Jurusan Farmasi UI, hal pertama yang akan terlintas dalam pikiran kita adalah tentang obat-obatan. Ya, farmasi adalah salah satu cabang dari ilmu kesehatan yang memiliki fokus utama pada dasar-dasar atau seluk beluk obat-obatan alami maupun sintetik. Ilmu Farmasi juga mempelajari segala hal yang berhubungan dengan obat, termasuk subjek pelajaran seperti Kimia, Biologi, Kesehatan Masyarakat, sampai ke Manajemen dan Pemasaran.

BACA JUGA: [Update] Apoteker UI Meraih Prestasi di Ristek-Novartis Biocamp 2013

Kata farmasi berasal dari bahasa latin, yakni pharmakos yang berarti sihir atau racun. Mengerikan, ya? Karena pada kenyataannya memang mengerikan jika obat-obatan dikonsumsi secara berlebihan atau disalahgunakan pemakaiannya. Salah satu efeknya adalah keracunan. Maka dari itu, di sinilah peran seorang Farmasis (sebutan profesional untuk orang yang ahli di bidang farmasi). Seorang farmasis harus mampu menemukan potensi dari suatu bahan dan meracik takarannya agar bermanfaat sebagai sarana penyembuhan sebuah penyakit tanpa menimbulkan efek samping.

Pada tahun 2014 Dirjen Dikti menyebutkan bahwa Jurusan Farmasi adalah jurusan di perguruan tinggi dengan peminat terbanyak ke-5 di Indonesia. Hal ini karena farmasi bergerak di bidang kesehatan yang merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Sebuah bidang yang tidak akan pernah sepi selama masih ada manusia.

BACA JUGA: Informasi Lengkap Beasiswa Unggulan Dikti 2015

Mengapa harus Jurusan Farmasi?

Mengapa harus Jurusan Farmasi?

Mengapa harus Jurusan Farmasi?

Buat kamu yang doyan berhitung dan menganalisis, jurusan ini cocok banget deh, karena tidak akan membosankan. Di Jurusan Farmasi, selain pelajaran yang berhubungan dengan menghitung, ada juga materi yang berkaitan dengan nalar/logika. Ada banyak mata kuliah nonhitung yang masih berhubungan dengan farmasi, seperti mata kuliah perilaku manusia. Di Jurusan Farmasi tidak hanya materi yang diajarkan, melainkan juga ada kuliah praktikum. Buat kamu yang hobi eksperimen tentunya akan menyenangkan, bukan? Bukan sembarang praktikum lagi, melainkan berusaha menghasilkan formula obat yang akan bermanfaat untuk kehidupan manusia.

advertisement

BACA JUGA: KSM Eka Prasetya: Komunitas Mahasiswa yang Suka Pengkajian, Penelitian, dan Penulisan

Kuliah di Jurusan Farmasi bisa dikatakan kuliah yang kompleks, karena lintas ilmu. Seperti yang tadi disebutkan di atas, di Jurusan Farmasi kamu juga akan mempelajari ilmu lain yang berkaitan. Namun, tidak semua dan sembarang ilmu, melainkan yang sudah diarahkan dan sesuai dengan ilmu farmasi.

Misalnya, di Jurusan Farmasi juga diajarkan tentang anatomi-histologi, faal, dan lain-lain yang dipelajari juga di Fakultas Kedokteran UI. Atau untuk yang hobi berkebun, kamu bisa mengambil mata kuliah farmakognosi dan fitokimia untuk mempelajari tanaman obat. Ada juga kuliah-kuliah lain yang beririsan dengan rumpun sosial, seperti psikologi.

Ada banyak pekerjaan untuk mahasiswa farmasi via catatanhariansicewekndeso

Ada banyak pekerjaan untuk mahasiswa farmasi via catatanhariansicewekndeso

Jurusan Farmasi ini cocok loh buat kamu, baik perempuan maupun laki-laki, baik yang ingin bekerja maupun yang ingin membuat usaha di rumah. Ilmu yang didapat selalu bisa dimanfaatkan. Untuk yang ingin bekerja, akan ada banyak perusahaan yang membutuhkan tenaga farmasis, yakni:

  1. Bidang pemerintahan, seperti Departemen Kesehatan, Puskemas, Bdan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
  2. Bagian administrasi pelayanan obat di instansi pemerintahan, polri, maupun TNI.
  3. Menjadi dosen.
  4. Bagian apotek atau instalasi farmasi di rumah sakit.
  5. Industri obat-obatan.
  6. Industri kosmetik.
  7. Industri makanan.
  8. Bidang jamu dan obat tradisional.
  9. Bidang industri dan perdagangan yang menjadi penjamin mutu, kemanan, dan kualitas makanan, obat-obatan, dan kosmetik seperti Sucofindo.

Bagi yang ingin bekerja di rumah atau wirausaha pun bisa mengupayakan menjadi apoteker. Setelah lulus sarjana farmasi, kamu bisa kuliah profesi apoteker (Apt.) selama satu tahun. Setelah itu, mengucap sumpah apoteker dan mendapat surat izin praktik buka apotek. Saat ini apoteker di Indonesia hanya ada sekitar 50 ribuan orang, sedangkan rasio apoteker di Indonesia dengan kebutuhannya adalah 1 berbanding 8000. Maka peluang kerja seorang apoteker dan farmasis masih sangat besar.

Sering kali penulis dapati, apoteker lebih paham tentang obat dibandingkan dokter. Dokter memang ahli dalam diagnosis dan memperkirakan resep obat. Namun seorang apoteker akan lebih jeli lagi, apakah obat tersebut cocok untuk si pasien, dengan melihat riwayat kesehatannya. Seorang farmasis setelah lulus akan dihadapkan pada aktivitas yang membutuhkan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Jadi jika kamu mau mengambil Jurusan Farmasi, persiapkanlah dirimu untuk memiliki karakter-karakter tersebut.

advertisement

 

Apa saja yang dipelajari di Jurusan Farmasi?

Apa saja yang dipelajari di Jurusan Farmasi? via Farmasi UI

Apa saja yang dipelajari di Jurusan Farmasi? via Farmasi UI

Salah satu Jurusan Farmasi yang sudah terakreditasi A di Indonesia salah satunya ada di Universitas Indonesia (UI). Saat ini farmasi di UI sudah menjadi fakultas yang berdiri sendiri, sebelumnya merupakan jurusan yang ada di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

BACA JUGA: Kebebasan Mempelajari Ilmu (Kisah Kuliah di Biologi FMIPA UI)

Program Studi Farmasi di UI dibuka di dua program pendidikan, yakni sarjana regular dan sarjana paralel. Jalur masuk untuk kelas sarjana regular adalah melalui SNMPTN, SBMPTN, dan SIMAK-UI. Sedangkan untuk kelas paralel melalui SIMAK-UI dan PPKB (http://www.ui.ac.id/akademik/sarjana-reguler/fakultas-farmasi-2/s1-farmasi.html).

Masa studi program studi farmasi adalah selama 8-12 semester dengan jumlah SKS minimal 144. Mata kuliah yang diajarkan di program studi farmasi adalah (http://dialog.ui.ac.id/id/browse/detil/01.00.17.01) selengkapnya bisa dilihat di http://dialog.ui.ac.id/id/print/detil/01.00.17.01:

  1. Analisis Bahan Baku Farmasi
  2. Analisis Fisikokimia
  3. Analisis Sediaan Farmasi
  4. Baku Mutu
  5. Bioanalisis Farmasi
  6. Biofarmasetika
  7. Biokimia
  8. Biologi Sel & Molekuler
  9. Bioteknologi Farmasi
  10. Dasar Perancangan & Teknik Sintetis Obat
  11. Eksipien Dalam Sediaan Farmasi
  12. Elusidasi Struktur Senyawa Organik
  13. Etika dan Hukum dalam Bidang Kesehatan
  14. Farmakognosi I & II
  15. Farmakokimia
  16. Farmakokinetika

Fakultas Farmasi UI selain menawarkan program sarjana juga program pascasarjana, yakni Magister Ilmu Kefarmasian dan Magister Herbal, Doktoral Farmasi, dan Profesi Apoteker.

 

Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk kuliah di Jurusan Farmasi di UI?

Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk kuliah di Jurusan Farmasi di UI? via Farmasi UI

Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk kuliah di Jurusan Farmasi di UI? via Farmasi UI

Biaya pendidikan S1 reguler dibayarkan sesuai dengan kemampuan penanggung biaya pendidikan mahasiswa. Biaya pendidikannya bernama BOP-B (Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan). Besarnya BOP-B antara Rp100.000,00-Rp7.500.000,00. Untuk S1 Reguler sejak 2013 sudah tidak dikenakan uang pangkal karena uang pangkal telah disubsidi pemerintah melalui Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN). Jadi, kata siapa kuliah di UI mahal?

BACA JUGA: Jalan Berliku Menuju Keadilan: Kisah Nyata Seorang Maba UI 2010

Namun kompenen biaya tersebut berbeda untuk kelas paralel. Biaya pendidikan S1 paralel sifatnya tetap, besarnya Rp8.000.000,00/semester dan Rp15.000.000,00 untuk uang pangkal.

 

Selain di UI, Jurusan Farmasi yang berakreditasi A ada di mana lagi?

Universitas Airlangga, salah satu kampus yang punya Fakultas Farmasi via hanexmbois

Universitas Airlangga, salah satu kampus yang punya Fakultas Farmasi via hanexmbois

Selain di UI, ada banyak kampus yang menyediakan program studi farmasi dan sudah terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), di antaranya:

  • Fakulas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
  • Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung
  • Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Surabaya
  • Fakultas Farmasi Universiras Pancasila, Jakarta
  • Fakultas Farmasi Universitas Surabaya
  • Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran, Bandung
  • Jurusan Farmasi, FMIPA, Universitas Andalas, Padang
  • Jurusan Farmasi, FMIPA, Universitas Hasanuddin, Makasar
  • Fakultas Farmasi Universitas Widya Mandala, Surabaya
  • Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta
  • Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah, Surakarta
  • Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Bagaimana, apakah pembahasan di atas sudah semakin memantapkan kamu untuk memilih kuliah di Jurusan Farmasi Universitas Indonesia?



Apa pendapatmu tentang tulisan ini? BARU!
  • 😍 (71%)
  • 😊 (13%)
  • 😮 (6%)
  • 😭 (5%)
  • 😒 (2%)
  • 😆 (2%)
  • 😡 (1%)