8.961 anggota | 2.850 tulisan | 13.145 komentar | daftar sekarang!

Login

Setelah login, halaman posting tulisan akan terbuka.
Register   |   Lupa Password?
tekan ESC atau klik luar form ini untuk kembali

Login

Register   |   Lupa Password?
tekan ESC atau klik luar form ini untuk kembali

Tips dan Trik Juara di PIMNAS

 

Keren ga sih kalau di daftar riwayat hidup ada tulisan “Juara X PIMNAS Tahun XXXX”? Pasti keren banget lah, karena PIMNAS adalah salah satu ajang paling bergengsi untuk mahasiswa sejagat raya Indonesia. Eh, tapi susah ga sih untuk jadi juara di PIMNAS? Ga susah kok, gampang banget jadi juara di PIMNAS, asal tau tips dan triknya, hoho.

Lolos Tahap Awal Seleksi DIKTI

Salah satu syarat lolos PIMNAS adalah mengirimkan proposal penelitian. Masalah yang sering dihadapi adalah kesulitan menemukan ide yang orisinal dan unik. Keliatannya agak susah, tapi sebenarnya ide yang orisinal dan unik itu ga harus ide-ide yang rumit. Umumnya pemenang di PIMNAS adalah tim-tim yang menuliskan ide-ide sederhana dengan sudut pandang yang unik, mudah diaplikasikan, dan bermanfaat untuk masyarakat.

Nah, untuk menemukan ide-ide tersebut, mulailah melihat sekeliling kita. Pahami setiap akar permasalahan dengan baik dan benar, dengan demikian ide-ide orisinal dan unik untuk menyelesaikan permasalahan tersebut akan lebih mudah untuk ditemukan.

Kalau menemukan ide kita sama dengan pemenang PIMNAS sebelumnya dan/atau proposal-proposal yang pernah lolos PIMNAS, kita dapat menyiasatinya dengan mengubah pelaksanaannya. Pokonya harus ada unsur yang membedakan dengan ide-ide yang pernah ada.

Keliatannya susah ya? Tapi ga juga kok, karena sebenarnya masyarakat mempunyai banyak permasalahan yang belum dapat diselesaikan. Buka mata lebar-lebar dan lebih jeli melihat permasalahan yang ada.

Hal lain yang akan menjadi penilaian adalah kesesuaian bidang ilmu yang kita miliki dengan proposal PIMNAS yang akan dibuat. Kenapa perlu ada kesesuaian? Intinya sih sederhana, buat apa susah-susah kuliah tapi ternyata ilmu yang kita miliki tidak dapat diaplikasikan. Jika ilmu ini bisa diaplikasikan, tentunya akan menarik minat juri-juri dan mendapatkan nilai lebih. Tapi bukan berarti proposal PIMNAS yang ga sesuai bidang ilmunya ga akan dilirik juri.

Kalau bisa, jangan dadakan ngerjainnya. Proposal penelitian ini harus dipersiapkan sebaik mungkin, tujuannya agar konten dikirimkan lebih matang. Yah, minimal butuh 2-3 bulan untuk mempersiapkannya. Jangan lupa untuk mencari pembimbing yang sesuai dengan ide proposal penelitian. Pokonya jangan dadakan deh nyari pembimbingnya. Kalau pembimbingnya dadakan dan asal-asalan milih, nanti siapa yang akan memeriksa konten proposalnya? Oia, pembimbingnya boleh lebih dari satu orang, tapi hanya ada satu orang pembimbing yang tertulis secara resmi di lembar pengesahan.

Persiapan proposal ini, tidak hanya mempersiapkan masalah konten, tetapi juga mempersiapkan permasalahan administrasi. Ga asik banget kalau proposal kita ga lolos hanya karena kesalahan administrasi. Jangan malas untuk membuka-buka buku panduan penulisan PKM yang dikeluarkan oleh DIKTI. FYI, setiap tahunnya DIKTI mengeluarkan buku panduan penulisan PKM, so keep update! Siapa tau ada sedikit perubahan yang cukup signifikan.

Bocoran kecil lagi, setiap tahunnya DIKTI menerima lebih dari 20 ribu proposal. Kebayang ga sih nyeleksinya kaya gimana? Oleh karena itu diperlukan judul yang menarik. Judul proposal akan menentukan kesuksesan kita menembus seleksi pertama. Jangan kaget kalau proposal dibuang karena judulnya ga menjual dan membuat ide kita terlihat jadul.

Yah, judul itu seperti cinta pada pandangan pertama, kalau judulnya menarik, pasti akan dilihat isinya. Kuncinya jangan buat judul yang panjang-panjang, cukup 12 kata. Dalam 12 kata tersebut kita harus menggambarkan ide kita dengan baik.  Gunakan kata-kata yang tepat dan tidak menimbulkan kerancuan.

Judulnya pun harus disesuaikan dengan PKM yang diikutsertakan. Misalnya, untuk PKM-K, buat judul sebuah kegiatan wirausaha yang idenya benar-benar unik dan orisinal, bahkan kalau bisa kegiatan wirausaha yang kita lakukan dapat memberdayakan masyarakat dan meningkatkan perekonomian. Contoh lainnya, untuk PKM-T, judul harus menggambarkan teknologi yang dibuat dapat menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat dan telah bekerja sama atau memiliki mitra.

Oia, penggambaran ide di dalam judul, sebisa mungkin menyatakan bahwa kegiatan ini aplikatif dan dapat membantu masyarakat. Inget Tridharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa ga cuma kuliah dan/atau membuat penelitian, tapi juga membantu masyarakat. Menurut saya sih, ini yang paling penting. Tujuan dilaksanakannya PIMNAS bukan hanya berupaya meningkatkan minat mahasiswa terhadap penelitian, yang terpenting adalah mahasiswa dapat membantu memecahkan masalah yang terjadi di masyarakat dan membuat hidup masyarakat menjadi lebih baik lagi.

Jadi jangan ragu untuk menonjolkan keunikan dan orisinalitas penelitian ini pada judul tersebut. Tapi jangan sampai judulnya terlalu keren sementara isinya ngejomplang. Harus sesuai dan pas takarannya.

Lolos PIMNAS

Setelah lolos tahap awal seleksi DIKTI, proposal penelitian kita akan didanai. Nah, setelah itu akan ada tahap monitoring dan evaluasi (monev) terhadap kegiatan penelitian yang telah dilakukan. Monev akan dilakukan dalam bentuk presentasi.

Buat presentasi yang menarik dan tidak membosankan. Jangan terlalu banyak kalimat dalam satu slide, maksimal hanya ada enam baris kalimat. Karena dalam presentasi, fokus utamanya bukan slide yang ditampilan tapi penjelasan yang akan kita sampaikan dari slide tersebut. Jadi ga perlu pakai flash atau program yang rumit, pakai power point pun bisa. Ingat, menarik itu tidak perlu rumit.

Setiap tim akan diberikan waktu presentasi yang sangat terbatas, hanya 10-15 menit, maka sampaikan hal-hal yang penting. Buatlah sebuah pembukaan yang menarik karena dua menit pertama akan mempengaruhi juri untuk melihat seluruh presentasi. Penutupnya pun harus menarik, jangan sampai ngejomplang antara pembukaan dan penutupan.

Tonjolkan kelebihan dari penelitian  ini dengan memperlihatkan keseriusan dan minat yang besar terhadap penelitian. Ada beberapa cara yang dapat digunakan, seperti memunculkan dokumentasi kegiatan, laporan keuangan, jaringan kemitraan penelitian, adanya kebermanfaatan terhadap masyarakat, dan keberlangsungan kegiatan setelah PIMNAS selesai.

Ketika menjelaskan pun, jangan menggunakan istilah yang rumit karena belum tentu juri yang akan menilai mempunyai latar belakang yang sama dengan peserta. Selain itu, tekankan pula bahwa penelitian ini tidak memerlukan biaya mahal, menggunakan hal-hal yang sederhana dan mudah diaplikasikan.

Juara di PIMNAS

Dapat pengumuman lolos PIMNAS? Eits, jangan senang dulu. Masih ada sekitar 100 tim yang harus dikalahkan.

Show off!! Itu kata kuncinya untuk tahap terakhir. Penilaian tahap terakhir ini tidak jauh berbeda dengan penilaian pada tahap kedua. Keluarkan segenap kemampuan. Tambahkan fakta-fakta dan hal-hal detail yang belum sempat tersampaikan pada tahap monev, seperti perkembangan penelitian. Kalau ada produk yang dihasilkan dari penelitian ini, tunjukkan pada juri bagaimana wujud dari produk tersebut dan cara kerjanya. Juri itu senang dengan sesuatu yang kongkrit.

Setelah presentasi, jangan lupa banyak berdoa. We do the best and God do the rest :)

 

Info lebih lanjut tentang UI to PIMNAS:

Facebook: Group UI to PIMNAS
Twitter: @UItoPIMNAS
Website: uitopimnas.co.nr

 

Tags:

 
 

Tulisan Lainnya

0 Comments

 

You can be the first one to leave a comment.

 

Leave a Comment

 

Gunakan Gravatar untuk menampilkan avatar.

Silakan login dulu supaya bisa ngasih komentar.