Teman-teman tentu masih ingat dong kasus papa minta saham yang sempat menjadi hot issue nya Indonesia akhir tahun lalu? Yup, kasus yang melibatkan Ketua DPR RI kala itu, Setya Novanto, menjadi perbincangan semua media hingga masuk ke proses persidangan etik oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Kasus yang sangat mencoreng nama baik Dewan Perwakilan Rakyat tersebut kemudian ditangani lebih lanjut oleh MKD sembari memeriksa alat bukti berupa rekaman sadapan yang dilakukan para peserta diskusi pembahasan perpanjangan kontrak PT Freeport di Indonesia. Kasus yang juga dikecam Presiden sebab Novanto mencatut namanya untuk meminta sejumlah ‘jatah’ atas biaya perpanjangan kontrak tersebut. Kasus yang digadang menjadi salah satu kasus korupsi terbesar tersebut berangsur-angsur tenggelam setelah Novanto mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPR RI tak berselang jauh dari bocornya kasus ini.  

Aksi BEM se-UI Desember 2015 lalu untuk mendesak Setyo Novanto mundur (via detik.com)

Aksi BEM se-UI Desember 2015 lalu untuk mendesak Setyo Novanto mundur (via news.detik.com)

  BACA JUGA: Katanya UI Butuh Duit? Mahasiswa Lakukan Seruan Aksi   Masa-masa yang dinantikan guna mencari kebenaran kasus tersebut justru menuai kejutan terhadap publik. Sebab pada 27 September lalu, hasil sidang Permohonan Peninjauan Kembali Putusan Mahkamah Kehormatan Dewan terhadap kasus Setya Novanto menyetujui pemulihan nama baik Ketua Umum DPP Partai Golkar tersebut. Dalam kasus yang juga melibatkan Mantan Menteri ESDM Sudirman Said sebagai saksi, dinyatakan MK, bukti yang dibawa Sudirman berupa rekaman pembicaraan Novanto dianggap tidak valid untuk dijadikan barang bukti. Kekecewaan publik berlanjut ketika pada 30 November lalu, yakni Setya Novanto kembali dilantik menjadi Ketua DPR RI. Meskipun MK menyatakan bukti yang digunakan tidak sah sebab dilakukan secara ilegal, tetapi kasus tersebut sejatinya masih belum kelar, mengingat keberadaan alat bukti untuk mempermulus perpanjangan kontrak PT Freeport di Indonesia masih meninggalkan bekas noda hitam. Pernyataan MK tentang ketiadaan bukti yang sah juga telah menafikkan bahwa kejadian tersebut telah dilakukan.

xkaxgbgbgrwzrks-800x450-nopad

Peringatan untuk menjaga etika berpolitik (via change.org)

Pengangkatan kembali Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI merupakan sebuah penistaan terhadap moral dan etika, sebab penyelesaian “Papa Minta Saham” masih menimbulkan kontroversi dan pertanyaan besar. Dalam hal ini, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia bersikap menolak keras terhadap pengangkatan kembali Ketua DPP Partai Pohon Beringin tersebut duduki pemuncak DPR RI.   BACA JUGA: Korupsi di Bangsa Ini Dimulai dari Mahasiswa?   Melalui surat petisi yang dibuat Ketua BEM UI Arya Adiansyah mengajak semua orang untuk menandatangani petisi tersebut, guna mengecam pelantikan kembali Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI dan memintanya untuk mundur dari jabatan itu sekarang! Bagi kalian yang ingin menandatangani petisi bisa diklik link berikut! Total hingga saat ini ada 500+ pendukung dari 1000 suara yang diinginkan.

petisi

Halaman muka petisi (via change.org)

Nah, apakah kita semua sudi mempunyai Ketua DPR RI yang memakan uang rakyat dan mengambil apa yang bukan menjadi haknya? Jika kalian setuju Setya Novanto turun dari jabatannya, silahkan bagikan artikel ini ke akun Facebook, Twitter, dan Line kalian untuk bersama-sama menggalang suara melawan KORUPSI!



Apa pendapatmu tentang tulisan ini? BARU!
  • 😭 (50%)
  • 😡 (50%)
  • 😒 (0%)
  • 😮 (0%)
  • 😍 (0%)
  • 😆 (0%)
  • 😊 (0%)