Universitas Lampung (UNILA) baru saja menjadi tuan rumah Kontes Robot Terbang Indonesia 2016 bulan lalu. Kompetisi tahunan yang mempertunjukkan kreasi Pesawat Tanpa Awak (Unmanned Aerial Vehicle) itu diikuti lebih dari 60 perguruan tinggi di Indonesia. Kontes ini pertama kali diselenggarakan pada tiga tahun lalu di Institut Teknologi Bandung yang dinaungi langsung Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masayarakat.

Kompetisi ini sebenarnya sudah dibesarkan ITB sejak tahun 2008 hingga 2011 dengan nama kontes IIARC (Indonesian Indoor Aerial Robot Contest). Pada setahun berikutnya, nama kontes berubah menjadi Indonesian Aerial Robot Contest (IARC) yang dilaksanakan di outdoor. Setelah melihat kesuksesan penyelenggaraan kontes tersebut, Dikti melahirkan Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) pertama kali pada 2013, yang dilanjutkan ke kawasan Indonesia Timur pada 2014 di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Setahun setelahnya, UGM mendapat mandat penyelenggaraan KRTI 2015.

Dari kompetisi ini Dikti melalui Ditjen Belmawa Kemenristekdikti, mendorong para generasi muda Indonesia untuk berjuang dan berkarya nyata dalam dunia sistem nir-awak baik udara maupun angkasa lepas di masa selanjutnya. Dari beberapa kategori yang dilombakan, seperti Racing Plane, Fixed Wing, Vertical Take Off Landing, dan Technology Development, UI yang diwakili tim AUAV UI berhasil menggondol dua gelar.

Prestasi yang ditorehkan AUAV pada (via uiupdate)

Prestasi yang ditorehkan AUAV pada KRTI 2016 (via uiupdate)

Pada pagelaran tanggal 23-26 November di Lampung itu, kampus kuning kita berhasil menggondol juara pertama kategori Vertical Take Off Landing-Autonomous Aerial Fire Extinguisher, dan Best System-Technology Development. Tim AUAV UI yang dibimbing para dosen yang umumnya berasal dari Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer itu berhasil membuktikan diri menjadi yang terbaik di kedua kategori incarannya. Sementara dua kategori yang lain, kampus kuning baru saja mencicipi kategori tersebut.

Sebelumnya, pada ajang yang sama di UGM, UI hanya berhasil menjadi juara di kategori Vertical Take Off and Landing kelas Non-Water-based Fire Extinguisher. Kala itu, robot terbang buatan Ricky Nauvaldy dkk bernama GARUDA. Belajar dari kisah tahun lalu yang hanya menempatkan juara di satu kategori, Taris Handyatama yang pada tahun ini menjadi ketua tim, berhasil menggondol dua gelar.

 

advertisement

BACA JUGA: UI Luncurkan 4 Kendaraan Berbahan Bakar Listrik: Ternyata Bikun Beneran Ingin Bertransformasi, Loh!

 

Wah, hebat yah teman-teman robotik UI, bisa nambah gelar dalam jangka waktu setahun pagelaran. Semoga di tahun-tahun selanjutnya tim AUAV UI bisa menjadi pemenang semua kategori ya! Ayo bagikan artikel ini di Akun Facebook, Twitter, dan Line kalian agar menjadi doa untuk tahun-tahun ke depannya! Veritas, Probitas, Iustitia!



[reaction_buttons]