Ada yang Aneh dengan Mekanisme KSDI tahun 2010!

Sebentar lagi adik-adik kita yang duduk di bangku kelas 3 SMA akan menghadapi ujian kelulusan serta ujian masuk universitas. Jika, teman-teman memiliki adik, saudara, ataupun tetangga yang sekarang sedang berada di masa akhir SMA pasti akan melihat betapa sibuk dan cemasnya mereka. Betapa tidak?, UN sekarang dinaikkan standar kelulusannya meski diperbolehkan adanya ujian ulang.

Selain itu, mekanisme ujian masuk universitas akhir-akhir ini mengalami banyak perubahan. Sebelum tahun 2009, SPMB masih diandalkan sebagai alat penyaring antara calon mahasiswa yang pantas dengan yang tidak. Sekarang, SPMB sudah tidak diunggulkan seperti dulu lagi. Seiring jalannya waktu, kuota masuk lewat SPMB semakin berkurang karena adanya kebijakan baru, seperti KSDI, Jalur Internasional, UMB, bahkan yang baru-baru ini: SIMAK.

Untuk masalah mekanisme jalur masuk UI ini saya ingin berbagi sedikit cerita yang dialami oleh adik kandung saya sendiri. Jadi, adik kandung saya, yang sekarang sedang duduk di bangku SMAN 6, Mahakam, Jakarta Selatan, tiba-tiba ditawari formulir KSDI oleh salah satu perusahaan minyak negara tempat ibu saya bekerja.

Karena ketidaktahuannya ia meng-iya-kan saja tawaran itu dan segera mengurus berkas-berkasnya. Dia tidak mengkomunikasikannya dulu pada saya. Saya baru mendapat informasi itu ketika ia selesai mengurus berkas-berkas KSDI tersebut.

Kontan saya kaget sebab selain saya tidak setuju dengan adanya KSDI untuk anak “kota”, persyaratan KSDI yang ditawarkan perusahaan tersebut juga sangat aneh dan berbeda dengan mekanisme KSDI tahun lalu (meski saya tidak ikut jalur KSDI tapi saya mengetahuinya dari teman-teman saya). Keanehan mekanisme KSDI ini adalah:

  1. Yang membayar uang pangkal dan uang semester adalah orang tua siswa sendiri bukan perusahaan. Setahu saya, dalam mekanisme KSDI perusahaan lah yang wajib membayar uang pangkal dan uang semesternya.
  2. Siswa yang telah mengikuti KSDI tersebut tetap harus mengikuti SIMAK. Diterima atau tidak diterimanya siswa tersebut tergantung dari hasil SIMAK nya. Jadi, untuk apa fungsi KSDI disini?

Sungguh ironis, setiap hari ada saja perubahan yang aneh dari kampus kita tercinta ini. Mulai dari sistem penerimaan mahasiswa yang kacau balau sampai biaya kuliah yang makin tak terjangkau. Mungkin kasus serupa yang sedang saya dan adik saya alami ini tidak hanya terjadi pada diri kami saja. Saya yakin banyak orang di luar sana yang terjebak dengan sistem masuk UI yang ganjil dengan iming-iming pasti diterima.

Saya pribadi kurang setuju dengan adanya kebijakan KSDI ini. Sebab, sejak adanya KSDI makin banyak kasus-kasus penyelewengan yang terjadi. Saya melihat sendiri dengan mata kepala saya sendiri banyak mahasiswa yang diterima di UI dengan jalur KSDI padahal dari segi akademis mereka tidak lebih baik dari mahasiswa-mahasiswa lain yang diterima melalui jalur UMB atau SNMPTN. Ternyata kebanyakan dari mereka memakai teknik nepotisme dengan memanfaatkan relasi dengan petinggi di perusahaan. Saya tidak ingin menyudutkan individu yang melakukannya tapi saya hanya ingin menceritakan realita yang ada.

Oleh karena itulah, saya sangat kecewa ketika adik saya telah mengurus berkas-berkas KSDI tersebut. Saya sangat menentang sistem tersebut. Saya sendiri masuk UI lewat jalur PPKB. Saya dan orang-orang lain masuk UI lewat kerja keras kami sendiri. Lewat usaha mati-matian kami mempertahankan rangking di sekolah, karena salah satu persyaratan PPKB adalah mendapat rangking 1-5 sejak kelas 1 SMA. Oleh karena itulah saya tidak setuju dengan KSDI.

Sekarang ibu saya sedang berusaha untuk membatalkan formulir yang telah diurus adik saya setelah saya ceramah berjam-jam di rumah. Saya berdoa semoga adik saya bisa mendapatkan hasil sesuai apa yang diusahakannya. Dan saya lebih percaya ketentuan Allah SWT pasti yang terbaik.

9 thoughts on “Ada yang Aneh dengan Mekanisme KSDI tahun 2010!”

  1. KSDI memang sarat dengan penyelewengan, hal ini sudah terjadi dari sejak program KSDI muncul di UI.

    hmmm…..

    Reply
  2. sbenernya gpp adik km msk ui lwt jlr ksdi. KSDI kan kerja sama daerah dan industri, jd tdk harus anak desa dan mnutup sm sekali ksempatan anak kota. Apa lg km uda bilang kl itu lwt prusahaan ibu km kerja. Artinya memang lewat jalur INDUSTRI dan bukan DAERAH. sy sendiri prnh ngbrl dg pak Wiku FKM salah satu perintis jalur ini. jalur ini sbenarnya tdk ada masalah. Ini mirip skali dg skema sponsoring klo km kuliah S2 dg biaya dr prusahaan km bkerja. Tntu ad kmpensasi utk yg sudah membiayai. Tp ttg uang yg hrs dibayar org tua km, lbh baik dicek ke UI nya, apakah skemanya sperti itu. Klo tdk, boleh jd ada mslh di rekrutmen psrta oleh perusahaannya. Bs mslh teknis, bs jg ada indikasi korupsi.

    Reply
  3. hmmm, kl untuk jalur ksdi emang ga harus dari daerah aja,
    trus masalah uang pangkal dan semester itu juga kebijakan daerah masing2 dan perusaan masing2, maksutnya :
    bisa saja daerah atau perusahaan ingin membantu 100% untuk biaya pangkal dan semester selama mengenyam pendidikan. tapi tidak menutup kemungkinan daerah / perusahaan hanya memnbantu sebagian atau seberapa pun.

    dari yang saya tau, KSDI di daerah saya juga tidak 100% memberikan uang pangkal dan semester, itu tergantung dari kemampuan kita, dan orang tua. maksutnya kemapuan kita, kalau waktu tes kita berhasil lulus dan berada di peringkat satu kita akan 100% di biayai, tapi kl nggak hanya akan di bantu uang persemester,
    ( namun, prosedur KSDI tidak bisa di samakan di semua daerah, seperti teman saya yg lulus dari jalur KSDI dari daerah yg berbeda, iya 100% di biayai oleh pemda walaupun tidak berada di urutan pertama saat seleksi. )

    Reply
  4. Ciee… mentang2 lulus PPKB jadi benci KSDI ni ye….

    Kayaknya sih salah di perusahaannya, coba cek jangan2…

    Reply
  5. Kepada RS dan Syukriah serta Teman-teman coba cek link ini:

    http://www.ui.ac.id/id/admission/page/pksdi

    di situ UI memberikan syarat bahwa peserta KSDI HARUS LULUSAN DARI LUAR PULAU JAWA DAN BALI,, (maksud huruf capital ini bukan marah2 lo tapi buat memperjelas aja)

    Jadi terkait anak KSDI yang berasal dari seantero Pulau Jawa (apalagi yang dari Jakarta) kira-kira melanggar syarat yang udah ditetapkan ga tu hehe………..

    Dan yang jelas sumber itu valid dan tertera di situs resmi kampus kita ….

    Reply
  6. saya ksdi 2009 dr daerah sumsel.cm pengen share,soal pembayaran tergantung keputusan pemerintah daerah masing2.tesnya 2kali,lolos test dr pemerintah daerah br bisa ikut tes ksdi,jd jgn meremehkan. lalu setelah lulus harus mengabdi didaerah asal,jd ada timbal balik sm daerah.jgn men”judge” salah satu jalur masuk,semua tergantung kondisi.ga semua yg masuk lewat ksdi seperti yg kamu bilang,di SMA saya,malah yg penuh nepotisme tuh buat ngedapetin formulir ppkb.sekali lagi,jgn men”judge” suatu jalur.

    Reply

Leave a Comment

error: This content is protected by the DMCA