Sahabat saya, Faldo Maldini dan Yasir Mukhtar, selalu berkata bahwa bukan saatnya lagi terus mengeluh atas masalah yang ada. Daripada mengutuk kegelapan, kata mereka, lebih baik nyalakan lilin. Saat Gaza diinvasi Israel beberapa hari ini, mereka membuktikan itu. Mereka tak berkoar-koar memaki Israel di jejaring sosial. Mereka lakukan lebih dari sekadar memaki. Karya. Gerakan.

Change.org, petisi online dengan ruang lingkup global mereka manfaatkan. Banyak sudah yang berhasil terbantu. Sebutlah korupsi SIM lokal di India dan penyelidikan terhadap penganiayaan hewan di Belarusia. Sampai artikel ini ditulis, sudah 8.100 petisi online ditandatangani. Petisi ini terkoneksi ke email para pemimpin seperti SBY, Netanyahu, Ban Ki-Moon, dan Obama.

Saat ini, gerakan ini makin berkembang. Pin, kaos, website, dan gerakan-gerakan lain akan muncul dengan sendirinya. Para penyala harapan akan berkumpul secara alamiah. Petisi online ini pun sudah menembus George Galloway (politisi Inggris), teman-teman di Jerman, Afrika Selatan, Australia, dan sangat mungkin akan terus menembus negara-negara  di seluruh dunia.

Setiap orang sibuk meminta perubahan. Tapi kami mengajak teman-teman untuk menjadi perubahan itu sendiri. Nah, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menjadi perubahan:

(1) Kami membutuhkan 1.000.000 petisi. Tandatangani petisi online ini (bit.ly/savegaza ) dan ajaklah teman-temanmu untuk menandatanganinya juga.

advertisement

(2) Jadikan gambar yang saya taruh di atas sebagai avatar Twittermu atau Profil PictureFacebookmu.

(3) Sebar tulisan ini ke rekan-rekanmu

(4) Ciptakan ide-ide baru yang gokil dan mari berkolaborasi bersama.

Ayolah sobat, kita buktikan bahwa cahaya kemanusiaan itu masih ada.

 

Wahyu Awaludin

advertisement

Sahabat mereka dan sahabatmu