Ada yang menarik pada tahun baru 2014/2015 lalu. Menjelang masa kelulusan tahun akademik 2015, edaran Permendikbud muncul ke permukaan. Permendikbud No. 81 tahun 2014 itu memuat pernyataan SKPI sebagai syarat wajib yang harus ada bersamaan dengan beberapa dokumen kelulusan seperti Ijazah, Surat Keterangan Lulus, Transkrip Akademik, dan dokumen lain penunjang kelulusan seorang sarjana.

SKPI adalah singkatan dari Surat Keterangan Pendamping Ijazah, menjadi terobosan Mendikbud kala itu, Anies Baswedan untuk membantu para lulusan anyar menangkis setiap persaingan kerja di lapangan. SKPI tidak menjadi pengganti ijazah, melainkan keterangan ‘plus-plus’ setiap lulusan atas apa yang telah diraihnya selama berkuliah. Menurut Permendikbud, SKPI merupakan dokumen yang memuat informasi tentang pencapaian akademik atau kualifikasi dari lulusan pendidikan tinggi bergelar. Baik Perguruan Tinggi Negeri ataupun Swasta, harus mengeluarkan SKPI untuk para sarjana mudanya. Sederhananya, SKPI dapat dikatakan sebagai rekam jejak mahasiswa dalam perkuliahan.

Apa saja isi dari SKPI?
• Logo Perguruan Tinggi
• Nomor Keputusan Pendirian Perguruan Tinggi
• Nama Program Studi Lulusan
• Nama Lengkap Pemilik SKPI
• Tempat dan Tanggal Lahir Pemilik SKPI
• Nomor Pokok Mahasiswa
• Tanggal, Bulan, Tahun Masuk dan Kelulusan
• Nomor Seri Ijazah
• Gelar yang diberikan beserta singkatannya
• Jenis Pendidikan (akademik, vokasi, atau profesi
• Program Pendidikan (Diploma, Sarjana Terapan, Magister Terapan, Doktor Terapan, Sarjana, Magister, Doktor, Profesi, atau Spesialis)
• Capaian Pembelajaran Lulusan sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia secara naratif
• Level Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
• Persyaratan penerimaan
• Bahasa Pengantar Kuliah
• Sisten Penilaian
• Lama Studi
• Jenis dan Program Pendidikan Tinggi Lanjutan
• Skema Tentang Sistem Pendidikan Tinggi

Meski sama-sama menerangkan mengenai perkuliahan, namun SKPI jelas berbeda dengan Transkrip Akademik. Sebab, Transkrip Akademik hanya berisi catatan nilai per mata kuliah selama perkuliahan, namun SKPI berisi penggambaran pada apa saja yang dicapai mahasiswa selama berkuliah seperti prestasi, penghargaan, pengabdian masyarakat, penelitian, magang, dan keterangan naratif kompetensi lulusan.

Hal itu tentu dapat memudahkan Human Resource suatu perusahaan dalam menyeleksi sarjana muda yang melamar. Pada SKPI juga memiliki kolom KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) yang menjelaskan pemahaman jenjang kualifikasi kompetensi dalam integrasinya pada pendidikan dan pelatihan serta pengalaman kerja lulusan. Tak hanya itu, guna membantu memudahkan sarjana muda dalam bersaing di ranah global, SKPI pun dilengkapi dengan Bahasa Inggris sebagai bahasa.

 

advertisement

BACA JUGA: Bisa Kerja Tanpa Perlu Ijazah: Outsourcing

 

Nah, buat kamu yang akan wisuda dalam waktu dekat, tunggu apa lagi? Ayo tangkis persainganmu di lapangan pekerjaan dengan melengkapi SKPI sekarang juga! Yuk sebarkan artikel ini ke akun Facebook, Twitter, dan Line kalian biar semua mahasiswa tau kalau mereka harus terus menyempurnakan SKPI mereka!



Apa pendapatmu tentang tulisan ini? BARU!
  • 😡 (50%)
  • 😮 (50%)
  • 😍 (0%)
  • 😭 (0%)
  • 😒 (0%)
  • 😊 (0%)
  • 😆 (0%)