Ayo Kampanye Pemira yang Jujur!


0

KAMPANYE HITAM??

Walah, emang ada?

KAMPANYE POSITIF?

Ah hipokrit! Sama aja tuh contentnya malah lebih parah.

Jadi,

Ayo kita KAMPANYE JUJUR!

Biarkan publik tahu siapa dan bagaimana kita. Transparansi itu penting mengingat mahasiswa selalu menuntut penguasa untuk transparan. Malu dong kalau nuntut melulu tapi ga mau memberi.Betul ga?

Dalam ranah psikologi kita mengenal istilah persona. Persona adalah bagian dari kepribadian individu yang didesain untuk ditampilkan kepada publik. Terma persona sangat akrab dengan kita karena ia merujuk kepada topeng yang biasa digunakan oleh para aktor.

Lalu salahkah menggunakan persona? Tidak juga, namun dikhawatirkan kita menjadi bingung atas ‘wajah publik’ kita dan ‘wajah diri’ kita. Karena jika kita terlalu dekat dengan persona maka kita akan berada dalam  unconscious diri kita dan terhalang untuk mencapai self-realization. Serem ga sih kalo liat pemimpin kita pake topeng terus? Makanya kita harus tahu dengan benar siapa calon pemimpin kita. Jadi, kita butuh KAMPANYE JUJUR!

Lalu bagaimana cara berKAMPANYE JUJUR? Mudah banget! KAMPANYE JUJUR dapat dilakukan dengan melakukan tiga hal berikut ini :

1. JUJUR dengan prestasi

Kampanye dilakukan dengan memberikan informasi yang benar kepada publik mengenai prestasi yang telah dicapai. SAY NO TO MANIPULATION. Apalagi kalo udah manipulasi IPK! Wah jangan sampai ada pemimpin yang begitu.

2. JUJUR dengan track record

Bermasalah dengan masa lalu? Wajar. Namun itu menjadi masalah ketika kita melakukan penolakan dan mem-permak masa lalu. Mengutip pakar menejemen dari Universitas Indoenesia,Taufik Bahaudin,tahap pertama untuk menjadi manusia pembelajar adalah menerima kekurangan diri kita. Yah, namanya juga manusia,pastinya punya kesalahan. Jadi, ayo jujur dong kalau kita memang belum kompeten!

3. JUJUR dengan pendukung

Malu dengan pendukung? Aduh,kasian banget pendukungnya. Udah cape-cape didukung tapi keberadaannya dinafikan. Ini tahun 2010 brother and sister! hampir semua orang punya akses yang sama untuk mendapatkan informasi. Dengan sekali ‘klik’ kita bisa tahu beragam informasi. Yeah melalui internet pastinya! Selain itu, kita kan anak UI. Pastinya pinter-pinter dong! Jadi, daripada kita nyari sendiri,lebih baik dibuka saja siapa pendukung kita. Mungkin dengan dibuka malah membuat simpati orang-orang yang selama ini apatis dengan pemira UI. Betul ga bos?betul-betul!

Nah, dengan menerapkan tiga hal tersebut diharapkan kita dapat merasakan iklim KAMPANYE JUJUR di UI. Karena konon katanya ‘pemimpin itu dilihat perbuatanya dan bukan mimpi-mimpinya’.  Oleh sebab itu,pembuktian empirik menjadi hal yang penting. Selain itu, pemimpin juga harus memiliki integritas! Apa itu? ‘walk the talk’, mengatakan apa yang sudah dilakukan. Kalau mengakui apa yang belum kita lakukan? Itu mah sama saja dengan mendurhakai pemilih mungkin istilah yang tepat adalah ‘karena madu setitik, diminumlah racun sebelanga’ . Kasian bener…

Oleh karena itu para kawula muda, kalau ada acara perkenalan calon pemimpin (apapun itu) hendaklah kita menghadirinya. Kenapa? Karena kita mahasiswa! Inget loh, jumlah mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi hanya sekitar 2 %, apalagi yang kuliah di UI. Pasti dikit banget! Jangan sampai jumlah kita yang sedikit ini tidak memberikan dampak buat lingkungan sekitar. Jadi, mari kita berKAMPANYE JUJUR!

Sebagai penutup, ada baiknya kita menginsafi perkataan Pramoedya Ananta Toer berikut ini :

“Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan”

Mungkin saja mereka adalah pasangan yang berKAMPANYE JUJUR.

Selamat berkampanye!

-dari Psikologi untuk tegaknya kebaikan-

*terima kasih kepada mahasiswi psikologi yang bertanya mengenai IPK kandidat yang tidak sesuai dengan aslinya ketika  roadshow di fakultas psikologi. Salam takzim!


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
marabunta

12 Comments

Leave a Reply

  1. ini komen oot, abis ini diapus juga gapapa,

    “Karena kita mahasiswa! Inget loh, jumlah mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi hanya sekitar 2 %, apalagi yang kuliah di UI. ” kalo mahasiswa pasti kuliah di perguruan tinggi, emang ada mahasiswa kuliah dimana lagi? hahhaa… 😛

    nice writing… tapi apakah ts mendukung calon yang direkomen? hehe

  2. Sepakat sama Jati,,
    toh public speaking yang terbaik adalah ketika kita berkata jujur kan,, Semangat Jujur Teman2 😀

    *ini alumni masih mau ikutan aja,, eh tapi gw liat2 yang masih banyak ribut justru alumni2 lho,, hee

  3. @ kak tami dan semuanya:
    jadi pada saat itu, kandidat menjawab bahwa ada kesalahan dalam pencantuman nilai di satu mata kuliah..nilai yang sesungguhnya baru bisa dicantumkan ketika nilai yang salah itu terpublikasi.
    jadi tidak ada ketidakjujuran yang dilakukan oleh kandidat.saya rasa penjelasan ini cukup bisa menjelaskan

  4. repost komen di atas:

    @ kak tami dan semuanya:
    jadi pada saat itu, kandidat menjawab bahwa ada kesalahan dalam pencantuman nilai di satu mata kuliah..nilai yang sesungguhnya baru bisa diperbaiki dan dicantumkan ketika nilai yang salah itu terpublikasi.
    jadi tidak ada ketidakjujuran yang dilakukan oleh kandidat.saya rasa penjelasan ini cukup bisa menjelaskan

  5. Benar, Ayo Jujur aja deh jati tulisan ini maksudnya apa, ditujukan untuk siapa, dan mendukung siapa, gak usah munafik deh dengan cara menulis yang seperti ini. Tapi saya jadi tahu dengan membaca tulisan ini berarti anda KURANG BERANI, udah deh langung aja kalau mau mengkritik gak usah setengah-setengah, gak perlu pakai sindiran-sindiran, langsung aja sebut nama kalau anda memang orang yang BERANI!