Suka kpop? Super junior, SNSD, dan girl band / boyband lain? Kayanya heboh banget ya kalo ngeliat TV Indonesia sekarang, imitasi2 budaya dari bangsa semenanjung tersebut diatas. Kira-kira temen semua disini tau ga sih kalo hobi kamu bisa loh dipelajari secara akademik di Universitas Indonesia? Dibentuk dan memiliki angkatan pertama di tahun 2006, jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea memang terhitung baru. Dan telah menghasilkan kurang lebih 70 alumni yang sekarang bekerja di lapangan kerja terkait.

Kenapa namanya Bahasa dan Kebudayaan korea, karena translasi dari bahasa korea yg sebenernya 한국학과 yang kalau di bahasa Indonesia in adalah ilmu tentang korea, ga secara sempit belajar sastra aja tapi didalamnya juga termasuk budaya, sejarah, masyarakat, dan korporasi perusahaan korea. Mulai dari tahun kedua dibentuk, statistik peminat jurusan ini juga ga main-main kira2 langsung menempati 15 besar passing grade di kalangan ilmu sosial. Setengah dari dosen berasal dari kementrian edukasi korea, dan dari KOICA, yaitu native diimpor dari negeri ginseng. Dan untuk mata kuliah korea bisnis, dosennya adalah expat entrepreneur muda yang nama dan pengalamannya udah tersohor banget di dunia bsnis.

Begitupun dengan dosen Indonesianya yang ga kalah canggih, kebetulan baru-baru ini kepala prodi jurusan baru diganti dari ibu Christine T. B yang tahun ini juga mendapat penghargaan dalam dedikasinya terhadap bahasa korea di Seoul menjadi ibu Rura Ni Adinda yang juga kepala Abakor UNAS yang mengemban pendidikan di Seoul Univ of Education untuk gelar masternya. Ada juga ibu Usmi yang kamus dan bukunya gampang banget kita temui di toko buku terdekat. Dan dosen-dosen super capable lainnya yang kepanjangan kalo saya jelaskan di sini satu persatu.

Terus mau jadi apa kalo udah lulus? Boyband atau girlband yang bakal meramaikan industry ipop? Hahaha ngawur, kan disini belajar akademis tentu saja lulusan kira2 lebih dari 50% bekerja di beberapa perusahaan korea yg tiada henti masuk ke Negara kita. Sebut saja Lotte, SK, CJ, produk Digital, media, Posco yg baru baru ini merger sama Krakatau Steel, dan banyak lagi pabrik2 berkepemilikan / investor korea di luar Jakarta.

Terhitung baru 3 universitas di Indonesia yang “berani” membuka jurusan ini, sejarah terlama ada Univ Nasional dengan Abakor nya yang menyediakan program d3, UGM sastra Korea mengawali program d3 lalu membentuk program strata di tahun yang sama dengan UI, 2006. Dan Gosipnya akan segera di buka di daerah lain, menyusul.

Kenapa harus di UI? Siapa yang kemarin mampir ke “Korea Education Fair”? nah, karena kampus kita sudah banyak menjalin networking dengan universitas – universitas ternama di korea selatan besar peluang untuk exchange maupun mengikuti program potongan biaya pendidikan dengan biaya sendiri, terhitung 3 mahasiswi master yang sebentar lagi akan lulus dari angkatan 2006 di Ewha, Seoul, dan Kookmin University mereka berangkat dari program beragam, ada yg KGSP dan undangan Proffesor. 2007/8?

advertisement

Ada program pertukaran tetap di Yonsei dari Korindo dan Korean Univ of Foreign Studies setiap tahun satu mahasiswa. Ada juga youth camp kurang lebih ada 3 jenis, tiap tahun tapi fluktuatif suka ada dan tiada gitu. Dan ada 2 mahasiswa aktif di Seoul Univ di program s1 dari KGSP juga angkatan 2006 dan 2008. 2 mahasiswa exchange satu tahun yaitu saya di Daejon Univ, dan angkatan 2009 yg baru akan memulai semesternya spring ini di Yonsei Univ.

Ga lolos seleksi exchange karena terlalu kompetitif dan kualifikasi nya ketinggian? Jangan sedih. Karena mahasiswa masih bisa berinteraksi langsung dengan teman2 volunteer korea dari PAS (Pacific Asian Society) yang dateng ke UI setiap winter break, dan special exchange program dari jeoson University yg dateng setiap semesternya. Kalo kamu masih ada obsess di performing art? Kita punya klub buchaechum dan samulnori juga loh, tapi ekstrakulikuler. Belum lagi KCD, yang jumlah visitor tiap tahunnya meningkat sampe lebih dari 5000an pengunjung. Semua itu cuma sampingan karena intinya ya tetep aja belajar.

Kalo ada yang tau istilah ekonomi “The Law of Diminishing Marginal Return” emang awal awal bisa aja suka kpop, tapi nanti pasti lama2 muak, percaya deh. Karena ga semuanya di jurusan ini adalah kpopers jadi jangan salah sangka. Ada juga yg kepeleset pilihan kedua, macem macem lah pokonya asal dijalanin semua Alhamdulillah Alhamdulillah aja tuh. Nah! Emang sih jujur punya jujur, penulis cuma mau promosi kalo jurusan kita tuh ada dan males aja kalo denger ada yang nyinyir, “hah, apaan tuh jurusan sastra korea” biar tau aja kalo kita juga berprestasi dan berkarya, gak kalah sama yang lain.

Sekian tulisan saya kali ini, terimakasih buat yang udah baca ☺



Apa pendapatmu tentang tulisan ini? BARU!
  • 😍 (87%)
  • 😊 (4%)
  • 😒 (3%)
  • 😡 (2%)
  • 😭 (2%)
  • 😮 (2%)
  • 😆 (1%)

advertisement