8.888 anggota | 2.808 tulisan | 13.142 komentar | daftar sekarang!

Login

Setelah login, halaman posting tulisan akan terbuka.
Register   |   Lupa Password?
tekan ESC atau klik luar form ini untuk kembali

Login

Register   |   Lupa Password?
tekan ESC atau klik luar form ini untuk kembali

Belajar ke Luar Negeri yuk! :D

 
Pesawat Menuju Luar Negeri (Ilustrasi ditambahkan Admin)

Pesawat Menuju Luar Negeri (Ilustrasi ditambahkan Admin) (cc/flickr/The-Lane-Team)

When you believe, somehow you will.

Ada banyak mimpi yang setiap orang pasti ingin mewujudkannya. Begitu juga dengan saya. Mengikuti student exchange selagi duduk di bangku kuliah adalah salah satu impian saya sejak awal saya masuk kuliah. Ya, sejak awal saat masuk kuliah. Bukan tanpa alasan saya memiliki mimpi seperti ini. Saya benar-benar ingin merasakan bagaimana rsaanya hidup di negeri orang, mempelajari sesuatu yang sangat berbeda dari apa yang kita lakukan sehari-hari, berinteraksi dengan orang yang benar-benar berbeda, hidup dengan budaya yang berbeda, dan segala sesuatu yang baru yang tidak bias saya rasakan di negri kelahiran saya.

Banyak orang yang menginspirasi saya sehingga mimpi saya begitu kuat dan semakin kuat setiap harinya untuk ingin saya wujudkan. Andrea Hirata, Ryzky Yudha, Imairi Eitiveni adalah beberapa di antaranya. Siapa yang tidak kenal Andrea Hirata? Ceritanya belajar ke negri Eropa telah tersebar di seluruh Indonesia, bukan karena dia orang berada mampu membayar biaya kuliah ke Eropa, Tapi karena usahanya mengejar cita-cita. Imairi Eitiveni adalah salah satu senior saya yang sempat merasakan belajar di luar negeri semasa masih kuliah di bangku sarjana. Ryzky Yudha? Beliau ini senior saya di Fasilkom yang paling paling paling menginspirasi dan banyak mendukung serta membantu saya mewujudkan impian saya ini ;)

Tidak mudah untuk mewujudkan impian saya yang satu ini. Saya melewati 4 kali seleksi untuk 4 program yang berbeda sebelum akhirnya pada program yang ke-5 saya dinyatakan lulus. Alhamdulillah ya sesuatu banget.. :P

First Trial: YSEP, Titech Japan

Saat meng-apply program ini, saya benar-benar hanya mengadu keberuntungan bermodalkan  ikut-ikutan senior saya. Inilah kali pertama bagi saya membuat CV, mengisi form ini itu, meminta surat rekomendasi ke sana kemari, interview dalam bahasa inggris. Hasilnya gagal. Lesson learned: Saat interview, pastikan kita punya planning tentang apa yang akan akan kita lakukan jika kita diterima mengikuti program itu nantinya.

Second Trial: Tokyo University of Foreign Studies

Untuk mengapply ke program ini lumayan ribet. Saya harus menyiapkan surat keterangan kesehatan (medical record) yang baru bisa diisin setelah ada hasil laboratorium dan Chest X-Ray. Setelah interview dan ini itu, hasilnya juga masih sama. Gagal

Third Trial: Ugrad, AMINEF

Aplikasi untuk ke program ini dilakukan langsung ke kantor penyelenggara, tidak melalui international office. Pada program inilah saya pertama kalinya membuat essay sebagai syarat bagian dari aplikasi yang harus dikirimkan. Hasilnya tetap masih gagal.

Forth Trial: Hiroshima University

Untuk meng-apply program ini saya kembali harus menyiapkan medical record yang hanya bisa diisi setelah ada hasil laboratorium dan Chest X-ray. Berhubung hasil lab dan X-Ray sebelumnya sudah tidak berlaku (hanya berlaku 6 bulan) maka saya harus merogoh kocek untuk test lab dan X-Ray lagi. Aplikasi program ini juga meminta essay sebagai salah satu syaratnya. Karena saya pernah membuat essay sebelumnya, maka saya hanya mendaur ulang essay tersebut dan memperbaiki kekurangnnya di sana sini. Setelah interview dengan saingan hanya satu orang dari UI, saya dinyatakan diterima pada program tersebut, tapi permohonan beasiswa saya ditolak. Sehingga jika saya tetap mengikuti program ini saya harus membayar semua biaya sendiri. Duit dari mana helloooooooooooooooo :’(

Fifth Trial: AMLES, Daejeon University

Pertama saya membaca pengumuman tentang program ini, saya tertarik tapi tidak langsung  menyiapkan berkas aplikasi. Pengumuman tersebut saya tutup begitu saja. Tapi beberapa hari kemudin sedang asik-asiknya saya browsing, saya membaca pengumuman itu lagi. Setelah saya pertimbangkan dengan asumsi waktu yang dibutuhkan akan cukup dan mengingat ini kesempatan terakhir saya, lalu saya menyiapkan semua berkas yang dibutuhkan. Dengan rekomendasi sakti dari PA tercinta saya, dukungan teman, dan essay daur ulang, berkas-berkas tersebut berhasil saya selesaikan sebelum deadline yag ditentukan. Kebetulan hasil tes lab dan x-ray yang ada sebelumnya masih berlaku sehingga saya tinggal membuat surat keterangan kesehatan di PKM berdasarkan hasil lab tersebut.

Tidak ada yang tahu apakah saya akan lolos pada percobaan pertama, kedua, ketiga, atau terakhir. Seandainya saya menyerah dan tidak mencoba kesempatan terakhir saya, mungkin saya tidak akan berada disini sekarang. Alhamdulillah pada kesempatan terakhir saya ini, saya dinyatakan lolos. This is best of the best Exchange programme that I have ever applied to. Saya merasa sangat beruntung diterima pada program ini, bukan program yang lain. Pada program ini, beasiswa yang diberikan bener2 full, mulai dari allowance bulanan, dorm, tuition fee, living cost, tiket pesawat pulang pergi, semuanya sudah tercover.

Setelah saya dinyatakan diterima, proses selanjutnya adalah mengurus cuti dan biaya kuliah di fakultas, mengurus visa ke Kedubes, dan packing! That’s how I’m here now..

So kalau kamu juga pengen banget ke luar negri gratis dengan ikut student exchange program, alias jalan2 sambil dapet ilmu, ini dia yang harus kamu miliki, kamu siapkan, dan kamu lakukan:

  • English proficiency. Klo ikut, Teofl Test minimal dapet skor 500 (syarat minimum dari UI buat bisa ikut student exchange)
  • Kenali dosen2mu dan senior2mu, berguna banget buat minta surat rekomendasi dan tips2 dan saran2 dari senior kamu yang udah lebih dulu pernah ikut program student exchange, juga buat nyari2 info lagi ada program apa aja yang lagi buka
  • Bikin paspor. Walaupun kamu belum tentu keterima, tapi kamu gak tau bakal keterima kapan. Jadi dengan jiwa optimis kamu bakal keterima, klo tiba2 kamu bener2 keterima kamu udah siap banget.
  • Nabung buat siap2 urus visa (sekitar 500ribuan, tergantung negara tujuan juga sih)
  • Join milis IO UI, internationaloffice@yahoogroups.com
  • Rajin2 mengunjungi IO UI di lantai 1 Gedung Rektorat UI, buat dapetin brosur atau info langsung tentang program yang lagi buka, atau buat nanya2 info lebih lanjut tentang apa yang udah kamu dapat dari milis.

Sebenernya masih banyak cara lain buat ke luar negri gratis, seperti ikut conference, seminar, lomba, dll, tapi kebetulan pengalaman saya cuma dari student exchange ini ;)

Okey sekian saja dari saya. Semangat ya buat teman2 semua.. jangan lupa doa dan minta dukungan orang tua, itu yang terpenting :D

———–

Rizki Amelia, Fasilkom 2008

-Incheon, South Korea 2012/01/07

Nb: Baca juga ini dan ini

 

Tags:

 
 

Tulisan Lainnya

8 Comments

 
  1. harsono81 says:

    gw baru tahu lho, lo apply bnyak banget,,dah,,
    ㅋㅋㅋㅋㅋ. thumbs up..:)

  2. radityar says:

    sesuatu banget LOL

  3. Keep inspiring kaka!
    Doakan aku juga yah!

 

Leave a Comment

 

Gunakan Gravatar untuk menampilkan avatar.

Silakan login dulu supaya bisa ngasih komentar.