Tulisan ini berawal dari kebingungan ketika akan memilih lambang/logo UI (seterusnya disebut sebagai Makara UI) mana yang akan dijadikan sebagai cover depan dari paper penulis. Kejadian ini akhirnya berujung pada keprihatinan di mana sekarang ini terdapat berbagai macam Makara UI yang tidak memenuhi standar telah digunakan di kalangan mahasiswa bahkan di tingkat universitas, di mana Makara UI yang digunakan pada berbagai situs resmi universitas maupun fakultas seringkali tidaklah sama.

***

Kita (baca : mahasiswa) seringkali menggunakan Makara UI untuk ditampilkan pada berbagai keperluan : cover depan paper, poster dari kegiatan kemahasiswaan, situs resmi organisasi kemahasiwaan, lambang/logo dari organisasi kemahasiswaan, dll. Pada tingkat universitas, Makara UI digunakan sebagai lambang dari institusi yang bernama Universitas Indonesia, salah satu BHMN di bidang pendidikan. Di tingkat fakultas pun Makara UI digunakan sebagai lambang/logo fakultas dengan warna-warna yang berbeda untuk tiap fakultas. Berikut adalah sekilas dari Makara UI yang dikutip dari situs resmi UI.

Sumber : www.ui.ac.id

Lambang Universitas Indonesia diciptakan pada tahun 1952 oleh Sumaxtono (nama aslinya Sumartono), mahasiswa Angkatan 1951 Seni Rupa Fakulteit Teknik Universiteit Indonesia, Bandung.

Ide dasar dari lambang tersebut adalah kala-makara, yang merupakan dua kekuatan yang ada di alam: kala sebagai kekuatan di atas (kekuatan matahari) dan makara sebagai kekuatan di bawah (kekuatan bumi). Kedua kekuatan itu dipadukan dan distilir Sumaxtono menjadi makara yang melambangkan Universitas Indonesia sebagai baik sumber ilmu pengetahuan, maupun hasilnya, yang menyebar ke segala penjuru.

Sumber : www.ui.ac.id

Saat ini terdapat berbagai versi dari Makara UI, baik dari sisi bentuk maupun warna. Setidaknya sekarang ini ada 3 versi Makara UI yang beredar di kalangan mahasiswa. Ketiga makara ini berbeda dari sisi bentuk yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Sumber : Data Diolah

Serupa tapi tak sama bukan? Tapi ketiga makara di atas masih memiliki warna yang sama, yaitu hitam. Sebagaimana yang kita ketahui bersama tiap fakultas di UI memiliki panji-panji yang berbeda dan memiliki warna yang berbeda pula satu sama lain. Misalnya warna abu-abu untuk Fakultas Ekonomi dan warna biru untuk Fakultas Teknik. Masalahnya, ketika kita akan memakai makara FE (misalnya) untuk kepentingan poster acara kegiatan kemahasiwaan, semuda atau setua apakah warna abu-abu yang harus kita gunakan (biasanya digunakan standar RGB atau CMYK) ? Di sisi lain pihak fakultas belum menyiapkan makara FE yang siap untuk didownload oleh mahasiswa.

***

Saya yakin kita semua pasti sepakat bahwa sebuah lambang/logo itu harus memiliki standar, baik dari sisi bentuk, warna, maupun aturan penggunaanya, termasuk pada Makara UI. Dalam hal ini, sebenarnya pihak universitas telah memiliki standar tersebut (mungkin banyak dari teman-teman yang belum mengetahuinya) bahkan ada yang siap untuk segera didownload oleh mahasiswa. Standar tersebut bisa dilihat di sini. Namun, menurut saya, ada beberapa poin yang masih harus ditambahkan pada standar Makara UI ini.

Sumber : www.ui.ac.id

Paling tidak standar dari Makara UI minimal harus mencakup hal-hal berikut :

  • Standar bentuk
  • Standar warna
  • Standar rasio
  • Standar penggunaan

Pada standar Makara UI sekarang, standar bentuk dan warna sudah terpenuhi, walaupun pada warna hanya terbatas pada warna hitam dan kuning, di mana belum diakomodasinya warna dari makara tiap-tiap fakultas yang menurut saya tidak kalah pentingnya.

Standar rasio antara panjang dan lebar (width × height) juga harus diperhatikan agar makara ini tidak menjadi terlalu “gepeng” atau terlalu “kurus” bila dipergunakan oleh mahasiswa, terutama untuk kepentingan design poster. Selain itu, penggunaan dari makara ini pun juga harus diatur secara jelas, meliputi siapa saja yang boleh menggunakannya, sejauh mana batasan kita bisa mengubahnya untuk kepentingan design, dll. Hal ini sangat penting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Bayangkan saja, masa kita mau lambang negara kita (baca : Burung Garuda) bentuk dan warnanya berbeda ketika digunakan dan dicetak pada kop surat kepresidenan yang nantinya akan digunakan untuk mengirim surat ke presiden Obama? :D

***

Conclusion : Usaha dari pihak universitas dalam hal standardisasi makara ini tentu patut kita apresiasi, namun tentu kita berharap langkah ini tidak terhenti di sini saja. Mungkin pihak universitas bisa mencontoh standar lambang/logo dari WordPress (bisa dilihat di sini) yang menurut saya sudah cukup baik. Pesan saya buat teman-teman, jangan lagi menggunakan makara yang berbeda (baca : tidak sesuai dengan standar) di cover depan paper kita, toh Makara UI standar yang berwarna hitam dan kuning sudah bisa didownload di sini dan di sini.

Notes : Tulisan ini juga dimuat di Muhammad-Iqbal.COM dengan judul yang sama.