UAS? Itu apaan sih? Sejenis makanan, minuman, pakaian, atau perumahan sih? Kok banyak ya anak kuliahan yang sering update status gelisah, mendadak mau nikah, bahkan kejang-kejang saat denger UAS?

UAS adalah sejenis ujian hidup bagi para mahasiswa yang sedang berusaha menaikkan derajat harga diri mereka di mata banyak orang. Bahasa formalnya, UAS merupakan Ujian Akhir Semester, di mana banyak para pelajar, baik anak sekolahan yang unyu-unyu hingga mahasiswa yang keunyuannya luntur, berharap mendapatkan keajaiban saat mengisi soal yang diberikan pengajar mereka. Buat para mahasiswa, UAS merupakan kegiatan yang memerlukan banyak persiapan, dari persiapan belajar, sampai persiapan menjadi politikus ulung yang menggunakan berbagai kalimat diplomatis guna dijadikan alasan terbaik untuk meratapi hasil ujian mereka. Di saat UAS jugalah kita bisa tahu berbagai karakter mahasiswa di sekitar kita.

 

Mahasiswa Rajin Membaca

Saking rajinnya, di kereta juga baca buku. Uhuk. (via brilio.net)

Saking rajinnya, di kereta juga baca buku. Uhuk. (via brilio.net)

Kekuatan utama UAS adalah kemampuannya membuat para mahasiswa menjadi gemar ke toko buku atau perpustakaan. Sebagaimana data yang dikeluarkan UNESCO pada 2012, minat baca di Indonesia hanya 0,001, yang artinya cuma satu orang yang doyan baca dari 1.000 orang. Nah, dengan adanya UAS, minat baca para mahasiswa tiba-tiba meningkat. Perpustakaan yang tadinya hanya menjadi tempat nongkrong mahasiswa tingkat akhir, tiba-tiba membludak oleh para mahasiswa yang bakal ikut UAS. Toko buku yang tadinya didatangi hanya mencari novel atau komik, tiba-tiba kehabisan stok bahan belajar berbagai bidang konsentrasi keahlian. Nggak cuma itu, commuter line yang biasanya diisi oleh mahasiswa-mahasiswi yang sibuk bermain smartphone atau mengobrol, sekarang pegangannya berubah menjadi print out bahan kuliah atau buku catatan loh.

Nah, biasanya para mahasiswa yang rajin baca di saat UAS ini, bakal menjadi sosok yang berubah secara intelektual. Dari yang cuma tahu 1+1=2, jadi tahu kalau 2+2=4. Orang-orang yang rajin baca saat UAS biasanya adalah orang yang memiliki intelektual yang tinggi, lebih tinggi dari tingkat intelektualnya sebelum UAS. Bahkan, karena UAS juga, statistik minat membaca selama sepekan itu bisa naik drastis. Hebat kan?!

 

advertisement

Mahasiswa Rajin Menulis

Nyatet sendiri atau fotocopy catetan temen ya? (via anakui.com)

Nyatet sendiri atau fotocopy catetan temen ya? (via anakui.com)

The power of UAS selanjutnya adalah kemampuannya menjadikan para mahasiswa rajin menulis! Kekuatan yang hanya dimiliki UAS dalam keterlibatan mahasiswa rajin dan pandai menulis. Para mahasiswa yang mulanya nggak doyan nulis di kelas, semasa UAS mereka bisa berubah drastis. Berbagai gaya bahasa mereka gunakan, mulai dari bahasa planetnya sampai bahasa puitis, saat mencatat di lembar kertas kecil berukuran 2×2 sampai 4×4 cm. Pokonya cuma dia yang tahu maksud dari artikel mini buatannya itu. Ada juga sih yang rajinnya bukan menulis, tapi motokopi tulisan orang ehehehe.

Catatan yang kosong melompong saat kuliah, karena kekuatas UAS, mereka jadi penulis terbaik yang tahu dimana celah dan paragraf terbaik diletakkan. Selain itu, kemampuan ini juga mereka keluarkan saat pengisian di lembar jawaban ketika udah mentok nggak tau mau jawab apa. Ya itung-intung upah nulis lah ya.

 

BACA JUGA: Ujian Kok Masih Nyontek, Inikah Mahasiswa?

 

Mahasiswa Sangat Agamis

Berdoa dulu biar dilancarkan. (via mtqmn14)

Berdoa dulu biar dilancarkan. (via mtqmn14)

The miracle of UAS yang lain adalah kemampuannya mengubah mahasiswa menjadi taat beribadah dan religius.

advertisement

Kok bisa?

Banyak mahasiswa saat musim UAS lebih sering mengunjungi tempat ibadah untuk berdoa. Berdoa untuk memperlancar seluruh kegiatan UASnya, berdoa untuk selalu disehatkan semasa UAS, dan berdoa meminta pertolongan terakhir karena gak bisa jawab soal ujian. Nggak cuma itu, mereka juga biasanya membuat status di media sosial berupa pernyataan minta maaf atas salah kata, dan meminta doa agar diperlancar saat ujian. Bahkan, mereka selalu berserah diri kepada Tuhan untuk semua hasil saat mengerjakan soal ujian, mulai dari berserah diri karena ia merasa bisa maupun berserah diri karena sudah dibuat menangis batin oleh soal ujian.

 

Mahasiswa Hadir Tepat Waktu

“Tag-in dong!” (via afraafifah)

Kalau biasanya para mahasiswa merasa malas saat kelas reguler bahkan sengaja telat datang ke kelas, tapi gara-gara UAS, mereka selalu datang tepat waktu. Ada yang datang berbarengan dengan pengawas, ada yang datang setelah pengawas baru masuk, ada yang datang sebelum pengawas masuk, bahkan ada yang sudah datang ke kelas pagi-pagi buta sambil bantu petugas kebersihan nyapu dan ngepel kelas! Wah rajin dan semangat sekali mereka!

Kekuatan UAS ini juga bisa membuat mereka yang nggak pernah masuk kelas, jadi pelopor ketepatan waktu. Mereka yang nggak pernah masuk di perkuliahan reguler, bakal menjadi orang yang tercepat ketika mengerjakan soal. Gimana nggak cepat, wong mereka aja nggak tau mau ngisi apa! Ngasal deh!

 

Mahasiswa Banyak Mendadak Diare

Mencari sebuah inspirasi (via keepo.e)

Mencari sebuah inspirasi (via keepo.me)

Nah, tipe terakhir adalah penyakit yang disebabkan UAS. Banyak banget mahasiswa yang saat ujian berlangsung meminta ijin ke kamar mandi dengan alasan buang air. Namun, ketika diberikan ijin, mereka tak kunjung kembali! Entah mereka bunuh diri, atau diare. Biasanya, mahasiswa tipe ini adalah mahasiswa yang selalu mendapatkan inspirasi saat nongkrong di kamar mandi. Inspirasi berupa wahyu dari alam pikirannya, atau dari alam pikiran mbah gugel.

 

BACA JUGA: Untuk Kamu yang Selalu Khawatir Sama Teman yang Keluar Duluan Saat Ujian Semester

 

Nah, kamu tipe mahasiswa yang mana? Saya yakin kalian merupakan mahasiswa yang selalu bijak dalam menggunakan akal, mental, dan pikirannya ketika mengerjakan UAS, serta gadget. *eh. Jangan lupa bagikan artikel ini ke akun Facebook, Twitter, dan Line kalian biar kalian bisa menentukan diri dan tipe mahasiswa yang seperti apakah kalian?!



Apa pendapatmu tentang tulisan ini? BARU!
  • 😆 (71%)
  • 😒 (7%)
  • 😡 (7%)
  • 😭 (7%)
  • 😍 (7%)
  • 😮 (0%)
  • 😊 (0%)