Login
Setelah login, halaman posting tulisan akan terbuka. Register | Lupa Password?tekan ESC atau klik luar form ini untuk kembali
Susahnya Naik Bikun, Gara-gara Mahasiswa Egois yang Berdiri Di Dekat Pintu
Suatu hari, gw berniat naik bikun dari FMIPA ke stasiun UI. Alangkah lamanya menunggu..dan menunggu. Niatnya sih jalan kaki aja tapi takutnya ketika kuberpaling *halah* bikun datang. Yasudah deh, ditunggu aja…
Ceritanya belum selesai, beberapa menit kemudian bikun tiba. Tapi begitu ingin naik, alangkah kecewanya gw gak bisa naik padahal bikun masih kosong. Loh? Kok bisa? Itu gara-gara mahasiswa yang egois yang tak lain dan tak bukan senang berdiri di dekat pintu padahal tengah masih kosong. Akibatnya penumpang bikun pun numplek di pintu dan bikun yang harusnya muat seolah-olah penuh karena penumpang yang ingin naik tidak bisa masuk.
Pernah juga sewaktu gw naik bikun dari stasiun UI menuju MIPA, saking masih kosongnya tapi tetap saja mahasiswa egois itu senang berdiri di dekat pintu, sang supir sambil ngomong dan terkadang dengan emosi : “Masuk terus ke tengah! Masuk itu masih kosong!”
Ayolah kawan! Masa kalian masih harus diatur-atur sih? Seharusnya kita sadar kalo bikun itu bukan milik pribadi tapi milik bersama. Geserlah sedikit ke tengah, hormati penumpang lainnya. Kita semua sama-sama punya hak untuk naik bikun karena bikun adalah milik bersama.
Atau, apakah kamu memang mahasiswa egois itu?
Tulisan Lainnya
- Selamat Datang Maba UI 2011, Yuk Baca Instruksi Keselamatan di UI Ini
- Bis Kuning: Sesederhana “Geser ke Tengah dan Terima Kasih”, Serumit Individualisme dan Ignoransi Mahasiswa UI
- Bikun Kita…
- Something Missed in Our Lovely Bikun
- Kotak Komentar dan Saran Bis Kuning Universitas Indonesia
- Buku untuk Anak Bangsa: Buku Bahasa Inggris dari Kita untuk Pelosok Indonesia (sebelumnya)
- Bagaimana Meraih Impian Walau Kamu Salah Jurusan (setelahnya)






















16 Comments
tidak login di anakUI.com, identitas tidak dapat dipastikan
iyah… itu adalah salah faktor penyebab stress bagi supir bikun (hasil tugas mata kuliah “bahaya psikososial” gw dkk)
makanya gw dkk (di K3 FKM) membuat beberapa tips nyaman untuk naik bikun..
see on : http://www.ohsc.org
Tartisa Sulistiani, FIB/Inggris/2007
gak tau diri banget tuh.
oia. sekarang budaya mengucapkan “terima kasih pak” juga udah mulai luntur
Yusuf Budianto, FIB/Ilmu Sejarah/ 2009
sering banget tuhh..
emang rese kalo ada yang kaya gt…
tidak login di anakUI.com, identitas tidak dapat dipastikan
iya bener bgt…
mereka pengennya cepet keluar…
masuknya cepet,keluarnya cepet juga…haha
untung kalo saya sich selalu naik bikun ada di tengah,kalo pun dipinggir ga di deket pintu bgt..
kasian yang cw..kadang-kadang sampai berhimpit mau keluar gara2 kena halangan org-org yang senantiasa di dekat pintu…haha
tidak login di anakUI.com, identitas tidak dapat dipastikan
bentar lagi gw turun kok, kalo geser ke tengah ntar gw susah mau turunnya, apalagi kalo rame,hehehehe
tidak login di anakUI.com, identitas tidak dapat dipastikan
betul2 saya setuju, nanti malah jd ng bs turun dan bikunnya udh jalan lagi. malah kita yg rugi. jgn cuma nguntungin orang dgn mengorbankan diri sendiri.
tidak login di anakUI.com, identitas tidak dapat dipastikan
Hahaha … ini sindiran atau beneran nih??
tidak login di anakUI.com, identitas tidak dapat dipastikan
[...] Saya sangat merekomendasikan artikel itu untuk anda baca terlebih dahulu bagi yang belum baca [disini]. Dari situ kita bisa melihat betapa anehnya mahasiswa UI dalam [...]
sofandre sya'banu, FE/Akuntansi/2007
@buL: website yg lo kasih under construction
Ya gitu deh, pada manja banget dkt2 pintu, padahal tengah kosong. Klo deket ya jln atau naik sepeda aja.
Tipsnya klo lg berdiri di tengah ya siap2 satu halte sblm halte tujuan.
tidak login di anakUI.com, identitas tidak dapat dipastikan
setuju banget, masih banyak yg males buat ke bagian tengah aja
*korban yang ga bisa masuk padahal tengah masih kosong*
Rifki Hidayat FE/Manajemen/2006, FE/Manajemen/ 2006
Fenomena ini sudah saya perhatikan sejak tahun pertama kuliah di UI. Dulu seingat saya ada aturan kalau naik bikin harus dr belakang dan turun dari depan. Mudah2an pihak BEM UI bisa membantu untuk sosialisasi dan advokasi aturan ini. Karena saya yakin waktu yg bisa di-save akan jauh lebih banyak dibanding cara naik bikun seperti saat ini. Complain seperti yang disampaikan penulis juga bisa dihindari sebab setiap penumpang yg turun pasti bergerak kea rah depan(supir) sambil mengucapkan terima kasih dengan ikhlas.
atma, mipa/farmasi/2006
setuju dengan sofandre =)
bener juga ya, kalo misalnya takut ga bisa turun karena deket doang, kenapa ga jalan ato naik sepeda aja ya. setuju =)
lagian apa susahnya ya ke tengah juga, insyaAllah kan bapaknya mau nungguin juga, ga kayak naik kereta yang emang ada timing berhentinya. jadi ya ga perlu khawatirlah..
yang perlu dikhawatirin, terkadang ada supir bikun yang ga sabaran, orang banyak yang mau naik, tapi uda dijalanin aja bikunnya, padahal masi muat banyak.
satu pertanyaan: kalo turunnya lewat pintu belakang, efektif ga si bilang terimakasi? kan supirnya ga denger juga. how? gw kadang suka males teriaknya.hehe
tidak login di anakUI.com, identitas tidak dapat dipastikan
ayo dong, kalian ini mahasiswa, masa hal sepele seperti itu masih disuruh-suruh.
hidu mahasiswa, hidup rakyat indonesia.
Ahmad, FKM/K3/2010
mahasiswa yang naik bikun dan berdiri di pintu, berasa lagi jadi kenek bus umum. jadi suka sewot kalo di minta masuk ke dalam bikun..
yunita fitri anggraeni , FMIPA/biologi/ 2002
wah padahal bikun skrg dah jauh lebih nyaman dibandingkan sama yang dulu,
tidak login di anakUI.com, identitas tidak dapat dipastikan
Balikin aja bisnya pake bis kaleng, sapa tau habit-nya berubah