Langsung aja.

Teman-teman, pagi ini saya cukup “cerewet” di Twitter, lantaran akun @anakuidotcom yang merupakan pengelola website https://anakui.com mempromosikan les privat berbayar kepada mahasiswa.

Saya tahu, teman-teman di sini pastinya punya pendapat yg berbeda-beda mengenai bisnis tersebut.

advertisement

Tapi bagi saya, berdasarkan pengalaman dan nalar hati nurani, merasa bisnis les privat berbayar untuk mahasiswa itu sangat tidak etis dan janggal.

Meskipun tujuannya untuk membantu adik2 mahasiswa yg kesulitan akademik, bahkan ada yg terancam DO, semestinya bantuan bimbingan kuliah bisa dilakukan oleh teman-teman, senior, asdos, aslab, dan dosen secara sukarela, berdasarkan prinsip kebersamaan (ukhuwah), saling tolong menolong (ta’awun), saling menanggung beban (takaful), dan tanggung jawab sosial.

Memang tidak sepenuhnya salah, tapi kalau itu terjadi di kampus kita, rasanya saya ingin menggugat rasa kesetiakawanan, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial mahasiswa, para senior, asisten lab, asisten dosen, dan dosen tersebut.

advertisement

Hal yang seharusnya bisa difasilitasi oleh lembaga kemahasiswaan, dekanat/departemen, asdos, dll.

Setelah ditelusuri, ternyata latar belakang promosi tsb adalah karena anakUI.com membutuhkan sponsor untuk menghidupi web komunitas mahasiswa/alumni UI terbesar tersebut.

Jadi, kalau teman2 di sini sependapat dengan pandangan saya, saya ingin menghimbau kepada teman2 yg punya bisnis, untuk menjadi sponsor di web tersebut, sehingga anakUI.com tidak lagi mencari uang dari les privat mahasiswa.

advertisement

Sebetulnya peluang bisnisnya cukup besar juga, karena web anakui.com memiliki potensi pasar yang besar, yaitu 7.800 anggota, dengan 2.183 tulisan, dan 12.452 komentar.

Caranya? sila kunjungi webnya:

https://www.anakui.com/

advertisement

atau via twitter:

@anakuidotcom

@ilmanakbar   –> adminnya

Ini adalah ajakan/himbauan pribadi.

Kalau setuju, monggo. Kalau tidak setuju, ya silakan juga.

Selanjutnya, mungkin peran yang bisa kita (kita? maksudnya, dihimbau untuk) jalankan, adalah mendorong dan mengingatkan peran lembaga mahasiswa, para senior, asdos, aslab, dosen, departemen/dekanat untuk lebih memperhatikan mahasiswa yg mengalami kesulitan akademis, apalagi terancam DO, dengan memfasilitasi asistensi/pembuatan modul/diktat, try out, dll supaya tidak perlu mencari les privat berbayar.

Terima kasih banyak.