Ini adalah curahan opini pribadi dari gw yang pernah berkecimpung di dunia kesejahteraan mahasiswa membantu teman-teman mahasiswa (juga mahasiswi) yang kurang beruntung.

Pengertian Beasiswa adalah pemberian berupa bantuan yang diberikan kepada perorangan yang bertujuan untuk digunakan demi keberlangsungan pendidikan yang ditempuh.

Sepanjang gw berkecimpung di dunia kesejahteraan mahasiswa, gw beasiswa dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu beasiswa prestasi dan beasiswa tidak mampu. Tentu dua hal tersebut (beasiswa prestasi dan beasiswa tidak mampu) tidak berdiri sendiri-sendiri. Dua hal tersebut saling mempengaruhi hanya saja berbeda porsinya. Misal, jika yang dimaksud adalah beasiswa prestasi maka parameter utama yang digunakan adalah pencapaian prestasi seseorang. Namun jika terdapat beberapa orang calon penerima yang memiliki pencapaian prestasi yang setara makan parameter ketidak mampuan dalam kesejahteraan dapat dijadikan alat bantu untuk dapat member nilai tambah dalam proses seleksi penerima beasiswa. Begitu pun sebaliknya untuk beasiswa tidak mampu.

Dua jenis beasiswa tersebut juga dibedakan melalui persyaratan pengajuannya. Jika beasisawa prestasi maka persyaratan di fokuskan pada pencapaian prestasi yang telah dicapai baik akademis maupun akademis. Jika beasiswa tidak mampu maka Fokus utamanya adalah pada hal-hal yang membuktikan ketidak mampuan ekonomi seperti surat keterangan dari perangkat pemerintah setempat atau rekomendasi dari tetangga atau saudara terdekat. Untuk beasiswa tidak mampu persyaratan berkaitan dengan pencapaian akademis dan non akademis juga dapat disertakan tapi tidak setinggi jika dibanding persyaratan beasiswa prestasi hanya untuk membuktikan kesungguhan yang bersangkutan dalam menempuh pendidikan yang sedang dijalani. Tapi jangan sampai pesyaratan pencapaian akademis dan non akademis itu memberatkan. Karena kadang ketidakmampuan seseorang membuatnya tidak memiliki pencapaian yang maksimal karena pada saat yang sama dia dibebankan kewajiban untuk melangsungkan hidup. Bukan saja hidupnya tapi juga orang-orang lain yang menjadi tanggung jawabnya.

Dalam hal ini gw pribadi lebih setuju jika beasiswa ditujukan bagi yang tidak mampu dimana pencapaian prestasi dapat menjadi alat bantu seleksi. Karena sesuai definisi beasiswa yang sudah gw sebutkan di atas dimana terdapat kata “bantuan” di sana. Bukan berarti meniadakan penghargaan bagi yang berprestasi tapi diharapkan porsi beasiswa untuk tidak mampu itu lebih diutamakan. Karena sepengamatan saya ketidak mampuan ekonomi itu lebih sulit dipalsukan daripada pencapaian prestasi. Karena gw menjadi saksi bagaimana seseorang mencapai Cum Laude dengan sokongan beasiswa prestasi dengan cara tercela. Seseorang akan menempuh berbagai macam cara agar memiliki presatasi yang bagus.

Mengenai pesyaratan pengajuan beasiswa gw berpendapat agar persyaratan itu tidak mengikat yaitu hanya ada ketika proses pengajuan untuk seleksi. Boleh saja jika penerima beasiswa diwajibkan untuk memberi laporan perkembangan atau mengikuti beberapa kegiatan yang diwajibkan pemberi beasiswa sebagai bentuk supervisi dan untuk menjalin interaksi yang baik antara pemberi dan penerima beasiswa . Tapi sebaiknya penerima beasiswa tidak diikat dengan kewajiban yang sifatnya harian atau pekanan. Harus dipahami adalah membantu sesorang dengan memberi beasiswa jangan membuat kita merasa berhak membeli hidup seseorang dengan mengaturnya dalam kegiatan harian dan pekanan.

advertisement

Sedikit pesan untuk penerima beasiswa. Beasiswa itu banyak macamnya dan sumbernya. Para penerima beasiswa agar memperhatikan dengan seksama persyaratan beasiswa agar bisa maksimal. Dan diharapkan para penerima agar kritis mengenai status pemberi beasiswa dan sumber dana yang digunakan.

Semoga bermanfaat..



Apa pendapatmu tentang tulisan ini? BARU!
  • 😊 (68%)
  • 😮 (12%)
  • 😆 (7%)
  • 😡 (5%)
  • 😭 (2%)
  • 😒 (2%)
  • 😍 (2%)