“The expert in anything was once a beginner”.

Merasa gugup menanti wawancara magang kamu? Jangan takut! Artikel ini akan membantu kamu bersiap-siap menghadapi wawancara.

Kalau kamu sedang bersiap-siap menghadapi wawancara magang, selamat! Karena berarti kamu sudah melewati tahap pertama, yaitu screening CV. Sekarang, kamu harus melewati satu tahap lagi, yakni meyakinkan perusahaan bahwa kamu adalah kandidat intern yang tepat lewat wawancara.

Lalu, apa saja pertanyaan mendasar yang biasa ditanyakan di wawancara magang?

BACA JUGA: 5 Public Figure Dunia dan Pekerjaan Pertama Mereka

 

advertisement

1. “Tell me about yourself.”

Jawab secara terstruktur, singkat, dan padat via richmondcc.edu

Jawab secara terstruktur, singkat, dan padat via richmondcc.edu

Biasanya, pertanyaan ini menjadi pertanyaan paling pertama yang diajukan oleh pewawancara. Cara terbaik untuk menjawab pertanyaan ini adalah dengan menjawab secara terstruktur, singkat, dan padat. Perkenalkan diri kamu, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja atau organisasi yang relevan, dan akhiri dengan pernyataan mengapa kamu tertarik menempati posisi tersebut.

Kamu tidak perlu menceritakan semua hal tentang diri kamu—hanya ceritakan pengalaman yang memang relevan dengan posisi yang kamu incar. Selain itu, jangan hanya bercerita tentang di mana kamu pernah bekerja atau apa pengalaman kamu, tapi lebih kepada apa yang kamu capai dari pekerjaan atau pengalaman tersebut.

Buatlah cerita tentang dirimu yang gampang diikuti oleh pewawancara dan fokus menekankan pada apa yang membedakan dirimu dibandingkan kandidat lain. Make yourself memorable!

 

2. “Now, let’s talk about your resume.

Gak perlu bertele-tele menceritakan semua isi resume kamu via middleearthnj

Gak perlu bertele-tele menceritakan semua isi resume kamu via middleearthnj

Pewawancara pasti sudah membaca resume kamu, tapi lewat pertanyaan ini pewawancara memberikan kesempatan bagi kamu untuk mengelaborasi apa yang telah kamu tulis. Sama seperti poin sebelumnya, tidak perlu bertele-tele dan panjang-panjang menceritakan semua isi resume kamu. Manfaatkan kesempatan ini untuk memasarkan diri kamu dengan menceritakan pencapaian-pencapaian kamu. This is not about what you do, but more about why and how you do it.

Kamu bisa menceritakan pencapaian kamu dengan struktur S-T-A-R (situation, task, action, result). Jelaskan tentang situasi yang kamu hadapi dalam pekerjaan atau organisasi (situation), tugas yang diberikan kepada kamu (task), tindakan yang kamu ambil (action), dan hasil yang kamu capai (result). Pastikan menguasai resume kamu luar dalam!

advertisement

 

3. “Give me an example or a situation which…”

"Give me an example or a situation which…” via glassdoor

“Give me an example or a situation which…” via glassdoor

Melalui pertanyaan ini, pewawancara berusaha untuk memprediksi bagaimana kamu akan menangani dan menyelesaikan masalah di tempat kerja. Bagaimana kamu menangani konflik atau tekanan kerja, misalnya.

Cara terbaik untuk menjawab pertanyaan berupa studi kasus ini adalah dengan menemukan akar permasalahannya terlebih dahulu. Take a step back and find the root cause of the problem. Lalu, setelah mengidentifikasi akar permasalahan, jabarkan alternatif solusinya kepada pewawancara. Terakhir, buatlah daftar prioritas mana solusi yang akan dieksekusi terlebih dahulu. Dengan alur berpikir seperti ini, pewawancara akan dapat menilai cara berpikirmu saat menyelesaikan masalah.

 

4. “Where do you see yourself in 5 years?

"Where do you see yourself in 5 years?” via getmejob.ae

“Where do you see yourself in 5 years?” via getmejob.ae

Pertanyaan ini bisa dibilang salah satu yang paling membingungkan untuk dijawab.  Di sini, pewawancara berusaha untuk menggali lebih lanjut tentang rencana karier jangka panjang kamu. Masalahnya, tidak semua orang—apalagi mahasiswa atau fresh graduate—sudah tahu tujuan dan apa yang ingin mereka lakukan dalam lima tahun ke depan.

Tidak ada jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini. Jawab sesuai visi pribadi kamu dalam dunia profesional. Namun, tidak masalah jika kamu jujur bahwa kamu belum memiliki rencana yang konkret, asal kamu menyatakan bahwa kamu memiliki keinginan kuat untuk dan terbuka terhadap kesempatan dan pengalaman. There is no need to overengineer your future. Who knows if you will find your purpose at the company?

Jangan lupa untuk menghadiri wawancara tepat waktu dan dengan berpakaian sopan. Berikan senyum terbaik kamu untuk membuat kesan pertama yang baik. Remember, practice makes perfect!

Nah, kalau kamu lagi bingung nyari tempat magang, kamu bisa temukan kesempatan magang dan kerja di Bukapintu.

 



Apa pendapatmu tentang tulisan ini? BARU!
  • 😊 (61%)
  • 😍 (18%)
  • 😒 (11%)
  • 😭 (7%)
  • 😮 (4%)
  • 😡 (0%)
  • 😆 (0%)