Memutuskan untuk mengambil studi di FIB bukanlah pilihan yang mudah. Namun, yang paling menantang adalah  menjalani hari-harimu setelah kamu jadi anak FIB. Emang apa susahnya sih jadi anak FIB?

Meski nama fakultasnya adalah Fakultas Ilmu Budaya, kemampuan berbahasa asingmu sangat diandalkan dalam kehidupan sehari-hari di FIB. Misal, jika kamu mengambil prodi Perancis di FIB, maka sudah dipastikan sebagian besar gurunya akan ngajar dengan bahasa Perancis atau bahkan mewajibkan kamu berbahasa Perancis dalam kegiatan sehari-hari.

Lalu gimana caranya supaya kita bisa nge-blend dengan bahasa asing dalam kegiatan sehari-hari di FIB?

Berikut beberapa tips menarik dari anakui.com supaya kamu makin lancar berbahasa asing dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA: Jangan Kuper di Pergaulan Internasional, Ini Tips Belajar Bahasa Inggris Secara Otodidak

 

advertisement

Expose Yourself

Lepaskan dirimu dari batasan dan aturan kebahasaan via ihbristol

Lepaskan dirimu dari batasan dan aturan kebahasaan via ihbristol

Mungkin kamu merasa kemampuan berbahasa asingmu cukup tingg. Namun, ketika tiba saatnya dalam percakapan sehari-hari kamu pun grogi dan bakal kaku dalam mengeluarkan kosakata dari kepalamu karena takut grammar-nya salah.

Well, go to hell grammar. Believe it or not, dalam percakapan sehari-hari gak semua orang bakal pay attention to details of your grammar mistake. Even native speakers do the same.

Salah satu cara supaya kamu bisa fasih dalam melontarkan kalimat berbahasa asing adalah dengan melepaskan dirimu dari batasan dan aturan kebahasaan dan membiasakan dirimu menjadi orang yang sudah terbiasa berbahasa asing. Berikan doktrinasi secara manual dengan menyetel TV atau tayangan-tayangan yang sesuai dengan bahasa pada jurusan studimu. Misal, tayangan serial berbahasa Perancis ternyata sedikit banyak dapat memengaruhi kemampuanmu dalam mengelola tata bahasa bahasa Perancis. Belum lagi kalau kamu juga sering membaca buku-buku Perancis dalam bahasa aslinya.

 

Berteman dengan Native

Berteman dengan native speaker yang bisa kamu temuin di lingkungan kampus via now.uiowa.edu

Berteman dengan native speaker yang bisa kamu temuin di lingkungan kampus via now.uiowa.edu

Udah bukan rahasia lagi kalau di kampus kuning, kita bisa ketemu native speaker hampir tiap bahasa di lingkungan perkuliahan.

Kenalan sama mereka, dan jadikan mereka teman pastinya akan memaksa dirimu untuk lama kelamaan berbicara dalam bahasa mereka. Dan bagi mereka pun akan merasa tersanjung meliihat usahamu ketika mencoba untuk ngeblend dan berusaha berbicara dengan bahasa mereka.

advertisement

 

Berteman dengan ERASMUS atau Goethe

Kunjungi pusat-pusat kebudayaan untuk dapat menambah wawasan via  ethariesta

Kunjungi pusat-pusat kebudayaan untuk dapat menambah wawasan via ethariesta

Meski sudah seringkali mengadakan kegiatan bersama Universitas Indonesia, masih belum banyak mahasiswa yang menyadari bahwa mengunjungi pusat-pusat kebudayaan seperti ERASMUS HUIS atau Goethe Institute dapat menambah wawasan, jaringan, dan kepercayaan diri dalam berbahasa asing.

Apalagi di pusat-pusat kebudayaan tersebut kita bisa langsung memelajari sejarah dan perkembangan budaya mereka secara langsung. Kamu pun bisa menjadi member melalui situs mereka dan mengikuti agenda kegiatan mereka setiap bulannya.

 

Nonton YouTube

YouTube-an bisa  meningkatkan kemampuanmu dalam mengenal bahasa dan budaya via geeksla

YouTube-an bisa meningkatkan kemampuanmu dalam mengenal bahasa dan budaya via geeksla

Yup, siapa sangka YouTube-an ternyata bisa juga meningkatkan kemampuanmu dalam mengenal bahasa dan budaya.

Dengan mengikuti channel tertentu di YouTube yang relevan dengan studi budaya dan bahasa, tentunya akan mempermudah kamu dalam memahami dan catch up dengan segala sesuatu yang ter-update dari negara yang kamu pelajari.

Apalagi, jika kamu iseng-iseng gabung dengan komunitas translator dan mencoba-coba untuk menerjemahkan setiap tayangan mereka ke dalam bahasa Indonesia. Siapa tahu bisa jadi kerjaan sampingan, kan?

 

Volunteering or Work Abroad

Cari internship di negara yang kita pelajari via wikimedia

Cari internship di negara yang kita pelajari via wikimedia

Nah, ini yang paling cakeup. Biasanya tiap selesai satu semester ada libur panjang. Bisa banget nih kita manfaatkan untuk cari-cari internship atau program volunteering di negara yang kita pelajari.

Cuma pastikan, kamu sudah memiliki paspor dan budget yang mencukupi untuk berangkat ke sana. Pun budgetnya tidak mencukupi, kamu pun masih bisa menghunting program-program internship atau volunteering yang memang sudah include dengan transport PP dan akomodasinya. Paling mentok, kamu mau gak mau cari sponsor deh buat berangkatin kamu ke sana selama libur semester.

Lumayan kan, pulang-pulang gak cuma bahasa dan budaya aja yang menambah wawasan kamu, namun juga etika bekerja dan attitude dalam kerja sama tim yang mungkin akan sangat jarang bisa kamu dapatkan di Indonesia.

So, udah gak sabar buat ningkatin kemampuan kamu dalam beradaptasi dengan dunia? Simak terus informasi menarik dari anakui.com dan ceritakan pengalamanmu melalui comment box di bawah ini! Yuk, bagikan informasi ini lewat Facebook, Twitter, dan LINE kamu sekarang!



Apa pendapatmu tentang tulisan ini? BARU!
  • 😍 (100%)
  • 😭 (0%)
  • 😡 (0%)
  • 😒 (0%)
  • 😮 (0%)
  • 😆 (0%)
  • 😊 (0%)