Kamu mahasiswa UI yang baru lulus kuliah dan lagi seru-serunya job-hunting alias nyari kerjaan? Bingung kok sampai sekarang CV atau daftar riwayat hidupnya belum ada yang jebol? Hmm, mungkin kamu perlu mengubah sedikit CV kamu supaya terlihat outstanding dan melihat contoh daftar riwayat hidup yang menarik.

Tahukah kamu? Dalam setiap perusahaan,  mungkin tidak hanya CV kamu yang diterima pada kotak masuk (inbox) surat-menyurat perusahaan tersebut. Mungkin CV kamu ditumpuk di tengah-tengah di antara ratusan atau bahkan ribuaaaan CV pelamar lainnya. Lalu, gimana caranya kamu mampu meyakinkan pihak HRD atau pihak perusahaan tempat kamu mengirim CV untuk melamar kerja bahwa kamulah yang terbaik dan pantas bekerja dibandingkan pelamar lain? Cuma modal ngaku-ngaku alumni UI? Yakin? Coba itung ada berapa banyak alumni UI yang juga apply ke perusahaan tersebut? Kamu doang?

Well, selamat ya. Ternyata nggak kamu doang. Jadi, gimana caranya supaya dia tertarik melihat CV kamu? Ada beberapa trik & cara yang anakui.com berhasil kumpulkan untuk membuat CV kamu dilihat oleh HRD, spesial buat kamu! Berikut di antaranya:

Format CV Menarik dan Professional

Format CV Menarik dan Professional. (Sumber:)

Format CV Menarik dan Professional. (Sumber:Photo Credit: EersteWerkgever.nl via Compfight cc)

Tampilkan keunikan dan keunggulan kemampuan personal kamu. CV kamu harus mampu merepresentasikan kompetensi, pengalaman, dan gaya presentasi diri kamu. Profesional yang dimaksudkan di sini tak harus bersifat formal dan membosankan, melainkan kamu harus membuat diri kamu tampil semenarik mungkin  pada CV yang kamu buat.

 

Singkat dan Padat

Kayaknya, mending CV harus singkat dan padat aja deh. (Sumber: hotneukpophj)

Kayaknya, mending CV harus singkat dan padat aja deh. (Sumber: hotneukpophj)

Jangan terlalu banyak membuang halaman, CV sebaiknya dibuat singkat dan padat. Agar pembaca tidak bosan, panjang CV disarankan maksimal dua halaman.

advertisement

 

Data Diri Lengkap

Data Diri Lengkap. (Sumber: baike.m.sogou)

Data Diri Lengkap. (Sumber: baike.m.sogou)

Cantumkan alamat profesional kamu, termasuk nomor handphone dan e-mail untuk korespondensi. Pastikan email kamu bukan nunaCh4nti9ue89@yahoo.com yah! Pastikan juga semua data komunikasi yang kamu isikan, dapat dihubungi kapan saja oleh penerima CV. Di dunia professional, seseorang bisa dikatakan “professional” atau “tidak professional” hanya dengan menilai apakah ia sanggup mengangkat telepon kapan pun dibutuhkan.

 

Bertujuan Jelas

"Ih, CV apaan nih?!" (Sumber:)

“Ih, CV apaan nih?!” (Sumber:Photo Credit: Alan Cleaver via Compfight cc)

Tuliskan jabatan yang dituju, sesuai kode yang perusahaan berikan, jika ada. Serta utarakan kenapa kamu memilih perusahaan tersebut. Pastikan kamu melamar pada perusahaan yang pekerjaannya sesuai dengan passion kamu, atau setidaknya kamu menyukainya. Jika tidak, sebaiknya tidak usah melamar. Setiap perusahaan mencari pegawai yang mencintai apa yang dikerjakannya dan mengerjakan apa yang dicintainya.

 

Pendidikan, Pelatihan, Prestasi

kasih tau, apa aja prestasi kamu. (Sumber: flickr)

kasih tau, apa aja prestasi kamu. (Sumber: flickr)

Dalam kualifikasi, beri penekanan pendidikan atau pelatihan yang pernah kamu ikuti. Cantumkan penugasan, proyek individu, proyek kelompok, presentasi, nilai, prestasi yang pernah diraih, apa pun yang membuat kamu menonjol dan relevan dengan posisi yang diincar. Proporsi pencantuman antara tugas dan prestasi, perlu seimbang.

advertisement

 

Pengalaman

Pernah jadi volunteer? masukin aja. (Sumber: di sini)

Pernah jadi volunteer? masukin aja. (Sumber: di sini)

Cantumkan pengalaman kerja bermakna yang pernah kamu jalani, baik secara profesional maupun sukarela, yang relevan. Termasuk kerja sukarela, penempatan saat Praktek Kerja Lapangan berkaitan dengan mata kuliah yang kamu ambil.

 

Kemampuan Khusus

Kemampuan khusus. (Sumber: allianceabroad)

Kemampuan khusus. (Sumber: allianceabroad)

Jelaskan pula kemampuan khusus apa yang kamu miliki dan kamu sangat skill-able dalam bidang itu. Misal: kepemimpinan, time management, project management, social media, design, photography, dan lainnya.

 

Referensi

Berikan referensi. (Sumber:)

Berikan referensi. (Sumber:Photo Credit: T-Oh! & Matt via Compfight cc)

Jika ada pihak tertentu yang merekomendasikan perusahaan tempat kamu akan bekerja, cantumkan nama pihak pemberi referensi yang bisa menambah kredibilitas kamu. Bisa tokoh di bidang kreatif, mentor saat bekerja sebelumnya, dosen pembimbing, atau seseorang yang memiliki reputasi baik di bidang yang dilamar dan pastikan orang atau institusi yang merekomendasikan kamu telah mengenal pribadi kamu dengan baik sebelumnya. Mintalah izin terlebih dahulu pada pihak pemberi referensi, bahwa nama mereka kamu sertakan, dan kirim update CV terakhir kamu ke alamat pemberi referensi sebagai backup data kamu saat dihubungi pihak perekrut.

 

Bila kamu berminat memasuki perusahaan yang bergerak di industri kreatif, seperti agensi periklanan atau  studio film, buatlah CV kamu terlihat atraktif, “menjual”, dan efektif dengan merancang CV kamu secara visual dan “berbeda” dari CV pada umumnya. Berikut di bawah ini adalah beberapa CV yang menarik dan atraktif secara konten dan visual :

(Sumber: di sini)

(Sumber: di sini)

 

 

(Sumber: di sini)

(Sumber: di sini)

 

Apa? Nggak cukup dengan contoh CV keren di atas? Tenang! Kami punya referensi lainnya, nih. Kamu bisa cek ke laman theultralinx ini. Semoga dapat pencerahan, ya!

 



Apa pendapatmu tentang tulisan ini? BARU!
  • 😊 (56%)
  • 😍 (20%)
  • 😒 (6%)
  • 😮 (5%)
  • 😆 (5%)
  • 😡 (4%)
  • 😭 (4%)