Rasa malas yang datang saat kuliah berjalan memang seperti akun UI Cantik. Bikin khilaf, tapi susah dilepaskan. Tapi akun UI Cantik masih mending, seenggaknya masih bisa di-stalk dan bisa dijadiin referensi jodoh. Lah rasa males? Udah bikin khilaf, nggak bisa di-stalk, nggak berfaedah buat jodoh pula, bah!

Memang benar kalau ada yang bilang bahwa rasa malas itu adalah hakikat kehidupan: Ia pasti ada dalam episode kehidupan manusia. Tanpa rasa malas, manusia bakal ngelakuin semuanya sendirian tanpa bekerjasama dengan orang lain karena saking semangatnya. Tanpa rasa malas, banyak inovasi zaman modern ini yang mungkin nggak akan hadir dan menemani, kayak kamu. Tanpa rasa malas, nggak bakal ada lift di jagad UI, nggak bakal ada bikun yang menemani, dan mungkin belanja online, harbolnas, dan nego cincay juga nggak akan ada, yang kesemuanya itu adalah berkah kehidupan.

Walaupun rasa malas adalah hakikat kehidupan, bukan berarti rasa malas harus dipiara dan ditumbuhkembangkan dan menjadi panutan remaja di seluruh SMP se-kecamatan. Rasa malas itu harus disikapi secara tepat karena apabila dibiarkan, maka rasa malas itu akan berbahaya bagi kehidupan dan mahasiswa UI nggak bisa lagi mengabdi Tuhan, bangsa, dan negara Indonesia. Apabila keadaannya begitu, maka hanya ada satu kata: LAWAN!

Eit, tapi tunggu dulu! Sebagaimana YangLeks Al-Zimbabwewiyah memberikan nasihat bijaknya “Tapi masih batas wajar”, maka ngelawan rasa males di sini juga harus dalam batas wajar. Terus juga harus ekonomis, biar bisa nabung beli dinamo kilikan. Yang kesemuanya itu bakal dibocorin di sini. Nah, kuy nggak nih? Kuy lah…

 

1. Cek Absen

Siapa di sini yang nggak pernah titip absen? Kamu hebat! (via wartawantanpabayaran)

Hal pertama dan yang paling utama saat kamu merasa malas saat kuliah adalah dengan mengecek absen kamu. Selain itu, kamu juga harus perhatiin kesepakatan dengan dosen dalam mata kuliah yang kamu ambil mengenai kehadiran. Kalau kesepakatan dengan dosen kamu membolehkan untuk tidak seratus persen hadir dalam suatu mata kuliah dalam satu semester, maka kamu beruntung. Dengan demikian, kamu bisa memanfaatkan satu (benar-benar “satu” secara harfiah) pertemuan mata kuliah untuk hal lain yang dapat menumbuhkan semangat kuliahmu kembali. Yang “hal lain” itu akan dijelaskan pada poin-poin berikutnya.

advertisement

 

2. Naik KRL

Bersyukurlah, kita nggak harus kayak gini setiap hari (via nyoozee)

Hal berikutnya ini bisa kamu lakukan kalau kamu sudah memenuhi langkah pertama. Kalau kamu nggak memenuhi, mendingan cari hari lain yang nggak ada kelas, hari Minggu misalnya. Buang jauh-jauh pikiran untuk titip absen walaupun kamu bisa karena di kuliah ini integritasmu sedang diuji. Juga buang jauh-jauh pikiran untuk cabut kelas, apalagi kalo kamu belum paham materi dan belum siap UAS.

Nah, kalo kamu udah memenuhi, bisa lanjut…

Langkah kedua ini memang cukup memakan banyak waktu. Pertama, kamu harus beli tiket KRL, kalo bisa sih tiket KMT, biar lebih leluasa, tapi kalo nggak ada bisa pake tiket yang lain, atau pinjem ke temen. Abis itu, kamu naik kereta pagi di weekdays yang ke arah Cikini/Sudirman/Gondangdia. Dari situ, kamu harus merhatiin orang-orang kerja yang berdesakan di sepanjang gerbong KRL. Lihat, perhatikan, hayati, resapi, dan insafi. Pikirkanlah bahwa kondisi kamu sebagai mahasiswa sesungguhnya tidaklah lebih berat dari beban mereka yang setiap harinya harus ngejar kereta-ngejar waktu buat masuk kerja. Berdesak-desakan pula. Semoga, dari situ kamu bisa mulai mensyukuri apa yang ada sama kamu dan mulai melakukan hal-hal terbaik dalam status “mahasiswa”-mu.

 

BACA JUGA: Gelang Multitrip Commuter Line pasti Keren Banget Kalo Bisa Ngelakuin Hal-Hal Ini

advertisement

 

3. Makan di Warteg Depan Kosan

Coba deh sekali-kali nggak usah bawa uang ke warteg! (via firdoloto)

Langkah yang ini juga nggak kalah penting. Syaratnya, kamu harus makan di wartegnya (kalo kamu anak PP, kamu bisa makan di warteg depan kosan temen kamu). Jangan dibungkus. Bawa uang yang kurang dari harga makanan yang kamu makan. Kalo bisa setengahnya, atau kalo mau lebih mantap lagi nggak bawa uang sama sekali.

Teknisnya, kamu dateng ke warteg (oiya, ini harus warteg banget, ya. Jangan kafe. Jangan kantin fakultas. Jangan juga rumah makan, walaupun judulnya “sederhana”), abis itu makan, terus pas bayar dengan mengeluarkan semua uang (yang sengaja dibawa kurang) dengan wajah tanpa dosa. Begitu si ibu wartegnya bilang “Wah, kurang, Dek”, kamu jawab “Wah kurang ya Bu? Tapi sekarang saya cuma ada segitu, Bu. Boleh bayar nanti nggak bu?”.

Kalo kamu udah sampe tahap itu, selamat. Tapi jangan dulu lepas wajah tanpa dosanya. Kamu harus mastiin dulu si Ibu meng-iya-kan permintaan kamu. Udah gitu, baru deh pas pulangnya kamu mulai melakukan refleksi atas kejadian tadi. Bahwa sesungguhnya kuliah tidaklah sama dengan makan di warteg yang bisa bayar nanti-nanti kalo udah sukses. Juga, kuliah itu nggak murah. Maka dari itu, jangan buang-buang kesempatan berharga ini dengan bermalas-malasan.
Oh iya, jangan lupa lunasin utang di wartegnya ya! Kasian si Ibunya : (

 

4. Buka Grup WA Keluarga

Kalau di grup WA keluargamu nggak ada yang kayak gini, bersyukurlah.

Berikutnya, untuk membuat usaha melawan rasa malasmu semakin mantabsoul, kamu harus coba langkah sederhana (secara teknis dan secara finansial) ini. Caranya gampang banget. Kamu bisa make paket data, Wi-Fi kampus, Wi-Fi kosan, atau minta tethering temen untuk bisa connect internet. Berikutnya, kamu buka grup WA Keluarga kamu yang selama ini hanya penuh oleh broadcast Ayah dan Ibu kamu. Tapi jangan dulu baca broadcastnya. Buka album, liat foto-foto keluarga kamu satu-satu. Insafi bahwa kamu tidak hidup sendirian di dunia yang kejam ini. Kamu masih punya tanggung jawab terhadap orangtua kamu, adik kamu, dan kakak kamu. Kamu memikul harapan yang dihaturkan oleh keluarga kamu. Jangan sia-siakan harapan mereka.

 

5. Liat Akte Kelahiran

Sudah berapa lama kamu tinggal di dunia ini? (via jogja.tribunnews)

Kalo keempat langkah di atas belom juga berhasil ngilangin atau ngurangin rasa malasmu, ini langkah mutakhir yang mungkin bisa kamu lakukan. Ultimate. Caranya, kamu perlu ngubek-ngubek dokumen-dokumen penting kamu. Cari dan temukan akte kelahiranmu. Liat tanggal lahirnya dan itung udah berapa tahun, berapa bulan, dan berapa hari kamu hidup. Sadari bahwa sesungguhnya kita sudah hidup di dunia cukup lama dan kamu punya banyak target yang belum tercapai. Dari situ, kamu akan terpelatuk untuk sesegera mungkin tidak membuka toleransi terhadap rasa malas dan melanjutkan kehidupan dengan lebih semangat dan lebih berfaedah.

 

BACA JUGA: Kamu Suka Malas Belajar? Hilangkan Kebiasaan Buruk Tersebut dengan Trik Ini

 

Nah, itu dia lima langkah yang bisa kamu lakukan untuk melawan rasa malasmu. Apabila kamu lakukan dengan baik dan benar, maka kamu nggak cuma akan menjalani dunia perkuliahan dengan baik, melainkan juga kamu bisa menjadi pengabdi Tuhan, bangsa, dan negara Indonesia yang paten. Lebih lagi, kalo kamu udah bisa menjalani kuliah dengan baik dan menjadi pengabdi Tuhan, bangsa, dan negara Indonesia, kamu bisa mengurusi hal lain yang juga nggak kalah substantif. Bikin konspirasi dalam pemilu Kazakhstan, misalnya.



Apa pendapatmu tentang tulisan ini? BARU!
  • 😆 (50%)
  • 😒 (20%)
  • 😡 (20%)
  • 😍 (10%)
  • 😭 (0%)
  • 😮 (0%)
  • 😊 (0%)