Blog Beastudi Etos

Beastudi Etos merupakan salah bentuk beasiswa bagi calon mahasiswa yang akan meneruskan pendidikannya ke bangku kuliah di 11 perguruan tinggi di 9 kota besar di Indonesia. Adapun Beastudi Etos sampai saat ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang akan kuliah di UNAND, UI, IPB, ITB, UNPAD, UNDIP, UGM, ITS, UNIBRAW, UNAIR, dan UNHAS.

Baca Selengkapnya

Informasi Beasiswa Tanoto Foundation

Ada informasi beasiswa nih …..

Beasiswa Tanoto Foundation
Program Beasiswa Tanoto Foundation Tahun Akademik 2008/2009 untuk
Sarjana Strata 1 (S1) dan Sarjana Strata 2 (S2) kembali dibuka.
Untuk periode ini, kami menyediakan beasiswa untuk 300 mahasiswa S1
dan 50 mahasiswa S2 dari berbagai Disiplin Ilmu, yang lulus seleksi
dan berasal dari enam Perguruan Tinggi Negeri mitra Tanoto Foundation,
yaitu:

Baca Selengkapnya

Siapa Bilang Mahasiswa Kere? Ini 5 Cara Cari Cuan Ala Mahasiswa!

“Lagi kere nih, bro!”

Kalau kamu mahasiswa dan pernah berkata seperti ini, maka artikel ini buat kamu!

Tidak sedikit mahasiswa yang berusaha menghemat pengeluarannya terlebih di akhir bulan. Tapi, tahukah kamu, cara untuk berhenti menjadi “kere” tidak selamanya dengan menghemat pengeluaran?

Faktanya, orang-orang akan menjadi lebih cepat kaya dengan meningkatkan jumlah sumber pendapatannya. Ibarat timbangan, selain mengurangi sisi pengeluaran, tapi kita perlu juga menambah sisi pendapatan kita.

Nah, apa saja sih yang bisa dilakukan Mahasiswa untuk menambah sisi pendapatan atau sering disebut dengan “Cari cuan ala Mahasiswa”?

Yuk simak lima kegiatan yang bisa menghasilkan cuan untuk mahasiswa selama kuliah:

1. Mengajar Les

Sumber: uisi.ac.id

Dalam satu semester, kamu bisa membuka les ketika UTS dan UAS. Biasanya, rate untuk mengajar sekitar Rp 250,000 untuk lima orang (satu group) dalam dua setengah jam.

Apabila kamu meluangkan waktu untuk mengajar dua group dalam sehari, mengajar tiga hari dalam satu minggu, maka kamu bisa mendapatkan total Rp 1,500,000 dalam satu minggu. Maka dalam satu semester, kamu bisa mendapatkan sekitar tiga juta rupiah!

2. Lomba

Sumber: IDN Times

Jika kamu memiliki kesulitan untuk berbicara dan membagikan ilmu kepada orang lain, maka Lomba adalah cara yang tepat untuk kamu! Proses persiapannya memang sedikit lebih membutuhkan effort, tapi kalau memenangkan juara akan sangat worth it.

Katakanlah Juara 1 nya mendapatkan hadiah Rp 4,500,000 dan apabila dibagi ketiga anggota, maka satu orang anggota bisa mendapat Rp 1,500,000. Dengan mengasumsikan kamu menang dua kali dalam satu semester, kamu juga bisa mendapatkan cuan sekitar tiga juta rupiah!

3. Magang

Cara cari cuan lainnya adalah dengan magang atau paid internship. Carilah magang yang membuka peluang dari jurusan kamu atau menerima dari seluruh jurusan. Kamu bisa mencoba mencari lowongan magang di Linkedin atau situs job seeker lainnya. Saat ini, banyak startup yang membuka lowongan magang dengan jurusan yang bervariasi.

Sumber: Mamikos

Umumnya, paid internship akan memberikan benefit keuangan sekitar satu sampai dua juta rupiah per bulannya. Jika kita ambil tengahnya dan dikalikan tiga bulan, maka kamu bisa mendapatkan sekitar empat setengah juta rupiah! Apalagi kalau kontrak kamu diperpanjang, bisa semakin banyak cuannya!

BACA JUGA: 7 Alasan Mengapa Kamu Harus Ikut Magang Dari Rumah

4. Beasiswa

Sumber: Scholars Official

Tentunya beasiswa sudah tidak asing lagi di benak mahasiswa. Kamu bisa menjadikan beasiswa sebagai salah satu sumber cuanmu, loh!

Beasiswa sendiri ada beberapa jenis, ada yang beasiswa prestasi, beasiswa kurang mampu, dan lainnya. Donaturnya pun beragam, ada yang dari pemerintah, bank, atau berbagai perusahaan besar.

Kamu bisa cek website beasiswa di kampusmu secara berkala untuk selalu update tentang info-info beasiswa. Kamu juga bisa mengikuti akun sosial media perusahaan penyedia beasiswa seperti Beasiswa Bank Indonesia dan lainnya.

Jika belum berhasil lolos, jangan menyerah ya! Karena sekali kamu mendapatkan beasiswa, akan sangat menolong kamu, khususnya untuk membayar uang kuliah. Semangat terus, ya pejuang beasiswa!

5. Return Investasi

Sumber: www.trazosurbanos.com.co

Nah, sumber cuan lainnya adalah Investasi!

Mungkin sebagian dari kamu sudah mulai terjun ke dunia investasi, dan sebagian lagi belum. Tapi, apabila kamu punya uang lebih, memang akan baik jika dialokasikan ke investasi. Karena melalui investasi, uang kamu tidak akan habis dimakan inflasi dan potongan bank per bulannya.

Contohnya, jika kamu sudah mengajar les dan magang. Maka dalam satu semester proyeksi pendapatan kamu akan meningkat sekitar tujuh juta rupiah.

Kamu bisa alokasikan dua juta setiap semesternya untuk dimasukkan ke Reksadana pendapatan tetap dengan return 8% per tahunnya. Tentu akan lebih baik dibandingkan di tabungan yang termakan inflasi sekitar 3%.

Maka dalam satu tahun, kamu bisa mendapatkan return sekitar Rp 320,000!

Semakin besar jumlah uang yang kamu investasikan, maka akan semakin besar jumlah return yang bisa kamu dapatkan. Sudah saatnya kita membuat uang kita bekerja bahkan saat kita tidur!

Dari kelima cara di atas, kamu tidak harus mengerjakan semuanya kok. Kamu juga perlu mempertimbangkan kebutuhan, ketersediaan waktu, dan tenaga kamu. Jangan sampai sibuk cari-cari cuan tapi endingnya tipes!

Tapi akan lebih baik kalau kamu pernah setidaknya mencoba 3 dari 5 sumber cuan di atas. Karena kamu akan bisa semakin menghargai proses mencari uang, dan ketika nanti bekerja dengan gaji besar, kamu tidak menjadi orang yang boros. Selamat mencoba! 😄

BACA JUGA: Belum Pernah Nongkrong di Kantin-kantin Ini? Jangan Ngaku Anak UI Deh

5 Alasan Kenapa Kamu Wajib Coba Program Online Summer/Winter School dari International Office UI!

Di tengah pandemi begini, pasti sulit buat kita kemana-mana, apalagi untuk mengunjungi negara tetangga untuk belajar.

Namun, di tengah zaman yang serba modern ini, kita bisa loh tetap belajar di negara tetangga tanpa harus berangkat kesana. Semua bisa dilakukan melalui perkuliahan jarak jauh!

Tapi, apa serunya sih exchange virtual alias exchange jarak jauh itu? ‘Kan tujuan exchange itu supaya bisa berkunjung ke negara yang jadi tujuan kita…

Eits, jangan salah. Biarpun secara virtual, namun kamu masih bisa merasakan keseruan exchange atau summer/winter school di negara tujuanmu. Selain itu, banyak banget loh yang bisa kamu dapatkan dari program internasional tersebut.

Penasaran? Yuk simak 5 alasan kenapa kamu wajib ikut program online summer/winter school versi anakUI.com!

1. Bisa Bertemu Dengan Banyak Teman Baru

Sumber: unsplash.com

Pertama, kamu bisa bertemu dengan banyak teman baru dari berbagai latar belakang budaya yang berbeda-beda.

Biasanya, ketika mengikuti program online summer/winter school, kamu akan dibimbing oleh seorang mahasiswa yang berasal dari universitas tersebut. Jika disamakan, mungkin mirip dengan program UI Buddy yang dikelola oleh International office UI.

Nah, dari melalui mengikuti program online summer/winter school saja, kamu sudah mendapat satu teman baru!

Tidak hanya itu. Biasanya, peserta program juga akan berasal dari negara yang berbeda-beda. Dengan bergaul dengan teman sekelasmu, kamu bisa mendapatkan banyak teman baru yang berasal dari negara yang berbeda, lho.

2. Bisa Mempelajari Budaya Baru

Sumber: qswownews.com

Program online summer/winter school biasanya akan menyajikan program yang terkait dengan budaya, loh. Sehingga, kamu bisa mempelajari budaya baru dari negara yang kamu “kunjungi” tersebut.

Misalnya, program Winter School yang diadakan oleh Kyungpook National University (Korea Selatan). Di program tersebut, diadakan pelajaran bahasa korea dan mengenal budaya korea.

Tidak hanya belajar mengenai sejarah korea ataupun pakaian tradisional korea. Di program tersebut, kita juga diajak untuk mengenal pop culture dari korea, seperti kpop dan kdrama, lho.

Hm, kira-kira bagaimana ya, program terkait budaya yang dimiliki oleh universitas lainnya?

3. Bisa Terhindar Dari Homesick

Sumber: medium.com

Kamu yang gampang kangen rumah, pasti akan terbantu banget dengan adanya Online Student Exchange Program seperti ini!

Karena, dengan mengikuti online student exchange, kamu bisa mengikuti program secara virtual tanpa beranjak dari rumahmu.

Kamu tidak perlu ribet-ribet untuk menyiapkan barang-barang yang dibutuhkan untuk dibawa, karena semua sudah ada di rumahmu. Artinya, kamu masih bisa berada dalam comfort-zone mu!

Selain itu, kamu juga tidak perlu merasakan hal yang mungkin akan dirasakan para peserta student exchange: homesick! Ini karena kamu akan tetap berada di lingkungan yang sama denga keluarga dan temanmu, serta dikelilingi dengan hal-hal yang kamu kenali.

Nah, kalau gitu, bisa tetap fokus belajar, deh!

4. Bisa Memperoleh SKS

Sumber: oal.cuhk.edu.hk

Meskipun berlangsung relatif sebentar (kurang dari 3 bulan) dan dilangsungkan secara online, kamu masih bisa memperoleh SKS yang berlaku dari program yang kamu ambil, lho. Dengan begitu, program yang kamu ikuti bisa terhitung sebagai mata kuliah elektif dan dapat membantumu dalam pengumpulan SKS sebagai syarat kelulusan!

Nah, besaran SKS serta sistem transfer mungkin akan berbeda, tergantung dari masing-masing universitas penyelenggara dan juga dari fakultas masing-masing.

Untuk itu, jangan takut untuk bertanya kepada universitas mitra, International Office UI dan juga program studimu, ya!

5, Bisa Menghemat Biaya

Sumber: tribunnews.com

Nah, salah satu yang seru juga jika kamu mengikuti program Online Course, kamu bisa menghemat biaya yang dikeluarkan!

Hal ini dikarenakan kamu tidak perlu khawatir dengan biaya penginapan, biaya hidup, dan sebagainya.

Belum lagi, banyak juga loh program yang menawarkan biaya administrasi yang lebih murah atau bahkan tanpa biaya untuk program online yang ada!

Gimana, kamu tertarik untuk ikutan?

***

Nah, itu dia 5 alasan mengapa kamu harus ikutan Online Summer School!

Mau tahu informasi lebih jelasnya atau mau mulai mencari Online Summer School dari sekarang? Yuk, langsung aja cek instagram @ui_international atau international.ui.ac.id! Semoga berhasil, ya!

8 Langkah Daftar Student Exchange Untuk Mahasiswa UI

Sudah baca artikel tentang Diva Dhamayantie yang berhasil ikut pertukaran mahasiswa (student exchange) yang diadakan oleh International Office? Untuk kalian yang tertarik dengan program exchange yang diadakan oleh International Office UI, kali ini anakUI.com akan membahas mengenai langkah-langkah untuk mendaftar hingga akhirnya diterima di program tersebut!

Mungkin masih banyak teman-teman yang merasa kalau apply exchange di International Office UI itu ribet dan susah. Namun, kalau kamu punya niat, pasti ada jalan. Yuk kita simak langkah berikut sama-sama!

1. Ketahui Niat dan Tujuanmu

program pertukaran pelajar

Program pertukaran pelajar. Sumber: idntimes.com 

Seperti yang kita bicarakan di awal tadi, semua harus dimulai dari keyakinan dan niat. Pikirkan baik-baik, alasanmu mendaftar program exchange itu sebenarnya apa? Negara mana yang menjadi tujuanmu? Kamu mau belajar matakuliah apa saja di sana? Apakah kamu siap menunda kelulusan beberapa semester untuk ikut exchange dan terpisah dari teman-teman se-peer mu?

Kalau memikirkan akan risiko yang harus diambil, mungkin kita akan pusing sendiri. Namun, justru ketika melihat semua risiko itu kita jadi lebih menghargai kesempatan exchange tersebut dan dapat memaksimalkannya untuk mencapai tujuan kita.

2. Riset Program Exchange

Persiapkan studimu sebaik mungkin! (sumber: freepik.com )

Cek program student exchange yang sedang dibuka oleh International Office (IO) UI dengan seksama ya, Guys. Cek program yang sedang buka dan juga kualifikasi peserta student exchange yang mereka minta. Cek juga jurusan atau matakuliah serta jenis program yang dibuka, apakah sesuai dengan passion dan tujuanmu.

Selain itu, riset tentang kampus juga penting loh guys. 

Cek lokasi kampus tersebut, kotanya dan juga kehidupan di sana. Cek juga latar belakang kampus tersebut dan jurusannya apakah sesuai dengan yang kamu mau. Jangan lupa untuk cek biaya hidup yang kamu perlukan di sana, ya! Karena, beberapa program exchange meskipun menyediakan uang saku namun belum tentu uang saku tersebut cukup untuk membiayai semua kebutuhanmu di sana.

3. Belajar Untuk Tes Bahasa

kantor lembaga bahasa UI

LBI FIB UI. (sumber: dppu.ui.ac.id)

Hal kedua yang gak kalah penting, persiapkan diri untuk mengikuti tes TOEFL atau IELTS. Mulai dari sekadar belajar sendiri dari aplikasi atau soal-soal internet, atau kamu bisa ikut kursus di LBI (Lembaga Bahasa Internasional) UI. Perhatikan juga tanggal tes dan tanggal keluarnya hasil tes dengan deadline pengumpulan berkas, ya.

Persiapkan tanggal tes dari jauh hari supaya kamu bisa mengumpulkan berkas tepat waktu. Persiapkan juga dengan maksimal agar bisa mendapatkan nilai yang sesuai dengan target penerima program exchange, ya!

BACA JUGA: Sudah Tahu Bedanya Tes TOEFL, IELTS, dan TOEIC?

4. Siapkan Berkas Lainnya

Sumber: facultyfocus.com 

Berikut adalah beberapa perkas yang harus kamu persiapkan:

  • CV (Curriculum Vitae)
  • Motivation Letter
  • Transkrip Nilai
  • Surat Keterangan Mahasiswa Aktif
  • Hasil Tes TOEFL

Jangan lupa untuk mempersiapkan semua berkas tersebut jauh-jauh hari, ya!

Persiapkan juga dengan maksimal, misalnya searching di internet bagaimana cara membuat CV dan menulis Motivation Letter yang baik untuk program exchange. Setiap program mungkin memiliki persyaratan yang sama, namun ada juga beberapa poin yang berbeda. Makanya, jangan lupa juga untuk rajin cek deskirpsi program yang akan kamu ikuti.

5. Rajin Untuk Menghubungi IO UI

Kantor Internasional Universitas Indonesia

Setelah itu, kontak pihak yang bersangkutan (dalam hal ini International Office UI), tanya mengenai informasi yang kurang jelas. Kamu juga bisa menanyakan program-program lainnya jika dirasa program yang kamu pilih tidak cocok, serta persyaratan tambahan untuk seleksi.

Intinya, jangan malu bertanya hal-hal yang kamu bingungkan, namun jangan malas juga untuk membaca deskripsi dan persyaratan program ya!

6. Proses Seleksi

Selanjutnya, IO akan melakukan seleksi wawancara. Namun, sebelumnya IO juga akan menominasikan dirimu ke universitas yang ditargetkan untuk menerimamu. Besar kuota penerima pun beragam, tergantung dari universitas yang dituju.

Karena banyaknya yang mendaftarkan program student exchange, tentu gak semudah itu bisa diterima, guys. Makanya, gak menutup kemungkinan kamu akan mendapatkan penolakan. Namun, meskipun mendapat penolakan, jangan segan untuk menjalin hubungan baik dan menanyakan hal yang kurang mengerti kepada IO UI, ya. Siapa tahu, mereka bisa menemukan program exchange yang cocok untukmu.

BACA JUGA: Mau Lanjut Kuliah di Luar Negeri? Ini Manfaat yang Akan Kamu Dapatkan!

7. Cari Informasi Beasiswa

Informasi Lengkap Beasiswa Unggulan Kemendikbud untuk Jenjang S1, S2, dan S3

Gak perlu khawatir sama biaya, karena banyak program dari universitas yang bekerjasama dengan IO UI yang juga akan menanggung biaya kita di negeri orang, mulai dari biaya perkuliahan sampai ada yang juga menanggung biaya hidup kita di sana, loh.

Namun, gak semua menyanggupi untuk memberikan program fully-funded, nih. Jadi, kalian harus teliti ya saat membaca ketentuan dan tanya saja kepada petugas IO UI jika ada yang dibingungkan.

Biasanya, pemerintah negara yang kamu datangi menyediakan beasiswa dari pemerintahan untuk siswa asing. Persyaratannya biasanya berupa study plan dan motivation letter. Jangan ragu juga untuk rajin bertanya kepada IO untuk beasiswa yang dibuka dan bisa kalian daftarkan, ya.

8. Enjoy And Be Happy!

Enjoy your exchange days! (sumber: travel.kompas.com

Yeay, selamat kamu sekarang tinggal menunggu jadwal keberangkatan dan perkuliahan di negara yang kamu tuju! Jangan terlalu banyak memikirkan hal-hal seperti telat lulus, gak punya teman dan sebagainya, ya. Yang kamu harus lakukan setelahnya adalah:

be happy and live your exchange student days to the fullest

Ikut berbagai kegiatan di KBRI, ikut kegiatan dan bergaul dengan warga lokal di kampus, mengunjungi banyak tempat-tempat iconic negara tersebut bersama teman-teman, maksimalkan akademis dan sebagainya. Jangan sia-siakan kesempatanmu ini, ya. Selamat berjuang kawan!

BACA JUGA: Mau Jadi Anak Harvard? Ini Dokumen yang Perlu Dipersiapkan

[zombify_post]

Mau Lanjut Kuliah di Luar Negeri? Ini Manfaat yang Akan Kamu Dapatkan!

Manfaat melanjutkan kuliah di luar negeri. Setelah lulus kuliah, setiap orang memiliki beragam pilihan untuk melanjutkan karirnya. Ada yang memutuskan untuk bekerja, ada yang membuka usaha, ada yang akhirnya berkeluarga dan ada juga yang memilih untuk melanjutkan studinya.

Melanjutkan kuliah merupakan impian bagi banyak orang, termasuk untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Meskipun institusi pendidikan di dalam negeri juga tidak kalah dengan luar negeri, namun banyak orang yang menginginkan untuk melanjutkan kuliah di dalam negeri.  Hal ini dipilih pastinya karena berbagai alasan seperti ingin mencoba hal baru, bidang studi yang lebih spesifik, fasilitas pembelajaran yang lebih lengkap, ingin memiliki pengalaman internasional, dan lain-lain.

Selain karena alasan pribadi, sebenarnya kuliah di luar negeri juga memiliki banyak manfaat, lho! Apa saja ya? Simak ulasan di bawah ini!

1. Belajar Hidup Mandiri

Belajar hidup mandiri

Salah satu manfaat yang pastinya akan terlihat signifikan adalah kamu akan menjadi lebih mandiri. Hidup jauh dari tempat tinggal bahkan negaramu dan juga jauh dari orang tuamu akan membuatmu harus berusaha beradaptasi dengan cepat dan mengurus dirimu sendiri. Kamu harus belajar mulai dari mengatur makanan kamu atau mungkin belajar memasak, belanja bulanan, belajar membersihkan rumah sendiri seperti menyapu, mengepel hingga belajar mencuci atau menyeterika baju kamu. Kamu juga harus bisa mengatur sendiri setiap harinya bagaimana pakaian kamu, kebersihan tempat tinggal kamu, makanan kamu, dan juga tugas kuliah kamu.

Tapi, pastinya belajar hidup mandiri akan bermanfaat untuk kamu nantinya dan akan menjadi pengalaman yang berharga karena kamu benar-benar bisa belajar bagaimana cara mengatur hidup kamu sendiri. Selain itu, kamu juga akan lebih terbiasa untuk melakukan segalanya sendiri.

BACA JUGA: Tips Mengelola Keuangan Untuk Mahasiswa, Wajib Coba!

2. Mengenal kebudayaan baru

Kebudayaan Baru (sumber: umn.ac.id)

Berada di negara berbeda pastinya memiliki kebudayaan yang berbeda pula. Hal ini akan sangat menarik karena kamu bisa mengetahui mulai dari kebiasaan, sejarah bahkan makanan yang unik di negara yang kamu tinggali. Selain itu, saat kuliah nanti kamu juga pasti akan menemui berbagai orang dengan berbagai kebudayaan yang berbeda sehingga bisa memperluas wawasan kamu dan juga jika ada kebiasaan yang baru kamu ketahui dan merupakan kebiasaan yang positif untuk kamu, kamu dapat mengikutinya.

3. Lebih fleksibel belajar mengelola uang

Mengelola uang kuliah luar negeri (sumber: thepennyhoarder.com)

Hidup sendiri akan membuat kamu harus mengatur segalanya sendiri, termasuk keuangan kamu. Mungkin selama ini kamu juga diberikan uang saku bulanan dan biasa mengelolanya, tapi hal ini akan berbeda karena kamu tinggal jauh dari orang tua sehingga kamu harus benar-benar mengelola keuangan kamu dengan baik. Apalagi jika kamu juga mengandalkan uang saku dari part time atau beasiswa, pasti kamu akan lebih berusaha mengelola uang dengan baik. Hal ini akan baik untuk kamu termasuk saat nanti bekerja karena mengelola uang adalah hal yang penting juga dalam pekerjaan.

BACA JUGA: Yuk Intip Kiat Sukses Jadi Mahasiswa Rantau

4. Meningkatkan kemampuan bahasa

Meningkatkan kemampuam bahasa (sumber: somecards.com)

Berada di luar negeri akan membuat kamu lebih terbiasa untuk berbahasa inggris, jadi secara tidak langsung selain belajar sesuai studi kamu, kamu juga bisa mengasah kemampuan bahasa inggris kamu lebih baik lagi secara gratis. Hal ini akan bermanfaat nantinya saat di dunia kerja, karena saat ini di Indonesia pun sudah banyak perusahaan yang terbiasa menggunakan bahasa inggris sehingga ini akan lebih mempermudah kamu mulai dari nanti saat interview ataupun saat bekerja. Selain itu, jika negara yang kamu tinggali memiliki bahasa sendiri kamu juga bisa mempelajarinya dengan mudah mulai dari melalui teman atau melihat lingkungan sekitar. Hal ini akan menambah juga kemampuan bahasa kamu.

5. Memperluas relasi

Manfaat lain yang bisa kamu dapatkan adalah kamu bisa memperluas relasi kamu jika kamu kuliah di luar negeri. Kamu akan menemui banyak teman dari berbagai negara sehingga bisa memperluas koneksi kamu. Selain itu, jika kamu memang juga memimpikan untuk bekerja di negara tersebut kamu bisa lebih mudah membangun relasi mulai dari saat kuliah karena kamu telah berada di negara tersebut.

Itu dia beberapa manfaat yang bisa kamu peroleh jika kamu kuliah di luar negeri. Jadi,sudah yakin untuk melanjutkan studi ke luar negeri?

BACA JUGA: Informasi Lengkap Beasiswa Australia Awards 2020

[zombify_post]

Pengalaman Exchange Diva Dhamayantie: Mau Kuliah Ke Korea, Ternyata Gak Susah!

Hm, keren ya Maudy Ayunda, Gita Gutawa, Gita Savitri, Jerome Polin, bahkan salah satu temen SMAku yang bisa kuliah di luar negeri… Aku kapan, ya?

Pernah kepikiran pengen kuliah di luar negeri kayak mereka, nggak? Memang, keterima dan berkuliah di Universitas Indonesia sebagai kampus terbaik di Indonesia ini suatu kebanggaan, tapi rasanya penasaran aja gitu gimana sih, hidup dan menuntut ilmu di belahan bumi yang lain? Pasti bakal ada banyak hal baru yang bisa kita temukan.

Nah, untuk kalian anakUI yang ingin mencoba berkuliah di luar negeri namun saat ini sudah cukup puas kuliah di UI, salah satu program yang bisa kalian ikuti adalah Student Exchange dari International Office Universitas Indonesia!

Di sana, kalian bisa mengikuti program pertukaran mahasiswa ke berbagai negara yang menyelenggarakannya. Durasinya pun beragam, ada yang berdurasi dua semester, ada yang berdurasi satu semester, dan ada juga yang hanya berdurasi sekitar tiga bulan atau satu trimester.

Penasaran nggak sih, gimana rasanya exchange ke luar negeri? Kali ini, anakUI.com akan ngobrol-ngobrol bersama Diva Dhamayantie, mahasiswa Psikologi UI tahun 2016 yang juga mahasiswa student exchange di Sungkyunkwan University, Korea Selatan periode Spring 2018!

Alasan tertarik daftar exchange: Karena dunia itu luas!

Sumebr: dokumentasi pribadi

Menurutmu, kenapa sih kita perlu untuk mencoba student exchange? Jadi, salah satu yang bisa didapat tentu adalah ilmu! Kalau kata orang, belajar itu sepanjang hayat, jadi kita harus terus coba untuk belajar terus menerus.

Selain itu, belajar di negeri orang bisa memberikan kita pengalaman baru untuk mengetahui gimana sih kondisi, budaya, dan rasanya tinggal di negara tersebut. Dengan begitu, rasa saling menghargai kita akan bangsa lain akan tumbuh semakin baik.

Kalau Diva sendiri, ingin mencoba exchange karena memang sejak dulu tertarik dan penasaran akan student exchange, serta didukung oleh keluarganya.

“Hmm, kayaknya ada peran keluarga gue yg lumayan supportif juga sih.. dari SMA tuh gue dan kakak gue kayak dipush untuk daftar AFS (American Field Services, program pertukaran pelajar SMA ke Amerika -red) meskipun akhirnya gak dapet, jadi mungkin rasa penasarannya masih nyangkut hahaha..”

Dukungan keluarga juga bikin Diva penasaran banget akan dunia luar yang luas, lebih dari sekadar wilayah Indonesia aja.

“Terus emang gw ngerasa dunia tuh luas, jadi pengen coba ngerasain tinggal di tempat baru, nambah pengalaman juga kan pastinya… Karena exchange tuh bener-bener nantang diri buat mandiri dan belajar adaptasi in a whole new level gitu hehehe…”

Gak cuma kemauan, tapi niat merupakan hal penting

Sumber: dokumentasi pribadi

Kalau menurut Diva, tentu hal pertama yang perlu ia persiapkan adalah niat! Kita harus tahu betul dengan apa yang akan kita lakukan dan apa saja konsekuensinya. Salah satu yang menjadi pertimbangan Diva dan bahkan membuat teman-temannya mengurungkan niat untuk mendaftar program exchange adalah karena kuliah yang akan lebih lama dan juga perpisahan dengan peer group masing-masing saat kembali ke Indonesia nantinya. Semua ini karena durasi exchange yang kira-kira satu hingga dua semester, jadi wajar aja saat kembali ke Indonesia, kita sudah ketinggalan pelajaran di kampus sebanyak dua semester.

Namun, satu hal yang turut membantu Diva dalam mengambil keputusan adalah dukungan dari keluarga dan teman-temannya, sehingga membuatnya lebih yakin dalam mengambil keputusan untuk mengikuti program exchange. Selain itu, pertimbangan yang matang serta kemungkinan-kemungkinan yang mungkin akan terjadi juga dipikirkan Diva untuk mematangkan keputusannya untuk exchange.

“Tapi inget ya, kalau ini hidup lu, yang jalanin lu, jangan patah semangat juga kalau reaksi orang-orang gak kayak apa yang lu mau.”

BACA JUGA: Begini Cara Pendaftaran Beasiswa Orange Tulip Scholarship 2020

Niat tersebut juga harus dibarengi dengan tindakan

Sumber: dokumentasi pribadi

Kalau niat tanpa tindakan, apa gunanya? Makanya, niat harus dibarengi dengan tindakan nyata yang pantang menyerah! Begitu juga dengan Diva, dengan niat yang ia punya ia langsung bertindak dan segera mencari-cari informasi exchange di website International Office UI. Mencari informasi exchange pun gak sembarangan mencari, namun juga diikuti dengan riset mengenai program yang disediakan, latar belakang kampus yang dituju dan program studi yang ada, hingga kehidupan di negara tersebut.

“Yang gue lakuin sih mantengin info exchange, yang buka dari univ mana aja, terus research juga univ-nya gimana… Habis itu gue liat deadline pendaftaran buat ngira-ngira harus punya hasil TOEFL kapan. Udah habis itu kontakan sama International Office UI (IO), urus berkas di fakultas, dan nunggu pengumuman dari IO lagi.”

Selain sikap rajin, sikap pantang menyerah juga diperlukan dalam mendaftar exchange, karena belum pasti berkasmu akan diterima oleh universitas yang bersangkutan. Diva juga mengalami penolakan di universitas yang ia daftarkan pertama kali, namun ia tetap pantang menyerah dan mencoba di program lainnya. Akhirnya, Diva berhasil diterima di program exchange di SKKU, Korea Selatan. Keren banget, ya!

Selain itu, jika ingin mendaftar program exchange tentu kita juga harus ketahui biaya yang dibutuhkan karena tidak semua program menyediakan program fully funded atau pembiayaan penuh. Diva sendiri tidak mendapatkan tanggungan biaya hidup di Korea Selatan dari program yang ia ikuti. Namun, karena rajin mencari tahu, Diva akhirnya mendapatkan beasiswa dari pemerintah Korea Selatan untuk sehari-harinya, yaitu beasiswa GKS.

Pengalaman hidup di Korea yang gak terlupakan

Sumber: dokumentasi pribadi

Selain belajar di universitas Korea, kita juga bisa mendapatkan pengalaman yang berharga hidup di Korea, jika kita mengikuti exchange. Diva juga merasakannya, loh. Salah satu yang berkesan buat dirinya adalah berbuka puasa makanan Indonesia di Korea, bersama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Korea.

“Gue suka ke KBRI buat makan Indonesia gratis, sih. Kebetulan gue juga ngelewatin bulan puasa pas gue exchange, jadi KBRI tiap weekend tuh open house gitu buat bukber (buka bersama) dan teraweh bareng. Tentu saja aku manfaatkan hahaha.”

Selain bertemu dengan sesama orang Indonesia di Korea, Diva juga senang karena bisa bergaul dengan banyak orang dari Korea dan bahkan negara lain sesama mahasiswa exchange. Di kelas, Diva bertemu dengan seorang teman yang bersahabat dan tertarik dengan Indonesia karena pernah punya teman dari Indonesia. Sementara itu di luar kelas, Diva pernah mengikuti makrab bersama anak-anak exchange dan bisa mengenali banyak orang dari berbagai negara, salah satunya dari Eropa. Menurutnya, hal ini menarik banget karena ia jadi bisa mengetahui bagaimana sifat dan budaya orang yang berasal dari daerah yang berbeda.

BACA JUGA: Informasi Beasiswa S2 Dalam dan Luar Negeri Terbaru 2019

Sedikit tips para pejuang exchange

Sumber: dokumentasi pribadi

Di akhir, Diva juga memberikan tips nih untuk para anakUI yang tertarik mencoba exchange ke luar negeri. Yuk, disimak:

  1. Harus yakin. Menurut Diva, persiapan berkas exchange itu tidak sulit, namun ribet. “Lu harus yakin untuk cukup rela dibikin ribet urus berkas sana sini, ketinggalan (atau ngejar lebih keras) kuliah di UI pas lu balik, dan siap dengan kemungkinan kalo tinggal di negara orang itu beda sama ketika lu liburan.” Kata Diva. Menurutnya, memang exchange tidak akan selalu happy, namun justru itulah experience yang didapat.
  2. Gak boleh males research.Mulai dari alur penerimaan exchange program, univ tujuan, daerah tujuan, scholarship, tempat tinggal di sana, daan banyak lagi.” Kata Diva. Banyak research itu akan sangat ngebantu dirimu sendiri supaya tidak bingung dan kekurangan informasi nantinya.
  3. Melatih TOEFL. Nilai TOEFL yang baik merupakan salah satu hal esensial dalam penilaian berkas exchange. Menurut Diva, tes TOEFL juga perlu dilatih agar mendapatkan skor yang memuaskan dan lolos seleksi. “Soalnya kesempatan exchange tuh menurut gue ga akan lu dapatkan semudah pas lu masih sekolah ya, apalagi di UI yang partner student exchange programnya udah lumayan banyak.

***

Nah, itu dia pengalaman Diva ketika prosesnya mengikuti exchange ke Korea dan tips dari Diva. Wah, rasanya jadi makin tertarik untuk ikut exchange, ya! Buat kalian yang mau mendaftarkan diri exchange, semangat ya! Atau masih penasaran akan pengalaman exchange di Korea? Kalian bisa banget hubungi instagram Diva (@ddhamayantie) atau instagram International Office UI (@ui_international). Semangat!

Sumber: dokumentasi pribadi

BACA JUGA: Raih Beasiswa New Zealand, Cara Wujudkan Impian Kuliah di Luar Negeri

Pengalaman Mendapatkan Beasiswa S2 di Taiwan oleh Azhar Fikri

Pengalaman Beasiswa Taiwan

Sebuah kehormatan bisa sharing pengalaman sebelum dan saat kuliah di Taiwan dengan kalian. Mungkin semua yang saya bagikan di sini hanya mewakili sekelumit dari berbagai hal yang telah saya maupun kami sebagai mahasiswa di Taiwan dari Indonesia, namun semoga bisa menjadi cerminan dan inspirasi bagi kalian.

Pertama-tama, izinkan saya memperkenalkan diri saya secara singkat. Nama saya Azhar Fikri. Saya lahir dan besar di Banyuwangi, Jawa Timur, kemudian menghabiskan masa kuliah S1 di Program Studi Geofisika, Jurusan Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya, Malang, hingga lulus pada Januari 2016.

Tentang Beasiswa Taiwan dari National Central University (NCU)

Beasiswa Taiwan
Photo by Azhar Fikri

Setelah lulus, saya mencoba mencari beasiswa untuk bisa kuliah di luar negeri. Saya telah mencoba beasiswa ke Jepang (Monbukagakusho dan INPEX) dan beasiswa LPDP, namun tidak ada hasil.

Kemudian, saya mendapatkan informasi akan ada sesi seminar dan wawancara untuk calon mahasiswa yang berminat untuk studi S2 dan S3 di National Central University (NCU), Taiwan (R.O.C). Informasi ini saya dapat karena memang sudah terjalin semacam kesepakatan antara Jurusan Fisika Universitas Brawijaya dan Department of Earth Science NCU.

NCU menawarkan beasiswa penuh selama masa studi (maksimum 4 semester untuk S2, 8 semester untuk S3) dan biaya hidup. Besarnya biaya hidup tersebut tergantung dengan kebijakan masing-masing departemen dan laboratorium yang menaungi mahasiswa terpilih selama di NCU. Besarnya berkisar 6000-10000NT$ (untuk S2) dan 10000-15000NT$ (untuk S3).

Proses Seleksi Beasiswa Taiwan

Kuliah Taiwan
Photo by Azhar Fikri

Saya mengikuti sesi wawancara di Universitas Brawijaya tersebut pada akhir Oktober 2016. Ada beberapa profesor dari berbagai departemen yang menghadiri sesi wawancara tersebut. Ada yang dari Department of Life Science, Computer Science and Information Engineering, dan juga Department of Earth Science.

Ketika tiba giliran saya untuk wawancara, saya menyerahkan formulir, biodata dan daftar riwayat hidup, fotokopi ijazah dan transkrip S1, dan fotokopi sertifikat TOEFL dan TOEIC. Kemudian sang profesor yang mewawancarai saya menanyakan bagaimana skripsi saya pada saat S1 dan apa yang akan saya jadikan tema untuk S2 nanti di NCU.

Saya pun menjelaskannya dengan bahasa Inggris yang tidak terlalu lancar, namun sang profesor bisa mengerti yang saya sampaikan. Setelah wawancara tersebut, sang profesor tersebut menuliskan dua alamat e-mail profesor yang bisa dihubungi lebih lanjut, karena sang profesor bukan spesialis dari tema tesis yang saya bawakan. Saya pun mengucapkan terima kasih dan segera meninggalkan tempat wawancara.

Proses seleksi saya tidak berhenti sampai di situ. Karena profesor yang mewawancarai saya bukan yang akan menaungi saya di NCU nanti, saya harus mengirimkan CV dan ringkasan tema tesis yang akan saya bawakan ke profesor yang bersedia menaungi saya. Hingga akhirnya salah satu profesor tersebut membalas e-mail yang saya kirimkan dan bersedia menjadi profesor pengampu selama di NCU. Kemudian saya menghubungi dosen pengampu skripsi saya selama S1 untuk bersedia memberikan rekomendasi.

Setelah saya mendapatkan konfirmasi tersebut, saya harus menunggu hingga waktu seleksi online NCU tiba, sekitar Februari-awal Maret 2017. Saya mengunggah CV, scan ijazah dan transkrip S1, dan scan TOEFL dan TOEIC. Saya juga harus menyertakan nama profesor pengampu di NCU dan dosen pengampu di Indonesia yang memberikan rekomendasi. Setelah semuanya lengkap, saya konfirmasi, dan menunggu pengumuman resmi dari NCU. Hingga akhirnya pada sekitar Mei 2017 datang pengumuman secara online dan e-mail dari NCU yang menyatakan bahwa saya diterima sebagai mahasiswa NCU untuk 2017 Fall Admission, lengkap dengan Letter of Acceptance (LoA) dan Letter of Scholarship (LoS) versi digital.

Pengalaman Kuliah di NCU Taiwan

Kuliah Taiwan
Photo by Azhar Fikri

Banyak hal yang saya alami selama berkuliah di NCU. Saya mengambil Institute of Geophysics, di bawah Department of Earth Science. Laboratorium yang menaungi saya adalah Near Surface Geophysics Research Group. Semua mata kuliah yang saya ambil menggunakan Bahasa Inggris atau bilingual (dengan bahasa Mandarin). Mungkin jika kita dari luar negeri merasa agak superior dalam menggunakan bahasa Inggris dalam perkuliahan, mohon untuk tidak berpikir seperti itu. Mahasiswa lokal sebenarnya bisa berbicara dalam bahasa Inggris, namun kebanyakan agak malu dengan bahasa Inggris mereka yang tidak lancar, padahal dalam hal matematis dan teoritis di dalam perkuliahan, mereka sangat pintar dan terampil.

Selama kuliah, saya mengalami dua kali mendapatkan nilai di bawah standar, sehingga dinyatakan gagal. Sebagai konsekuensi atas kegagalan tersebut, beasiswa saya dari departemen dihentikan selama satu semester. Alhasil saya hanya bergantung pada beasiswa dari kampus dan laboratorium.

Tambahan informasi, beasiswa dari NCU akan dipecah menjadi 3 bagian, yaitu dari kampus (disalurkan lewat Office of International Affairs (OIA)), dari departemen, dan dari laboratorium. Nominal yang tertera di Letter of Scholarship adalah total nominal dari ketiga beasiswa tersebut. Beruntungnya, mata kuliah yang gagal tersebut bisa tergantikan dengan mata kuliah lain yang bisa diambil selama target minimum 24 kredit terpenuhi selama menempuh pendidikan S2 di sini.

Mungkin bagian paling menyenangkan ketika saya kuliah di sini adalah ketika saya melaksanakan kerja lapangan dan akuisisi data. Karena laboratorium kami adalah laboratorium untuk eksplorasi geofisika, kami banyak mendapatkan proyek mengakuisisi data di luar kampus, termasuk ketika saya melakukan akuisisi data untuk tesis saya.

Ketika menempuh perjalanan ke tempat tujuan, saya bisa melihat indahnya pemandangan Taiwan. Gunung dan bukit, pantai, tebing, sungai-sungai, semuanya terlihat indah. Sistem transportasi di Taiwan juga sangat maju. Jalan tol yang ada sudah bisa menjangkau seluruh wilayah di Taiwan. Saya tidak perlu menggunakan sepeda ataupun sepeda motor untuk pergi ke suatu tempat seperti halnya di Indonesia, karena saya bisa menggunakan bus kota. Jika ingin keluar kota, bisa memilih bus antarkota, kereta api (normal maupun high-speed rail). Dengan kartu EasyCard yang bisa diisi ulang di semua minimarket, semuanya menjadi mudah.

Tips untuk yang Ingin Kuliah di Taiwan

Beasiswa Taiwan
Photo by Azhar Fikri

Tips untuk yang berminat untuk kuliah di Taiwan, khususnya di National Central University, adalah tentukan tema tesis dan niat kalian sebelum mendaftar.

Persiapkan diri kalian semaksimal mungkin sebelum menentukan tema tesis yang akan kalian bawa. Tema tesis yang sudah familiar akan memudahkan kalian selama studi dan pengerjaan tesis. Selain itu, kalian tidak akan mudah goyah karena mungkin di tengah perjalanan studi merasa tidak cocok kemudian menimbulkan konflik dengan profesor pengampu, dan tentu saja akan berakibat studi dan tesis akan menemui jalan buntu, dan kalian juga yang akan merugi.

Niat yang kuat juga diperlukan di sini. Sudah banyak contoh bagaimana mahasiswa di sini terlena dengan semua kemudahan dan keindahan di Taiwan sehingga melupakan tugas utamanya sebagai mahasiswa, sehingga studi mereka pun tidak sesuai dengan target waktu yang ditetapkan. Persiapkan diri jikalau kalian mendapatkan budaya yang sangat berbeda dibandingkan di Indonesia (culture shock). Sebagai contoh, Taiwan adalah negara yang sangat terbuka. Pemuda-pemudi di sini bisa mengekspresikan cinta mereka sesuka hati, di mana saja mereka mau.

Untuk yang ingin masuk jurusan yang linear dengan jurusan yang ditempuh ketika S1, kalian sudah menempuh jalur yang benar. Hanya segelintir mahasiswa di sini yang tidak mengambil jurusan yang linear dengan yang ditempuh selama S1. Itupun masih dalam disiplin ilmu yang hampir sama, misalkan dari jurusan Kimia murni ke Teknik Kimia, Geofisika ke Geologi, atau Teknik Elektronika ke Teknik Mesin.

Mungkin hanya itu yang bisa saya bagi ke kalian. Untuk info lebih lanjut tentang seperti apa dan bagaimana kampus NCU, dan juga bagaimana bisa mendaftar di NCU, bisa dicek di https://admissions.oia.ncu.edu.tw/. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.

Salam,
Azhar Fikri
Master Student di National Central University, Taiwan (R.O.C)

Informasi Lengkap DAAD Scholarship Indonesia 2020, Sudah Siap Daftar?

Beasiswa DAAD Jerman

“Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Cina”. Kira-kira, begitulah salah satu pesan yang sering kali disampaikan oleh orangtua. Artinya, kamu harus belajar dan terus belajar, karena hidup memang adalah proses belajar. Semakin tinggi ilmu yang kamu miliki, semakin banyak hal yang tidak kamu tahu. Namun, tidak harus ke Cina kok, kamu bahkan bisa belajar sampai ke Eropa melalui program DAAD Scholarship 2020.

Sekilas Tentang DAAD Scholarship 2020

Sejak pertama kali dibentuk pada 1925 silam, DAAD telah menjadi salah satu organisasi pendanaan paling penting di seluruh dunia. Mengusung inti bisnis utama sebagai organisasi pemberi beasiswa terbaik, DAAD Scholarship 2020 berfokus untuk mendidik akademisi Jerman di universitas terbaik di seluruh dunia dan memberikan pendidikan serta pelatihan terbaik untuk siswa internasional yang berprestasi.

Jenis Beasiswa DAAD Scholarship 2020

Jerman memiliki banyak universitas yang sudah pasti tidak perlu diragukan lagi kualitasnya dalam memajukan edukasi di dunia. Nah, kamu bisa mengetahui apa saja program beasiswa untuk S2 dan S3 di Jerman melalui DAAD Scholarship 2020. Berikut daftarnya:

University Summer Courses Offered in Germany for Foreign Students and Graduates

Program ini dikhususkan untuk mahasiswa program Sarjana dan Master di semua bidang studi dengan kemampuan Bahasa Jerman tingkat menengah. Namun, mahasiswa dengan gelar Sarjana setidaknya harus menyelesaikan dua tahun akademik pada awal periode beasiswa. Program ini berdurasi satu bulan dengan keunggulan berupa pembayaran beasiswa langsung oleh pihak penyelenggara kursus pada hari pertama.

Ada tiga jenis kelas yang ditawarkan pada program beasiswa ini, yaitu Language Course, Short Course, dan Study Online. Program bahasanya juga beragam, dengan program utama Bahasa Jerman dan Inggris. Lalu, pilihan program studi yang ditawarkan, yaitu:

  • Peternakan/Pertanian, Kehutanan, dan Ilmu Gizi.
  • Seni dan Teori Seni.
  • Teknik.
  • Program Bahasa dan Budaya.
  • Hukum, Ekonomi, dan Ilmu Sosial.
  • Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
  • Kedokteran

Masing-masing program studi ini memiliki jumlah kelas yang berbeda. Seperti misalnya, Prodi Peternakan/Pertanian, Kehutanan, dan Ilmu Gizi menawarkan 6 (enam) kelas. Lalu, Prodi Bahasa dan Budaya menawarkan 219 kelas, dan begitu pula Program Studi lainnya. Kamu hanya perlu menyesuaikan dengan kebutuhan.

Study Scholarships for Foreign Graduated in the Field of Arts

Program beasiswa ini ditujukan untuk mahasiswa asing dari bidang Arsitektur, Musik, Seni Pertunjukan termasuk Seni Rupa, Desain/Komunikasi Visual dan Film. Program belajar ini memiliki durasi antara 1 hingga 2 tahun. Keuntungan yang akan kamu dapatkan adalah jaminan asuransi, biaya perjalanan, dan pembayaran beasiswa bulanan. Pendaftarannya dibuka antara bulan Juni hingga Oktober.

Research Grants – Doctoral Programme In Germany

Merupakan beasiswa yang ditujukan untuk program doktoral di universitas atau lembaga penelitian non-universitas di Jerman. Targetnya adalah akademisi dan ilmuwan muda yang telah menyelesaikan gelar Master atau dalam kasus khusus adalah Sarjana yang sedang menjalani penelitian dengan dukungan dan hibah.

Program beasiswa ini memiliki durasi antara 3 hingga 4 tahun, dengan menawarkan pelatihan bahasa, biaya perjalanan, jaminan asuransi, dan pembayaran beasiswa bulanan. Kalua kamu tertarik, pendaftaran untuk beasiswa ini dimulai antara bulan Juni hingga Oktober, ya!

Research Grants – Bi-nationally Supervised Doctoral Degrees

Merupakan program penelitian di universitas atau lembaga penelitian non-universitas di Jerman sebagai bagian dari program doktoral di negara asal dengan pengawasan baik di Jerman maupun di negara asal. Kandidatnya adalah doktor, akademisi muda, dan ilmuwan yang telah menyelesaikan gelar Master atau dalam kasus luar biasa para Sarjana paling lambat ketika memulai program penelitian yang didukung dengan dana hibah.

Program ini berdurasi antara 1 sampai 2 tahun dengan keuntungan berupa pelatihan bahasa, biaya perjalanan, jaminan asuransi, dan pembayaran beasiswa bulanan. Pendaftaran dibuka mulai bulan Juni hingga Oktober.

Research Grants – One-Year Grants

Merupakan proyek penelitian atau program pendidikan berkelanjutan di universitas di Jerman atau lembaga penelitian non-universitas. Ditujukan untuk akademisi muda, ilmuwan, atau doktor yang telah menyelesaikan gelar Master atau telah menyelesaikan PhD. Program berlangsung antara 7 hingga 10 bulan dengan keuntungan berupa biaya perjalanan, pelatihan bahasa, jaminan asuransi, dan biaya pembayaran bulanan.

Scholarship for Development-Related Postgraduate Courses (EPOS)

Beasiswa untuk lulusan dengan pengalaman kerja setidaknya dua tahun. Kandidat adalah doktor, akademisi muda, atau ilmuwan yang telah menyelesaikan gelar Master atau PhD. Program berdurasi antara 1 hingga 3 tahun dengan keuntungan berupa biaya perjalanan, biaya pembayaran beasiswa bulanan, dan jaminan perjalanan.

Helmut-Schmidt-Programme – Master’s Scholarships for Public Policy and Good Governance (PPGG)

Program beasiswa untuk jurusan Ilmu Sosial, Ilmu Politik, Hukum, dan Ekonomi terpilih dengan lama studi antara 1 hingga 2 tahun. Kandidat akan mendapatkan biaya perjalanan, jaminan asuransi, dan pembayaran beasiswa bulanan.

In-Country/In-Region Scholarship Programme: Call for Scholarship Applications 2020 at the Faculty of Medicine Universitas Indonesia (PDIB FKUI)

Beasiswa untuk lulusan dan pascasarjana dari Asia Tenggara dengan gelar Master jika mendaftar program Doktor yang ingin mengejar program Master atau PhD di negara asal atau di negara Asia Tenggara lainnya. DAAD Scholarships 2020 menawarkan beasiswa untuk studi PhD yang didanai oleh Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama dan Pengembangan Ekonomi.

Aceh Scholarships of Excellence (Administered by DAAD)

Beasiswa program Master dan Doktoral bagi semua mahasiswa Aceh dari berbagai bidang studi. Lama studi untuk program Master adalah 2 tahun, sementara untuk program Doktoral adalah 3,5 tahun.

Pendaftaran DAAD Scholarships 2020 Program EPOS

Siapa saja yang bisa mendaftar untuk mendapatkan beasiswa dari DAAD Scholarships 2020 program EPOS? Semua lulusan dengan pengalaman kerja minimal dua tahun. Program Studi yang ditawarkan adalah sebagai berikut:

  • Economic Sciences/Business Administration/Political Economics.
  • Development Cooperation.
  • Engineering and Related Sciences.
  • Mathematics.
  • Regional and Urban Planning.
  • Agriculture and Forest Sciences.
  • Natural and Environmental Sciences.
  • Medicine and Public Health.
  • Social Sciences, Education and Law.
  • Media Studies.

Kandidat yang terpilih dalam program ini akan mendapatkan keuntungan sebagai berikut:

  • Pembayaran untuk asuransi kesehatan dan kecelakaan.
  • Tunjangan perjalanan, kecuali biaya ini ditanggung oleh negara asal atau sumber pendanaan lainnya.
  • Pada keadaan khusus, kandidat dapat menerima manfaat tambahan berupa subsidi sewa bulanan dan tunjangan bulanan untuk anggota keluarga yang menemani.

Nah, persyaratannya adalah sebagai berikut:

  • Kandidat memenuhi persyaratan akademik yang diperlukan dan diharapkan berhasil menyelesaikan program studi di Jerman.
  • Memiliki gelar Sarjana dalam bidang studi yang sesuai.
  • Memiliki pengalaman profesional setidaknya dua tahun.
  • Memiliki skor IELTS 6 atau TOEFL PBT 550, IBT 80, atau CBT 213.
  • Mengikuti program pelatihan bahasa Jerman DSH 2 atau TestDaF 4 dengan level paling rendah adalah A2.

Lalu, dokumen apa saja yang dibutuhkan?

  • Formulir aplikasi dari DAAD Scholarship 2020.
  • CV yang telah dibubuhi tanda tangan dengan menggunakan formulir Europass
  • Surat motivasi yang telah diberi tanda tangan dan merujuk pada pengalaman bekerja saat ini.
  • Surat rekomendasi dari universitas yang telah ditandatangani dan diberi cap resmi.
  • Surat rekomendasi kerja dari atasan atau perusahaan dengan tanda tangan dan cap.
  • Bukti keterampilan bahasa, baik TOEFL, IELTS, DSH atau TestDaF.
  • Fotokopi ijazah universitas SMA dan universitas juga transkrip nilai.

Kamu bisa mengajukan beasiswa hingga 3 bidang studi langsung pada setiap program yang ingin dituju. Batas pengajuannya biasanya 1,5 bulan, bisa menggunakan bahasa Inggris atau Jerman. Jadi, persiapkan dengan baik, ya!

 

Baca Juga

Informasi Lengkap Beasiswa Australia Awards 2020

Beasiswa Australia Awards

Melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi adalah impian banyak orang. Apalagi, jika bisa kuliah dengan beasiswa Australia. Ya, sudah sejak lama Negeri Kanguru menjadi tujuan populer di kalangan mahasiswa Indonesia.

Beasiswa Australia Awards merupakan salah satu beasiswa internasional terkemuka yang memberimu pengalaman menempuh pendidikan lanjut di universitas terbaik Australia. Pendaftarannya dibuka setiap tahun dan tergolong beasiswa paling banyak diincar mereka yang ingin lanjut kuliah pascasarjana.

Jika kamu salah satunya, yuk simak dulu informasi lengkap seputar Beasiswa Australia Awards 2020 berikut ini.

Apa itu Beasiswa Australia Awards?

Program beasiswa Australia Awards di Indonesia sudah berlangsung lebih dari 60 tahun lho. Terhitung sejak tahun 1953, sudah lebih dari 9.500 penerima beasiswa asal Indonesia melanjutkan pendidikannya melalui program studi jangka pendek dan jangka panjang.

Setelah mereka lulus dan kembali ke Indonesia, para alumni beasiswa Australia berhasil menduduki posisi pengambil kebijakan di bidangnya. Apa yang mereka kerjakan pun berbuah manis pada pesatnya pembangunan Indonesia di segala sektor.

Nah, secara umum Australia Awards menyediakan dua jenis beasiswa bagi mahasiswa asal Indonesia. Pertama, long term award atau program pascasarjana. Kedua, short term award atau program kursus singkat dengan desain khusus.

Kemudian, para penerima beasiswa yang telah lulus otomatis menjadi bagian jaringan Australia Awards Global dan alumni Australia Awards. Keduanya merupakan komunitas berisi para alumni yang berpengaruh dan punya nama di bidang masing-masing. Keren kan?

Mengapa Kamu Harus Mendaftar Australia Awards?

Tentu kamu bertanya-tanya, mengapa kamu perlu coba mendaftarkan diri ke beasiswa Australia yang satu ini. Beberapa alasan berikut bisa kamu jadikan pertimbangan.

Tepat untuk melanjutkan program pascasarjana

Benar, Australia Awards merupakan beasiswa untuk kamu yang berminat melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana, baik level S2 (masters) maupun S3 (doktoral atau PhD). Kamu bisa memilih universitas di Australia yang mempunyai jurusan tujuan sesuai latar belakang pendidikan sarjana.

Ada program Short Term Award

Bukan hanya program pascasarjana, Australia Awards juga menawarkan Short Term Award, yakni sejenis program kursus singkat.

Program pembekalan yang terancang baik

Segera setelah kamu dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa, kamu akan mengikuti tahapan Pre-Departure Training di Indonesia dan Introductory Academic Program di Australia, khusus bagi peserta Long Term Award. Kedua program pembekalan ini akan membantumu beradaptasi di Australia, baik di lingkungan akademik maupun masyarakat setempat.

Memperluas jejaring profesional

Seperti telah disebutkan di atas, ada lebih dari 9.500 penerima beasiswa Australia asal Indonesia dengan beragam latar belakang pendidikan dan profesi. Terbayang kan jejaring profesional atau networking seperti apa yang akan kamu miliki usai meraih beasiswa ini?

Mendukung prinsip kesetaraan

Siapa saja boleh mengajukan pendaftaran Australia Awards. Bahkan, pemerintah Australia memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi pendaftar perempuan, pendaftar dengan disabilitas, hingga pendaftar dari daerah Aceh, NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua atau dikenal sebagai Geographic Focus Area. 

Program Studi Apa Saja yang Jadi Prioritas?

Sebelum mendaftar suatu beasiswa, kamu perlu tahu program studi apa saja yang menjadi prioritas penerima beasiswa.

Long Term Award

Untuk program Long Term Award, Australia Awards menetapkan tiga bidang studi prioritas pembangunan (priority development areas atau PDA) bagi calon penerima asal Indonesia, yaitu:

Lembaga dan infrastruktur ekonomi yang efektif

Bertujuan mendukung Indonesia untuk mendorong pertumbuhan inklusif dan pekerjaan produktif melalui upaya perbaikan terkait kebijakan, peraturan, dan insentif investasi terkait infrastruktur, khususnya pada sektor swasta. Beberapa program studi yang masuk PDA ini adalah:

  • Ekonomi
  • Trade atau perdagangan
  • Small and medium enterprise development atau pembangunan UKM dan UMKM
  • Infastructure planning
  • Livestock management
  • Keselamatan transportasi
  • Air dan sanitasi
  • Kehutanan
  • Pertanian
  • Manajemen sumber daya alam
  • Peternakan
  • Pertambangan
  • Perubahan iklim
  • Pencegahan dan manajemen bencana
  • Pembangunan dan pertumbuhan desa
  • Keamanan siber atau cyber security

Pembangunan sumber daya manusia

Bertujuan meningkatkan produktivitas dan mobilitas angkatan kerja Indonesia dalam menghadapi perubahan sistemik yang mengarah pada perbaikan kualitas kesehatan dan pendidikan melalui komunitas lokal. Beberapa program studi yang masuk PDA ini adalah:

  • Studi pembangunan
  • International studies
  • Kesehatan masyarakat
  • Communicable disease prevention
  • Manajemen kesehatan
  • Layanan kesehatan
  • Kesehatan ibu dan anak
  • Pengembangan sumber daya manusia
  • Manajemen pendidikan
  • Pendidikan dan pelatihan

Masyarakat inklusif melalui pemerintahan efektif

Bertujuan mendukung peningkatan di bidang hukum dan keadilan melalui penguatan pemerintah daerah, pemberdayaan perempuan, dan pembukaan akses bagi penyandang disabilitas terhadap bantuan sosial serta layanan publik. Beberapa program studi yang masuk PDA ini adalah:

  • Sistem hukum dan peradilan
  • Hukum lingkungan
  • Pendidikan anti korupsi
  • Ilmu politik dan pemerintahan
  • Desentralisasi
  • Manajemen pengeluaran publik
  • Administrasi publik
  • Reformasi sektor publik
  • Pemantauan dan evaluasi
  • Resolusi konflik
  • Pencegahan kejahatan transnasional
  • Studi wanita dan gender
  • Layanan disabilitas

Short Term Award

Merupakan program terbaru Australia Awards di Indonesia, yang membuka kesempatan bagi penerima beasiswa Australia lintas bidang dan organisasi. Program ini membekali individu dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan tepat supaya penerima beasiswa bisa berkontribusi pada organisasi yang saat ini digeluti.

Lebih lanjut, pemberian program tersebut diharapkan turut memperkuat hubungan baik Indonesia-Australia yang sudah terjalin selama ini. Secara umum, Short Term Award memiliki karakteristik berikut.

  • Melibatkan sekitar 25 peserta dalam satu periode program atau sekitar 350 peserta setiap tahunnya.
  • Ditawarkan kepada staf suatu instansi atau lembaga Indonesia yang berminat mengembangkan keterampilan baru dan potensi, serta memperluas jejaring profesional yang dirancang khusus oleh lembaga pendidikan tinggi Australia terkemuka.
  • Durasi program sekitar 2-3 minggu.
  • Ada tiga hari lokakarya sebelum dan sesudah program dilakukan yang bertempat di Indonesia.
  • Ada Award Project, yaitu proyek kelompok atau pribadi penerima beasiswa yang akan diterapkan dalam instansi atau lembaga peserta bernaung saat ini. Proyek ini dibuat untuk menerapkan hasil pembelajaran selama mengikuti Short Term Award. 

Apa Saja Komponen Beasiswa yang Ditanggung?

Pertanyaan ini pasti bikin kamu penasaran. Beasiswa Australia ini mencakup komponen apa saja ya? Berikut penjelasannya.

Long Term Award 

Penerima program beasiswa ini akan memperoleh:

  • Pre-Departure Training (PDT) di Indonesia, lengkap dengan tunjangan hidup selama masa PDT
  • Pemeriksaan medis untuk memenuhi persyaratan visa mahasiswa/pelajar
  • DFAT (Department of Foreign Affairs and Trade) Student Visa dan Student Dependent Visa
  • Tiket pesawat sekali jalan Indonesia-Australia ke bandara internasional terdekat dengan universitas tujuan (outward airfare)
  • Introductory Academic Program di Australia selama 4-6 minggu
  • Biaya pendidikan ditanggung sepenuhnya
  • Establishment allowance yang dibayarkan ke rekening pribadi penerima beasiswa setelah tiba di Australia
  • Kontribusi biaya hidup (contribution to living expenses atau CLE), dibayar dua minggu sekali
  • Perlindungan kesehatan mahasiswa luar negeri selama masa penerimaan beasiswa atau Overseas Students Health Cover (OSHC)
  • Dukungan akademik lainnya
  • Tunjangan untuk penelitian maupun praktik kerja lapangan.
  • Tiket pesawat Australia-Indonesia, yaitu reunion airfare yang diberikan setelah berhasil menyelesaikan tahun pertama studi (tersedia secara tahunan selama durasi beasiswa) dan homeward airfare atau tiket sekali jalan setelah studi usai.s

Catatan tambahan, penerima beasiswa boleh mengajak keluarganya tinggal di Australia atas biaya pribadi, dengan catatan mereka telah memenuhi persyaratan DFAT dan imigrasi. Umumnya, keluarga boleh ikut bergabung terhitung 8 minggu setelah kedatangan penerima beasiswa di Australia.

Short Term Award 

Penerima program beasiswa ini akan memperoleh:

  • Lokakarya sebelum dan sesudah program kursus di Indonesia, termasuk tiket pesawat pergi pulang domestik dari kota domisili ke lokasi lokakarya
  • Akomodasi dan tunjangan saat berada di Indonesia maupun Australia
  • Tiket pesawat Indonesia-Australia
  • Biaya pendidikan kursus ditanggung sepenuhnya
  • Visa Australia dan asuransi kesehatan selama mengikuti program

 

Siapa Saja yang Boleh Mendaftar?

Beasiswa Australia program Long Term Award terbuka bagi siapa saja yang berminat melanjutkan studi pascasarjana di Australia. Secara spesifik, ada dua kelompok sasaran penerima Australia Awards pada tahun 2020, yaitu tertarget dan tidak tertarget. Kelompok tertarget adalah:

  • Pendaftar asal GFA, yaitu Aceh, NTB, NTT, Papua, Papua Barat, Maluku Utara, dan Maluku.
  • Kandidat pendaftar yang dinominasikan oleh Kedutaan Besar Australia
  • Kandidat pendaftar dari pemerintah Indonesia, baik pemerintah pusat maupun daerah.

Sementara, kelompok tidak tertarget mencakup kandidat pendaftar dari sektor swasta, baik perusahaan maupun perguruan tinggi, mereka yang bekerja di BUMN, dan siapa saja yang berada di luar kategori tersebut.

Selain itu, kamu yang ingin mendaftar beasiswa Australia ini harus memiliki kriteria umum seperti tertulis di bawah ini.

  • Warga negara Indonesia yang menetap dan melamar beasiswa dari Indonesia.
  • Tidak menikah atau bertunangan dengan seseorang berkebangsaan Australia atau Selandia Baru, maupun mereka yang memiliki status permanent resident, dalam semua tahapan aplikasi beasiswa (mulai dari pendaftaran, seleksi, hingga proses perkuliahan).
  • Memenuhi kriteria Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia untuk status mahasiswa internasional (seperti kesehatan dan kepribadian).
  • Tidak sedang mendaftar program serupa, kecuali sudah tinggal menetap di luar Australia selama dua kali masa studi.
  • Tidak sedang menjalani wajib militer.
  • Memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Department of Immigration and Border Protection (DIBP) terkait visa mahasiswa/pelajar.

Apa Saja Persyaratan yang Perlu Dipenuhi?

Seperti dilansir dari web resmi Australia Awards, kandidat penerima beasiswa Australia asal Indonesia harus memenuhi persyaratan berikut.

  • Mendaftar pada bidang prioritas pembangunan yang telah ditentukan
  • Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK minimal 2,9. Bagi pendaftar dari GFA, IPK mereka harus ≥2,75
  • Bagi pelamar program pascasarjana S2, memiliki keterampilan berbahasa Inggris dengan skor minimal 5,5 (IELTS), 525 (TOEFL paper-based), 69 (TOEFL internet-based), atau 46 (Pearson PTE).
  • Bagi pelamar program S2 asal GFA, nilai keterampilan bahasa Inggris harus berada pada skor minimal 5,0 (IELTS), 500 (TOEFL paper-based), 59 (TOEFL internet-based), atau 38 (Pearson PTE).
  • Untuk pelamar program pascasarjana S3, mempunyai kemahiran berbahasa Inggris yang ditandai oleh skor minimal 6,0 (IELTS), 550 (TOEFL paper-based), 79 (TOEFL internet-based), atau 54 (Pearson PTE).
  • Hasil tes kemampuan berbahasa Inggris tersebut harus merupakan hasil terbaru, maksimal didapat dalam periode 2 tahun terakhir pada tanggal penutupan aplikasi beasiswa.
  • Tes bahasa Inggris selain IELTS, TOEFL, dan Pearson TPE tidak diterima, termasuk tes prediksi TOEFL.
  • Pendaftar sudah menyandang titel sarjana jika hendak melamar program S2 atau master.
  • Pendaftar sudah memiliki titel master jika ingin melamar program S3 atau doktoral.
  • Program spesialisasi atau sertifikat profesional tidak dihitung sebagai gelar master.
  • Bagi pelamar program doktoral wajib memiliki surat dukungan (letter of support) dari universitas tujuan di Australia.

Bagaimana Alur Pendaftaran Beasiswa?

Jika kamu mengikuti pendaftaran beasiswa Australia tahun 2020, maka proses studi baru akan dimulai pada tahun 2021. Berikut detail informasi alur pendaftaran Australia Awards 2020.

Jadwal pendaftaran

Aplikasi pendaftaran Australia Awards dibuka mulai 1 Februari 2020 dan berakhir 30 April 2020 pukul 23.59 AEST atau Australian Eastern Standard Time (sekitar tiga jam lebih cepat daripada Waktu Indonesia Barat).

Pendaftaran online

Semua aplikasi pendaftaran dilakukan secara online melalui OASIS pada laman https://oasis.dfat.gov.au. Maka, kamu perlu menyiapkan semua dokumen yang dibutuhkan dalam bentuk hasil scan atau softcopy untuk di-upload ke OASIS.

Mengingat jumlah pendaftar banyak dan dokumen yang dilampirkan pun tidak sedikit, sebaiknya kamu mengisi pendaftaran jauh-jauh hari sebelum hari penutupan. Hal ini guna mengantisipasi kelambatan respons server web aplikasi pendaftaran saat mendekati batas akhir waktu pendaftaran beasiswa.

Selain itu, bagi pendaftar online melalui OASIS wajib mengisi formulir tambahan ‘the Additional Information for Online Application Form’ yang bisa diakses melalui web Australia Awards untuk Indonesia di https://www.australiaawardsindonesia.org/id/Howtoapply.

Berkas pendaftaran

Semua pendaftaran harus dikirimkan secara online, tetapi kadang ada pengecualian tertentu yang membuatmu perlu menyiapkan berkas pendaftaran secara fisik atau hardcopy. Silakan kontak kantor pengelola beasiswa di Indonesia untuk informasi lebih detail ya.

Dokumen penunjang

Pendaftar beasiswa wajib mengirimkan semua dokumen penunjang yang sudah tertulis dalam Australia Awards Scholarships Policy Handbook. Beberapa dokumen ini harus kamu sediakan, yaitu:

  • Akta kelahiran
  • Identitas diri (KTP/paspor/SIM)
  • Curriculum vitae terkini
  • Ijazah, sertifikat, dan transkrip nilai yang telah dilegalisir oleh lembaga/institusi penerbit dokumen atau notaris.
  • Dokumen asli hasil tes IELTS, TOEFL, atau PTE tertanggal 2 tahun terakhir tepat pada hari penutupan pendaftaran beasiswa.
  • Referensi akademik dari supervisor atau pembimbing S2 untuk kandidat doktoral.

Proses seleksi

Perlu kamu tahu, proses seleksi beasiswa ini mencakup beberapa hal, seperti dijelaskan berikut ini.

  • Seleksi pengecekan berkas secara menyeluruh akan menghasilkan daftar mereka yang lolos seleksi administrasi.
  • Hanya kandidat yang lolos seleksi berkas ini yang diundang mengikuti wawancara dan tes IELTS pada Juli-Agustus 2020.
  • Proses seleksi wawancara akan dinilai berdasarkan kriteria:
    • Kompetensi akademik
    • Potensi kontribusi kandidat penerima beasiswa pada pembangunan di Indonesia
    • Profesionalisme dan kepemimpinan personal kandidat penerima beasiswa terkait pengalaman kerja yang relevan dengan bidang studinya.
  • Hasil seleksi wawancara akan diumumkan pada bulan September 2020.

Pelatihan persiapan atau Preparatory Training

Bagi kandidat yang dinyatakan lolos menerima beasiswa wajib mengikuti kelas persiapan berupa Pre-departure Training atau PDT di Indonesia yang berlangsung full time selama Senin-Jumat pukul 08.00 hingga pukul 16.00. Selain itu, diselenggarakan pula course counseling untuk para penerima beasiswa.

Setibanya di Australia, penerima beasiswa juga diharapkan mengikuti Introductory Academic Program atau program serupa lainnya yang diselenggarakan di universitas tujuan.

Kontak pengelola beasiswa

Informasi lebih lanjut mengenai beasiswa Australia ini bisa kamu temukan dalam laman resminya www.australiawardsindonesia.org. Kamu juga dapat datang langsung ke kantor Australia Awards Indonesia yang beralamat di:

Gedung Wirausaha lantai 7

Jl. HR. Rasuna Said Kav. C-5, Kuningan, Jakarta Selatan 12940

Telepon/Fax    : +62 21 5277648/ +62 21 5277649

Email: longtermawards@australiawardsindonesia.org

 

Demikian informasi lengkap pendaftaran beasiswa Australia, khususnya Australia Awards 2020. Siapkan semua dokumen dengan rapi dan teliti lagi persyaratan yang diminta supaya aplikasimu bisa melewati seleksi berkas ya. Semoga berhasil!

 

Referensi

  1. Australia Awards Scholarship Indonesia http://www.australiaawardsindonesia.org
  2. DFAT http://dfat.gov.au/pages/default.aspx
  3. Studying in Australia  http://www.studyinaustralia.gov.au

Begini Cara Pendaftaran Beasiswa Orange Tulip Scholarship 2020

Orange Tulip Scholarship

Belanda menjadi salah satu negara yang menjadi tujuan para mahasiswa dari seluruh dunia yang ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, salah satunya adalah Indonesia. Tidak heran, selain karena budayanya yang ramah, Belanda juga terkenal dengan universitasnya yang memiliki banyak program studi berkualitas. Nah, kalau kamu tertarik untuk menempuh studi lanjut di Negeri Kincir Angin ini, kamu bisa mendaftar beasiswa Orange Tulip Scholarship 2020.

Pendaftaran dan Seleksi Orange Tulip Scholarship

Nah, kalau kamu tertarik untuk mendaftar beasiswa Orang Tulip Scholarship, kamu harus tahu dulu apa saja kriteria yang diwajibkan untuk para pendaftar:

  • Calon pendaftar adalah Warga Negara Indonesia
  • Calon pendaftar sedang tidak menjalani pendidikan atau studi di Belanda, juga sedang tidak bekerja di Belanda.
  • Sedang mengikuti proses pendaftaran atau telah diterima di salah satu perguruan tinggi di Belanda yang terdaftar dalam skema program beasiswa OTS.
  • Memenuhi semua persyaratan yang diwajibkan dan tertulis dalam skema program beasiswa Orange Tulip Scholarship.

Lalu, bagaimana alur pendaftarannya? Simak baik-baik, ya!

  • Pertama, buka laman Studyfinder yang berisikan informasi universitas yang memberikan penawaran Program Studi atau bidang ilmu yang kamu inginkan.
  • Lalu, lakukan pengecekan apakah universitas dan Program Studi yang kamu inginkan, apakah terdaftar dalam program beasiswa Orange Tulip Scholarship.
  • Cermati dengan teliti semua informasi terkait skema program beasiswa yang kamu pilih. Kalau sudah sesuai, segera lakukan pendaftaran, termasuk mendaftar terlebih dahulu pada universitas tujuan, lalu daftarlah pada program beasiswa OTS. Jangan lupa persiapkan pula semua berkas yang dibutuhkan.
  • Selanjutnya, tunggu email konfirmasi atau laman sistem aplikasi online. Konfirmasi ini yang harus kamu lampirkan ketika melakukan pendaftaran beasiswa OTS.
  • Jadi, dokumen yang perlu kamu persiapkan adalah formulir pengajuan beasiswa Orange Tulip Scholarship 2020, bukti pendaftaran ke universitas yang tertulis dalam skema, dan CV. Pastikan kamu melakukan pengecekan sekali lagi agar tidak salah ketika menyiapkan berkas pendaftaran.

Kamu hanya perlu mengirimkan semua berkas yang dibutuhkan dalam bentuk softcopy, dengan rincian sebagai berikut:

  • Berkas dalam bentuk PDF atau Word.
  • Berikan nama pada setiap berkas dengan bahasa Inggris. Ikuti format [document name] – [applicant’s name].
  • Pastikan total seluruh lampiran kamu tidak lebih dari 20MB, dan jangan menyatukan semua berkas dalam bentuk .zip atau .rar.
  • Setelah semua siap, kirimkan berkas melalui email ke alamat ots@nesoindonesia.or.id dengan subjek: OTS 2020-2021 Application-[nama universitas]-[nama kamu].
  • Tunggu email konfirmasi dari Nuffic Neso selama kurang lebih 1 hingga 2 minggu yang menyatakan bahwa berkas yang kamu kirimkan telah diterima.

Batas waktu pendaftaran beasiswa Orange Tulip Scholarship 2020 biasanya adalah 1 Mei. Meski begitu, biasanya masing-masing universitas yang terdaftar pada skema memiliki waktu tenggat yang berbeda. Jadi, pastikan kamu mendapatkan semua informasi pendaftarannya dengan jelas dan membacanya dengan teliti.

Setelah melalui proses pendaftaran dan kamu dinyatakan lolos, kamu akan lanjut ke tahapan seleksi. Adapun tahapannya tidak berupa wawancara, jadi proses seleksi dari program beasiswa ini hanya melalui seleksi berkas. Tahapannya adalah seperti berikut:

  • November 2019 hingga tenggat skema (biasanya Februari, Maret, April, atau Mei 2020): penerimaan berkas dan pra-seleksi oleh Nuffic Neso.
  • Januari hingga Mei 2020: pengecekan berkas pendaftaran dan seleksi oleh universitas yang terdaftar dalam skema Orange Tulip Scholarship 2020.
  • Juni sampai Juli 2020: pengumuman hasil seleksi dan penerimaan kandidat yang menerima beasiswa melalui email, termasuk pengumuman bagi kandidat yang tidak lolos. Jika lolos, kirimkan kembali email penerimaan ini ke pihak Nuffic Neso.

Skema Penerimaan Beasiswa Orange Tulip Scholarship 2020-2021

Kamu perlu tahu bahwa Orange Tulip Scholarship atau OTS merupakan program parsial yang ditawarkan oleh universitas di Belanda. Jadi, pendanaan tidak bersifat penuh alias sebagian. Perlu diketahui pula, tidak semua universitas di Negeri Tulip ini menawarkan program beasiswa. Pun, tidak semua Program Studi yang dilimiki universitas di Belanda didanai oleh program OTS ini.

Manfaat yang ditawarkan oleh setiap universitas yang didukung oleh program beasiswa ini tidak sama. Namun, umumnya penerima beasiswa akan mendapatkan potongan biaya belajar antara 30 hingga 100%. Beberapa program juga memberikan tawaran biaya hidup setiap bulan, tetapi tidak memberikan potongan biaya studi.

Contohnya, University Of Groningen menawarkan beasiswa untuk tiga Program Studi Master, yaitu Medical and Pharmaceutical Drug Innovation, Clinical and Psychosocial Epidemiology, dan Clinical and Psychosocial Epidemiology – track Health System and Prevention. Universitas ini menawarkan biaya studi hingga 100% dan subsidi biaya hidup sebesar 400 Euro per bulan.

Contoh lainnya adalah Universiteit van Amsterdam atau University of Amsterdam Graduate School of Social Sciences yang menawarkan Program Studi untuk Master dan Research Master dengan kuota beasiswa sebanyak 7 orang. Universitas ini menwarkan beasiswa berupa potongan biaya studi sebesar 16.335 Euro.

Lalu, ada Rotterdam School of Management, Erasmus University yang menawarkan beasiswa untuk semua Program MSc, tetapi tidak untuk MSc International Management/CEMS Programme dengan kapasitas maksimal sebanyak 3 orang. Jenis beasiswa yang ditawarkan berupa potongan biaya studi sebesar 30% dalam mata uang Euro.

Ada lagi, yaitu Nyenrode Business Universiteit yang menawarkan beasiswa untuk Program Studi BSc in Business Administration, Full-time MSc in Management, dan Full-time MBA masing-masing dengan kuota 1 orang untuk BSc, 2 orang untuk MSc, dan 3 orang untuk MBA. Jenis beasiswa yang ditawarkan adalah potongan biaya studi untuk BSc sebesar 18.000 Euro, MSc sebesar 8.775 Euro, dan MBA mulai dari 12.000 sampai 17.000 Euro.

Tips Penting Orange Tulip Scholarship 2020

Kalau kamu tertarik untuk mendaftar beasiswa melalui program Orange Tulip Scholarship 2020, berikut tips penting yang bisa kamu perhatikan:

  • Nuffic Neso tidak memberikan bantuan untuk proses pendaftaran, tetapi hanya memberikan informasi dan tahapan pendaftaran serta seleksi yang pastinya memudahkan kamu mendaftar ke universitas tujuan.
  • Jika universitas atau Program Studi incaran kamu tidak terdaftar dalam skema penerimaan beasiswa OTS 2020, kamu tidak bisa melakukan pendaftaran beasiswa. Namun, skema ini selalu berubah setiap tahunnya, jadi pastikan kamu mendapatkan informasi terbaru, ya!
  • Jenis tingkatan studi yang ditawarkan setiap universitas juga berbeda. Beberapa universitas menawarkan program Sarjana saja, beberapa menawarkan program Sarjana dan Master, ada pula yang menawarkan program Master saja.
  • Beberapa universitas dalam skema mengharuskan kamu memiliki Letter of Acceptance sebagai salah satu syaratnya. Namun, kamu tetap bisa melakukan pendaftaran beasiswa OTS meski belum mendapatkan surat penerimaan ini, asalkan kamu sudah melakukan pendaftaran ke universitas tujuan. Pastikan universitas dan Program Studi terdaftar dalam skema, ya!
  • Kamu juga bisa melakukan pendaftaran pada lebih dari satu Program Studi atau universitas yang terdaftar dalam skema. Kirimkan saja dokumen yang dibutuhkan secara terpisah untuk masing-masing Prodi atau universitas melalui email.

Kalau ada hal lain yang ingin kamu tanyakan seputar beasiswa Orange Tulip Scholarship 2020 ini, jangan ragu untuk menghubungi pihak Nuffic Nesso melalui telepon di (021) 5085 87 87 ext. 202 atau melalui email di ots@nesoindonesia.id.

 

Baca Juga

Raih Beasiswa New Zealand, Cara Wujudkan Impian Kuliah di Luar Negeri

Beasiswa New Zealand

Melanjutkan studi di luar negeri bagi sebagian orang mungkin terasa mustahil karena alasan keterbatasan dana. Namun, akan selalu ada jalan bagi siapa pun yang berusaha. Meskipun bujet terbatas, kamu tetap bisa mewujudkan impian berkuliah di berbagai negara melalui jalur beasiswa.

Salah satu negara favorit yang banyak dipilih sebagai tempat untuk melanjutkan studi adalah New Zealand. Negara ini memiliki sejumlah universitas ternama. Menggabungkan pengetahuan dan teknologi dalam proses belajar adalah nilai plus sistem pendidikan di New Zealand.

Alasan lain adalah karena biaya pendidikan di New Zealand tidak sebesar di Amerika Serikat atau negara-negara di Eropa. Meskipun demikian, kualitas pendidikannya baik karena mengadopsi sistem pendidikan Inggris dengan World Class University.

Nah salah satu cara melanjutkan studi di New Zealand selain dengan jalur biaya sendiri adalah melalui jalur beasiswa New Zealand (New Zealand Scholarship). Beasiswa ini diberikan oleh Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan (MFAT) Selandia Baru kepada para pelamar yang memenuhi syarat.

Persyaratan Beasiswa New Zealand

Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi supaya kamu dapat lolos seleksi New Zealand Scholarship. Apa saja di antaranya?

1. Merupakan eligible country

New Zealand Scholarship hanya dibuka untuk sejumlah negara. Di Asia, misalnya, negara-negara yang boleh memanfaatkan beasiswa ini adalah Kamboja, Indonesia, Yordania, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Nepal, Filipina, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam. Jadi, jika berstatus sebagai WNI, kamu berhak untuk mengajukan lamaran beasiswa.

Selain Asia, beasiswa ini juga terbuka bagi pelamar dari negara-negara Pasifik, Afrika, Karibia, dan Amerika Latin.

2. Usia pelamar

Syarat lain yang harus dipenuhi adalah pelamar berusia 18 tahun atau lebih ketika memulai program beasiswa. Jadi, tidak masalah jika kamu masih berusia 17 tahun pada saat mengajukan lamaran beasiswa. Tidak ada batasan usia pelamar, tetapi disarankan di bawah 40 tahun.

3. Memenuhi persyaratan visa pelajar di Selandia Baru

Sebenarnya, hanya pelamar yang lolos seleksi New Zealand Scholarship yang wajib membuat visa pelajar. Namun, semua pelamar wajib mengecek apakah memenuhi persyaratan visa pelajar sebelum mendapatkan beasiswa.

4. Memenuhi persyaratan akademis

Pelamar beasiswa yang berhasil lolos harus memenuhi persyaratan akademik dan persyaratan bahasa Inggris yang ditentukan oleh masing-masing institusi pendidikan. Jadi, sebelum melamar beasiswa New Zealand Scholarship, cek terlebih dahulu persyaratan minimum yang wajib dipenuhi di institusi yang dipilih.

5. Memiliki komitmen untuk kembali ke Indonesia

Tujuan New Zealand Scholarship adalah membantu melatih masyarakat dari negara-negara berkembang supaya dapat memberikan dampak positif bagi negaranya. Hal ini dicapai melalui keahlian dan pengetahuan yang didapatkan dari studi di New Zealand.

Karena itu, pelamar beasiswa harus berkomitmen untuk kembali ke Indonesia dan membangun bangsa Indonesia, baik di segi sosial maupun ekonomi, paling tidak dua tahun setelah masa beasiswa berakhir.

Jadi, jika kamu ingin lolos seleksi New Zealand Scholarship ini, kamu hanya perlu mempersiapkan diri dengan jawaban mengenai langkah positif yang bisa dilakukan setelah lulus nanti.

6. Telah memiliki pengalaman kerja

Pelamar beasiswa New Zealand Scholarship harus memiliki pengalaman kerja yang berhubungan dengan bidang beasiswa yang dilamar. Setelah menyelesaikan studi, para pelamar tersebut diharapkan dapat kembali ke pekerjaan terakhir mereka sebelum menjalani masa studi.

Nah, ada pun masa kerja yang disyaratkan adalah 1 tahun untuk pekerjaan penuh waktu atau 2 tahun untuk pekerjaan paruh waktu. Pekerjaan yang dimaksud dapat berupa pekerjaan dengan gaji, tanpa gaji, atau sebagai relawan.

Prodi yang Direkomendasikan

Untuk setiap negara, ada program studi yang direkomendasikan untuk diambil melalui New Zealand Scholarship ini. Khusus pelamar dari Indonesia, prodi yang direkomendasikan antara lain:

  • Climate Change and Resilience

Isu mengenai perubahan iklim di Indonesia memang cukup populer. Untuk mendidik orang-orang supaya benar-benar memahami masalah ini, beasiswa New Zealand turut berpartisipasi. Didalamnya juga terdapat bahasan seperti rencana dan kebijakan lingkungan, hukum lingkungan, manajemen perairan, dan manajemen sumber daya alam.

  • Disaster Risk Management

Pilihan prodi selanjutnya adalah Disaster Risk Management. Hal ini tak lepas dari semakin bertambahnya intensitas bencana yang terjadi di Indonesia. Dalam manajemen risiko bencana ini, ada pula pembahasan mengenai manajemen kedaruratan, geologi, dan sebagainya.

  • Pertanian dan Ketahanan Pangan

Kamu juga dapat memilih bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan. Sebagai negara agraris, Indonesia memang tak bisa dilepaskan dari identitas sebagai penghasil pangan. Beberapa bidang yang terkait adalah teknologi pertanian, manajemen perkebunan, teknologi pangan, biosecurity, dan sebagainya.

  • Energi Terbarukan

Kamu juga bisa menggeluti hal menarik seperti energi terbarukan. Di sini, kamu akan belajar tentang teknologi dan sistem distribusi energi, manajemen energi, kebijakan energi, energi angin dan solar, dan sebagainya.

Memilih Kampus

Setelah menentukan prodi, saatnya memilih kampus yang paling sesuai. Di New Zealand paling tidak ada 8 universitas dan 3 institut teknologi. Kamu bisa memilih salah satu di antaranya. Sebelum menentukan, kamu sebaiknya melakukan riset terlebih dahulu.

Berdasarkan peringkat di QS World University Rankings, universitas-universitas di New Zealand berada di top 3%. Ada pun universitas ternama tersebut di antaranya Auckland University of Technology, Lincoln University, Massey University, University of Auckland, University of Canterbury, dan sebagainya.

Beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan adalah institusi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan personal serta akademismu, kualifikasi pada level studi yang tersedia di Indonesia, kualifikasi yang dikembangkan dari kualifikasi tertinggimu.

Kriteria Penilaian Beasiswa New Zealand

Nah, supaya lolos beasiswa yang diberikan pemerintah New Zealand ini, ada sejumlah kriteria yang menentukan. Penilaian tersebut dapat berlangsung selama 6 bulan hingga 10 bulan.

Beberapa hal yang menentukan lolosnya pelamar beasiswa, antara lain memiliki kemampuan akademis yang kuat, menunjukkan komitmen terhadap negara asal, berusia 39 tahun atau lebih muda ketika masa beasiswa dimulai. Nilai tambah lainnya adalah memilih prodi yang sesuai dengan rekomendasi.

Pertimbangan lain yang biasanya tidak dikesampingkan adalah keseimbangan jumlah penerima beasiswa berjenis kelamin wanita dan pria.

Bukan hanya itu, kriteria lain adalah memiliki nilai yang bagus, memilih prodi yang sesuai dengan pengalaman kerja, mau belajar di negara yang sama sekali baru, memilih prodi yang dapat memecahkan masalah sosial dan ekonomi di negara asal. Pelamar juga harus pandai berkomunikasi, mendengar dengan efektif, dan menjawab dengan tepat.

Sebaliknya, alasan menolak pelamar beasiswa antara lain tidak memenuhi kriteria yang berlaku dan ada pelamar lain yang dinilai lebih baik. Proses seleksi beasiswa New Zealand memang tidak mudah. Ada banyak sekali pelamar yang berlomba-lomba untuk mendapatkan peluang menikmati beasiswa. Jika tidak lebih unggul, niscaya tidak akan lolos karena kuota beasiswa pun terbatas.

Nah, semoga ulasan ini bermanfaat bagi kamu yang ingin melanjutkan kuliah ke New Zealand dengan jalur beasiswa.

 

Baca Juga

Berbagai Jenis Beasiswa BCA untuk Mahasiswa dan Syarat Pendaftarannya

Macam-Macam Beasiswa BCA untuk Mahasiswa dan Syarat Pendaftarannya

 

Pendidikan merupakan sarana utama untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Didasari hal tersebut, setiap tahunnya PT Bank Central Asia, Tbk  (BCA) selalu memberikan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi di Indonesia sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.

Beasiswa yang diberikan oleh BCA ini terdiri dari beberapa jenis, di antaranya ada Beasiswa BCA Finance, Beasiswa Bakti BCA, Beasiswa PPA, serta Beasiswa PPTI. Apa saja keuntungan yang ditawarkan oleh beasiswa tersebut? Bagaimana cara mendaftarnya? Simak penjelasan selengkapnya dalam artikel berikut.

Beasiswa BCA Finance

Beasiswa BCA Finance merupakan program beasiswa dari BCA untuk mahasiswa dari perguruan tinggi negeri maupun swasta yang ada di semester 2. Beasiswa ini pertama kali diselenggarakan sejak tahun 2009, dan masih konsisten menerima peserta setiap tahun.

Keuntungan yang diberikan BCA bagi penerima program Beasiswa BCA Finance adalah dana beasiswa sebesar Rp3.000.000 per semester hingga semester 8 perkuliahan. Berbeda dengan beasiswa korporasi lainnya, penerima Beasiswa BCA Finance ini bebas dari ikatan dinas apapun. Namun bagi mahasiswa yang bidang studinya sesuai dengan kebutuhan BCA Finance, mereka akan mendapat prioritas untuk mengikuti seleksi penerimaan karyawan

Syarat Pendaftaran

Persyaratan untuk mendapatkan Beasiswa BCA Finance adalah sebagai berikut:

  1. Mahasiswa Strata 1 (S1) atau Diploma 4 (D4) dari segala jurusan
  2. Minimal telah atau sedang menyelesaikan semester 2 perkuliahan
  3. Memiliki IPK minimal 3,00 pada skala 4,00 untuk PTN dan 3,40 untuk PTS
  4. Tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain
  5. Aktif berorganisasi

Tata Cara Pendaftaran

Pendaftaran Beasiswa BCA Finance dilakukan secara online di halaman www.bcafinance.co.id/beasiswa. Kamu bisa mengklik menu Pendaftaran Beasiswa BCA, lalu mengisi formulir pendaftaran secara lengkap dan benar. Setelah mengisi semua data yang diperlukan, selanjutnya ikuti petunjuk yang diberikan di halaman tersebut.

Artikel Terkait: Informasi Beasiswa S1 Dalam dan Luar Negeri Terbaru 2019

Tahapan Seleksi

Tahapan seleksi Beasiswa BCA Finance terdiri dari 2 tahap. Berikut adalah penjelasannya:

Tahap 1 (Penentuan Awal):

Penentuan 150 calon penerima beasiswa. 150 calon penerima beasiswa yang telah diumumkan selanjutnya wajib mengirim sejumlah dokumen persyaratan yang meliputi fotokopi Kartu Keterangan Mahasiswa (KTM), Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari RT/RW setempat, Kartu Keluarga (KK), rekening listrik dan air, surat anggota berorganisasi atau surat keterangan aktif berorganisasi  yang ditandatangani oleh ketua organisasi

Tahap 2 (Penentuan Akhir):

Penentuan 100 penerima beasiswa yang berhak mendapat dana beasiswa sebesar Rp3.000.000 per semester.

Perlu kamu ketahui, proses seleksi penerima beasiswa tersebut dilakukan oleh tim seleksi dari BCA Finance. Adapun keputusan hasil seleksi adalah keputusan mutlak yang tidak bisa diganggu gugat.

Baca Juga: Informasi & Persyaratan Beasiswa BCA Finance & Bakti BCA

Beasiswa Bakti BCA

Selain Beasiswa BCA Finance, beasiswa lain yang diberikan oleh BCA untuk putra-putri terbaik Indonesia adalah Beasiswa Bakti BCA. Jika Beasiswa BCA Finance diperuntukkan bagi mahasiswa yang telah atau sedang menempuh semester 2 perkuliahan, beasiswa ini lebih ditujukan untuk mahasiswa yang sedang berada di semester 7. Adapun keuntungan yang didapat oleh penerima beasiswa adalah biaya SPP, SOP, serta uang saku sebesar Rp500.000 per bulan selama satu tahun.

Namun, perlu diketahui, Beasiswa Bakti BCA ini tidak terbuka untuk umum. Hingga saat ini, hanya ada 16 perguruan tinggi yang terdaftar sebagai mitra Beasiswa Bakti BCA, yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Udayana (Unud), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Sriwijaya (Unsri), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Universitas Mulawarman (Unmul), serta Universitas Cenderawasih (Uncen).

Tak hanya itu saja, perbedaan lain dari Beasiswa Bakti BCA dengan Beasiswa BCA Finance adalah tim seleksinya. Untuk Beasiswa Bakti BCA, penentuan penerima beasiswa diserahkan langsung kepada tim internal dari universitas terkait, bukan tim dari BCA. Harapannya, pemilihan penerima beasiswa bisa lebih adil karena anggota tim seleksi akan lebih tahu dan mengenal para calon penerima beasiswa.

Syarat Pendaftaran

Bagi kamu yang berniat untuk mendaftar Beasiswa Bakti BCA, berikut adalah beberapa persyaratan yang perlu kamu penuhi:

  1. Mahasiswa program Strata 1 (S1) yang sedang menyelesaikan semester 4
  2. Memiliki IPK minimal 3,00 pada standar 4,00
  3. Belum menikah
  4. Berusia maksimal 21 tahun saat mendaftar beasiswa
  5. Tidak merokok
  6. Tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain, dibuktikan dengan menunjukkan surat keterangan dari fakultas
  7. Melampirkan surat keterangan penghasilan orang tua
  8. Bersedia mengikuti proses seleksi dan ketentuan persyaratan beasiswa
  9. Mengisi formulir pendaftaran yang terdiri dari formulir permohonan beasiswa dari universitas, formulir Beasiswa Bakti BCA, surat pernyataan yang diberikan oleh PT Bank Central Asia, Tbk
  10. Melampirkan 1 foto berwarna ukuran 4 x 6 cm
  11. Melampirkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebanyak 1 lembar
  12. Melampirkan fotokopi transkrip nilai 3 semester terakhir
  13. Melampirkan surat keterangan berkelakuan baik dari kepolisian
  14. Melampirkan surat keterangan sehat dan bebas dari narkoba dari dokter
  15. Melampirkan rekomendasi dari ketua fakultas
  16. Melampirkan surat rekomendasi dari Pembantu Rektor III atau Pembantu Dekan III

Tata Cara Pendaftaran

Untuk seleksi Beasiswa Bakti BCA ini biasanya diselenggarakan pada bulan September setiap tahunnya. Karena proses seleksi dilakukan oleh tim internal dari universitas, batas akhir pengumpulan berkas akan disesuaikan oleh fakultas masing-masing.

Jadi , itulah penjelasan lengkap mengenai program Beasiswa BCA Finance dan Beasiswa Bakti BCA. Apabila kamu memiliki pertanyaan, kunjungi saja halaman beasiwa BCA berikut ini https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/korporasi/csr/solusi-cerdas-bca/.

Beasiswa LPDP: Persyaratan dan Alur Pendaftaran Terbaru 2019

Ingin Mendaftar Beasiswa LPDP Ini Persyaratan dan Alur Pendaftarannya

 

Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau yang lebih dikenal dengan LPDP merupakan salah satu beasiswa yang banyak diincar oleh mahasiswa untuk melanjutkan studinya. Bagaimana tidak, beasiswa dari pemerintah yang diberikan melalui pengoptimalan pemanfaatan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) ini memberikan full scholarship atau beasiswa penuh bagi pesertanya.

Itu artinya, seluruh kebutuhan studi dari mulai biaya kuliah, biaya hidup, hingga biaya transportasi saat berangkat dan pulang, semua ditanggung oleh LPDP. Bahkan, LPDP juga memberikan biaya tambahan seperti untuk tunjangan keluarga, tunjangan buku, tunjangan tesis atau disertasi, seminar, visa, hingga asuransi kesehatan.

Nah, dalam rangka mempersiapkan profesional Indonesia di masa depan, LPDP kembali membuka program beasiswa Magister dan Doktoral di dalam dan di luar negeri untuk periode seleksi tahun 2019. Bagi kamu yang tertarik untuk mendaftar, simak dulu informasi selengkapnya mengenai Beasiswa LPDP berikut ini.

Baca Juga: Penerima Beasiswa LPDP Gelar Aksi Menyapa Indonesia

Program Beasiswa LPDP

Beasiswa LPDP selalu dibuka setiap tahun, dan biasanya pendaftarannya dilakukan per periodik. Adapun beberapa pilihan program Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) yang bisa diikuti adalah sebagai berikut:

Beasiswa Reguler

Beasiswa Pendidikan Indonesia Program Reguler merupakan salah satu pilihan program beasiswa yang diselenggarakan oleh LPDP bagi putra-putri terbaik Indonesia. Beasiswa ini memberikan pembiayaan studi bagi Warga Negara Indonesia yang telah menyelesaikan pendidikan S1, D4, atau S2 dan ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister atau Doktoral di perguruan tinggi yang ada di dalam maupun di luar negeri.

Beasiswa Disertasi

Beasiswa Disertasi merupakan program Beasiswa LPDP yang ditujukan bagi Warga Negara Indonesia yang sedang menyelesaikan pendidikan Doktoral di dalam maupun di luar negeri dan membutuhkan dana untuk disertasinya.

Beasiswa Dokter Spesialis

Beasiswa Dokter Spesialis ditujukan bagi Warga Negara Indonesia yang berprofesi sebagai dokter dan ingin melanjutkan pendidikan Dokter Spesialis di perguruan tinggi dalam negeri yang termasuk dalam daftar tujuan perguruan tinggi LPDP. Namun, perlu diketahui, beasiswa ini tidak berlaku bagi yang sudah menyelesaikan program Magister di dalam maupun di luar negeri.

Beasiswa Afirmasi

Beasiswa Afirmasi ditujukan bagi Warga Negara Indonesia yang telah menyelesaikan pendidikan S1, D4, atau S2 yang tanpa kebijakan afirmasi sulit untuk melanjutkan pendidikan di dalam maupun di luar negeri. Program beasiswa dari LPDP ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM di daerah perbatasan agar terjadi pemerataan SDM berpendidikan tinggi di Indonesia.

Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI)

Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia atau BUDI merupakan program beasiswa dari LPDP yang diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia yang berprofesi sebagai dosen tetap di perguruan tinggi negeri atau swasta. Dengan adanya beasiswa ini, diharapkan kualitas dosen akan meningkat sehingga bisa berkontribusi lebih baik bagi pendidikan di Indonesia.

Program Co-Funding

Beasiswa Co-Funding ditujukan bagi peserta Beasiswa Reguler dan Afirmasi yang pendanaannya melibatkan mitra co-funding atau individual lainnya. Program beasiswa ini terdiri dari Beasiswa Semi Mandiri yang ditujukan untuk pendaftar BPI Reguler dan Beasiswa Kemitraan yang ditujukan untuk pendaftar BPI Reguler dan Afirmasi.

Artikel Terkait: Beasiswa Unggulan Kemendikbud: Informasi Lengkap Jenjang S1, S2, dan S3

Persyaratan Umum Beasiswa LPDP

Setelah mengetahui jenis-jenis program beasiswa dari LPDP, selanjutnya kamu perlu menyiapkan sejumlah persyaratan agar bisa mendaftar. Berikut adalah beberapa beberapa persyaratan umum beasiswa LPDP.

  1. Warga Negara Indonesia yang ditunjukkan dengan kartu identitas kependudukan yang sah
  2. Berusia maksimal 35 tahun untuk program Magister dan dan 40 tahun untuk program Doktoral
  3. Telah menyelesaikan pendidikan Sarjana atau Sarjana Terapan untuk program beasiswa Magister, dibuktikan dengan surat keterangan lulus atau ijazah. Sementara untuk program beasiswa Doktoral, pendaftar wajib menyelesaikan pendidikan Magister, Magister Terapan, atau Sarjana Terapan yang memenuhi kualifikasi untuk langsung menempuh program Doktoral.
  4. Memiliki IPK pada jenjang pendidikan sebelumnya minimal 3,00 pada skala 4,00 untuk program Magister dan 3,25 untuk program Doktoral
  5. Mempunyai jiwa kepemimpinan, ditunjukkan dengan pengalaman memimpin sebuah organisasi atau lembaga yang dapat dibuktikan dengan dengan sertifikat atau dokumen lain yang relevan
  6. Aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, ditunjukkan dengan bukti dokumen yang relevan
  7. Menandatangani surat pernyataan tidak pernah terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum
  8. Menandatangani surat pernyataan tidak pernah terlibat dalam tindak pelanggaran kode etik akademik
  9. Menandatangani surat pernyataan mengabdi pada kepentingan bangsa
  10. Menandatangani surat pernyataan tidak sedang mendapat beasiswa dari sumber lain
  11. Mendapatkan surat tugas belajar dari atasan bagi pendaftar yang sedang bekerja
  12. Memiliki surat keterangan dari tokoh masyarakat setempat bagi pendaftar yang belum atau tidak bekerja
  13. Memilih program studi dan perguruan tinggi yang direkomendasikan oleh LPDP.
  14. Pelamar program Magister atau Doktoral yang memilih perguruan tinggi di luar negeri harus mempunyai dokumen resmi bukti penguasaan Bahasa Inggris seperti TOEFL atau IELTS dengan ketentuan sebagai berikut:
    • Pendaftar program Magister minimal memiliki nilai TOEFL IBT 80, IELTS 6,5, TOEIC 800, atau TOAFL 550 untuk program studi  atau perguruan tinggi Islam yang mensyaratkan TOAFL sebagai syarat masuk
    • Pendaftar program Doktoral minimal memiliki nilai TOEFL IBT 94, IELTS 7,0, TOEIC 850, atau TOAFL 550 untuk program studi  atau perguruan tinggi Islam yang mensyaratkan TOAFL sebagai syarat masuk
  1. Menulis esai 500 – 700 kata dengan tema “Peranku bagi Indonesia” dan “Sukses Terbesar dalam Hidupku”
  2. Membuat rencana studi untuk program Magister atau ringkasan proposal penelitian untuk program Doktoral

Tahapan Seleksi Beasiswa LPDP

Pendaftaran Beasiswa LPDP dapat dilakukan secara online di halaman berikut https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/. Apabila belum memiliki akun, nantinya kamu akan diarahkan untuk membuat akun terlebih dahulu sebelum melengkapi data dan berkas-berkas yang diperlukan. Adapun untuk tahapan seleksinya adalah sebagai berikut:

  1. Pendaftaran online pada website LPDP
  2. Seleksi administrasi
  3. Seleksi berbasis komputer
  4. Seleksi substansi

Demikianlah informasi lengkap mengenai panduan pendaftaran Beasiswa LPDP.  Untuk info selengkapnya, silakan mengunjungi website resmi LPDP di https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/.

 

Beasiswa PPA: Informasi Lengkap Terbaru 2020, Persyaratan, dan Cara Pendaftaran

Informasi Lengkap Tentang Beasiswa PPA, Persyaratan, serta Tata Cara Pendaftarannya

Pendidikan merupakan faktor paling penting untuk menunjang masa depan yang lebih baik. Masalahnya, untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu, dibutuhkan dana yang cukup besar. Namun, kamu tidak perlu khawatir karena ada banyak program beasiswa dari pemerintah yang dapat membantu mendanai kebutuhan studi kuliah, salah satunya Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA). Yuk, simak informasi selengkapnya tentang beasiswa yang satu ini.

Tentang Beasiswa PPA

Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik atau disingkat PPA merupakan program beasiswa dari Kementrian Riset dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) yang ditujukan bagi mahasiswa D3, D4, atau S1 yang telah menempuh pendidikan minimal semester 2 dan dikhususkan bagi mahasiswa berprestasi yang orang tuanya tidak mampu untuk membiayai pendidikannya.

Nama beasiswa ini sudah tidak asing lagi bagi banyak mahasiswa, karena memang hampir setiap tahun Kemenristekdikti selalu membuka pendaftaran di masing-masing perguruan tinggi. Pada tahun akademik 2019 – 2020, Kemenristekdikti menyiapkan beasiswa tersebut untuk ribuan mahasiswa di Indonesia. Baik itu dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Pada periode sebelumnya, kuota yang disediakan sebanyak 130 ribu beasiswa.

Dengan diberikannya beasiswa ini, diharapkan mahasiswa yang kurang mampu dapat mengikuti pendidikan dengan baik sehingga mampu meningkatkan prestasinya dan ikut andil dalam meneruskan pembangunan Indonesia.

Keuntungan Beasiswa PPA

Keuntungan yang akan didapat oleh penerima Beasiswa PPA adalah bantuan dana pendidikan selama periode beasiswa berlangsung, terhitung sejak bulan Januari sampai Desember. Adapun besarnya dana yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sekurang-kurangnya Rp300.000 per mahasiswa per bulan.

Status Mahasiswa

Ketentuan status mahasiswa yang bisa mengikuti program beasiswa ini adalah sebagai berikut.

  1. Calon penerima Beasiswa PPA adalah mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi pengelola program beasiswa dari Kementrian Pendidikan Nasional
  2. Calon penerima Beasiswa PPA wajib terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti)
  3. Calon penerima Beasiswa PPA adalah mahasiswa aktif dalam jenjang pendidikan Sarjana atau Diploma

Persyaratan Pendaftaran Beasiswa PPA

Persyaratan pendaftaran Beasiswa PPA dapat dikelompokkan menjadi persyaratan umum dan persyaratan khusus. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Persyaratan Umum

Persyaratan umum untuk mendaftar Beasiswa PPA antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Mahasiswa program Strata 1 (S1) atau Diploma 4 (D4) yang minimal duduk di semester 2 dan maksimal semester 8
  2. Untuk mahasiswa program DIploma 3 (D3) paling rendah duduk di semester 2 dan maksimal semester 4

Mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan pendaftaran Beasiswa PPA di atas selanjutnya mengajukan permohonan tertulis kepada rektor, direktur, atau ketua pimpinan perguruan tinggi terkait untuk mendapatkan bantuan dengan melampirkan berkas-berkas berikut.

  1. Fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan Kartu Rencana Studi (KRS) atau dokumen lain yang sejenis sebagai bukti mahasiswa aktif
  2. Fotokopi rekening listrik bulan terakhir atau bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) orang tua atau wali
  3. Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  4. Surat pernyataan tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain di lingkungan Kemendiknas yang diketahui oleh Pimpinan Perguruan Tinggi Bidang Kemahasiswaan
  5. Surat Rekomendasi dari pimpinan fakultas atau jurusan

Persyaratan Khusus

Selain menyiapkan persyaratan umum di atas, calon penerima Beasiswa PPA juga wajib melampirkan beberapa persyaratan khusus berikut ini.

  1. Fotokopi transkrip nilai dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 pada standar 4,00
  2. Surat keterangan penghasilan orang tua atau wali yang disahkan oleh pihak yang berwenang (untuk pegawai negeri atau swasta disahkan oleh bagian keuangan sedangkan untuk yang bukan pegawai negeri atau swasta disahkan oleh lurah atau kepala desa setempat)

Artikel Terkait: Informasi Beasiswa S1 Dalam dan Luar Negeri Terbaru 2020

Tata Cara Pengajuan Beasiswa PPA

Cara pengajuan Beasiswa PPA ini cukup mudah karena bisa dilakukan di masing-masing perguruan tinggi. Namun, kuota calon penerima pada setiap perguruan tinggi ditentukan oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi.

Karena dikoordinir secara internal, jadwal pendaftarannya juga bisa berbeda-beda di setiap kampus. Terkait berkas atau persyaratan yang dibutuhkan, sebaiknya tanyakan ke kampus atau fakultas masing-masing karena bisa saja ada penyesuaian atau penambahan.

Penetapan Beasiswa PPA

Apabila calon penerima Beasiswa PPA melebihi kuota yang ditetapkan, perguruan tinggi dapat menentukan mahasiswa yang berhak menerima beasiswa sesuai urutan prioritas berikut.

  1. Mahasiswa dengan IPK paling tinggi
  2. Mahasiswa dengan SKS paling banyak dalam satu angkatan
  3. Mahasiswa yang memiliki prestasi ekstrakurikuler seperti penalaran, minat, atau bakat di tingkat nasional atau internasional
  4. Mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi

Demikianlah informasi lengkap mengenai Beasiswa PPA untuk mahasiswa. Semoga informasi di atas bermanfaat bagi kamu yang berminat untuk mendaftar dan mendapat beasiswa tersebut. Jika ingin mengetahui informasi selengkapnya, silakan baca Pedoman Program Beasiswa PPA dan BBM dari Kemenristekdikti di link berikut http://www.kopertis6.or.id/component/content/article/59/224-pedoman-program-beasiswa-ppa-dan-bbm-.html.

 

Beasiswa Unggulan Kemendikbud: Informasi Lengkap Jenjang S1, S2, dan S3

Informasi Lengkap Beasiswa Unggulan Kemendikbud untuk Jenjang S1, S2, dan S3

 

Beasiswa unggulan merupakan salah satu beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah melalui Kemendikbud. Beasiswa ini ditujukan bagi putra-putri terbaik Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau berkarya di bidang yang diakui. Dengan adanya beasiswa ini, harapannya akan banyak insan yang cerdas dan kompetitif sehingga dapat berkontribusi lebih baik bagi bangsa dan negara.  

Adapun untuk studinya, berdasarkan program prioritas NAWACITA, tugas dan fungsi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, beasiswa unggulan memberikan prioritas bagi 18 bidang keilmuan yang mencakup Pendidikan (PAUD dan PGSD), Manajemen dan Kebijakan Pendidikan, Kurikulum dan Pedagogi, Perfilman, Seni Pertunjukan, Seni Musik, Kebudayaan, Arkeologi, Perpustakaan, Teknologi Informasi, Kebijakan Publik, Pariwisata, Teknologi Pangan, Industri Kreatif, MIPA, Maritim, Pertanian, serta Energi.

Jenis-Jenis Beasiswa Unggulan

Beasiswa unggulan dapat dibedakan ke dalam tiga kelompok utama, yaitu beasiswa unggulan masyarakat berprestasi, beasiswa pegawai Kemendikbud, serta beasiswa unggulan 3T. Nah, Bagi kamu yang tertarik untuk mendaftar dan mendapat beasiswa unggulan, simak terlebih dahulu persyaratan dan info selengkapnya berikut ini.

Beasiswa Masyarakat Berprestasi

Beasiswa masyarakat berprestasi adalah jenis beasiswa unggulan yang diberikan bagi pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan pada jenjang pendidikan Sarjana (S1), Magister (S2), serta Doktor (S3). Beasiswa ini bisa diikuti oleh calon mahasiswa yang sudah memiliki surat diterima di suatu perguruan tinggi atau yang sudah melangsungkan perkuliahan maksimal 2 semester pada saat mendaftar. Beasiswa unggulan masyarakat berprestasi ini ditujukan bagi masyarakat yang berprestasi di segala bidang, dan tidak diprioritaskan untuk dosen.

Beasiswa Pegawai Kemendikbud

Jenis beasiswa ini diperuntukkan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kemendikbud yang ingin melanjutkan pendidikan Magister atau Doktor di dalam maupun di luar negeri melalui mekanisme tugas belajar. Beasiswa ini dapat dilaksanakan secara individu atau atau bersifat kolektif sesuai dengan kebutuhan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Beasiswa Unggulan 3T

Beasiswa Unggulan 3T adalah beasiswa yang ditujukan bagi siswa dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar di Indonesia untuk melanjutkan studi pada jenjang pendidikan S1, S2, atau S3.

Baca Juga: Informasi Beasiswa S2 Dalam dan Luar Negeri Terbaru 2019

Persyaratan Beasiswa Unggulan

Beasiswa Jenjang S1*

  1. Berusia maksimal 22 tahun untuk Beasiswa Masyarakat Berprestasi dan 25 tahun untuk Beasiswa Unggulan 3T
  2. Memiliki prestasi minimal tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh pemerintah atau masyarakat dan dapat dibuktikan dengan sertifikat atau plakat yang berlaku maksimal 3 tahun terakhir.
  3. Bagi pendaftar Beasiswa Masyarakat Berprestasi atau Beasiswa Unggulan 3T yang termasuk kategori mahasiswa baru, wajib memiliki surat keterangan lulus di perguruan tinggi yang terakreditasi B
  4. Bagi pendaftar Beasiswa Masyarakat Berprestasi atau Beasiswa Unggulan 3T yang termasuk kategori mahasiswa on-going, wajib terdaftar di perguruan tinggi yang terakreditasi minimal B dan memiliki IPK minimal 3,25 pada skala 4,0. Pendaftar maksimal telah ada di semester 2 perkuliahan pada saat mendaftar, dibuktikan dengan surat tanda aktif kuliah.
  5. Peraih juara peringkat 5 besar untuk Beasiswa Masyarakat Berprestasi

*Beasiswa jenjang S1 tidak diwajibkan memiliki sertifikat TOEFL atau IELTS

Beasiswa Jenjang S2

  1. Berusia maksimal 32 tahun untuk Beasiswa Masyarakat Berprestasi dan Beasiswa Unggulan 3T, serta 37 tahun untuk Beasiswa Pegawai Kemendikbud
  2. IPK S1 minimal 3,25 untuk Beasiswa Masyarakat Berprestasi dan Beasiswa Unggulan 3T, serta 3,0 tahun untuk Beasiswa Pegawai Kemendikbud
  3. Skor TOEFL ITP minimal 500/ITB 61, atau IELTS minimal 5,5
  4. Pendaftar Beasiswa Masyarakat Berprestasi atau Beasiswa Unggulan 3T yang termasuk kategori mahasiswa baru wajib memiliki surat keterangan lulus di perguruan tinggi yang terakreditasi B
  5. Pendaftar Beasiswa Masyarakat Berprestasi atau Beasiswa Unggulan 3 yang termasuk mahasiswa on-going wajib terdaftar di perguruan tinggi yang terakreditasi minimal B, dan maksimal telah ada di semester 2 perkuliahan pada saat mendaftar, dibuktikan dengan surat tanda aktif kuliah
  6. Memiliki prestasi minimal tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh pemerintah atau masyarakat dan dapat dibuktikan dengan sertifikat atau plakat yang berlaku maksimal 3 tahun terakhir
  7. Peraih juara peringkat 5 besar untuk Beasiswa Masyarakat Berprestasi dan Beasiswa Unggulan 3T

Beasiswa Jenjang S3

  1. Berusia maksimal 37 tahun untuk Beasiswa Masyarakat Berprestasi dan Beasiswa Unggulan 3T, serta 40 tahun untuk Beasiswa Pegawai Kemendikbud
  2. IPK S2 minimal 3,25
  3. Skor TOEFL ITP minimal 500/ITB 61, atau IELTS minimal 5,5
  4. Pendaftar Beasiswa Masyarakat Berprestasi atau Beasiswa Unggulan 3T yang termasuk kategori mahasiswa baru wajib memiliki surat keterangan lulus di perguruan tinggi yang terakreditasi B
  5. Pendaftar Beasiswa Masyarakat Berprestasi atau Beasiswa Unggulan 3 yang termasuk mahasiswa on-going wajib terdaftar di perguruan tinggi yang terakreditasi minimal B, dan maksimal telah ada di semester 2 perkuliahan pada saat mendaftar, dibuktikan dengan surat tanda aktif kuliah
  6. Memiliki prestasi minimal tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh pemerintah atau masyarakat dan dapat dibuktikan dengan sertifikat atau plakat yang berlaku maksimal 3 tahun terakhir
  7. Peraih juara peringkat 5 besar untuk Beasiswa Masyarakat Berprestasi dan Beasiswa Unggulan 3T

Kelengkapan Berkas Beasiswa Unggulan

Beberapa berkas yang wajib kamu siapkan saat mendaftar Beasiswa Unggulan antara lain adalah:

  1. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  2. Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) khusus mahasiswa on-going
  3. LoA Unconditional (untuk mahasiswa on-going, berkas ini dapat diganti dengan surat tanda aktif kuliah)
  4. Kartu Hasil Studi (KHS) terakhir khusus mahasiswa on-going
  5. Ijazah dan transkrip nilai terakhir
  6. Sertifikat TOEFL atau IELTS
  7. Proposal rencana studi
  8. Surat rekomendasi dari institusi atau civitas akademia terkait
  9. Surat pernyataan pegawai Kemendikbud, SKP, serta surat keterangan sehat bagi pendaftar Beasiswa Pegawai Kemendikbud
  10. Surat pernyataan tidak sedang menerima beasiswa sejenis dari sumber atau lembaga lain
  11. Sertifikat prestasi minal tingkat kabupaten
  12. Essay berbahasa Indonesia dengan judul “Aku Generasi Unggul Kebanggaan Indonesia” yang ditulis sebanyak 3 – 5 halaman pada kertas A4 dengan format huruf Times New Roman ukuran 12 dan spasi 1,5.

Artikel Terkait: Informasi Beasiswa S1 Dalam dan Luar Negeri Terbaru 2019

Alur Pendaftaran Beasiswa Unggulan

  1. Pendaftaran Beasiswa Unggulan dapat dilakukan secara online di http://buonline.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id/ dengan menyiapkan berkas-berkas di atas
  2. Pendaftar wajib memiliki akun di website resmi Kemendikbud. Bagi yang belum memiliki akun, kamu bisa mendaftar terlebih dahulu dan mengisi data-data sesuai dengan formulir pendaftaran online
  3. Setelah mendaftar dan melengkapi berkas, berkas fisik perlu dikirimkan ke Kantor Pusat Kemendikbud yang beralamatkan di Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Gedung C Lantai 6 Jalan Jenderal Sudirman Senayan, Jakarta Pusat
  4. Seleksi administrasi dan wawancara akan dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Pendaftar yang lulus akan berhak mendapat beasiswa.

Demikian informasi lengkap mengenai syarat dan alur pendaftaran Beasiswa Unggulan Kemendikbud. Semoga bermanfaat.

 

Informasi Beasiswa S2 Dalam dan Luar Negeri Terbaru 2019

Informasi Beasiswa S2 2019 Dalam Negeri dan Luar Negeri

 

Setelah menyelesaikan program S1, ada dua jalan yang akan dipilih seseorang. Langsung bekerja untuk mendapatkan penghasilan atau melanjutkan kuliah. Mereka yang melanjutkan studi S2 lagi-lagi memilih apakah menggunakan biaya sendiri atau beasiswa S2 2019.

Kalau Anda termasuk pemburu beasiswa S2 2019 baik untuk dalam atau luar negeri, jangan lewatkan penawaran dari puluhan lembaga di bawah ini.

Beasiswa S2 2019 Luar Negeri

Berikut daftar 15 beasiswa S2 2019 luar negeri yang bisa Anda coba:

Beasiswa Fulbright

Beasiswa Fulbright adalah beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Amerika kepada pelajar Indonesia. Beasiswa ini didanai oleh lembaga bernama AMINEF (American Indonesian Exchange Foundation). Mahasiswa yang mendapatkan beasiswa akan ditanggung semua biaya kuliahnya dan biaya hidup selama di Amerika.

Semua warga Indonesia yang memenuhi syarat boleh mendaftarkan diri untuk Beasiswa Fulbright. Untuk jurusannya, hampir semuanya diterima asal jenjang magisternya ada di universitas di penjuru Amerika.

Info pendaftaran Beasiswa Fulbright.

Beasiswa Australia Award

Beasiswa Australia Award adalah beasiswa penuh yang diberikan pemerintah Australia pada pelajar berprestasi di Indonesia. Mereka yang ingin mendapatkan beasiswa ini disarankan berasal dari daerah seperti Papua atau Nusa Tenggara. Selain itu kaum hawa dan penyandang disabilitas juga sangat diterima.

Hampir semua kampus milik pemerintah di Australia menyelenggarakan beasiswa ini. Untuk jurusannya beragam mulai dari lingkungan, komunikasi, kesehatan, sosial, administrasi publik, disabilitas, dan ekonomi.

Info pendaftaran Beasiswa Australia Award.

Beasiswa Chevening

Beasiswa Chevening adalah beasiswa penuh yang diberikan oleh Pemerintah Inggris kepada calon mahasiswa berprestasi jenjang S2. Semua warga Indonesia yang memenuhi syarat bisa mendaftarkan diri agar mendapatkan pembiayaan di beberapa kampus yang menjadi mitra pemerintah Inggris seperti Oxford University.

Jurusan master yang direkomendasikan untuk beasiswa ini adalah ekonomi, energi, finansial, teknologi, kebijakan publik, dan sains. Pendaftar beasiswa diharapkan sudah menerima unconditional offer dari salah satu kampus mitra Pemerintah Inggris melalui Foreign and Commonwealth Office.

Info pendaftaran Beasiswa Chevening.

Beasiswa NZAS

Beasiswa NZAS adalah beasiswa penuh yang diberikan oleh pemerintah Selandia Baru kepada warga Indonesia khususnya yang berdomisili di Indonesia Timur. Jenjang yang dicakup oleh beasiswa ini adalah sertifikat postgraduate, diploma postgraduate, dan master. Program doktor juga dibuka dengan persyaratan yang sedikit berbeda.

Beasiswa NZAS diberikan pada mahasiswa berprestasi yang mau membangun daerahnya menjadi maju. Mahasiswa yang lulus tes dan seleksi akan dicarikan kampus yang cocok untuk program agribisnis, manajemen bencana, energi terbarukan, ekonomi, dan kebijakan publik.

Info pendaftaran Beasiswa NZAS.

Beasiswa SISS

Beasiswa SISS atau saat ini dikenal dengan nama Swedish Institute Scholarships for Global Professionals (SISGP) adalah beasiswa penuh yang ditanggung oleh Pemerintah Swedia. Beasiswa ini diberikan pada mereka yang memiliki dedikasi tinggi dalam kemajuan dan susah diterima di salah satu universitas Swedia untuk program masternya.

Tidak ada informasi terkait jenis jurusan yang mendapatkan beasiswa. Namun yang jelas, setiap bulan akan ada tambahan biaya saku sekitar Rp15 juta untuk makan dan transportasi. Oh ya, setiap tahun hanya ada 300 beasiswa saja yang diberikan, jadi persaingan akan sangat ketat.

Info pendaftaran Beasiswa SISS.

Beasiswa Monbukagakusho

Beasiswa Monbukagakusho selama ini sering dikenal memberikan peluang untuk mahasiswa program S1. Namun, setelah lulus S1, program riset juga masih bisa dibiayai. Dari riset ini mahasiswa juga bisa mendaftar beasiswa S2 hingga S3 dengan biaya penuh untuk kuliah dan tunjangan hidup sekitar Rp 15 juta setiap bulannya.

Yang menarik dari beasiswa Monbukagakusho dengan beasiswa lainnya adalah syarat penguasaan bahasa. di Jepang, seseorang diwajibkan memiliki kemampuan Bahasa Jepang yang baik minimal sudah mengantongi sertifikat JLPT N2. Kalau belum memiliki ini biasanya akan ada kursus khusus selama 6 bulan untuk pendalaman Bahasa Jepang.

Info pendaftaran Beasiswa Monbukagakusho.

Beasiswa Rotary

Beasiswa Rotary diberikan kepada mereka yang ingin belajar tentang perdamaian dan pencegahan serta manajemen konflik. Setiap tahun ada kuota sekitar 50 kursi untuk penerima beasiswa S2 di beberapa kampus yang saling bermitra seperti University of Queensland, Australia dan University of Bradford, Inggris.

Semua kandidat yang diterima dan lolos semua persyaratan akan mendapatkan beasiswa penuh mulai dari biaya kuliah hingga biaya hidup. Pendaftaran bisa dilakukan di Rotary Club terdekat dengan domisili seperti Jakarta atau Bandung.

Info pendaftaran Beasiswa Rotary.

Beasiswa AUN/SEED-Net

Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa yang masih masuk keanggotaan AUN/SEED-Net seperti ITB, ITS, UI, dan UGM. Selanjutnya mereka bisa mendaftar ke universitas anggota AUN/SEED-Net untuk melanjutkan studi master di bidang teknik. Selain bidang ini pemberi beasiswa akan menolaknya.

Jenis beasiswa yang diberikan oleh AUN/SEED-Net berjenis beasiswa penuh. Semua biaya akan ditanggung termasuk biaya untuk hidup. Selanjutnya untuk tujuan kuliah ada negara di kawasan Asia Tenggara seperti Singapura atau Jepang.

Info pendaftaran Beasiswa AUN/SEED-Net.

Beasiswa Master Mind

Beasiswa Master Mind bukan beasiswa penuh. Mahasiswa S2 yang berhasil masuk ke sini masih harus membayar biaya  sekitar 100 euro per tahun. Namun, mahasiswa master yang berada di Finlandia ini juga mendapat uang saku sekitar 8.000 euro atau sekitar Rp127 juta per tahun. Selain itu mahasiswa yang sudah menyelesaikan separuh kredit juga bisa mengajukan beasiswa lain untuk penunjang.

Jenis jurusan yang disediakan untuk beasiswa Master Mind Finlandia adalah seni, sains, teknik, hingga sains. Hampir semua Universitas negeri yang bekerja sama dengan pemerintah mau menerima mahasiswa dengan hibah ini. Program master untuk beasiswa ini berjalan sekitar 1-2 tahun.

Info pendaftaran Beasiswa Master Mind. Beberapa kampus mitra biasanya membuka pendaftaran dengan persyaratan yang lebih spesifik.

Beasiswa KGSP

Beasiswa Korean Government Scholarship Program (KGSP) diberikan secara penuh oleh pemerintah Korea ke ratusan pelajar di 163 negara. Indonesia sendiri mendapatkan kuota sekitar 22 orang. Dari kuota ini sekitar 10 pelamar bisa mengajukan beasiswa ke Kedubes Korea dan sisanya dilamar langsung dari kampus setelah diterima.

Yang menarik dari program beasiswa KGSP adalah waktu studinya. Mahasiswa S2 akan diberi waktu 3 tahun. Satu tahun pertama digunakan untuk orientasi dan kursus Bahasa Korea Hingga Mahir. Selanjutnya, selam 2 tahun program master harus diselesaikan. Oh ya, biaya kursus masih ditanggung beasiswa termasuk tunjangan hidup Rp10 juta per bulan.

Info pendaftaran Beasiswa KGSP bisa didapatkan langsung di Kedubes Korea di Jakarta.

Beasiswa ICDF

Beasiswa ICDF adalah beasiswa yang rutin diberikan oleh pemerintah Taiwan kepada calon mahasiswa baru atau mereka yang ingin melanjutkan ke jenjang master dan doktor. Setiap tahun akan ada seleksi untuk menentukan siapa yang berhak kuliah di beberapa kampus mitra pemerintah Taiwan. Jenis beasiswa yang diberikan juga penuh termasuk biaya hidup dan tunjangan lainnya.

Program master yang ditawarkan oleh Beasiswa ICDF berkutat sekitar teknik, sains, kesehatan, dan teknologi. Semua pembiayaan selama 2 tahun untuk program master akan ditanggung oleh pemerintah Taiwan sehingga mahasiswa bisa konsentrasi dalam belajar dan menyelesaikan tesisnya.

Info pendaftaran Beasiswa ICDF.

Beasiswa StuNed

Beasiswa StuNed (Studeren in Nederland) adalah kerja sama antara pemerintah Belanda dan Indonesia. Setiap tahun ada puluhan mahasiswa master dikirim ke Belanda untuk menyelesaikan studi dengan program prioritas seperti agrikultur, ekonomi dan perdagangan internasional, infrastruktur dan logistik, dan hukum yang mencakup keamanan.

Beasiswa StuNed diberikan penuh oleh pemerintah Belanda. Uang kuliah maksimal per tahun sebesar 20.000 Euro. Selanjutnya biaya tinggi, transportasi, dan riset juga akan diberikan hingga lulus. Sebelum mendaftar beasiswa StuNed, pastikan sudah diterima di salah satu kampus mitra di Belanda.

Info pendaftaran Beasiswa StuNed.

 Beasiswa Epos

Beasiswa Epos atau Development-Related Postgraduate Courses disediakan oleh Pemerintah Federal Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman. Jenis beasiswa yang diberikan parsial atau tidak semuanya ditanggung. Mahasiswa untuk program master akan mendapatkan biaya sekitar 850 Euro sebulan. Biaya lain-lain seperti perjalanan ditanggung sendiri atau mencari pendanaan lain.

Untuk kuliah yang menggunakan Bahasa Jerman, akan ada kursus sekitar 6 bulan dan dibiayai pemerintah setempat. Oh ya, untuk jurusan kuliah S2 yang bisa diambil meliputi ekonomi, matematika, teknik, sains sosial, kesehatan, dan pertanian.

Info pendaftaran Beasiswa Epos.

Beasiswa Bocconi

Beasiswa Bocconi diberikan oleh Universitas Bocconi di Italia. Setiap tahun kampus ini memberikan beasiswa penuh kepada mahasiswa internasional termasuk yang ada di Indonesia. Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa berprestasi yang mau melanjutkan S2 selama 2 tahun dengan hibah 12.700 Euro setahun.

Syarat penerima beasiswa ini adalah bukan lulusan sarjana di kampus setempat atau warga Italia. Selanjutnya kalau semua persyaratan diterima, mahasiswa master bisa memilih jurusan apa saja di kampus ini.

Info pendaftaran Beasiswa Bocconi.

Beasiswa AMA

Beasiswa AMA diberikan oleh Korean National University of Arts (K’ARTS) untuk program S1 dan S2. Siapa saja yang memiliki kemampuan hebat di bidang seni bisa mendapatkan diri ke kampus bergengsi di Korea ini.

Pendaftaran beasiswa ini dibuka per tahun. Semua kandidat yang diterima akan diberi uang saku bulanan, kursus Bahasa Korea, hingga bebas biaya kuliah hingga lulus.

Info pendaftaran Beasiswa AMA.

Artikel Terkait: Beasiswa Unggulan Kemendikbud: Informasi Lengkap Jenjang S1, S2, dan S3

Tips Mendaftar dan Mendapatkan Beasiswa S2 Luar Negeri

Mendaftar dan mendapatkan beasiswa ke luar negeri tidak sulit. Yang sering mengganggu prosesnya adalah ketidakpahaman kita sendiri. Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan beasiswa luar negeri.

Memiliki IPK Tinggi

Kita semua tahu kalau IPK memang bukan segalanya. Terkadang IPK tinggi, tapi kemampuannya rendah. Meski demikian lembaga pemberi beasiswa selalu memberikan syarat ini sebagai filter awal.

Usahakan IPK di atas 3,00. Kalau Anda bisa memiliki IPK di atas 3,50 akan lebih baik lagi karena setiap dilakukan saringan awal, kemungkinan lolos cukup tinggi.

Mahir dalam Bahasa Inggris

Kalau ingin mendaftar beasiswa S2 2019 ke negara dengan bahasa resmi Bahasa Inggris pastikan memiliki kemampuan bahasa ini dengan baik. Nilai TOEFL iBT atau IELTS minimal 80 dan 6.0.

Memiliki Pengalaman Kerja dan Organisasi

Pastikan sudah bekerja 2-3 tahun setelah lulus S1. Agar Anda tidak perlu menunggu lama ada baiknya sudah bekerja saat kuliah. Kalau belum bekerja dan memiliki pengalaman, peluang diterima akan rendah.

Memiliki Publikasi dan Penelitian

Banyak lembaga atau kampus di luar negeri mau memberikan beasiswa kalau Anda memiliki publikasi atau memiliki ide penelitian yang sangat menarik. Penelitian inilah yang nantinya dikerjakan dan mendapat pendanaan.

Memiliki Rekomendasi

Minta rekomendasi dari dosen khususnya yang sudah memiliki nama besar. Rekomendasi ini digunakan sebagai legitimasi kalau Anda memang memiliki kemampuan.

Mengikuti Semua Alur dengan Benar

Sehebat apa pun Anda, kalau tidak mengikuti alur pendaftaran dengan baik akan susah diterima. Cari informasi dengan baik dan jangan mendaftar terlalu dekat deadline.

Beasiswa S2 2019 Dalam Negeri

Simak daftar beasiswa S2 dalam negeri di bawah ini:

Beasiswa LPDP

Beasiswa LPDP atau Beasiswa Pendidikan Pendidikan Indonesia (BPI) dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan di bawah Kementerian Keuangan. Beasiswa yang diberikan LPDP tergolong beragam mulai dari reguler untuk magister dan doktoral, afirmasi, dokter spesialis, hingga dana untuk penelitian. Semua biaya pendidikan ditanggung penuh.

Untuk program S2, calon mahasiswa harus memenuhi semua syarat termasuk mau menandatangani LoA Unconditional maksimal 24 bulan. Kampus yang dicakup beasiswa ini mayoritas kampus negeri yang bonafit dan diakui kapasitasnya seperti UI, ITB, UGM.

Info pendaftaran Beasiswa LPDP.

Beasiswa Unggulan

Beasiswa Unggulan atau lengkapnya Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi dikeluarkan oleh Kemdikbud. Program penuh (uang kuliah, uang saku, dan uang buku) ini diberikan untuk masyarakat umum yang sudah diterima S2 atau maksimal semester 2 di jenjang S2 kampus ternama di Indonesia.

Karena ditujukan untuk masyarakat berprestasi, salah satu syaratnya adalah memiliki prestasi di bidang akademik minimal tingkat kabupaten/kota. Kalau Anda ingin mendaftar, pastikan memiliki piagam untuk syarat awal.

Info pendaftaran Beasiswa Unggulan.

Beasiswa Bidik Misi

Beasiswa Bidik Misi juga dibuka untuk jenjang magister atau S2. Program beasiswa penuh ini diberikan pada mereka yang pernah mendapatkan beasiswa Bidik Misi untuk jenjang S1. Mereka yang belum pernah mendapatkan Bidik Misi sebelumnya juga bisa mendapatkannya asal memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Program beasiswa S2 Bidik Misi ini dikelola oleh LPDP dengan nama beasiswa afirmasi. Beasiswa ini diberikan selama 24 bulan termasuk tunjangan untuk keluarga kalau sudah berumah tangga.

Info pendaftaran Bidik Misi (LPDP Afirmasi).

Beasiswa SEARCA

Beasiswa SEARCA diberikan kepada pegawai tetap pemerintah atau lembaga penelitian di kampus anggota SEARCA (Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture). Kampus yang masuk dalam kelompok ini adalah IPB, UGM, UPM Malaysia, KU Bangkok, dan UPLB Filipina.

Beasiswa ini memberi pendanaan penuh untuk program perikanan, kehutanan, statistik, ilmu lingkungan, dan ilmu sosial. Pelamar harus berada di Asia Tenggara atau negara anggota yang memiliki SEARCA.

Info pendaftaran Beasiswa SEARCA.

Beasiswa Tanoto Foundation

Beasiswa Tanoto Foundation diberikan kepada mahasiswa S2 yang tengah menjalankan studinya. Pembiayaan ini ditanggung penuh termasuk tunjangan di luar biaya kuliah. Mahasiswa yang bisa mengajukan beasiswa ini berasal dari keluarga yang memiliki kesulitan ekonomi.

Semua jenis jurusan akan dibiayai oleh Tanoto Foundation. Namun, jurusan itu harus ada di universitas negeri yang menjadi mitra. Universitas yang bekerja sama pada jenjang S2 adalah UI, ITB, IPB, UGM, USU, Unhas, dan Undip.

Info pendaftaran Beasiswa Tanoto Foundation.

Beasiswa PMDSU

Program Beasiswa Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) diadakan oleh Dikti. Fungsi dari program ini adalah mencetak lulusan doktor yang mau mengabdi menjadi dosen di kampus negeri. Selain itu program ini juga dibuat untuk mempercepat jumlah doktor di Indonesia yang masih sedikit.

Beasiswa ini tergolong penuh mulai dari penelitian maksimal 60 juta per tahun, biaya kuliah, dan tunjangan hidup. Lama program sekitar 4 tahun dari S2 hingga S3. Beasiswa ini juga mensyaratkan promotor sebagai tahap awal seleksi. Jadi, mumpung masih kuliah S1 cari promotor yang tepat.

Info pendaftaran Beasiswa PMDSU.

Beasiswa AUN/SEED-Net

Beasiswa AUN/SEED-Net diberikan pada staf universitas anggota dan mahasiswa lulusan dari kampus tersebut. Di Indonesia sendiri, kampus anggota AUN/SEED-Net terdiri dari UGM, ITB, UI, dan ITS.

Pembiayaan beasiswa AUN/SEED-Net tergolong penuh termasuk tunjangan hidup. Pembiayaan diberikan untuk mahasiswa yang ingin menjadi ahli atau dosen di kampus anggota AUN/SEED-Net selama 2 tahun untuk S2 khusus jurusan teknik. Calon mahasiswa disarankan sudah punya proposal tesis untuk penilaian tambahan.

Info pendaftaran Beasiswa AUN/SEED-Net.

Beasiswa SPs UGM

Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada atau SPs UGM rutin memberikan beasiswa selama 4 semester untuk mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliah S2 di sana. Beasiswa yang diberikan hanya untuk pendidikan saja tidak termasuk tunjangan lainnya.

Semua lulusan S1 yang memenuhi syarat bisa mendaftar. Jurusan yang dibuka untuk program ini cukup spesifik dan akan ada perubahan setiap tahunnya. Jurusan yang sering dibuka adalah Ilmu lingkungan, Kajian Budaya, dan Kajian Pariwisata.

Info pendaftaran Beasiswa SPs UGM.

Beasiswa Filkom UB

Beasiswa Filkom UB ini diberikan pada mahasiswa yang sudah lulus seleksi masuk S2 Filkom UB. Selanjutnya seleksi dilakukan untuk pembiayaan. Nantinya akan ada mahasiswa dengan pembiayaan penuh 100 persen, 75 persen, 50 persen, dan 25 persen. Biaya yang disubsidi hanya SPP saja.

Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa untuk mendorong publikasi internasional. Nantinya kalau publikasi dilakukan, mahasiswa juga akan mendapatkan insentif dari kampus.

Info pendaftaran Beasiswa Filkom UB.

Beasiswa Guru

Beasiswa Guru ini diberikan oleh Kemdikbud kepada guru SD dan SMP yang berprestasi dan ingin meningkatkan pengetahuannya. Beasiswa ini biasanya diberikan pada guru sekolah negeri atau yayasan. Biaya yang diberikan berupa biaya akademik, biaya hidup, dan tunjangan lainnya.

Beasiswa ini berjalan kurang lebih 2 tahun penuh. Dalam jangka waktu itu, mahasiswa harus melakukan studinya hingga selesai. Kampus yang menyelenggarakan pendidikan untuk beasiswa ini meliputi UM, Unesa, UNY, UPI, dan UNS.

Info pendaftaran Beasiswa Guru bisa dilihat di website kampus penyelenggara

Beasiswa MM UB

Universitas Bakrie juga menyediakan beasiswa khusus jurusan manajemen. Kalau Anda merupakan lulusan yang masih satu linear, program beasiswa Magister Manajemen bisa dilamar dengan memenuhi semua persyaratan yang ditentukan. Beasiswa ini diberikan pada siapa saja lulusan PTN atau PTS di seluruh Indonesia dengan akreditasi minimal B.

Beasiswa yang diberikan oleh UB ini hanya sebagian saja atau sekitar 15 persen dari total biaya kuliah saja. Biaya lain tidak diberikan termasuk untuk buku dan biaya hidup.

Info pendaftaran Beasiswa MM UB.

Beasiswa Unhan

Universitas Pertahanan membuka peluang beasiswa S2 untuk jurusan Pertahanan dan yang masih satu kelompok.  Calon mahasiswa harus lulusan S1 dengan jurusan spesifik di setiap jenjang S2 yang diambil.

Beasiswa untuk Universitas Pertahanan ini penuh termasuk pendidikan dan biaya penelitian. Selain itu akan disediakan tempat tinggal, makan setiap hari, baju dinas, dan fasilitas berteknologi tinggi lainnya.

Info pendaftaran Beasiswa Unhan.

Beasiswa Kaltim Cemerlang

Beasiswa Kaltim Cemerlang ini dikhususkan untuk mahasiswa yang berasal dari Kalimantan Timur. Siapa saja bisa mendaftar asal memiliki KTP kawasan itu dan memenuhi persyaratan yang sudah diberikan untuk jenjang diploma, S1, hingga S2.

Info pendaftaran Beasiswa Kaltim Cemerlang.

Beasiswa STAR BPKP

Beasiswa STAR diberikan khusus oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kepada PNS atau pegawai pemerintah daerah yang bekerja di bidang keuangan dan auditor internal. Semua biaya kuliah ditanggung oleh BPKP termasuk pemondokannya.

Saat ini mitra BPKP dalam memberikan beasiswa S2 ada 26 universitas negeri di Indonesia. Pendaftaran bisa dilakukan di kampus terdekat kalau STAR sudah dibuka.

Info pendaftaran Beasiswa STAR BPKP.

Beasiswa The Future Leader

Beasiswa The Future Leader atau TFL ini diberikan oleh PPM School of Management. Total uang beasiswa per orang sekitar Rp113 juta. Selain itu juga ada uang saku selama 20 bulan untuk maksimal 10 orang per tahunnya.

Beasiswa ini ditujukan pada mereka yang sudah mempelajari manajemen sejak S1. Diharapkan saat belajar manajemen di PPM School of Management, kemampuannya akan meningkat.

Info pendaftaran Beasiswa TFL.

Tips Mendaftar dan Mendapatkan Beasiswa S2 Dalam Negeri

Mendaftar beasiswa S2 dalam negeri ternyata tidak lebih mudah dari luar negeri. Anda harus mengikuti tips di bawah ini agar peluang mendapatkan beasiswa menjadi besar.

Menyiapkan TOEFL dan IELTS

Meski kuliahnya di dalam negeri, syarat mendaftar beasiswa dalam negeri banyak yang mensyaratkan TOEFL, IELTS, atau keduanya. Jadi pastikan menyiapkan hal ini dengan baik. Anda bisa melakukan kursus dahulu agar nilai kemampuan Bahasa Inggris di atas baik.

Mencari Informasi Beasiswa dengan Benar

Cari informasi beasiswa dengan benar. Anda mungkin bergabung di grup beasiswa dan mendapatkan informasi sekilas. Cocokkan informasi itu dengan website resmi dari pemberi beasiswa.

Baca semua informasi yang diberikan dengan baik. Kalau ada informasi yang membingungkan lebih baik bertanya agar tidak terjadi kesalahan saat melengkapi berkas.

Memilih Jurusan dan Kampus

Peluang mendapatkan beasiswa dengan jurusan yang linear akan besar. Misal Anda mengambil S1 jurusan Matematika, selanjutnya saat mengajukan beasiswa harus berada di jurusan yang sama atau masih satu lingkup.

Pilih juga kampus yang terbaik dan sesuai dengan jurusan tersebut. Biasanya beberapa penyedia beasiswa melakukan kerja sama dengan kampus tertentu.

Ada Rekomendasi Lebih Baik

Kalau Anda mendapatkan rekomendasi dari dosen atau profesor yang dulu membimbing skripsi akan lebih baik. Rekomendasi ini akan menjadi legitimasi apakah Anda memiliki kemampuan atau tidak dalam melanjutkan jenjang S2.

Sudah Memiliki Penelitian

Beasiswa S2 akan lebih mudah didapatkan kalau Anda sudah memiliki penelitian untuk dikerjakan pada jenjang S2. Kalau pun belum ada penelitian Anda diharapkan sudah memiliki publikasi dalam bentuk jurnal.

Demikian ulasan tentang beasiswa S2 2019 dalam negeri dan luar negeri. Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Anda yang ingin melanjutkan sekolah tanpa perlu memikirkan biaya.

Informasi Beasiswa S1 Dalam dan Luar Negeri Terbaru 2019

Temukan Informasi Beasiswa S1 2019 Luar dan Dalam Negeri di Sini!

 

Menempuh pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi menjadi mimpi sebagian besar orang. Dengan akses ke pendidikan yang lebih baik, kesempatan untuk berkarir juga menjadi lebih besar, pengetahuan semakin terbuka, dan masih banyak lagi keuntungannya.

Namun begitu, menjalani jenjang perkuliahan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk menyiasatinya, beasiswa menjadi solusi yang terbaik. Saat ini, terdapat banyak beasiswa yang memberikan pembiayaan pendidikan untuk jenjang sarjana di perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.

Seperti apa informasinya? Simak ulasan di bawah ini.

Beasiswa S1 Luar Negeri Tahun Ajaran 2019 – 2020

 

Beasiswa Australian National University (ANU)

Australian National University adalah satu-satunya universitas bentukan Parlemen Australia yang terletak di Kota Canberra, Australia. Perguruan tinggi ini memiliki tujuh fakultas utama dengan program single degree dan double degree untuk tingkat sarjana. Untuk mahasiswa internasional, terdapat ANU-Study Canberra Indonesia Scholarship yang dibuka pada periode Januari – Juni setiap tahunnya.

Persyaratan utama untuk mengikuti beasiswa di ANU adalah memiliki hasil ujian akhir yang memuaskan, mengikuti seleksi masuk ANU, dan lolos dengan mendapatkan unconditional offer. Nilai beasiswa mencapai 10,000 AUD yang diberikan langsung secara bertahap.

 

Ancora – Khazanah Asia Scholarship – Malaysia

Ancora Foundation bekerja sama dengan Yayasan Khazanah untuk memberikan beasiswa bagi calon mahasiswa dari Indonesia. Setidaknya ada 6 universitas yang dapat dipilih termasuk Universiti Multimedia, Universiti Sains Malaysia, Universiti Malaya, dan Universiti Putra Malaysia.

Beasiswa ini ditujukan bagi lulusan SMA atau sederajat dari Indonesia yang memenuhi syarat nilai rata-rata A pada pendidikan sebelumnya. Dari 800 peserta, akan dipilih 5 terbaik yang akan mendapatkan beasiswa mencakup biaya perkuliahan, biaya hidup, dan satu kali tiket pergi – pulang. Pendaftaran Ancora – Khazanah Asia Scholarship dibuka pada periode November – Desember setiap tahunnya.

 

Monbukagakusho (MEXT) – Jepang

MEXT adalah beasiswa yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepang. Beasiswa ditujukan bagi lulusan SMA atau sederajat dari Indonesia dengan masa studi 5 tahun. Besaran beasiswa mencakup biaya kuliah, biaya hidup sebesar 117,000 JPY (setara Rp14,4 juta) per bulan, dan satu kali tiket pesawat pergi – pulang.

Peserta diwajibkan memiliki rata-rata nilai ujian akhir minimum di angka 84, atau memiliki sertifikat Japanese Language Proficiency Test (JLPT). Dengan pilihan berbagai bidang studi dalam kategori IPA dan IPS, pendaftaran dibuka pada periode April – Mei setiap tahunnya.

 

Brunei Darussalam Government Scholarships (BDGS) to Foreign Students

Beasiswa ini diberikan oleh Kementerian Luar Negeri Brunei Darussalam. Terdapat 4 perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam Brunei Darussalam Government Scholarship ini yaitu Universiti Brunei Darussalam, UNISSA, Universiti Teknologi Brunei, dan Politeknik Brunei.

Pembiayaan meliputi biaya pendidikan, biaya kehidupan pribadi, uang makan, uang buku, serta akomodasi di lingkungan perguruan tinggi yang dituju. Selain itu, di akhir masa pendidikan, peserta juga mendapatkan tiket pulang dengan tambahan bagasi sebesar 250 BND. Pengajuan dibuka pada awal tahun hingga bulan Februari untuk tahun ajaran Juli 2019.

 

Art Major Asian(AMA) Scholarship Program – Korea Selatan

Beasiswa ini tersedia bagi mahasiswa yang ingin mendaftar di Korean National University of Arts atau K’ARTS. Program studi meliputi seni rupa, desain, seni pertunjukan, multimedia, studi sinema, seni tari, seni musik, atau seni tradisional Korea.

Peserta harus memasukkan pengajuan beasiswa lengkap dengan portofolio seni sesuai dengan program studi yang dipilih. Jika diterima, peserta akan mendapatkan biaya kuliah, biaya hidup bulanan, asuransi kesehatan mahasiswa, serta program studi bahasa dan budaya Korea. Setiap tahunnya, Art Major Asian Scholarship Program ini dibuka pada periode Februari – Mei.

 

Beasiswa Federasi Rusia

Melalui lembaga Rossotrudnichestvo, Federasi Rusia memberikan beasiswa kepada setidaknya 160 peserta setiap tahunnya. Beasiswa Pendidikan Federasi Rusia ini membebaskan peserta memilih hingga 6 perguruan tinggi yang ada di negara tersebut. Namun begitu, beasiswa hanya mencakup biaya pendidikan dan praktik. Biaya hidup, akomodasi, dan tiket ditanggung oleh peserta atau melalui sponsor.

Aplikasi dilakukan secara online, dan seleksi masuk tahap pertama akan diadakan di Kedutaan Besar Rusia di Indonesia. Bagi peserta yang belum menguasai Bahasa Rusia, wajib mengikuti kelas persiapan bahasa selama satu tahun. Periode pendaftaran beasiswa ini dibuka pada Januari – Maret untuk tahun ajaran yang dimulai pada bulan Oktober.

 

Utrecht Excellence Scholarship

Beasiswa S1 dari Utrecht Excellence Scholarship ditujukan bagi calon mahasiswa di luar Uni Eropa. Untuk jenjang sarjana, beberapa program studi yang bisa dipilih adalah bisnis dan bisnis ekonomi, ilmu seni liberal, filsafat, serta ilmu politik dan ekonomi.

Beasiswa terbatas untuk 9 peserta untuk seluruh jurusan dengan masa studi kurang lebih 3 tahun. Tergantung program yang dipilih, peserta akan mendapatkan sekitar 5.000 – 17.000 EUR. Meskipun begitu, peserta hanya bisa mendaftar setelah diterima di Universitas Utrecht. Selain itu, beasiswa sementara hanya berlaku pada tahun pertama, dan mahasiswa harus membuktikan prestasi akademik untuk mendapatkan beasiswa pada tahun kedua dan ketiga.

 

Trustee Scholarship – Amerika Serikat  

Trustee Scholarship adalah beasiswa yang ditujukan oleh calon mahasiswa Boston University. Selain nilai hasil ujian akhir yang memuaskan di tingkat SMA/K, calon peserta harus menulis dua buah esai dengan tema yang telah ditentukan oleh panitia Trustee Scholarship.

Biaya yang diberikan berupa biaya perkuliahan penuh selama masa studi. Beasiswa berlaku untuk seluruh jurusan yang tersedia dari 7 fakultas yang ada di Boston University. Pendaftaran beasiswa bisa dilakukan secara online dan ditutup pada 1 Desember setiap tahunnya.

 

Beasiswa Universitas Qatar

Universitas Qatar menawarkan beasiswa untuk calon mahasiswa dari negara Islam termasuk Indonesia. Peserta bisa mendaftar langsung ke Universitas Qatar atau melalui Kedutaan Besar Qatar di Indonesia. Beasiswa Universitas Qatar ini mencakup biaya kuliah, asrama, transportasi harian, dan tiket pulang tahunan.

Beasiswa bersifat kompetitif yang berarti penerimaan mahasiswa jalur beasiswa ditentukan oleh prestasi akademik. Program studi dari Universitas Qatar ini meliputi bidang seni, bisnis, pendidikan, teknik, hukum, ilmu syariat, dan ilmu kesehatan. Pendaftaran dibuka pada perode Desember – Maret setiap tahunnya.

 

Orange Tulip Scholarship

Orange Tulip Scholarship bisa diajukan oleh calon mahasiswa tingkat sarjana dari Indonesia. Disalurkan melalui Nuffic Neso, Orange Tulip Scholarship juga bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan fakultas di Belanda. Dari daftar tersebut, ada sekitar 7 fakultas di universitas yang berbeda yang menerima mahasiswa S1. Untuk informasi mengenai periode pendaftaran, cek skema beasiswa Nuffic Neso.

Setiap fakultas menawarkan jumlah dan jenis beasiswa yang berbeda dari mulai biaya kuliah, biaya hidup, dan biaya visa. Meskipun sifatnya meringankan beban biaya studi, Orange Tulip Scholarship bisa digabung dengan sponsor beasiswa lainnya.

Tips Sukses Mendaftar Beasiswa S1 Luar Negeri

Beasiswa program S1 yang tersedia memang tidak sebanyak beasiswa program pascasarjana. Namun begitu, calon mahasiswa tingkat sarjana, undergraduate, atau Bachelor’s degree masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan beasiswa penuh atau parsial di luar negeri.

Beberapa tips yang bisa diterapkan saat mengajukan beasiswa S1 di luar negeri adalah:

 

Persiapkan Prestasi Akademik Sejak di Bangku SMA/K

Banyak beasiswa S1 internasional mewajibkan calon pesertanya memiliki prestasi akademik yang mengagumkan. Untuk itu, persiapkan diri Anda bahkan sebelum lulus dari sekolah menengah atas.

 

Aktif dalam Organisasi

Calon peserta yang memiliki pengalaman berorganisasi biasanya lebih dilirik oleh perguruan tinggi dan penyedia beasiswa. Cobalah untuk aktif dalam kegiatan organisasi siswa, atau acara kesiswaan.

 

Perhatikan Tanggal Pendaftaran

Tanggal penutupan pendaftaran beasiswa umumnya tidak menerapkan toleransi. Artinya, berkas pendaftaran Anda harus masuk sebelum tanggal yang ditentukan, Jika berkas dikirimkan melalui pos, perhatikan perkiraan durasi pengiriman agar berkas sampai di negara yang dituju tepat waktu.

 

Persiapkan Berkas dengan Matang

Untuk mendaftar, Anda akan diminta untuk mengumpulkan sejumlah berkas administratif dan tambahan yang berupa resume, esai, atau motivation letter. Pastikan Anda mempersiapkan semuanya dengan matang dan berlatih menulis agar aplikasi menarik perhatian penyedia beasiswa.

Baca Juga: Berbagai Jenis Beasiswa BCA untuk Mahasiswa dan Syarat Pendaftarannya

Beasiswa S1 Dalam Negeri Tahun Ajaran 2019 – 2020

 

Bidikmisi

Bidikmisi adalah beasiswa dari pemerintah yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI). Sasaran utama beasiswa Bidikmisi adalah siswa berprestasi yang kurang mampu secara ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana.

Tahun 2019, kuota penerima Bidikmisi mencapai 130.000 orang. Peserta yang memenuhi syarat akan terbebas dari biaya SNMPTN dan SBMPTN. Setelah diterima masuk di perguruan tinggi dalam negeri, peserta akan mendapatkan biaya pendidikan penuh serta biaya hidup bulanan. Pendaftaran Bidikmisi dibuka dari bulan Januari hingga September.

 

Beswan Djarum

Beswan Djarum atau Beasiswa Djarum Plus adalah beasiswa yang diberikan oleh Djarum Foundation bagi mahasiswa yang sedang menjalani program sarjana di perguruan tinggi dalam negeri. Beasiswa terbuka bagi mahasiswa semester IV dengan tunjangan biaya sebesar Rp750.000 per bulan.

Bukan hanya itu, peserta juga akan mendapatkan leadership development, character building, international exposure, serta pelatihan soft skill lainnya. Persyaratan umumnya terdiri dari IPK minimum 3.00 dan berkuliah di perguruan tinggi mitra Djarum Foundation. Periode pendaftaran dibuka setiap tahunnya pada bulan April – Mei.

 

National Champion Scholarship dari Tanoto Foundation

Tanoto Foundation merupakan program dari kelompok perusahaan Royal Golden Eagle International. Penerima National Champion Scholarship adalah mahasiswa yang terdaftar pada 12 perguruan tinggi Indonesia yang bekerja sama dengan Tanoto Foundation. Di antaranya adalah Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, Universitas Sumatera Utara, dan lainnya.

Mahasiswa yang sudah terdaftar pada perguruan tinggi tersebut bisa mengajukan beasiswa untuk mendapatkan bantuan biaya kuliah hingga selesai. Prestasi akademik menjadi salah satu syarat utama di antara syarat administratif lainnya. Periode pendaftaran dibuka pada Januari – Februari setiap tahunnya.

 

Beastudi Etos dari Dompet Dhuafa

Beastudi Etos dari Dompet Dhuafa menjalankan programnya di 20 perguruan tinggi yang tersebar di 18 kota di seluruh Indonesia. Penerima beasiswa adalah siswa lulusan SMA atau sederajat dari kalangan ekonomi menengah ke bawah dengan prestasi akademik dan nonakademik.

Biaya yang ditanggung mencakup biaya studi selama 8 semester, uang saku sebesar Rp600.000 per bulan selama perkuliahan, asrama mahasiswa, dan program pengembangan diri. Pendaftaran dibuka pada bulan Juli setiap tahunnya.

 

BCA Finance Peduli

BCA Finance diberikan pada mahasiswa yang sedang menjalani perkuliahan tidak kurang dari semester 2 dan tidak lebih dari semester 8. Syarat utama untuk mendaftar adalah memiliki IPK sesuai dengan batas minimum yang ditentukan oleh BCA Finance Peduli.

Pembiayaan berupa uang kuliah sebesar Rp3.000.000 per semester hingga maksimal semester 8. Beasiswa ini menarik karena bisa diikuti oleh mahasiswa dari perguruan tinggi negeri maupun swasta. Pengajuan bisa dilakukan melalui situs BCA Finance sekitar bulan Mei – Juli setiap tahunnya.

 

Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB)

PBSB diberikan setiap tahunnya oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dan ditujukan untuk lulusan Madrasah Aaliyah dan Pondok Pesantren sederajat. Perguruan tinggi tujuan terdiri dari 14 universitas yang ada di Indonesia termasuk IPB, ITS, UGM, UNAIR, UIN Syarif Hidayatullah, UPI Bandung, dan 8 lainnya yang bisa ditemukan di laman informasi pendaftaran PBSB Kemenag.  

Prioritas penerimaan peserta akan ditujukan pada santri berprestasi dari golongan ekonomi menengah ke bawah. Bagi yang ingin mendaftar ke perguruan tinggi Islam, persyaratan juga meliputi hafalan Alquran. Pendaftaran biasa dibuka pada periode April – Mei.

 

Beasiswa Unggulan Teknologi Industri Kreatif (BUTIK) CIMB Niaga

BUTIK CIMB Niaga merupakan beasiswa sekaligus pendanaan usaha bagi mahasiswa yang berkecimpung di industri kreatif, produktif, dan sektor jasa. Peserta yang lolos seleksi dan verifikasi akan mendapatkan biaya pendidikan, tunjangan hidup, dan tambahan modal usaha.

Selain sudah menjadi mahasiswa setidaknya pada semester 5, peserta juga harus sudah memiliki usaha yang telah aktif selama minimum 6 bulan. Pendaftaran BUTIK CIMB Niaga dibuka pada periode September – Oktober setiap tahunnya.

 

Pendanaan Tugas Akhir Mizan

Beasiswa Tugas Akhir Mizan diadakan khusus bagi mahasiswa tingkat akhir yang sedang memulai skripsi untuk tingkat sarjana. Peserta bisa mengirimkan proposal skripsi yang sudah disetujui oleh pembimbing ke pihak Mizan. Peserta yang terpilih akan mendapatkan biaya penelitian serta kesempatan untuk penerbitan buku.

Selain IPK minimum di angka 2,75, syarat utama lainnya adalah topik tugas akhir harus berkaitan dengan aspek islami dari berbagai bidang. Setiap tahunnya, peserta bisa mengirimkan berkas paling lambat pada akhir Maret. Proses penilaian dan pengumuman akan final pada bulan Juli setiap tahunnya.

 

Bantuan Pembiayaan Pendidikan Peningkatan Prestasi Akademik (BPP-PPA)

Kemenristekdikti RI bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia untuk memberikan BPP-PPA ini. peserta haruslah mahasiswa aktif di salah satu perguruan tinggi pengelola BPP-PPA dan memiliki IPK setidaknya 2.75.

Biaya yang akan didapatkan meliputi biaya pendidikan dan uang saku sebesar Rp400.000 per bulan. Pengajuan bisa dilakukan pada kampus yang berkaitan dengan menyerahkan persyaratan berupa transkrip nilai, bukti prestasi akademik, KRS, dan berkas administratif lainnya.

 

Beasiswa Yayasan Toyota dan Astra (YTA)

Pada tahun 2017, beasiswa Yayasan Toyota dan Astra memberikan 549 pembiayaan untuk mahasiswa setingkat sarjana atau politeknik. Selain biaya pendidikan, peserta juga bisa mengajukan oermohonan tunjangan biaya penelitian dan alat peraga.

Beasiswa ini ditujukan terutama bagi mahasiswa yang sudah terdaftar pada perguruan tinggi di Indonesia dengan program studi yang berkaktan dengan teknologi dan industri. Pendaftaran dibuka pada bulan Agustus – Mei. Peserta yang lolos dan berhasil menyelesaikan studi mendapatkan kesempatan untuk bekerja di perusahaan Toyota dan Astra.

Artikel Terkait: Beasiswa LPDP: Persyaratan dan Alur Pendaftaran Terbaru 2019

Tips Jitu Mendapatkan Beasiswa S1 di Perguruan Tinggi Dalam Negeri

Salah satu yang menjadi keunggulan pada beasiswa dalam negeri adalah tidak ada batasan bahasa pada siapa pun yang ingin mendaftar. Namun, sebagian besar merupakan beasiswa yang bersifat kompetitif.

Bagi yang tertarik untuk mengajukan beasiswa S1 2019 di dalam negeri, jangan lewatkan beberapa hal berikut:

 

Persiapkan Nilai Selama Bersekolah

Sebagian besar beasiswa menentukan bahwa calon peserta harus memiliki prestasi akademik yang cemerlang. Untuk itu, Anda harus mempersiapkan nilai sejak masih di bangku sekolah.

 

Ikuti Kompetisi Akademik dan Nonakademik

Selain prestasi akademik, pertimbangan beasiswa S1 dalam negeri juga mempertimbangkan prestasi di luar sekolah. Untuk itu, sebaiknya Anda aktif dalam mengikuti berbagai kompetisi sesuai dengan keahlian Anda.

 

Tertib Berkas dan Tanggal Pendaftaran

Setiap beasiswa memiliki persyaratan serta tanggal pendaftaran yang berbeda. Untuk itu, pastikan Anda mendapat informasi yang tepat agar bisa mengajukan beasiswa sesuai dengan peraturan dan prosedur.

Nah, demikian info singkat mengenai beasiswa S1 2019 yang dapat Anda raih. Sebaiknya, persiapkan diri Anda dari sekarang dan mulailah bersaing untuk mendapatkan beasiswa idaman Anda!

Shizuoka University, Kampus Mantan PM Jepang Mencari Bakat Mahasiswa UI!

Psst… kamu anak UI yang lagi ada di semester 3? Wah, beruntung banget kamu!

Iya buat kamu-kamu yang kepengin dapat kesempatan untuk belajar ke Negeri Sakura, kini Shiuzoka University sedang mencari undergraduate students yang lagi kuliah di UI untuk program pertukaran pelajar selama 1 atau 2 semester di Jepang!

Shizuoka University adalah salah satu perguruan ternama yang terletak di Kota Shizuoka, Jepang. Kampus yang berdiri sejak tahun 1949 ini dikenal dengan prestasi mahasiswa/i-nya di bidang engineering, inovasi kreatif, dan penemuan teknologi masa depan.

Dalam perkembangannya, Shizuoka University sempat mengakuisisi beberapa sekolah untuk bergabung dalam kompleks perkuliahannya yang ada sekarang. Salah satunya ialah Hamamatsu College of Technology yang kini juga dikenal dengan Shizuoka University School of Engineering merupakan institusi dimana Soichiro Honda, pendiri Honda Motor Co. Ltd sempat menimba ilmu.

BACA JUGA: Informasi Beasiswa S2 Luar Negeri 2016 Terlengkap

Menariknya, lulusan dari Shizuoka University adalah tokoh-tokoh Jepang yang turut mendunia pada masanya. Nakasone Yasuhiro misalnya, Perdana Menteri Jepang pada era ‘80-an ini ternyata pernah menempuh studi di Shizuoka High School yang kini merupakan bagian dari Shizuoka University. Tak hanya itu, peraih nobel kimia tahun 1986, Dr. Yuan-Tseh Lee pun merupakan lulusan Shizuoka University dengan gelar Doktor (Honoris Causa).

Menurut standar perguruan tinggi yang ditinjau oleh Quacquarelli Symonds (QS), Center for World University Rankings (CWUR) dan University Ranking by Academic Performance (URAP), Shizuoka University dinyatakan sebagai perguruan tinggi yang memiliki kualitas dan intensitas riset dalam kategori VH (Very High) dibandingkan dengan perguruan tinggi papan atas lainnya di Jepang dan Asia. Pastinya, bakalan seru banget kalau kamu sempat merasakan experience menempuh studi di perguruan tinggi yang satu ini.

 

Shizuoka University membuka peluang pertukarang pelajar untuk mahasiswa UI via abp.icsu.shizuoka
Shizuoka University membuka peluang pertukarang pelajar untuk mahasiswa UI via abp.icsu.shizuoka

Nah, lalu bagaimanakah Shizuoka University menseleksi mahasiswa UI yang mana saja yang bakal diterima untuk program pertukaran pelajar ini?

Menurut informasi di http://international.ui.ac.id, hanya mahasiswa UI yang direkomendasikan oleh JASSO Scholarships lah yang bisa diterima untuk mengikuti program ini. Buat kamu yang masih awam, JASSO atau Japan Student Services Organization adalah institusi administratif independen yang bergerak di bawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Jepang (Monbukagakusho). Kini, kamu pun bisa mengetahui segala hal tentang JASSO serta bagaimana mereka menseleksi kandidat untuk program pertukaran pelajar melalui situs  http://www.jasso.go.jp/

Bagi kamu yang udah penasaran banget sama program pertukaran pelajar dengan Shizuoka University, kamu bisa menyiapkan surat rekomendasi dari fakultas, transkrip nilai terakhir (GPA min. 3.3), hasil test ITP TOEFL (min. 550), motivation letter dan CV pribadi kamu dari sekarang untuk diajukan ke International Office Universitas Indonesia, di Gedung Pusat Administrasi, lantai 1. Seluruh persyaratan di atas dapat kamu ajukan hari ini hingga paling lambat 1 Maret 2016.

Buat kamu yang masih dipenuhi rasa ingin tahu dan ingin bertanya lebih lanjut terkait kesempatan emas ini bisa langsung menghubungi  (62-21) 78880139, 786 7222 ext.100520 atau kamu dapat mengikuti updatenya lewat Twitter @intofUI, atau laman Facebook/intofUI.