anakUI.com header image

pemasangan iklan

Login di anakUI.com
lupa password?
kamu anak UI? klik disini!
bukan anak UI? dapatkan info tentang UI di sini!

Tanggapan BEM UI dan Rektor UI Terhadap Surat ‘Pembekuan’ BEM UI


Setelah Surat ‘Pembekuan’ BEM UI keluar dan menjadi bahan perbincangan masyarakat, Ketua BEM UI dan Rektor UI dimintai tanggapannya mengenai hal ini. Ini dia beberapa tanggapannya seperti dikutip di beberapa website berita Indonesia.
detikNews – Rektor UI Janji

oleh Muhammad Ilman Akbar
Fasilkom/2005
http://ilmanakbar.dagdigdug.com

24.08.09, 15:24
15 Diskusi
dilihat 712 kali


Setelah Surat ‘Pembekuan’ BEM UI keluar dan menjadi bahan perbincangan masyarakat, Ketua BEM UI dan Rektor UI dimintai tanggapannya mengenai hal ini. Ini dia beberapa tanggapannya seperti dikutip di beberapa website berita Indonesia.

detikNews – Rektor UI Janji Dialog dengan Mahasiswa

Rektor UI Gumilar Rusliwa Soemantri menyangkal surat itu sebagai ‘pembekuan’. “Tidak ada pembekuan BEM UI atau pembekuan organisasi mahasiswa di UI,” tandasnya saat dihubungi detikcom melalui telepon, Jumat (21/8/2009).

Gumilar mengakui surat anak buahnya itu tidak tepat. “Saya bilang, hei Direktur (Kemahasiswaan) jangan begitu. Itu tidak tepat. Nanti saya akan dialog dari hati ke hati,” jelas Gumilar. Selain itu Gumilar akan mengajak mahasiswa berdialog. “Akan ada ruang dialog dengan mahasiswa,” janjinya. 

KOMPAS.com – 40 Persen Mahasiswa UI Dapat Keringanan dan Beasiswa

BEM UI dalam surat pernyataan yang ditujukan kepada Direktur Kemahasiswaan UI, yang dibacakan dan dikirimkan via pesan pendek ke Kompas oleh Deputi Direktur Kantor Komunikasi UI Devie Rahmawati, menyatakan bahwa mereka mengakui terdapat kesalahan redaksional di baliho. Masalah yang terjadi saat ini adalah karena perbedaan definisi masalah antara BEM UI/fakultas dan pihak kemahasiswaan UI/fakultas.

Kemudian dalam surat pernyataan yang ditandatangani Ketua Umum BEM UI Trioseptiamoko juga dinyatakan bahwa maksud dicantumkannya data di baliho tersebut semata-mata bertujuan untuk meningkatkan awareness mahasiswa UI terhadap berbagai kondisi yang ada selama proses BOP Berkeadilan UI berlangsung berdasarkan perspektif masalah.

————————————————————————–

Gumilar menilai kritik dan kecaman mahasiswa sebagai hal yang wajar. Namun, ia berharap agar pejabat di UI tak asal bicara atau buru-buru bicara. “Perlu lebih arif, sabar, tenang, dan berkontemplasi. Sebagai orangtua, saya akan mempertemukan Manajer Mahlum dan Direktur Kemahasiswaan dengan BEM UI. Akan dilakukan dialog dari hati ke hati. Semua akan bisa di-clear-kan,” tandasnya.

Menurut dia, sejak menjabat dekan sampai sekarang rektor, pihaknya tetap konsisten untuk tidak membatasi ruang gerak mahasiswa karena yang diperjuangkannya adalah kejujuran, kebenaran, dan keadilan.

“Saya tak mau mengorbankan hal yang besar untuk yang kecil. Hal yang besar itu adalah mahasiswa yang akan menjadi calon-calon pemimpin bangsa. Karena itu, saya tak akan membatasi ruang gerak mahasiswa, sampai kapan pun. Makanya, tidak benar ada pembubaran dan pembekuan BEM UI,” ujar Gumilar.

Republika Online – Pembekuan BEM UI Menuai Kecaman

Sementara itu, Ketua BEM UI, Trie Setiatmoko, mengatakan yang mereka lakukan adalah upaya menyampaikan informasi atas kinerja UI dalam proses penentuan BOP terhadap mahasiswa baru angkatan 2009. “Itu hak publik pada umumnya dan hak setiap sivitas akademika UI untuk mengetahui pada khususnya” paparnya, Jumat (21/8).

Berdasarkan keyakinan tersebut,lanjut Trie, BEM UI mengeluarkan media publikasi terkait kinerja Universitas Indonesia dalam proses penentuan biaya operasional pendidikan terhadap mahasiswa baru angkatan 2009. “Memang benar BEM UI menyertakan lambang makara dan tulisan Universitas Indonesia pada media publikasi. Namun, hal itu tidak dimaksudkan untuk tujuan komersil melainkan untuk mempublikasikan kinerja UI dalam proses penentuan BOP terhadap Mahasiswa baru angkatan 2009, yang masih banyak masalah,” terang Trie.

————————————————————————–

Rektor UI, Gumilar Rusliwa Somantri, meminta agar mengabaikan surat edaran tersebut karena dinilai menyalahi kewenangan. “Tidak ada pembekuan sama sekali. Pelarangan kegiatan BEM adalah keputusan rektor. Saya akan dialog dan melakukan mediasi antara direktur Kemahasiswaan dan BEM UI,” katanya.

Dia menilai para aktivis itu seperti anak kandung sendiri. “Saya ingin melihat mereka dapat sukses dan matang dan bertanggung jawab di masa depan. Jadi, tidak mungkin ada pembatasan apa pun untuk mereka besar nantinya,” paparnya

Koran SINDO – BEM UI Dibekukan

Menurut mereka,penentuan biaya kuliah yang berkeadilan yang diusulkan pimpinan UI tidak jelas dan tidak berkeadilan. ”Kami kemudian melakukan advokasi kebijakan tersebut, termasuk memasang spanduk dan baliho untuk menjelaskan kepada mahasiswa lainnya mengenai permasalahan itu,”ungkap Tri di Kampus UI,Depok,kemarin.

————————————————————————–

”Seharusnya, kami bisa memberikan klarifikasi terlebih dulu,”tegasnya. Sementara itu, Rektor UI Gumilar R Somantri membantah ada pembekuan kegiatan BEM UI. Menurut dia,sebagai pimpinan UI, pihaknya tetap membebaskan para mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya. ”Tidak ada pembekuan BEM.

Dalam posisi saya sebagai pimpinan, saya melihat mahasiswa sebagai anak kandung sendiri, dan saya inginkan mereka mengembangkan bakat organisasi,” tegas Gumilar. Meski demikian, Gumilar mengaku, Direktur Kemahasiswaan UI sempat mengirimkan surat kepadanya untuk meminta pembuatan tim investigasi (Tim P3T2) untuk menelusuri kasus tersebut

Kalau tanggapan kalian, bagaimana?

PS: Kabar tentang ‘pembekuan’ BEM UI sudah ada di anakUI.com dari Jum’at tanggal 21 Agustus pagi.. Berita2 tersebut dimuat di website2 berita tersebut pada siang-malemnya.. Kita lebih cepat.. 1-0 buat anakUI.com :)

Share On Facebook

Tags: , , , , ,
Kritik, pertanyaan, saran, maupun masukan teman-teman semua untuk anakUI.com sangat kami tunggu-tunggu! Kirimkan masukan kamu lewat form kontak di sini.

15 Diskusi

  1. #1: cr_liquid | 24.08.09, 17:13 | Permalink

    Cuci…Tangan…
    Cuci…Tangan…
    Cuci…Tangan…
    Cuci…Tangan…
    Cuci…Tangan…

    Hahaha…kayaanya bakalan yang banyak dikorbankan nih demi ambisi Bapak Rektor kita..
    orang jelas-jelas suratnya ada tembusan dari Rektor

    Kasihan Pak Mahalum….
    (PERTAMAX)

  2. #2: Ramabg | 24.08.09, 18:52 | Permalink

    Jangan jelek-jelekin orang lo. Gitu-gitu Pak Gumilar mantan wakil senat FISIP UI loh http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/g/gumilar-somantri/biografi/otobio.shtml

    Sapa tau ketua BEM sekarang kalo udah jadi rektor kebijakannya sama aja kaya Pak Gumilar.

  3. #3: ramadoni | 24.08.09, 19:20 | Permalink

    duh gagal Pertamax…
    itulah rektor kita… nikmati saja ya kawan-kawan mahasiswa…

  4. #4: vina | 24.08.09, 21:22 | Permalink

    ya iyalah anakui.com lebih cepet daripada media…orang konfernsi persnya baru diadain jumat sore..hhehhe=)
    sayangnya, BEM UI keduluan ama rektorat nih konpersnya….

  5. #5: Ridwan | 24.08.09, 23:50 | Permalink

    yang mana ya yang bisa dipercaya? kita jangan mandang dari satu sisi saja ya, lagi puasa nih g mau suudzon dulu :D

  6. #6: Adi | 25.08.09, 5:02 | Permalink

    Iya nih, UI 1 kok kayak takut gitu ya.
    Ahaha, kasihan Bapak, simalakama ya Pak?
    Begini salah, begitu juga salah. Ehe….

  7. #7: mishbah | 25.08.09, 14:24 | Permalink

    TIko ngemeng doang!!
    bahasanya jelek. ga tegas. ngaco2..

    tapi tetap ketua bem

  8. #8: mishbah | 25.08.09, 14:25 | Permalink

    kayanya TIko ngemeng..

    tapi tetap ketua bem. so good, so good?

  9. #9: Ujang | 25.08.09, 17:24 | Permalink

    hahaha… tak sangka2 Rektor kita lucu jugha..

    “Tidak ada pembekuan sama sekali thdp BEM UI.” katanya!?

    Lah! jelas2 segala bentuk kegiatan BEM UI tidak diverifikasi alias dicabut oleh mahalum!!

    apa itu yg disebut tdk ada PEMBEKUAN!?

    mungkin p’rektor blg bgini: “saya sama sekali tdk blg membekukan BEM UI.. tapi saya bilang menonaktifkan kegiatan BEM UI…!!”

    (Lah, Sama aja Kaaann!!?)

    “memangnya saya Subzero, bisa bekuin org!?” ktnya lg..

  10. #10: FDMD-PNJ. | 26.08.09, 13:24 | Permalink

    Salam Pembebasan!!
    SalaM Solidaritas!!
    Pembekuan atau penghentian kegiatan organ intra kampus merupakan proses otoritarianisme dan hegemoni penguasa kampus(rektorat) terhadap proses demokrasi dalam tubuh mahasiswa..
    Masalah-masalah kemahasiswaan,tidak seharusnya ditanggapi dengan arogan dan reaksioner dengan melakukan pembekuan. Proses pendekataan persuasif melalui jalur kampus yang ada seharusnya dilakukan sebelum mengambil jalan tegas:pembekuan. Karena kami menilai proses pembekuan organ intra kampus yang dialami oleh BEM.UI jelas telah mencederai proses demokratisasi kampus dan akan menjadi preseden buruk pada masa yang akan datang.
    Oleh karena itu kami mernyatakan:
    1. Pembekuan Lembaga Formal kampus dalam hal ini BEM.UI,haruslah ditinjau kembali dan DIBATALKAN!
    2. BOP-B sebagai jalan komersialisasi pendidikan harus terus diblejeti dan dipropagandakan kepada massa mahasiswa agar timbul suatu kesadaran ideologi daan puncaknya: PENGHAPUSAN BHP.
    3. Pembangunan kekuatan solidaritas mahasiswa,apakah dalam bentuk propaganda,Aksi solidaritas,mimbar bebas ataupun jalur hukum untuk kembali membangun kekuatan mahasiswa UI (BEM.UI). Sehingga sikap reaksioner dan hegemoni rektorat tak terulang lagi.
    4. Melakukan usaha pembentukan Dewan Mahasiswa sebagai wujud meREBUT KEMBALI KEKUATAAN MAHASISWA!!

    TERUS BERJUANG, MARI BUNG REBUT KEMBALI,BANGUN DEWAN MAHASISWA!!
    HIDUP MAHASISWA!!
    HIDUP RAKYAT INDONESIA!!

    salam,

    FDMD-PNJ

  11. #11: Taro | 26.08.09, 23:54 | Permalink

    Harusnya BEM UI bikin dialog with Pak Gumilar di depan media,
    biar mahasiswa dan rakyat Indonesia bisa ikut nyimak langsung.
    Berani ga Pak Gumilar? Berani ga Mas Tri?

  12. #12: didik | 27.08.09, 9:07 | Permalink

    Kenapa urusannya jadi ribet, pake dong jalur komunikasi BEM dengan rekorat………menganggap arogan orang lain tapi BEM sendiri arogan menjustifikasi orang seperti itu, tanpa cross check……hehehehe…….
    Mahasiswa maahasiswa…..jadi inget saya dulupun mahasiswa…..memang reaksioner..maklum darah muda….

  13. #13: Real 06 | 29.08.09, 14:37 | Permalink

    Wah, wah.. masalah BEM UI vs Rektorat jadi ribet gini…

    Harusnya sih, dirmawa mengeluarkan keputusan seperti itu sepengetahuan rektor.. ya ga?
    kasian juga pak Komar…

    Btw, yang katanya mau ada forum diskusi BEM UI – Dirmawa udah jadi ada belom sih?

  14. #14: Lala | 29.08.09, 22:39 | Permalink

    Jadi mahasiswa jangan cuma bisa ngritik, toh kalo dikasi tanggung jawab juga g bisa, kuliah aja masih g bener..

    udah d berhenti nyalah2in orang, tak ada 1 obat yang bisa mengatasi semua masalah, satu solusi pasti menimbulkan masalah baru, tidak akan pernah selesai kalo cuma kerjaan menyalahkan.

    mari kita berprestasi, dari pada omdo terus kosong g tau apa2..

  15. #15: pks | 15.10.09, 19:18 | Permalink

    tiko udah dicucuk juga nich idungnya…gak ada nyalinya..!!!

Mari Berdiskusi

Sebelum berdiskusi, sebaiknya teman-teman memperhatikan hal-hal berikut ini:
  1. Kami semua di anakUI.com sangat menghargai apabila kamu bersikap seperti mahasiswa, yaitu dewasa dan bertanggung jawab dengan mencantumkan identitas asli (nama, email, dan asal fakultas) kamu.
  2. Pendapat kamu hanya kami (penulis dan pembaca anakUI.com) anggap serius apabila mencantumkan identitas asli.
  3. Perhatikan dasar-dasar netiket: KATA-KATA DALAM HURUF BESAR artinya berteriak, jangan menulis tulisan s3PeRt1 tULi5aN 4BG atau dsngkt-sngkt sprt SMS, bersikaplah sopan seperti di dunia nyata, dan jangan OOT (out of topic)
  4. anakUI.com tidak akan mengedit, mensensor atau menghapus diskusi yang ada, kecuali informasi tersebut bersifat: fitnah terhadap personal, menyinggung SARA, atau mengandung kata-kata kasar (tidak senonoh)
  5. Komentar yang masuk adalah tanggung jawab penulis komentar. anakUI.com dan penulis tulisan tidak bertanggung jawab atas komentar-komentar tersebut dan tidak dapat dituntut atas terjadinya tindakan hukum atas komentar yang terjadi
  6. Jika kamu sudah gabung di anakUI.com, sebaiknya login dulu
  7. Komentar yang masuk adalah tanggung jawab penulis komentar. anakUI.com dan penulis tulisan tidak bertanggung jawab atas komentar-komentar tersebut dan tidak dapat dituntut atas terjadinya tindakan hukum atas komentar yang terjadi
  8. Kotak yang harus diisi ditandai *
*
*
  • BO-BSO-UKM

  • Eksekutif-Legislatif

  • Komunitas Anak UI


  • kembali ke atas
  • Penting untuk Mahasiswa

  • Website Resmi UI

  • Partner

    kembali ke atas

    Tag Cloud


    kembali ke atas

    Promosikan anakUI.com!

    Letakkan banner anakUI.com ini di blog, Friendster, Facebook, atau email teman-teman



    Jadi Fans anakUI.com di Facebook

    anakUI.com Facebook pages

    Arsip Tulisan

  • Advertorial (6)
  • Agenda Kita (133)
  • Asrama (1)
  • Beasiswa (10)
  • BEM UI (54)
  • Cerita Foto (17)
  • Core Competence (9)
  • Dari Alumni (8)
  • dari anakUI.com (40)
  • Dari Kampus Kita (147)
  • ekonomi (10)
  • Entrepreneurship (5)
  • F. Psikologi (9)
  • Fasilkom (23)
  • FE (32)
  • FH (6)
  • FIB (20)
  • FIK (3)
  • FISIP (33)
  • FK (18)
  • FKG (7)
  • FKM (15)
  • FMIPA (12)
  • ForUI (5)
  • FT (14)
  • Hukum dan Pemerintahan (20)
  • Informasi Lainnya (295)
  • Kesehatan (20)
  • Lingkungan Hidup (35)
  • Luar Kampus (21)
  • Media Partner (39)
  • Opini (161)
  • Paguyuban Daerah (2)
  • Pergerakan Kemahasiswaan (39)
  • Prestasi dan Kompetisi (91)
  • Rektorat (38)
  • Sekilas Info (19)
  • Seni, Sastra, dan Kebudayaan (20)
  • Sosial Kemasyarakatan (17)
  • Teknologi Informasi dan Komunikasi (51)
  • UKM, BO, BSO (51)

  • Arsip tulisan selengkapnya
    kembali ke atas