anakUI.com header image

pemasangan iklan

Login di anakUI.com
lupa password?
kamu anak UI? klik disini!
bukan anak UI? dapatkan info tentang UI di sini!

Sebuah Cerita Sederhana untuk Merasakan Indahnya Perjuangan


sebuah perjalanan seorang pemuda yang sedang mendaki sebuah gunung, dia mendaki bersama temanya yang kebetulan sudah mendaki gunung tersebut lebih dari satu kali, dan ini pertama kalinya pemuda tersebut mendaki gunung.
pemuda : saya yakin saya bisa menaklukan gunung ini,…

oleh Idris Ahmad
FKM/Kesehatan Masyarakat/2009

23.01.10, 15:34
6 Diskusi
dilihat 212 kali


sebuah perjalanan seorang pemuda yang sedang mendaki sebuah gunung, dia mendaki bersama temanya yang kebetulan sudah mendaki gunung tersebut lebih dari satu kali, dan ini pertama kalinya pemuda tersebut mendaki gunung.

pemuda : saya yakin saya bisa menaklukan gunung ini, saya bisa ke puncak dan menyaksikan matahri.
teman : (hanya tersenyum), ehm ayo mari kita segera berangkat

setelah beberapa lama berjalan tiba-tiba pemuda tersebut bertanya kepada temannya

pemuda : kapan kita sampai?
teman : sabar saja
Pemuda : apakah harus seperti ini untuk mencapai puncak?
teman : yah , memang mw seperti apa lagi?
pemuda : ah, kamu tidak memberi jawaban…
teman : yah, bersabar saja

karena merasa temannya hanya berkata sabar dan sabar saja, dia terus saja mengeluh, dia mengeluh ” aduh tw gini saya gak ikut naik deh”, “aduh ini mah gak kayak yang gw pengen”,”aduh sampai kapan sih”
terus dan terus pemuda tersebut mengeluh, sampai dia bertanya kembali lagi kepada temannya..

pemuda : sampai kapan kita harus tetap mendaki?
teman : (berhenti dan menunjuk puncak gunung), hanya sampai sana
Pemuda : mana kata kamu saya akan mendapatkan sesuatu yang indah, yang saya lihat hanya pohon-pohon yang sama.
teman : sabar saja..
Pemuda : apa tidak ada jalan yang lebih cepat?
teman: ada, tapi saya tidak bisa menjamin kamu akan pulang dengan selamat,
Pemuda : ah kamu, itu mah namanya jalan cepat ke kematian
teman : sabar saja kawan..

seteah beberapa berjalan akhirnya sampailah mereka sampai di tanjakan terakhir, sangat curam dengan kemiringan yang membuat ujung jalan pun tak terlihat. akhirnya mereka berhenti untuk beristirahat.
tapi tiba-tiba sang teman itu bertanya kepada sang pemuda

teman : apakah kau yakin bisa melewati tanjakan terakhir ini?
Pemuda : saya sudah lelah, bahkan sangat lelah, semua tidak yang seperti yang saya inginkan.
Teman : kamu mw turun dan berhenti?
Pemuda : iyah sangat!!
Teman : (dengan nada keras) turunlah!! apakah kamu yakin kamu akan turun dengan selamat!! apa kamu mw perjuangan kamu hanya sampai sini!! apakha kamu pecundang yang hanya mengeluh!!
Pemuda : kamu jangan berbicara seperti itu, baiklah mari kita lanjutkan (dengan sangat terpaksa dia melanjutkan)

inilah tanjakan terakhir, sangat terjal, sangat curam dan sangat berat, seperti biasa pemuda itu selalu mengeluh. tapi sang temanterus saja berjalan semakin cepat. dengan terpaksa pemuda itu pun mengikuti langkah sang teman. hingga mereka berdua berhenti di dekat sebuah tiang yang berisikan banyak bendera.

Teman : sampai sini kawan..
pemuda : (terdiam) inikah puncak, dan apakah aku benar-benar sampai puncak?
Teman : yah ini puncak, coba lihat ke sana itulah tempat kita awal berjalan, dimana kamu mengeluh, di sana tempat kamu meminta turun, dan di sana pula kamu merasa diri kamu tidak bisa. apakah itu terlihat mudah dari sini? apakah itu semua terasa indah dari sini kawan? apakah kau lihat matahari di sana dia tidak pernah mengeluh dan minta berhenti menyinari dunia, karena dia tahu manusia yang di bwah membutuhkan sinarnya?
Pemuda : iya benar kawan, ini semua terasa indah dari sini, saya tidak percaya dapat sampai di sini.
Teman : yah sebenanya yang indah adalah perjuangan kita untuk sampai sini, saat kamu mencapai suatu titik tertinggi hanya dengan cara cepat dan mudah, kamu tidak akan merasakan kebanggan akan hal tersebut. dan bahkan kamu tidak akan mengingat betapa indahnya puncak ini.
Pemuda : terima kasih kawan, andai tadi kau tidak teriak-teriak sebelum tanjakan terakhir, aku tidak akan melihat ini semua kawan.
Teman : saya juga pernah meraskan seperti kamu, tapi saya tidak mau kamu tidak meraskan apa yang saya rasakan saat segala keluhan itu hancur saat saya berada di puncak ini. dan ingat itulah gunanya teman. (sambil menepuk bahu temannya)

akhirnya setelah menikmati pemandangan beberpa lama. mereka turun. dan pada akhirnya pemuda tersebut berjanji pada dirinya “saya akan mencapai puncak lainnya dan saya akan merasakan indahnya perjuangan”.

Share On Facebook

Tags: ,
Kritik, pertanyaan, saran, maupun masukan teman-teman semua untuk anakUI.com sangat kami tunggu-tunggu! Kirimkan masukan kamu lewat form kontak di sini.

6 Diskusi

  1. #1: iplogodesign | 23.01.10, 20:04 | Permalink

    poe merinding bacanya, serius

  2. #2: pepatah | 24.01.10, 12:06 | Permalink

    Yang paling sulit ditaklukkan bukanlah gunungnya, melainkan diri kita sendiri.

  3. #3: Refaldo Fanther | 25.01.10, 15:08 | Permalink

    hey kawan inikah semangatmu, sampai di sini saja!
    mana semangat juang membaramu?
    Ingin menyerah? pulang saja kepangkuan ibumu dan merengek padanya!

    ayo kawan jalan msh panjang, jika kau menyerah di sini semua perjuanganmu akan jd sia-sia.
    Teruskan perjuanganmu hingga puncak kemenangan!

  4. #4: Gatel komen | 27.01.10, 13:06 | Permalink

    Hahaha… ini mah baru sebagian cerita, padahal masih banyak gunung laen yang perlu didaki.

  5. #5: beruk gunung | 27.01.10, 15:10 | Permalink

    Selamat datang kawan…
    tabah bukan diawal,bukan juga dipertengahan, bukan pula diakhir… tapi tabah sambil nyengir…

    walau harus berjuang menaklukan diri sendiri (bukan alam loh, alam hanya media kita untuk balajar dan bermain) tapi rasa humor harus tetap dijaga…salam nyengir…
    anak 2009 yach.. masuk Mapala UI yach nantinya ditunggu..

  6. #6: Aditya Rian Anggoro FE/Manajemen/2009 | 30.01.10, 15:36 | Permalink

    ^whahahaha malah promosi mapala XD

    jadi inget perjuangan satu semester lalu deh, hehe

Mari Berdiskusi

Sebelum berdiskusi, sebaiknya teman-teman memperhatikan hal-hal berikut ini:
  1. Kami semua di anakUI.com sangat menghargai apabila kamu bersikap seperti mahasiswa, yaitu dewasa dan bertanggung jawab dengan mencantumkan identitas asli (nama, email, dan asal fakultas) kamu.
  2. Pendapat kamu hanya kami (penulis dan pembaca anakUI.com) anggap serius apabila mencantumkan identitas asli.
  3. Perhatikan dasar-dasar netiket: KATA-KATA DALAM HURUF BESAR artinya berteriak, jangan menulis tulisan s3PeRt1 tULi5aN 4BG atau dsngkt-sngkt sprt SMS, bersikaplah sopan seperti di dunia nyata, dan jangan OOT (out of topic)
  4. anakUI.com tidak akan mengedit, mensensor atau menghapus diskusi yang ada, kecuali informasi tersebut bersifat: fitnah terhadap personal, menyinggung SARA, atau mengandung kata-kata kasar (tidak senonoh)
  5. Komentar yang masuk adalah tanggung jawab penulis komentar. anakUI.com dan penulis tulisan tidak bertanggung jawab atas komentar-komentar tersebut dan tidak dapat dituntut atas terjadinya tindakan hukum atas komentar yang terjadi
  6. Jika kamu sudah gabung di anakUI.com, sebaiknya login dulu
  7. Komentar yang masuk adalah tanggung jawab penulis komentar. anakUI.com dan penulis tulisan tidak bertanggung jawab atas komentar-komentar tersebut dan tidak dapat dituntut atas terjadinya tindakan hukum atas komentar yang terjadi
  8. Kotak yang harus diisi ditandai *
*
*
  • BO-BSO-UKM

  • Eksekutif-Legislatif

  • Komunitas Anak UI


  • kembali ke atas
  • Penting untuk Mahasiswa

  • Website Resmi UI

  • Partner

    kembali ke atas

    Tag Cloud


    kembali ke atas

    Promosikan anakUI.com!

    Letakkan banner anakUI.com ini di blog, Friendster, Facebook, atau email teman-teman



    Jadi Fans anakUI.com di Facebook

    anakUI.com Facebook pages

    Arsip Tulisan

  • Advertorial (6)
  • Agenda Kita (133)
  • Asrama (1)
  • Beasiswa (10)
  • BEM UI (54)
  • Cerita Foto (17)
  • Core Competence (9)
  • Dari Alumni (8)
  • dari anakUI.com (40)
  • Dari Kampus Kita (147)
  • ekonomi (9)
  • Entrepreneurship (5)
  • F. Psikologi (9)
  • Fasilkom (23)
  • FE (31)
  • FH (6)
  • FIB (20)
  • FIK (3)
  • FISIP (33)
  • FK (18)
  • FKG (7)
  • FKM (15)
  • FMIPA (12)
  • ForUI (5)
  • FT (14)
  • Hukum dan Pemerintahan (20)
  • Informasi Lainnya (294)
  • Kesehatan (20)
  • Lingkungan Hidup (34)
  • Luar Kampus (21)
  • Media Partner (39)
  • Opini (160)
  • Paguyuban Daerah (2)
  • Pergerakan Kemahasiswaan (39)
  • Prestasi dan Kompetisi (91)
  • Rektorat (38)
  • Sekilas Info (18)
  • Seni, Sastra, dan Kebudayaan (20)
  • Sosial Kemasyarakatan (17)
  • Teknologi Informasi dan Komunikasi (51)
  • UKM, BO, BSO (51)

  • Arsip tulisan selengkapnya
    kembali ke atas