Teman-teman tahu gak suatu kampus di Jakarta, berwarna kuning jas almamaternya dan slogan “Veritas, Probitas, Iustitia“? Gampang banget lah ya, jelas banget itu adalah Universitas Indonesia. Kampus yang didirikan sejak tahun 1849 ini, telah menghasilkan jajaran elit hingga jajaran akademis di Indonesia ini. Tambahan juga nih, kalo penulis emang lagi nyantai ke toko-toko buku daerahnya penulis, biasanya suka ngeliat buku-buku Raditya Dika atau Bapak Rhenald Kasali yang jadi best seller dan WOW mereka lulusan kampus kuning ini juga coy.

Nah itu masih segelintir orang-orang yang awalnya digodok di kampus ini buat diasah kreativitasnya jadi penulis sukses saat ini. Jadi lulusan kampus ini ga cuman artis, orang-orang macam penulis sukses tanah air pun mengenyam pendidikan disini. Penulis-penulis ini emang cerita kalau kampus ini bikin banyak pengalaman karena ragamnya banyak orang disini dan jadi nambahin ide-ide segar juga buat nulis. Mupeng gak tuh…

 

Bapak Rhenald Kasali

Penulis-UI-Rhenald-Kasali

Siapa yang tidak kenal dengan motivator sekaligus penulis buku ini? Yap, Bapak Rhenald Kasali, salah satu orang yang bikin penulis ga berhenti menulis karena suka banget dengan kutipan dan artikel buatan bapaknya :’) Pak Rhenald Kasali ini pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan beliau pun mendapatkan gelar guru besar Ilmu Manajemen dari Universitas Indonesia. Buku-buku yang ditulis oleh beliau salah satunya adalah buku “Recode Your Change DNA” yang fenomenal dan sering sekali dijadikan referensi artikel-artikel motivasi. Salut banget penulis sama bapak yang satu ini, beliau benar-benar sangat menginspirasi pemuda Indonesia, apalagi beliau mendirikan Yayasan Rumah Perubahan yang membawa misi perubahan bagi Indonesia.

 

advertisement

Andrea Hirata

Penulis-UI-Andrea-Hirata

Rambut ikal yang menjadi ciri khas penulis sukses yang menjadi tokoh utama di novel “Trilogi : Laskar Pelangi” ini, gampang banget buat dibedain dari penulis-penulis sukses lain. Andrea Hirata ini telah menempuh kuliah dengan mendapatkan gelar sarjana di Ekonomi Universitas Indonesia. Yang bikin Andrea Hirata ini greget banget prestasinya adalah, abis lulus kuliah, dia mendapatkan beasiswa Uni Eropa untuk berkuliah di Université de Paris, Sorbonne, Perancis dan Sheffield Hallam University, United Kingdom. Wiih, tentunya temen-temen yang mencari beasiswa pasti tahu banget kalau susahnya dapet beasiswa itu kayak gimana and he did it! Salah satu sumber di internet mengatakan bahwa tesis dari Mas Andrea Hirata ini merupakan buku teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia dan dijadikan referensi ilmiah. Wow!

 

Raditya Dika

Penulis-UI-Raditya-Dika

Temen-temen disini gak usah dijelasin tentang artis yang fotonya diatas ini, pasti udah tau dia siapa. Sebenernya sih mukanya standar aja ya, pasti ada mungkin yang mirip ama temennya, haha. Tapi nama dia yang gak nyantai bekennya di kalangan penulis-penulis muda Indonesia, dengan buku pertamanya yang fenomenal yaitu “Kambing Jantan: Sebuah Catatan Pelajar Bodoh”. Setelah menempuh pendidikan sarjana di Adelaide, Australia, Dika melanjutkan kuliah mengambil magister di Ilmu Politik dan konsenstrasi Politik Indonesia. By the way, Dika sekarang baru saja meluncurkan buku yang berjudul “Koala Kumal” dan lagi-lagi, penjualannya melejit tinggi dengan komedi-komedi dalam tulisannya.

 

advertisement

Tere Liye

Penulis-UI-Tere-Liye

Masih ingat sebuah film yang diangkat dari novel dengan judul “Hafalan Shalat Delisa” atau “Moga Bunda Disayang Allah”? Saat menonton film tersebut, kesan yang didapatkan film benar-benar menyentuh dan banyak unsur mendidiknya. Dari keharuan bencana tsunami di Aceh pada buku “Hafalan Shalat Delisa” hingga mengajarkan kita kepedulian pada seorang anak perempuan di buku “Moga Bunda Disayang Allah”. Dua novel itu juga yang membuat penulis selalu gak nangis tiap baca bukunya Bang Tere Liye ini 🙁 FYI, Tere Liye ini merupakan alumnus Universitas Indonesia dengan mengambil Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi dan dari salah satu sumber mengatakan juga menjadi seorang dosen.

 

Helvy Tiana Rosa

Penulis-UI-Helvy-Tiana-Rosa

Salah satu penulis yang merupakan lulusan kampus kuning ini adalah Ibu Helvy Tiana Rosa. Kakak dari penulis Asma Nadia ini, merupakan alumnus dari jurusan Sastra Asia Barat, Fakultas Sastra Universitas Indonesia, dengan konsentrasi program studi Sastra. Dari salah satu sumber, Bu Helvy ini memenangi berbagai perlombaan menulis yang diadakan di tingkat fakultas maupun tingkat universitas. Awal mulanya memang karya-karya Bu Helvy ini mulai terdengar lewat lomba-lomba. Selain itu, Bu Helvy ini juga masuk ke 33 tokoh sastra paling berpengaruh di Indonesia.

 

Oki Setiana Dewi

Penulis-UI-Oki-Setiana-Dewi

Salah satu pemeran utama dalam film “Ketika Cinta Bertasbih” ini, memulai debut menulisnya saat menulis buku yang berjudul “Melukis Pelangi” dan kemudian ia melanjutkan buku yang berjudul “Sejuta Pelangi”. Sosok perempuan yang konon katanya banyak diidamkan remaja ABG ini, dulunya berkuliah di Universitas Indonesia dengan mengambil jurusan Sastra Belanda. Pas banget lah ya, sudah solehah, cerdas dan juga suka menulis.

Sejak nonton film yang dibintangi oleh Mbak Oki ini, jujur aja mulai banyak film-film Islami yang menjamur dan sedikit demi sedikit mulai memberikan nilai pendidikan tentang Islam juga. Selain itu, banyak juga remaja ABG perempuan yang belajar banyak lewat buku Mbak Oki, dari kisah pertama kali dijilbab dan saat-saat hijrah mbaknya. Yaa penulis harapkan makin banyak tulisan-tulisan Islami yang mampu menginspirasi remaja saat ini, kalau-kalau lingkungan bangsa ini mulai tidak bisa memberikan contoh baik dari orang-orangnya 🙂

 

Soe Hok Gie

Penulis-UI-Soe-Hoek-Gie

Salah satu penulis lainnya yang pernah berkuliah di UI adalah Soe Hok Gie dengan mengambil program di Fakultas Sastra Universitas Indonesia jurusan Sejarah. Penulis kenal dengan nama beliau karena sebuah film “Gie” yang dibintangi Nicholas Saputra. Sumpah, filmnya keren banget dan pas sekali untuk merasakan rasanya dunia saat rezizm Soekarno. Rasanya semangat kemahasiswaan yang tidak mau dikekang dan disuruh ‘tutup telinga’ terhadap keadaan bangsa, mampu ditunjukkan oleh Soe Hok Gie lewat karya-karyanya walaupun beliau sudah wafat di Gunung Merbabu pada hari ulangtahunnya sendiri.

Ia dikenal dengan tulisan-tulisannya di media massa. Sekitar 35 karyanya, sudah dibukukan dan diberi judul “Zaman Peralihan”. Tulisan-tulisan Soe Hok Gie pada buku hariannya, kemudian dibukukan juga menjadi sebuah buku yang berjudul “Catatan Seorang Demonstran”.

Nah, sudah tahu kan banyaknya penulis terkenal yang patut diacungi jempol karya-karyanya dan ternyata juga mereka semua adalah lulusan Universitas Indonesia ini 🙂

 

SUMBER :

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14



Apa pendapatmu tentang tulisan ini? BARU!
  • 😍 (61%)
  • 😊 (13%)
  • 😆 (12%)
  • 😒 (6%)
  • 😮 (4%)
  • 😭 (3%)
  • 😡 (1%)