8.960 anggota | 2.850 tulisan | 13.145 komentar | daftar sekarang!

Login

Setelah login, halaman posting tulisan akan terbuka.
Register   |   Lupa Password?
tekan ESC atau klik luar form ini untuk kembali

Login

Register   |   Lupa Password?
tekan ESC atau klik luar form ini untuk kembali

Selamat Datang Mahasiswa Baru UI 2011, Selamat Datang (calon) Juara PIMNAS XXV!

 

 

Judul tulisan saya kali ini terinspirasi dari spanduk yang dibentangkan di pelataran plaza FISIP UI tiga tahun yang lalu. Saat itu, BEM FISIP UI, menyambut kami para mahasiswa baru (maba) FISIP UI angkatan 2008 dengan sebutan calon juara PIMNAS 2009.

Mungkin banyak yang tidak sadar dengan tulisan tersebut, tapi sebagai maba saat itu saya sangat terpacu dan bersemangat untuk ikut serta dalam ajang PIMNAS tahun berikutnya. Tulisan ini saya dedikasikan untuk para mahasiswa baru angkatan 2011 (walaupun tidak tertutup kemungkinan juga para mahasiswa senior angkatan 2010 ke atas) untuk membangkitkan semangat keilmuan dan kompetisi ilmiah di UI. Semoga dapat menginspirasi :)

Pernah dengar kata PIMNAS? Mungkin bagi sebagian besar masyarakat UI kata ini agak asing di telinga, kalah populer dari perlombaan atau event-event lain bertaraf internasional, sebut saja Imagine Cup, Shell Eco Marathon atau Harvard National Model United Nations.

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) merupakan sebuah ajang  kompetisi program kreativitas mahasiswa dan karya tulis ilmiah tingkat nasional yang diikuti oleh lebih dari 90 universitas, baik negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Pada tahun 2011 ini, Universitas Hasanuddin, Makassar, didaulat sebagai tuan rumah penyelenggaraan PIMNAS ke XXIV. Sebuah ajang yang cukup prestisius tentunya bagi mahasiswa di seluruh Indonesia.

PIMNAS sendiri setiap tahunnya terdiri atas kegiatan utama dan kegiatan penunjang. Kegiatan utama dalam PIMNAS merupakan kompetisi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang terdiri dari berbagai bidang.  Bidang-bidang tersebut antara lain penelitian, kewirausahaan, pengabdian masyarakat, dan penerapan teknologi. Selain itu ada juga PKM bidang gagasan tertulis dan artikel ilmiah yang batas waktu pengumpulannya berbeda dengan keempat PKM lainnya.

Untuk bisa sampai lolos ke PIMNAS, calon peserta (mahasiswa S1 atau D3) wajib membuat proposal PKM yang kemudian direview oleh Dewan Juri yang ditunjuk oleh Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) Kementrian pendidikan nasional. Sekitar 3-4 bulan kemudian, diumumkan hasil proposal PKM yang lolos dan berhak mendapatkan hibah kegiatan dari DIKTI yang nilainya berkisar antara 3 – 10 juta rupiah.

Tahap penilaian tidak sampai di situ. Untuk mennentukan layak atau tidaknya sebuah PKM lolos ke PIMNAS, masih ada tahap monitoring dan evaluasi pelaksanaan program yang memiliki jangka waktu antara 1-2 bulan. Tujuan dari tahap monitoring dan evaluasi ini adalah untuk menentukan apakah PKM yang diajukan layak untuk lolos dan dipresentasikan di PIMNAS.

Tahapan monitoring dan evaluasi ini tidak berlaku bagi mahasiswa yang mengajukan PKM gagasan tertulis maupun artikel ilmiah. Sebab, produk yang dihasilkan dalam kedua PKM tersebut adalah karya tulis sementara keempat PKM lainnya merupakan PKM kegiatan. Bagi mahasiswa yang lolos PKM gagasan tertulis otomatis akan menjadi peserta PIMNAS, sementara bagi mereka yang lolos PKM artikel ilmiah, karya tulis tersebut akan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah mahasiswa.

Cukup berat ya sepertinya? Memang, untuk menjadi peserta kegiatan utama di PIMNAS proses yang harus dilewati cukup panjang dan melelahkan. Bahkan, setelah lolos menjadi peserta PIMNAS dalam kegiatan utama pun, para mahasiswa masih harus berlomba meraih perhatian juri dengan mempresentasikan karyanya dalam kelas-kelas maupun dalam bentuk poster.

Bagi peserta yang dapat meyakinkan juri dengan ide inovatif dan karya terbaiknya, mereka berhak mendapatkan gelar juara 1,2, dan 3. Berbeda dengan perlombaan lain, lomba presentasi PKM di PIMNAS ini dibagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan bidang yang mereka ajukan. Jadi, dalam satu kegiatan PKM pengabidan masyarakat misalnya, bisa saja ada dua juara 1 karena ada dua kelas presentasi. Selain itu ada juga gelar peserta favorit (presentasi) dan gelar juara poster PKM yang juga dibagi per kelas.

Selain kegiatan utama, di ajang PIMNAS juga biasanya diadakan lomba kegiatan penunjang. Untuk tahun ini, Universitas Hasanuddin menyelenggarakan lomba karya tulis ilmiah sebagai lomba kegiatan penunjang. Ada 4 bidang yang diperlombakan pada kompetisi karya tulis ilmiah kegiatan penunjangn PIMNAS XXIV, yakni bidang Kemaritiman sains dan teknologi, Kemaritiman sosial dan budaya, Kewirausahaan dan Lingkungan.

Kegiatan lomba penunjang ini berbeda-beda setiap tahunnya. Tahun 2010 lalu, ketika PIMNAS diadakan di Universitas Mahasaraswati di Bali, lomba kegiatan penunjang mencakup lomba pidato bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Sementara, ketika tahun 2009, kegiatan lomba penunjang PIMNAS yang diadakan di Universitas Brawijaya, Malang, mencakup lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an dan Lomba Debat Bahasa Arab. Ironisnya, Universitas Indonesia justru lebih banyak berjaya di lomba kegiatan penunjang dibandingkan lomba kegiatan utama PIMNAS.

Tahun ini, UI hanya mengirimkan 4 tim PKM yang lolos pada ajang PIMNAS yang terdiri dari 1 tim PKM Penelitian dan 3 tim PKM gagasan tertulis. Dari keempat tim tersebut UI hanya bisa meraih  satu juara favorit pada PKM gagasan tertulis.

Sementara itu, pada kegiatan penunjang, UI mendapatkan dua buah piala dari lomba karya tulis kemaritiman bidang sosial budaya dan lomba karya tulis bidang lingkungan. Dari Lomba Karya Tulis Kemaritiman bidang Sosial Budaya inilah, saya, Annisa Meutia Ratri (Sosiologi 2008) dan Even Apillyadi (Ilmu Politik 2009) dapat meraih gelar juara II tingkat nasional,syukur alhamdulillah.

Meraih prestasi seperti ini memang tidak mudah. Dibutuhkan keuletan, kesabaran dan kerjasama tim yang kompak. Jujur saja, berkerja dengan latar belakang teman-teman yang berbeda jurusan dan di tengah berbagai kesibukan akademis maupun non akademis bukanlah hal yang mudah.

Terkadang amplitudo dalam dinamika kelompok berada pada titik paling negatif, namun tidak jarang juga berada pada titik paling positif. Inilah salah satu pelajaran yang mungkin tidak bisa teman-teman dapatkan jika tidak pernah mengikuti ajang perlombaan karya tulis ilmiah berkelompok. Kekompakan dan kerjasama tim benar-benar diuji di sini.

Kembali berbicara soal PIMNAS, track record UI di ajang PIMNAS memang tidak begitu bagus. UI belum pernah berhasil menjadi juara umum PIMNAS selama 24 tahun terakhir. Kita selalu kalah dalam perolehan jumlah medali pada kegiatan utama PIMNAS terutama dengan UGM, IPB, UNIBRAW dan bahkan ITB.

Ironis memang, sebuah universitas yang katanya terbaik di Indonesia justru kalah dengan universitas yang berada jauh dari ibukota. Oleh karena itu, mari kita bekerja sama untuk mewujudkan prestasi UI yang lebih baik di ajang PIMNAS.

Mulailah dari ide dan hal yang kecil, sebagai mahasiswa, kita dapat mengajukan berbagai proposal PKM mulai dari PKM gagasan tertulis hingga pengabdian masyarakat yang sesuai dengan apa yang kita pelajari di kampus dan kita amati sehari-hari. Jadi, siapkah Anda menjadi juara PIMNAS XXV?

Mari mulai menulis proposal PKM, untuk UI yang lebih baik di ajang PIMNAS XXV :)

untuk info lebih lanjut dapat follow twitter @UItoPIMNAS atau send group request di Facebook : UI to PIMNAS

 

Tags:

 
 

Tulisan Lainnya

1 Comments

 
  1. ilmanakbar says:

    kayanya bagus juga ya vin, kalo ada yg bikin analisis bandingin antara kampus kita dengan kampus2 lain tentang PKM & Pimnas2an ini.

    beberapa variabel yg bisa dibandigin kaya: bentuk dukungan rektorat, ketersediaan dosen pembimbing, program kerja organisasi mahasiswa tentang PKM2an, dst.. jadi ketahuan bagian mana yg UI masih perlu diperbaiki..

 

Leave a Comment

 

Gunakan Gravatar untuk menampilkan avatar.

Silakan login dulu supaya bisa ngasih komentar.