personal web, portfolio, photoblog, forum, dll yang dirasa terlalu rumit untuk sebagian orang.

Di sisi lain, nggak sedikit orang yg merasa usability dari facebook agak terbatas..itu yang mungkin bikin nggak semua orang ternyata punya facebook, atau mungkin memanfaatkan facebook cuma sebatas yang dia perlukan aja...itu jadi salah satu pembentuk tingkatan pengguna facebook seperti diatas.

btw nice article :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, beneran di block?&#8230;sadis banget orang ITnya hehehe</p>
<p>Eh, kalo bukan anak UI boleh komen gak <img src='http://www.anakui.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/grin.png' alt='Grin' title='Grin' class='tse-smiley' height='20' width='20' /></p>
<p>Sebenernya yang bikin facebook booming salah satunya karena prosesnya serba instant&#8230;proses apa? proses social interactionnya, tinggal klak klik udah nyambung.</p>
<p>Buat kebanyakan orang cara yg instant itu indah sekali, dengan sedikit effort pengakuan dunia luar terhadap dirinya langsung ada</p>
<p>Beda dengan cara manual kaya bikin blog, personal web, portfolio, photoblog, forum, dll yang dirasa terlalu rumit untuk sebagian orang.</p>
<p>Di sisi lain, nggak sedikit orang yg merasa usability dari facebook agak terbatas..itu yang mungkin bikin nggak semua orang ternyata punya facebook, atau mungkin memanfaatkan facebook cuma sebatas yang dia perlukan aja&#8230;itu jadi salah satu pembentuk tingkatan pengguna facebook seperti diatas.</p>
<p>btw nice article <img src='http://www.anakui.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/smile.png' alt='Smile' title='Smile' class='tse-smiley' height='20' width='20' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: doni</title>
		<link>http://www.anakui.com/2009/05/27/dampak-pemblokiran-facebook/#comment-10805</link>
		<dc:creator>doni</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 04:52:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/?p=1813#comment-10805</guid>
		<description>@ayyeshakn:
yuk kita sama2 membangun semangat nge-blog kita... gabung ke forum blogger UI donk di
http://www.anakui.com/forum/topic.php?id=72
kita sharing tentang ngeblog di sana... biar kualitas tulisan kita semakin meningkat...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ayyeshakn:<br />
yuk kita sama2 membangun semangat nge-blog kita&#8230; gabung ke forum blogger UI donk di<br />
<a href="http://www.anakui.com/forum/topic.php?id=72" rel="nofollow">http://www.anakui.com/forum/topic.php?id=72</a><br />
kita sharing tentang ngeblog di sana&#8230; biar kualitas tulisan kita semakin meningkat&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Wibisono Sastrodiwiryo</title>
		<link>http://www.anakui.com/2009/05/27/dampak-pemblokiran-facebook/#comment-10803</link>
		<dc:creator>Wibisono Sastrodiwiryo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 04:19:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/?p=1813#comment-10803</guid>
		<description>@ayyeshakn:

&lt;blockquote&gt;
Mayoritas dari mereka lebih menyukai blogs atau kalau mau chat tinggal pake YM aja, ketimbang bikin FB.
&lt;/blockquote&gt;

saya senang dengarnya, semoga mereka bisa lebih meningkatkan aktifitasnya di blog

&lt;blockquote&gt;
Nah, kira2 kapan ya kita semua bisa seperti itu?
&lt;/blockquote&gt;

jangan minder mbak.. :-)
FYI &lt;a href=&quot;http://harry.sufehmi.com/archives/2009-01-18-1952/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;ini dari wordcamp&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
   1. B.Indonesia menduduki rangking ke #3 di Wordpress.com, hanya kalah dari b.Inggris &amp; Spanyol

   2. B.Indonesia adalah yang tumbuh tercepat nomor #2 di Wordpress.com

   3. Pengguna Wordpress.org dan Wordpress.com cukup berimbang : ini kejutan yang cukup menarik. Ternyata cukup besar pengguna Wordpress yang bisa memasangnya sendiri (download dari wordpress.org, lalu setup)
&lt;/blockquote&gt;

itu hanya wordpress, belum lagi dihitung dari mesin blog lokal sepert blogdetik dan dagdigdug

so jangan pikir kita dibawah Malaysia... :-)
Malaysia cuma mau Ambalat... hehe gak nyambung...

@mierwuzzhere:

&lt;blockquote&gt;
Yang bikin saya bingung, dari sekian banyaknya social media di dunia maya, kok cuma Facebook aja yang menuai beragam peristiwa??
&lt;/blockquote&gt;

karena facebook sudah mulai disruptive
akibat dari kemampuan sharing informasinya
fs gak punya fitur social seperti itu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ayyeshakn:</p>
<blockquote><p>
Mayoritas dari mereka lebih menyukai blogs atau kalau mau chat tinggal pake YM aja, ketimbang bikin FB.
</p></blockquote>
<p>saya senang dengarnya, semoga mereka bisa lebih meningkatkan aktifitasnya di blog</p>
<blockquote><p>
Nah, kira2 kapan ya kita semua bisa seperti itu?
</p></blockquote>
<p>jangan minder mbak.. <img src='http://www.anakui.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/smile.png' alt='Smile' title='Smile' class='tse-smiley' height='20' width='20' /><br />
FYI <a href="http://harry.sufehmi.com/archives/2009-01-18-1952/" rel="nofollow">ini dari wordcamp</a></p>
<blockquote><p>
   1. B.Indonesia menduduki rangking ke #3 di WordPress.com, hanya kalah dari b.Inggris &amp; Spanyol</p>
<p>   2. B.Indonesia adalah yang tumbuh tercepat nomor #2 di WordPress.com</p>
<p>   3. Pengguna WordPress.org dan WordPress.com cukup berimbang : ini kejutan yang cukup menarik. Ternyata cukup besar pengguna WordPress yang bisa memasangnya sendiri (download dari wordpress.org, lalu setup)
</p></blockquote>
<p>itu hanya wordpress, belum lagi dihitung dari mesin blog lokal sepert blogdetik dan dagdigdug</p>
<p>so jangan pikir kita dibawah Malaysia&#8230; <img src='http://www.anakui.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/smile.png' alt='Smile' title='Smile' class='tse-smiley' height='20' width='20' /><br />
Malaysia cuma mau Ambalat&#8230; hehe gak nyambung&#8230;</p>
<p>@mierwuzzhere:</p>
<blockquote><p>
Yang bikin saya bingung, dari sekian banyaknya social media di dunia maya, kok cuma Facebook aja yang menuai beragam peristiwa??
</p></blockquote>
<p>karena facebook sudah mulai disruptive<br />
akibat dari kemampuan sharing informasinya<br />
fs gak punya fitur social seperti itu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mierwuzzhere</title>
		<link>http://www.anakui.com/2009/05/27/dampak-pemblokiran-facebook/#comment-10793</link>
		<dc:creator>mierwuzzhere</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 May 2009 19:25:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/?p=1813#comment-10793</guid>
		<description>Yang bikin saya bingung, dari sekian banyaknya social media di dunia maya, kok cuma Facebook aja yang menuai beragam peristiwa?? sampai-sampai sempat mau dikeluarkan fatwa haram..wadoooh wadoooh~ FS aja dulu nggak segitunya -_-&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang bikin saya bingung, dari sekian banyaknya social media di dunia maya, kok cuma Facebook aja yang menuai beragam peristiwa?? sampai-sampai sempat mau dikeluarkan fatwa haram..wadoooh wadoooh~ FS aja dulu nggak segitunya -_-&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ayyeshakn</title>
		<link>http://www.anakui.com/2009/05/27/dampak-pemblokiran-facebook/#comment-10790</link>
		<dc:creator>ayyeshakn</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 May 2009 13:37:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/?p=1813#comment-10790</guid>
		<description>Wah, tulisannya bagus punya nih..!! Cukup padat dan berisi...!! 

Tapi, waktu kemarin pas ngobrol2 sama temen2 mahasiswa dari malaysia yang baru aja main2 ke indonesia, satupun gak ada yang mengangguk kalo pas ditanya, &quot;Punya facebook gak?&quot;.

Mayoritas dari mereka lebih menyukai blogs atau kalau mau chat tinggal pake YM aja, ketimbang bikin FB.

Lagipula dengan blogs, mereka merasa lebih produktif dan tau gak sih, ada seorang teman yang hampir setiap hari meng-upload tulisannya yang padat informasi (tentunya ditulis sendiri), bahkan terkadang bernilai ilmiah, selain itu tulisan2nya ditulis dengan menggunakan bahasa inggris. Nah, kira2 kapan ya kita semua bisa seperti itu?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, tulisannya bagus punya nih..!! Cukup padat dan berisi&#8230;!! </p>
<p>Tapi, waktu kemarin pas ngobrol2 sama temen2 mahasiswa dari malaysia yang baru aja main2 ke indonesia, satupun gak ada yang mengangguk kalo pas ditanya, &#8220;Punya facebook gak?&#8221;.</p>
<p>Mayoritas dari mereka lebih menyukai blogs atau kalau mau chat tinggal pake YM aja, ketimbang bikin FB.</p>
<p>Lagipula dengan blogs, mereka merasa lebih produktif dan tau gak sih, ada seorang teman yang hampir setiap hari meng-upload tulisannya yang padat informasi (tentunya ditulis sendiri), bahkan terkadang bernilai ilmiah, selain itu tulisan2nya ditulis dengan menggunakan bahasa inggris. Nah, kira2 kapan ya kita semua bisa seperti itu?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Wibisono Sastrodiwiryo</title>
		<link>http://www.anakui.com/2009/05/27/dampak-pemblokiran-facebook/#comment-10729</link>
		<dc:creator>Wibisono Sastrodiwiryo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 07:41:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/?p=1813#comment-10729</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;
kalo perlu… semua jurnal online-nyah pindahin aja ke fesbuk…. 
&lt;/blockquote&gt;

mungkin tidka harus pindah, tapi sesuai prinsip social functionality, apa yang ada dalam Lontar hanya ditampilkan dari facebook, sementara data tetep di simpan di Lontar

pernah pake iLike di facebook? 

lagu lagu yang ada di iLike facebook tidak di host di server facebook melainkan tetap ada di server iLike, tapi bisa di play dari facebook

untuk bisa seperti itu sistem kita harus punya OpenAPI supaya developer bisa akses data Lontar dan ditampilkan di facebook, tidak hanya Lontar, SceLe dan SIAK NG juga kalo mau bisa dilakukan hal yang sama, cuma apakah didukung oleh kebijakan? saya rasa masih jauh yah... tapi tetep harus diperjuangkan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>
kalo perlu… semua jurnal online-nyah pindahin aja ke fesbuk….
</p></blockquote>
<p>mungkin tidka harus pindah, tapi sesuai prinsip social functionality, apa yang ada dalam Lontar hanya ditampilkan dari facebook, sementara data tetep di simpan di Lontar</p>
<p>pernah pake iLike di facebook? </p>
<p>lagu lagu yang ada di iLike facebook tidak di host di server facebook melainkan tetap ada di server iLike, tapi bisa di play dari facebook</p>
<p>untuk bisa seperti itu sistem kita harus punya OpenAPI supaya developer bisa akses data Lontar dan ditampilkan di facebook, tidak hanya Lontar, SceLe dan SIAK NG juga kalo mau bisa dilakukan hal yang sama, cuma apakah didukung oleh kebijakan? saya rasa masih jauh yah&#8230; tapi tetep harus diperjuangkan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: doni</title>
		<link>http://www.anakui.com/2009/05/27/dampak-pemblokiran-facebook/#comment-10728</link>
		<dc:creator>doni</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 07:21:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/?p=1813#comment-10728</guid>
		<description>@Wibisono:
yap betul... saya setuju kalo gitu, dan kalo perlu... semua jurnal online-nyah pindahin aja ke fesbuk.... sambul menyelam minum air trus keselek.... hehehe....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Wibisono:<br />
yap betul&#8230; saya setuju kalo gitu, dan kalo perlu&#8230; semua jurnal online-nyah pindahin aja ke fesbuk&#8230;. sambul menyelam minum air trus keselek&#8230;. hehehe&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Wibisono Sastrodiwiryo</title>
		<link>http://www.anakui.com/2009/05/27/dampak-pemblokiran-facebook/#comment-10711</link>
		<dc:creator>Wibisono Sastrodiwiryo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 12:52:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/?p=1813#comment-10711</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;
kebutuhan bandwith untuk mencari bahan2 kuliah di jurnal2 online, menjadi “tergusur” akibat lebih banyak mahasiswa yang mengakses fesbuk
&lt;/blockquote&gt;

ini sudah kesimpulan, mungkin agak loncat menyimpulkannya

sebab 1/3 proxy tidak sama dengan 1/3 bandwidth
justru kalau dia ada dalam proxy maka akan mengurangi trafic keluar karena request dapat dilayani oleh proxy

apa yang ada dalam proxy lebih mencerminkan jumlah request yang di cache oleh server, bisa saja satu request streaming dari youtube size-nya sama dengan 10 request  ke facebook

&lt;blockquote&gt;
denger-denger isu di salah satu fakultas UI, seorang dosen yang tersinggung akibat mahasiswanya asik fesbukan di kelas ketika si dosen sibuk menerangkan materi kuliah, chatting-an euy
&lt;/blockquote&gt;

kalau memang benar ini penyebabnya maka artinya ini bukan masalah bandwidth, disiplin dalam kelas harus ditegakan dengan cara yang tentunya mendidik

tentu bisa ditegur atau dilakukan pendekatan yang lebih kreatif, tak perlu sampe diblokir, bila perlu diarahkan, kan sudah kuliah jadi gak perlu diperlakukan seperti anak SMA :-)

tapi terlepas dari semua itu tidak dipungkiri ekses negatif dari facebook masih lebih besar ketimbang positifnya, mahasiswa masih dalam taraf mengenali &quot;mainan baru&quot; dan mungkin karena itu jadi masih berperilaku seperti Critics

masih sedikit yang menjadi Creators di facebook, sekali lagi ini proses, semakin dihambat semakin panjang kita berkutat dengan ekses negatif ini

untuk mempercepat perlu kita pikirkan sistematikanya

menurut kurt lewin, bahavior adalah fungsi dari person dan environment, kita tak bisa mengubah person maka yang bisa kita lakukan adalah merancang environment untuk mendapatkan behavior yang diinginkan

jika behavior yang kita inginkan adalah mahasiswa mau menggunakan facebook sebagai sarana belajar 

maka strateginya adalah memposting banyak konten yang berkaitan dengan perkuliahan dan menurut hemat saya, hal ini bisa efektif jika dosen yang memulainya

tapi dosen tak bisa diharapkan, untuk itu perlu ada aplikasi dalam facebook yang memuat informasi perkuliahan yang sifat update tiap hari...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>
kebutuhan bandwith untuk mencari bahan2 kuliah di jurnal2 online, menjadi “tergusur” akibat lebih banyak mahasiswa yang mengakses fesbuk
</p></blockquote>
<p>ini sudah kesimpulan, mungkin agak loncat menyimpulkannya</p>
<p>sebab 1/3 proxy tidak sama dengan 1/3 bandwidth<br />
justru kalau dia ada dalam proxy maka akan mengurangi trafic keluar karena request dapat dilayani oleh proxy</p>
<p>apa yang ada dalam proxy lebih mencerminkan jumlah request yang di cache oleh server, bisa saja satu request streaming dari youtube size-nya sama dengan 10 request  ke facebook</p>
<blockquote><p>
denger-denger isu di salah satu fakultas UI, seorang dosen yang tersinggung akibat mahasiswanya asik fesbukan di kelas ketika si dosen sibuk menerangkan materi kuliah, chatting-an euy
</p></blockquote>
<p>kalau memang benar ini penyebabnya maka artinya ini bukan masalah bandwidth, disiplin dalam kelas harus ditegakan dengan cara yang tentunya mendidik</p>
<p>tentu bisa ditegur atau dilakukan pendekatan yang lebih kreatif, tak perlu sampe diblokir, bila perlu diarahkan, kan sudah kuliah jadi gak perlu diperlakukan seperti anak SMA <img src='http://www.anakui.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango24/smile.png' alt='Smile' title='Smile' class='tse-smiley' height='20' width='20' /></p>
<p>tapi terlepas dari semua itu tidak dipungkiri ekses negatif dari facebook masih lebih besar ketimbang positifnya, mahasiswa masih dalam taraf mengenali &#8220;mainan baru&#8221; dan mungkin karena itu jadi masih berperilaku seperti Critics</p>
<p>masih sedikit yang menjadi Creators di facebook, sekali lagi ini proses, semakin dihambat semakin panjang kita berkutat dengan ekses negatif ini</p>
<p>untuk mempercepat perlu kita pikirkan sistematikanya</p>
<p>menurut kurt lewin, bahavior adalah fungsi dari person dan environment, kita tak bisa mengubah person maka yang bisa kita lakukan adalah merancang environment untuk mendapatkan behavior yang diinginkan</p>
<p>jika behavior yang kita inginkan adalah mahasiswa mau menggunakan facebook sebagai sarana belajar </p>
<p>maka strateginya adalah memposting banyak konten yang berkaitan dengan perkuliahan dan menurut hemat saya, hal ini bisa efektif jika dosen yang memulainya</p>
<p>tapi dosen tak bisa diharapkan, untuk itu perlu ada aplikasi dalam facebook yang memuat informasi perkuliahan yang sifat update tiap hari&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

