3 Jalur Kelulusan Di Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Bisa Sarjana Tanpa Skripsian!

Jalur kelulusan di Program Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia tidak hanya skripsi saja, lho. Yuk kita simak tiga jalur kelulusan yang ada di Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia!


0

“Kamu waktu itu skripsinya tentang apa?”

“Oh, aku enggak skripsi…”

“Hah?”

Halo, anakUI! Pasti anakUI sudah gak asing dengan Skripsi, kan? Kata “Skripsi” merupakan kata yang akrab didengar di lingkungan mahasiswa tingkat akhir di Universitas Indonesia. Hal itu karena skripsi biasanya menjadi salah satu syarat utama untuk meraih gelar Sarjana.

Udah gak sabar jadi Sarjana? (Sumber gambar: fisip.ui.ac.id)

Meskipun menjadi hal yang paling menentukan kelulusan sarjana, kadang mahasiswa tingkat akhir justru tertekan dan akhirnya menjadi kesal dengan skripsi. Bahkan, sampai muncul istilah “skripsh*t” saking kesalnya mahasiswa tingkat akhir dengan skripsi, lho!

Tapi, kalau misalnya kamu ngobrol dengan mahasiswa Ilmu Komunikasi yang sudah berada di tingkat akhir, mungkin ada beberapa dari mereka yang mengatakan kalau mereka tidak “skripsian”. Wah, kok bisa ya?

Hal ini ternyata karena jalur kelulusan di Program Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia tidak hanya skripsi saja, lho. Yuk kita simak tiga jalur kelulusan yang ada di Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia!

1. Skripsi

Kepikiran judul skripsi kayak gini, gak? (Sumber: IDN Times)

Jalur yang paling umum dan paling dikenal orang tentu saja, jalur kelulusan Skripsi.

Skripsi sendiri adalah sebuah karya tulis ilmiah yang digunakan untuk memaparkan hasil penelitian mengenai suatu masalah atau fenomena tertentu.

Fenomena yang diteliti bisa mengenai apa saja, namun jika berbicara mengenai skripsi di jurusan Ilmu Komunikasi, tentu fenomena tersebut adalah fenomena yang diteliti menggunakan perspektif komunikasi, mulai dari perspektif ilmu hubungan masyarakat, periklanan, kajian media maupun jurnalisme.

Dalam membuat skripsi, akan lebih baik jika kamu meneliti topik yang kamu sukai dan kamu minati agar kamu dapat bersemangat dalam melakukan pengerjaan dan penelitian. Namun, jangan lupa untuk menggunakan metodologi yang tepat serta menggunakan kaidah penelitian yang benar, ya!

Skripsi di Universitas Indonesia memiliki bobot 6 SKS, maka dari itu kamu harus memaksimalkan skripsimu agar dapat memperoleh IPK akhir yang baik.

2. TKA (Tugas Karya Akhir)

“Jadi maba bareng, jadi wisudawan juga harus bareng ya!” (Sumber gambar: pengaruh.com)

Jalur kelulusan yang selanjutnya adalah TKA atau Tugas Karya Akhir. Hm, bedanya apa ya dengan Skripsi?

Jika skripsi berbicara mengenai penelitian sebuah fenomena berdasarkan konsep-konsek komunikasi, melalui Tugas Karya Akhir kita akan menjawab sebuah permasalahan yang nyata dengan konsep-konsep komunikasi yang ada. Singkatnya, Skripsi lebih fokus untuk meneliti, sementara TKA akan lebih fokus membuat strategi.

Contohnya, seperti permasalahan komunikasi di sebuah perusahaan. Ketika mengerjakan TKA, kita perlu untuk menjelaskan dengan baik permasalahan apa yang dialami perusahaan tersebut dan produk atau karya apa yang ingin kita rancang untuk menyelesaikannya.

Maka dari itu, akan lebih baik jika perusahaan, komunitas atau yayasan yang ingin kita bahas adalah yang memang dekat dengan kita. Misalnya, kantor saat kita magang dulu atau bahkan bisnis yang sedang kita jalani. Namun kembali lagi, jangan lupa untuk melakukan analisis dengan kaidan analisis yang benar ya!

Berbeda dengan skripsi, TKA memiliki bobot 3 SKS. Karena syarat lulus adalah menyelesaikan sejumlah 146 SKS, maka dari itu mahasiswa Ilmu Komunikasi yang mengambil jalur TKA perlu untuk mengambil mata kuliah eksternal di luar mata kuliah wajib, atau istilah bekennya “belanja matkul”.

3. Makalah Non-Skripsi

Yuk semangat demi gelar sarjana! (Sumber gambar: Kaldera News)

Jalur kelulusan yang terakhir adalah Makalah Non-Skripsi. Di Makalah Non Skripsi, kita diminta untuk membuat kajian untuk studi yang pernah ada, seperti buku, artikel ataupun penelitian yang sudah pernah dipublikasikan sebelumnya.

Bedanya Makalah Non-Skripsi dengan Skripsi dan TKA adalah Makalah Non-Skripsi tidak melakukan studi baru dengan penelitian turun lapangan. Ketika membuat Makalah Non-Skripsi, yang kita lakukan adalah melakukan sebuah kajian akademik mengenai penelitian atauhal-hal yang berkaitan dengan ilmu komunikasi sebelumnya, misalnya strategi iklan sebuah brand, film atau peristiwa, artikel, dan lainnya.

Makalah Non-Skripsi akan terdiri dari pengantar, argumen, serta rangkuman yang mengkaji penelitian atau artikel berdasarkan sudut pandang dan teori dan konsep komunikasi yang dipilih. Kita juga perlu menunjukkan kelebihan serta kekurangan dari penelitian atau artikel tersebut, serta membuat kesimpulan di akhir.

Selain tidak melakukan penelitian turun lapangan, teman-teman yang mengambil jalur kelulusan Makalah Non-Skripsi juga tidak perlu untuk melakukan sidang uji karya akhir, loh. Jika teman-teman Skripsi dan TKA perlu untuk melakukan sidang outline dan sidang akhir, teman-teman Makalah Non-Skripsi hanya perlu men-submit karya akhir yang sudah selesai. Namun, sama seperti teman-teman Skripsi dan TKA, pengerjaan Makalah Non-Skripsi juga harus dibimbing oleh dosen pembimbing, nih. Artinya, kamu juga tidak akan lepas dengan revisi-revisi yang akan diberikan oleh dosen pembimbingmu nanti, nih.

Selain itu, berbeda dengan Skripsi dan TKA yang memiliki bobot SKS sejumlah 6 SKS dan 3 SKS, Makalah Non-Skripsi yang kita kerjakan tidak memiliki bobot SKS, nih. Artinya, mahasiswa yang mengambil jalur kelulusan Makalah harus mengambil 6 SKS tersebut dari mata kuliah eksternal sebagai syarat lulus.

Tips mengerjakan tugas akhir

Nah, untuk kamu mahasiswa yang sedang berada di tingkat akhir, ada sedikit tips nih untuk kamu dalam menyelesaikan tugas akhir!

  1. Pilih topik yang membuatmu tertarik mendalami lebih lanjut

Dalam memilih topik tugas akhir, akan lebih baik bila kita memilih topik yang dekat denganmu atau yang membuatmu tertarik. Jika kamu tertarik dengan isu lingkungan hidup, kamu bisa mengambil topik tersebut. Jika kamu merupakan penggemar K-Pop, kamu juga bisa mengambil topik tersebut. Selain itu, cari juga fenomena serta konsep Komunikasi yang kamu rasa dapat membuatmu tertarik mengerjakannya.

  1. Pilih jalur kelulusan yang sesuai dengan topik dan kemampuan

Ketika memilih jalur kelulusan, plihlah jalur kelulusan yang sesuai dengan topik yang kamu pilih. Selain itu, kamu juga perlu untuk memilih jalur kelulusan yang sesuai dengan kemampuan dan targetmu kedepannya, karena masing-masing jalur kelulusan punya kelebihan dan kekurangannya.

  1. Cari informasi dengan kakak tingkat

Kamu bisa banget untuk tanya-tanya mengenai topik tugas akhir dengan kakak-kakak tingkat. Informasi mengenai cara menyelesaikan tugas serta dosen pembimbing yang mereka dapat juga bisa kamu cari tahu untuk memberikan gambaran, loh.

  1. Tentukan target

Agar pengerjaan tugas akhirmu nanti tidak berantakan, kamu dapat membuat target yang harus kamu selesaikan dalam kurun waktu tertentu. Misalnya, dalam dua bulan hal apa saja yang harus sudah kamu selesaikan? Tapi ingat, susun target dengan rasional serta mempertimbangkan kapasitas dan jadwal lainnya yang sedang kamu jalani, ya.

  1. Kerjakan dengan happy

Tugas akhir yang baik adalah tugas akhir yang selesai, namun kesehatan metalmu selama mengerjakan tugas akhir juga perlu kamu awasi. Jangan terlalu dibawa stres ya, dan jangan lupa istirahat! Kamu juga dapat bercerita baik ke teman seperbimbingan maupun keluarga ketika kamu merasakan kesulitan.

***

Itulah tiga jalur kelulusan yang ada di Ilmu Komunikasi UI! Hm, kira-kira kamu mau pilih jalur kelulusan yang mana, nih?

 


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
2
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
1
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Ameni Nazaretha
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UI yang suka menulis dan bermusik. More of Ameni's Articles | Connect with her on LinkedIn

One Comment

Leave a Reply

  1. Ternyata ada banyak jalur kelulusan ya di Ilmu Komunikasi UI, baru tahu saya.

    Sangat bagus ini, jadi lebih fleksibel terdapat banyak pilihan sehingga mahasiswa bisa memilih sesuai minatnya masing-masing.