<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Tentang BOP &#8220;Berkeadilan&#8221;</title>
	<atom:link href="http://www.anakui.com/2009/06/17/tentang-bop-berkeadilan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.anakui.com/2009/06/17/tentang-bop-berkeadilan/</link>
	<description>Komunitas Mahasiswa &#38; Alumni UI</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 19:43:09 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: entedx</title>
		<link>http://www.anakui.com/2009/06/17/tentang-bop-berkeadilan/#comment-19837</link>
		<dc:creator>entedx</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 13:05:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/?p=2082#comment-19837</guid>
		<description>dari pada repost dan berujung spam mending kakak-kakak dan abang sekalian yang terhormat ngecek komen saya &lt;a href=&quot;http://www.anakui.com/2010/03/11/bop-2010-apa-masalahnya/#comment-19836&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;disini&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dari pada repost dan berujung spam mending kakak-kakak dan abang sekalian yang terhormat ngecek komen saya <a href="http://www.anakui.com/2010/03/11/bop-2010-apa-masalahnya/#comment-19836" rel="nofollow">disini</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dimas Prasetyo Muharam</title>
		<link>http://www.anakui.com/2009/06/17/tentang-bop-berkeadilan/#comment-13180</link>
		<dc:creator>Dimas Prasetyo Muharam</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 01:41:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/?p=2082#comment-13180</guid>
		<description>Assalamualaikum. tulisan ka avid di atas sepertinya terlalu apatis. pandangan hanya berasal dari satu perspektif. akan lebih baik jika sebelum menulis hal2 seprti ini, disajikan data2 yang jelas dan penjelasan dari kubu rektorat dan mahasiswa. Jadi mahasiswa tidak terkesan &quot;menuduh&quot; rektorat dengan segala peraturannya. Saya juga tidak setuju dengan asosiasi bahwa mahasiswa yang &quot;tidak mampu&quot; membayar penuh, akan dikenakan hukuman dengan BOP berkeadilan. Semua ada prosedurnya dan butuh perjuangan. Mahasiswa jangan manja dengan terima enaknya saja. Kalo mau dapat keringanan, ya berjuang terus. ajukan atvokasi terus. jangan diam saja. karena seseorang yang diam itu ada dua kemungkinan: sudah tahu semuanya (alias sok tahu), atau tak tahu apa-apa sama sekali.

thx</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum. tulisan ka avid di atas sepertinya terlalu apatis. pandangan hanya berasal dari satu perspektif. akan lebih baik jika sebelum menulis hal2 seprti ini, disajikan data2 yang jelas dan penjelasan dari kubu rektorat dan mahasiswa. Jadi mahasiswa tidak terkesan &#8220;menuduh&#8221; rektorat dengan segala peraturannya. Saya juga tidak setuju dengan asosiasi bahwa mahasiswa yang &#8220;tidak mampu&#8221; membayar penuh, akan dikenakan hukuman dengan BOP berkeadilan. Semua ada prosedurnya dan butuh perjuangan. Mahasiswa jangan manja dengan terima enaknya saja. Kalo mau dapat keringanan, ya berjuang terus. ajukan atvokasi terus. jangan diam saja. karena seseorang yang diam itu ada dua kemungkinan: sudah tahu semuanya (alias sok tahu), atau tak tahu apa-apa sama sekali.</p>
<p>thx</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Gigih</title>
		<link>http://www.anakui.com/2009/06/17/tentang-bop-berkeadilan/#comment-12287</link>
		<dc:creator>Gigih</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 07:44:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/?p=2082#comment-12287</guid>
		<description>wuih.. rame banget komen2nya..

ikut nimbrung sebagai korban. adek gw baru masuk, minta keringanan disetujuin. tapi tetep ga kejangkau ma keluarga gw.. nah, sekarang ini lagi ribet ngurus naik banding. muter2 kampus, niatnya sih untuk minta tolong didampingin ngurusin (istilah kerennya advokasi gitu deh).. tapi kok, ga keliatan temen2 dari BEM UI maupun Fakultas yang bersedia membantu advokasi. sumpah, LIER euyyyy….

bingung aja… pada kemana yah temen2 yang katanya berjanji untuk mengadvokasi???
batang idungnya ga keliatan.. bahkan suaranya aja ga kedengeran… apa lagi sibuk ngurus kegiatan lain?

terpaksa deh ngurus sendiri… tapi yang jadi pikiran. gimana nasib mahasiswa yang g puny kakak atau saudara di UI???

buat temen2 yang laen yang kesel ma BEM UI karena kinerja nya ga beres.. gimana kalo kalian bantu gw??? daripada makin sakit hati? mendingan konkret berbuat. khan lebih enak tuh nampar pipi BEM UI.. tul ga???

berminat? hubungi gw aja di 91743699</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wuih.. rame banget komen2nya..</p>
<p>ikut nimbrung sebagai korban. adek gw baru masuk, minta keringanan disetujuin. tapi tetep ga kejangkau ma keluarga gw.. nah, sekarang ini lagi ribet ngurus naik banding. muter2 kampus, niatnya sih untuk minta tolong didampingin ngurusin (istilah kerennya advokasi gitu deh).. tapi kok, ga keliatan temen2 dari BEM UI maupun Fakultas yang bersedia membantu advokasi. sumpah, LIER euyyyy….</p>
<p>bingung aja… pada kemana yah temen2 yang katanya berjanji untuk mengadvokasi???<br />
batang idungnya ga keliatan.. bahkan suaranya aja ga kedengeran… apa lagi sibuk ngurus kegiatan lain?</p>
<p>terpaksa deh ngurus sendiri… tapi yang jadi pikiran. gimana nasib mahasiswa yang g puny kakak atau saudara di UI???</p>
<p>buat temen2 yang laen yang kesel ma BEM UI karena kinerja nya ga beres.. gimana kalo kalian bantu gw??? daripada makin sakit hati? mendingan konkret berbuat. khan lebih enak tuh nampar pipi BEM UI.. tul ga???</p>
<p>berminat? hubungi gw aja di 91743699</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dwiki</title>
		<link>http://www.anakui.com/2009/06/17/tentang-bop-berkeadilan/#comment-12202</link>
		<dc:creator>Dwiki</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 06:19:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/?p=2082#comment-12202</guid>
		<description>Mau nanya dunk, mana yang mustinya kita protes dan kritisi dari BOP-B, keberadaanya atau metodenya?? Biar nggak rancu dan asal tembak gitu.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mau nanya dunk, mana yang mustinya kita protes dan kritisi dari BOP-B, keberadaanya atau metodenya?? Biar nggak rancu dan asal tembak gitu&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aldi</title>
		<link>http://www.anakui.com/2009/06/17/tentang-bop-berkeadilan/#comment-11369</link>
		<dc:creator>Aldi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 05:49:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/?p=2082#comment-11369</guid>
		<description>Mas atau mba, saya pernah mengajukan bop berkeadilan, namun penentuan biaya masih tinggi sekali. memang jika dilihat dari segi penghasilan memang cukup besar namun pengeluaranya pun besar juga. pengeluaran itu pun bukan semata-mata untuk foya-foya tetapi untuk memenuhi kebutuhan pokok. saya bingung apakah ada salah perhitungan atau memang penetapanya yang komersil. saya melihat teman-teman saya yang dari fasilkom dan ft, biaya mereka berbeda jauh, yang dari ft rata-rata mahal, padahal secara range keduanya sama. bagaimana ini, saya sangat bingung. maaf jika ada salah kata.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas atau mba, saya pernah mengajukan bop berkeadilan, namun penentuan biaya masih tinggi sekali. memang jika dilihat dari segi penghasilan memang cukup besar namun pengeluaranya pun besar juga. pengeluaran itu pun bukan semata-mata untuk foya-foya tetapi untuk memenuhi kebutuhan pokok. saya bingung apakah ada salah perhitungan atau memang penetapanya yang komersil. saya melihat teman-teman saya yang dari fasilkom dan ft, biaya mereka berbeda jauh, yang dari ft rata-rata mahal, padahal secara range keduanya sama. bagaimana ini, saya sangat bingung. maaf jika ada salah kata.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ramabg</title>
		<link>http://www.anakui.com/2009/06/17/tentang-bop-berkeadilan/#comment-11227</link>
		<dc:creator>Ramabg</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2009 18:12:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/?p=2082#comment-11227</guid>
		<description>Kalo menurut ane &quot;keringanan&quot; itu maksudnya membayar lebih murah dari kemampuan yang tertulis di berkas2x karena hal-hal yang tidak dapat tercover oleh berkas-berkas.
Konsep BOP berkeadilan sih sebenernya dah bagus, yang kaya bayar lebih mahal, yang miskin ta usah bayar. Cuma kadang2x penentuan range biayanya ta sesuai dengan harapan, masih butuh perbaikan. Maklumlah baru 2 taun UI nerapin sistem ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo menurut ane &#8220;keringanan&#8221; itu maksudnya membayar lebih murah dari kemampuan yang tertulis di berkas2x karena hal-hal yang tidak dapat tercover oleh berkas-berkas.<br />
Konsep BOP berkeadilan sih sebenernya dah bagus, yang kaya bayar lebih mahal, yang miskin ta usah bayar. Cuma kadang2x penentuan range biayanya ta sesuai dengan harapan, masih butuh perbaikan. Maklumlah baru 2 taun UI nerapin sistem ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: AntiBEM2009</title>
		<link>http://www.anakui.com/2009/06/17/tentang-bop-berkeadilan/#comment-11153</link>
		<dc:creator>AntiBEM2009</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 07:14:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/?p=2082#comment-11153</guid>
		<description>Tulisan di atas bukti bahwa BEM UI adalah kumpulan tidak becus. Antek-antek Rektorat serta antek NEOLIB.

Kalau Anak2 BEM adalah pejuang pemeberani, sekarang saja langsung datang ke depan REkTORAT dan meminta mundur Rektor UI sekarang juga.

Kita lihat sejarah...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan di atas bukti bahwa BEM UI adalah kumpulan tidak becus. Antek-antek Rektorat serta antek NEOLIB.</p>
<p>Kalau Anak2 BEM adalah pejuang pemeberani, sekarang saja langsung datang ke depan REkTORAT dan meminta mundur Rektor UI sekarang juga.</p>
<p>Kita lihat sejarah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: zZzz....</title>
		<link>http://www.anakui.com/2009/06/17/tentang-bop-berkeadilan/#comment-11103</link>
		<dc:creator>zZzz....</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 20:18:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/?p=2082#comment-11103</guid>
		<description>salam..

y memang seperti itu adanya banyak sekali permasalahan yang timbul setelah adanya sistem BOP-Berkeadilan sehingga akan lebih banyak pertanyaan dan masalah yang ditimbulkan sejak tahun 2008, saudara Avid wicaksono sebagai KorBid Kemahasiswaan BEM UI 2009 yang merupakan perwakilan dari mahassiswa UI seharusnya Anda lebih mengetahui dari mahasiswa yang lain tentang Sistem BOP-Berkeadilan. Dalam hal ini kemana saja Anda hingga tidak mengetahui apa2 yang dikerjakan dan apa yang direncanakan oleh pihak rektorat dengan adanya kata2 &quot;Wallahu’alam…&quot; pada artikel Anda??!!, Apakah hanya diam dan manut2 saja dengan pihak rektorat?? Alangkah lebih baiknya kajian Anda ini diberikan segera ke pihak rektorat agar semuanya jelas secara transparan dan Anda tidak menulis secara sembarangan. 
Dan jika pun mau ada Aksi ke pihak rektorat kenapa baru hari ini BEM UI 09 berbicara lagi BOP-Berkeadilan setelah proses awal penerimaan mahasiswa baru yang pertama telah selesai (SIMAK UI), kenapa tidak sebelum proses ini berlangsung?!! Bukankah kita telah mengetahui pada tahun 2008 yang lalu terjadi penyimpangan2 dari Sistem BOP-Berkeadilan?? sehingga dapat disimpulkan bahawa &quot;BEM UI 09 sangat lelet dalam menyelesaikan problema kampus&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam..</p>
<p>y memang seperti itu adanya banyak sekali permasalahan yang timbul setelah adanya sistem BOP-Berkeadilan sehingga akan lebih banyak pertanyaan dan masalah yang ditimbulkan sejak tahun 2008, saudara Avid wicaksono sebagai KorBid Kemahasiswaan BEM UI 2009 yang merupakan perwakilan dari mahassiswa UI seharusnya Anda lebih mengetahui dari mahasiswa yang lain tentang Sistem BOP-Berkeadilan. Dalam hal ini kemana saja Anda hingga tidak mengetahui apa2 yang dikerjakan dan apa yang direncanakan oleh pihak rektorat dengan adanya kata2 &#8220;Wallahu’alam…&#8221; pada artikel Anda??!!, Apakah hanya diam dan manut2 saja dengan pihak rektorat?? Alangkah lebih baiknya kajian Anda ini diberikan segera ke pihak rektorat agar semuanya jelas secara transparan dan Anda tidak menulis secara sembarangan.<br />
Dan jika pun mau ada Aksi ke pihak rektorat kenapa baru hari ini BEM UI 09 berbicara lagi BOP-Berkeadilan setelah proses awal penerimaan mahasiswa baru yang pertama telah selesai (SIMAK UI), kenapa tidak sebelum proses ini berlangsung?!! Bukankah kita telah mengetahui pada tahun 2008 yang lalu terjadi penyimpangan2 dari Sistem BOP-Berkeadilan?? sehingga dapat disimpulkan bahawa &#8220;BEM UI 09 sangat lelet dalam menyelesaikan problema kampus&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: zulanakui2</title>
		<link>http://www.anakui.com/2009/06/17/tentang-bop-berkeadilan/#comment-11088</link>
		<dc:creator>zulanakui2</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 08:37:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.anakui.com/?p=2082#comment-11088</guid>
		<description>kesannya anak yang tidak bisa menyerahkan berkas adalah orang yang ga mampu ya k&#039;avid. ya g sih?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kesannya anak yang tidak bisa menyerahkan berkas adalah orang yang ga mampu ya k&#8217;avid. ya g sih?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

