Assalamu’alaikum wr. wb.

Sudah sekian lama, teknologi khususnya komputer memasuki wilayah Indonesia dan juga Universitas Indonesia khususnya. Dan sudah tidak jarang pula kita lihat windows sebagai operating sistem komputer para civitas akademika di Universitas Indonesia ini. Mulai dari Windows XP sampai Windows Seven. Namun saya bertanya-tanya apakah legal windows yang Anda punyai tersebut?

Mungkin untuk kalangan Lab. Komputer yang resmi milik universitas memang memiliki produk asli dari Windows tersebut. Mungkin Windows asli juga dapat dimiliki para mahasiswa ilmu komputer yang memiliki kewenangan khusus untuk mendapat produk asli dari Windows tersebut. Namun bagaimana dengan civitas akademika UI yang lain? Saya tidak yakin akan keaslian Windows di masing-masing komputer ataupun laptop para mahasiswa lainnya.

Sekarang pertanyaanya mengapa mereka tetap menggunakan Windows yang mungkin bajakan tersebut? Hal itu salah satunya disebabkan oleh universitas yang selalu menggunakan Windows dan aplikasi berbayarnya untuk pendidikan kita. Seperti contohnya (yang saya alami) untuk mengolah data-data statistik, kita harus menggunakan SPSS dalam mengolahnya. Praktikum dan materi untuk SPSS pun juga disediakan oleh departemen.

Namun apakah SPSS yang digunakan para mahasiswa itu legal? Seandainya pun mereka mendapat produk dengan lisensi asli atas kerjasama dengan departemen dengan pihak pengembangnya, apakah Windows yang mereka pakai ini juga legal? Padahal SPSS hanya dapat dijalankan di Windows. Bukankah hal ini mengajarkan pada mahasiswa untuk membajak? Hal ini tidak berlaku untuk SPSS saja, namun juga untuk aplikasi-aplikasi Windows yang dipakai di masing-masing departemen lainnya.

Sekarang mari kita pikir matang-matang. Di dunia ini itu masih ada sistem operasi selain Windows yang memiliki performa aplikasi tak kalah (atau bahkan lebih baik) dari Windows. Sistem operasi ini juga open source dan dapat kita unduh secara gratis dan “completely legal” untuk kita pasang di komputer/laptop kita. Sistem operasi ini bernama Linux.

advertisement

Paket-paket Linux ada bermacam-macam (yang disebut “distro”), mulai dari ubuntu, fedora, backtrack, dan lain sebagainya. Setiap distronya pun memiliki spesifikasi sendiri-sendiri. Di Linux pun juga banyak aplikasi-aplikasi alternatif yang dikembangkan secara open source. Seperti contohnya untuk mengganti SPSS, di Linux ada aplikasi PSPP dan juga aplikasi-aplikasi statistik lainnya yang tentu saja dapat kita gunakan secara gratis dan completely legal.

Linux juga merupakan sistem operasi yang bisa dikatakan kebal terhadap virus. Hal tersebut dikarenakan Linux dikembangkan oleh komunitas. Bila ada virus maupun bugs yang terjadi pada distro-distro Linux, hal itu akan cepat diatasi oleh komunitas pengembang yang ada di seluruh penjuru dunia. Beberapa kelebihan Linux dibanding Windows yaitu:

  1. Linux adalah software open source,
  2. dalam Linux terdapat software-software alternative (open source) pengganti software-software di Windows yang tidak kalah performanya (bahkan lebih baik),
  3. Linux selalu di update secara berkala dan rutin sehingga gangguan-gangguan yang terjadi pada versi-versi sebelumnya akan cepat teratasi,
  4. Linux merupakan operating system yang lumayan kebal terhadap virus dibanding Windows,
  5. Linux memiliki berbagai macam paket (distro) yang dapat kita sesuaikan dengan pilihan kita,
  6. memakai Linux dapat mengasah kemampuan IT kita. Jadi jika di Windows, kita hanya melakukan klik n klik untuk melakukan sesuatu (seperti menginstal); namun di Linux, kita menggunakan sistem yang berbasis terminal untuk dapat menginstall, meremove, dan sebagainya sehingga hal ini akan meningkatkan kemampuan teknik IT kita secara sadar maupun tidak,
  7. dan masih banyak lagi alasan lainnya.

O iya, alhamdulillah departemen saya sudah akan memakai Linux di Lab. komputernya, departemen lain bagaimana?

Jadi apalagi yang kita tunggu? Ayo mulai sebarkan Linux dan mulai pakai Linux sebagai operating system utama civitas akademika Universitas Indonesia ini untuk segala kepentingan akademik maupun non akademik kita. Bukankah uang yang kita gunakan untuk membeli lisensi aplikasi-aplikasi Windows sebenarnya dapat kita gunakan untuk fasilitas kampus dan kepentingan lainnya yang lebih membutuhkan di universitas ini? Mohon dipikir baik-baik..

Wassalamu’alaikumussalam wr. wb.



[reaction_buttons]

advertisement