Andai jemari tak dapat berjabat.

Andai raga tak dapat bertatap.

Margonda macet tiada tara.

Sekitar Rektorat hilang sinyal, pending sepending-pendingnya.

Kurang dari dua minggu lagi, kampus kuning bakal mengadakan hajatan terbesar di Kota Belimbing pada tahun ini bertajuk Wisuda Genap dan Penyambutan Maba 2015. Yak. Tul sekali.

Menggabungkan perhelatan wisuda ribuan sarjana dengan ribuan abg kencur dalam satu tempat bernama Balairung memang sudah menjadi tradisi yang dilakukan kampus ini. Karena jumlah maba yang setiap tahun makin bertambah, kapasitas Balairung pun lama kelamaan udah nggak memadai lagi. Sampe-sampe, orang tua wisudawan dan keluarganya yang jauh-jauh datang hanya bisa menonton anak kesayangannya dari televisi.

advertisement

Kampus mana lagi coba, yang wisudaannya kek’ nonton bareng drama Turki?

Nah, terkait dengan acara tersebut, tulisan gue di AnakUI.com kali ini bakal membahas tentang enam jenis kado buat orang spesial kita saat wisuda, baik yang mainstream hingga yang antimainstream dan bersifat personal. Please fasten your seatbelt andHere we go!!!

 

1. Bunga

(sumber: kompasiana.com)

(sumber: kompasiana.com)

“Basi! Madingnya udah siap terbit!” (Sastrowardoyo, 2002).

Banyak jenis, banyak warna, ada yang batangan ada juga yang berupa karangan. Bunga adalah hadiah yang paling mainstream yang pasti ada setiap wisuda tiba. Daerah seputaran Balairung yang biasanya gersang pun mendadak jadi Taman Bunga Cipanas hanya dalam waktu satu hari.

Ada yang perlu diperhatikan kala memutuskan untuk membeli bunga wisuda. Pertama, jangan menyerah kalo dikasih harga mahal. Tawar terus sampai harganya rasional. Nggak cocok? Tinggalin aja. Masih banyak tukang bunga lain di lautan. Mau lebih tega? Belinya jam 5! Dijamin para pedagang bakal membanting harga abis-abisan kayak jelang lebaran di Pojok Busana. Daripada nyisa, abangnya rugi, terus ditabur di Kalibata, kan?

advertisement

Kedua, ingat. Bunga itu sifatnya nggak long last. Nggak sampe dua hari udah layu, busuk terus dibuang. Kaya pacaran. Indahnya di awal doang.

 

 

2. Coklat

 

Say it with chocolate, katanya.

Coklat adalah salah satu jenis hadiah yang nggak kalah mainstream dari bunga. Meski kadaluarsanya lebih lama, coklat adalah jenis kado yang paling nggak berbekas. Dibuka, dikunyah, nyelip di gigi, terus tenggelam ke pencernaan bersama dengan lemper, risol mayo, pastel, dan tipikal isi jajanan kotak yang bakal dikasih saat wisuda tiba.

Meski banyak jenisnya, jangan asal pilih coklat ya! Pilih coklat yang bagusan, mahalan dikit, dikasih pita. Jangan ngasih coklat dalam bentuk sari roti. Temen kamu lagi wisuda, bukan mau karyawisata. Paling krusial: jangan ngasih coklat dalam bentuk chiki. Dikata temen lu maniak pokemon yang mau mengoleksi tazos apa gimana?

Tapi gue yakin, siapapun pasti suka coklat lembaran yang warnanya kemerah-merahan, yang ada gambar Sukarno-Hatta. It works.

 

 

3. Boneka

Sejak kapan coba, Doraemon sama Piglet belajar Hukum Perdata? (sumber: lagoric-hobby-toys.blogspot.com)

Sejak kapan coba, Doraemon sama Piglet belajar Hukum Perdata? (sumber: lagoric-hobby-toys.blogspot.com)

Bersama dengan bunga dan coklat, boneka adalah salah satu contoh kado wisuda yang mainstream lainnya. Di hari wisuda nanti, beragam boneka berseragam toga dan Makara UI yang dibordir sekenanya bakal bermunculan, mulai dari boneka beruang, panda, macan, hingga sosok-sosok kartun nggak nyambung misalnya stok boneka Doraemon, Minnie Mouse, dan Masha yang jahitan kepalanya panjul peang bakal dijual demi meraup rupiah.

Udah mendadak banyak kembang, banyak yang jual boneka sayang anak pula. Fix. Ditambah ubi cilembu sama Masjid At-Taawun, sekitaran Balairung persis kawasan Puncak.

 

 

4. Selempang

(sumber: @kadountukmu)

Ketimbang tiga kado sebelumnya, menurut gue selempang adalah kado wisuda yang sifatnya lebih personal, pas langsung ke orangnya. Lewat jasa-jasa jualan wisuda yang ada di dunia maya, kita bisa me-request sendiri warna dan tulisan yang bakal kita sematkan ke teman sendiri, seperti (((NAMA LENGKAP))) + (((GELAR))), (((Akhirnya Cumlaude))), (((Wisuda Jomblo))), (((Miss Komunikasi))), hingga (((Makhluk Tuhan Paling Seksi))).

 

Tapi inget, wisuda adalah momen berharga yang dilalui bersama teman dan tentu saja k-e-l-u-a-r-g-a. Jadi, jangan sekali-kali beri teman kamu selempang bertulisan (((Dijual Cepat))), (((Butuh Uang))), atau (((Masuk Gratis Keluar Bayar))) yha.

Pokoknya, jangan.

 

 

5. Hadiah Handmade

11904713_872686806113697_825906488393678457_n

Papercut Wisuda Ala-ala (sumber: @paperishdesign)

Selain bersifat personal, kado yang berupa kerajinan atau sifatnya handmade ini biasanya nggak bakal bisa ditemui pas hari-H alias  harus dipesan jauh-jauh hari. Keuntungannya adalah selain waktunya yang bisa bertahan lama, apa yang bakal kamu dikasih ke orang spesialmu ini hanya ada satu di muka bumi ini. Ada banyak jenis kado yang biasa dijual untuk wisuda, misalnya karikatur, siluet, atau papercraft seperti yang di atas tadi. Nah, mumpung wisudaan masih cukup lama, nggak ada salahnya buat mulai nyari-nyari foto aib teman kamu dan mikir-mikir bakal pesan dari sekarang.

Kan lumayan, bisa dijadikan pajangan di kamar atau sekadar di meja kerja nantinya. Eak.

 

 

6. Bantal Wisuda

 

Cocok buat Wisudawan/i yang Haus Pelukan Pas Hari-H (sumber: @kumaha.inc)

Yang terakhir ini kayaknya agak jarang dan masih newbie di dunia perkadoan. Yha. Bantal wisuda.

Selain bersifat personal, nggak bakal bisa ditemui pas hari-H, serta hanya ada satu di muka bumi, kado wisuda berupa bantal sepertinya merupakan ide cerdas buat kamu yang kepengin hadiah yang kamu berikan akan berguna dengan sangat baik untuk teman-teman kamu sekalian.

Dengan harga yang lebih murah dari boneka, kado kamu yang satu ini pastinya bakalan lebih kepake dan dikenang. Lagipula, isian yang empuk, desain yang customable, dan ukuran yang gemes, nggak membuat nasib bantal ini berakhir sebagai pajangan doang. Teman kamu yang wisuda nanti bisa menggunakannya dalam berbagai macam kesempatan, misalnya dekorasi kamar, teman cuddling, ganjelan di mobil, atau sarana peluk-peluk kangen apabila kamu dan dia harus terpisah cukup jauh akibat jarang ketemu karena domisili kerja yang berbeda.

Karena persahabatan nggak melulu indah-indahnya doang. Justru, konflik dan iler-ilernya itulah yang selalu bikin kita keingetan.

 

 

*****

 

“We do not remember days, we remember moments.” – Cesare Pavese, The Burning Brand: Diaries, 1935-1950.

Menjelang wisuda tanggal 28 Agustus mendatang, nggak ada salahnya buat kamu untuk menyisihkan waktu dan turut menggerakkan perputaran ekonomi mikro Indonesia dengan memberikan hadiah gemas ke orang spesialmu nanti.

Ya udah deh, gitu aja.

Jangan lupa datang membawa hadiah dan mari ramaikan perhelatan akbar Wisuda Genap UI 2015!!!

 

 

Hormat saya,

Yang kebetulan ikutan diwisuda.

 



Apa pendapatmu tentang tulisan ini? BARU!
  • 😍 (43%)
  • 😆 (17%)
  • 😒 (12%)
  • 😊 (11%)
  • 😡 (6%)
  • 😭 (6%)
  • 😮 (6%)