Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi, baik di universitas, institut, atau akademi. Mereka yang terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi dapat disebut sebagai mahasiswa. Tetapi pada dasarnya makna mahasiswa tidak sesempit itu. Menjadi mahasiswa, dapat memberikan pemaknaan yang berbeda di mata orang lain. Menjadi mahasiswa, dapat bermakna menjadi makhluk yang dikenal dan diperhitungan di setiap keberadaannya. Tapi, sejauh mana sih masyarakat mengenal kita sebagai mahasiswa?

When you start university and become introduced to student life, you realise that there is so much you can get away with. Kebebasan dalam menentukan pilihan hidup dan memilih untuk mengonsumsi makanan apa pun yang kita sukai, berada di mana pun dan bebas melakukan apa pun adalah imaji-imaji yang biasa dihadapi oleh kita saat memulai masa awal perkuliahan.

However when you enter student life, you also enter adult life. And that is the scarier part. Ada batasan akan hal-hal yang kita kerjakan, namun juga harus berurusan dengan citra yang dibebankan masyarakat akan seperti apa seharusnya mahasiswa terlihat.

Mengingat lemari di kosan yang dipenuhi oleh mie goreng karena kita gak pernah belajar masak yang bener, sebagian dari kita bahkan selalu nyisain duit buat beli minuman, atau bahkan ada aja mahasiswa yang lemarinya kosong alias gak ada isinya karena bajunya cuma 2 dan makan pun ngutang sana-sini. Bukanlah hal yang mudah ketika menjadi mahasiswa masih harus berurusan dengan yang namanya keharusan universal yang berlaku di mata masyarakat.

Emang kayak apa sih “mahasiswa hari ini” di mata masyarakat?

Katanya, Mahasiswa Sekarang Malas

Hanya karena lagi main, kita lantas dibilang males via illustratie

Hanya karena lagi main, kita lantas dibilang males via illustratie

Hanya karena sering ngeliat mahasiswa nongkrong di mall, pulang tiap weekend, atau bahkan seharian hanya di kosan aja gak kemana-kemana, sering denger gak sih, ada aja tetangga yang komentar “Masnya gak kuliah? Kok jadi mahasiswa masih males-malesan sih? Sayang lho uang orang tuanya.” Ok, sometimes, apa yang orang lihat sangat berbeda dengan apa yang kita (mahasiswa) alami, just imagine dalam 1 minggu you can’t have a day to get rest karena banyaknya revisi tugas sana-sini, and once we do, ada aja orang yang nanya “Masnya kok malas?” itu tuh rasanya kayak gunung udah mau meledak aja. Ya nggak, sih?

advertisement

BACA JUGA: Ada 5 Tipe Males Mahasiswa. Nah, Kamu yang Mana?

 

Katanya, Mahasiswa Tukang Utang

Katanya mahasiswa tukang ngutang viayasminrehan

Katanya mahasiswa tukang ngutang via yasminrehan

Sarapan di warung burjo, ngutang. Makan malam di warteg, ngutang. Bahkan beli sabun aja masih bisa ngutang. Well, kita, mahasiswa tau banget kalau ngutang bukan hal yang baik untuk dibiasakan. Namun, apalah daya, kita mah apa atuh, cuma mahasiswa yang uangnya cuma bisa nungguin kiriman dari orang tua. Mungkin, sebagian dari kita ada yang udah mulai bekerja sambil kuliah, tapi, gak semua mahasiswa punya waktu dan mampu membagi waktu untuk bekerja sambil kuliah. We have our own way of success. Seenggaknya, salah satu dari kita pernah ngerasain jualan di kampus. Tapi yah… kita mah bisa apa kalau baru jadi mahasiswa aja udah langsung dicap tukang utang?

Katanya, Mahasiswa Gak Peduli Masa Depan

Katanya mahasiswa gak peduli masa depan via youthmanual

Katanya mahasiswa gak peduli masa depan via youthmanual

Kuliah, pulang, masuk kosan, pintu ditutup. Besok pagi kuliah lagi, lalu balik lagi ke kosan, makan ngutang, kerja kagak, mahasiswa kok gak punya masa depan? Sering denger gak sih celotehan kayak gini? Masih ada lho orang-orang yang lupa kalau kita ini mahasiswa. Iya, mereka lupa kalau kita kuliah di PERGURUAN TINGGI atau UNIVERSITAS, yang ujian masuknya gak gampang, bayar kuliahnya gak murah, dan jadwalnya gak santai! Dan masih ada aja orang yang bilang kalau mahasiswa gak punya masa depan? Terus kita kuliah kita buat apa dong?

 

Katanya, Mahasiswa Sekarang Tukang Demo

Mahasiswa sekarang tukang demo via covesia

Mahasiswa sekarang tukang demo via covesia

Iya sih bener kita sering ngedemo dan kasih protes terkait kebijakan-kebijakan pemerintah yang menurut kita kayaknya ada yang salah deh. Etapi kita mah bisa apa, demo dikit dituduh “Mahasiswa Bayaran”, demo dikit dibilang “Bikin macet, meresahkan masyarakat” – padahal kita kan gak jarang juga jalan pakai aksi damai. Meski nih sekarang katanya kalau mau kritis bisa bikin petisi online dan audiensi udah banyak, cuma sadar gak sih, untuk beberapa kepala daerah, audiensi itu kadang gak mempan? Sadar gak sih, kalau mahasiswa gak ada yang demo, pejabat tertentu bakal jadi malaikat yang dengan senang hati membantu rakyatnya? Bukan berarti kita jadi pesimis lho. ya. Tapi memang kadang kebenaran itu harus disingkap dari kabut-kabut kelam yang seringkali menutupinya.

advertisement

 

Katanya, Mahasiswa Gak Siap Hadapi Tantangan

Dengan banyaknya pelatihan dari kampus, mahasiswa siap hadapi tantangan via fib.ui

Dengan banyaknya pelatihan dari kampus, mahasiswa siap hadapi tantangan via fib.ui

 

Nah kalau yang ini ada benarnya, cuma jangan lupakan juga, bahwa di setiap kejuruan, ada yang namanya organisasi mahasiswa dan pelatihan-pelatihan kepemimpinan, seenggaknya itu bisa bikin kita, mahasiswa jadi lebih siap hadapi tantangan hidup di luar kampus. Jadi, apakah benar kalau mahasiswa jaman sekarang gak siap hadapi tantangan? Kok, banyak yah mahasiswa Indonesia bisa bawa prestasi-prestasi di dunia internasional dengan membawa kebangaannya sebagai Warga Negara Indonesia? Yakin, masih mau bilang mahasiswa jaman sekarang gak siap hadapi tantangan?

Totalitas tampaknya menjadi harga mati dalam meraih sukses bagi setiap mahasiswa. Apalagi kalau kamu jadi mahasiswa UI. Jejak histori masa lalu dimana mahasiswa UI selalu menjadi agen perubahan dan penggerak bangsa seakan-akan selalu mengikuti bayanganmu.

Menjadi mahasiswa memang tidak mudah, perlu ketekunan, kesabaran, dan semangat untuk maju demi mencapai cita-cita yang luhur. Namun, yakinlah, bila memang niatan menjadi mahasiswa murni untuk menajalani proses perkuliahan dan menjadi pribadi yang lebih matang, lambat laun masyarakat akan melihat bukti nyata dari setiap aktivitas yang kita adakan. Niat yang lurus dan ikhlas hanya mencari ridha dan ilmu dengan hati yang bersih akan mempengaruhi proses belajar dan ilmu yang akan diperoleh.

Memahami bidang-bidang yang digeluti, apa saja manfaat, nilai yang bisa diambil dari program studi yang dipilih. Mengetahui dengan baik prospek ke depan bidang ilmu yang digeluti pun akan membentuk pribadi kita menjadi seseorang yang menguasai permasalahan yang kita lakoni. Dengan demikian, masyarakat akan melihat dan menilai seperti apa pemaknaan akan stereotype yang sesungguhnya ketika kita menjadi mahasiswa.

Menurut kamu, menjadi mahasiswa itu harusnya gimana sih? Yuk, bagikan pendapatmu lewat comment box dan bagikan tulisan ini lewat Facebook, Twitter dan LINE kamu sekarang!



Apa pendapatmu tentang tulisan ini? BARU!
  • 😭 (57%)
  • 😊 (14%)
  • 😮 (14%)
  • 😆 (14%)
  • 😡 (0%)
  • 😒 (0%)
  • 😍 (0%)