Begini Caranya Agar Skripsh*t Kamu Jadi Skripsweet!

Pusing sama skripsi? Ada baiknya kamu mulai mengubah cara kerja kamu supaya skripsh*t itu berubah jadi skripsweet. Berikut tips-tips untuk mengubahnya.


0

Ada yang bilang kata ‘sh*t’ dalam bahasa Inggris itu sengaja diciptain supaya kata skripsi itu memiliki pasangan yang bisa menggambarkan skripsi itu sendiri dan proses pembuatannya. Tapi, kalau kamu terus-terusan mikir skripsi sebagai skripsh*t, bisa-bisa pas sidang kamu dihajar sama penguji:

Well, kid… this *membanting skripsi kamu* is sh*t.”

Mau? Nah, kalo nggak mau ujungnya happily never after, ada baiknya kamu mulai mengubah cara kerja kamu supaya skripshi*t itu berubah jadi skripsweet. Berikut tips-tips untuk mengubahnya.

 

Timeline or Scheduling

Buat timeline yang detail. (Sumber:)
Buat timeline yang detail. (Sumber:Photo Credit: Alana Holmberg via Compfight cc)

Kalau kamu bisa bertahan dalam dunia perkuliahan tanpa punya timeline atau jadwal yang jelas, beruntunglah kamu. Tapi, lebih baik jangan ambil risiko dengan skripsi. Buat timeline yang detail, buat deadline dan target, tentukan schedule kamu agar dalam sehari atau seminggu selalu ada waktu yang tersedia khusus untuk skripsi.

Kalo nggak begitu, itu skripsi bakal lama jadinya. Kalaupun jadi, ada kemungkinan amburadul dan diminta ulang karena kamu baru ngerjain sekitar dua hari sebelum deadline pengumpulan skripsi. Timeline nggak harus bikin di komputer atau di kertas selembar. Tapi sebenarnya bisa lebih sederhana, misalnya nempelin post-it yang isinya tulisan target hari ini di komputer. Jadi, target-target harian terpenuhi dan akan selalu ingat bahwa skripsi belum selesai.

 

Pen & Paper

Bawa terus kertas dan pulpen di tasmu. (Sumber:)
Bawa terus kertas dan pulpen di tasmu. (Sumber:Photo Credit: Fabienne D. via Compfight cc)

Selalu sedia dua benda ini bersama kamu. Kamu mungkin memang bukan pelupa, tapi ketika kamu tetiba dapet ide yang berhubungan dengan skripsi dan nggak ditulis atau disimpan di luar memori, kamu bisa aja kehilangan kunci untuk menyelesaikan skripsi sekaligus masa studi kamu. Kan ngeselin. Dengan pulpen dan kertas, kamu juga bisa mapping ulang sistem kerja dan susunan skripsi kamu: apa yang kurang, kerangkanya udah bener apa belom, dan lain sebagainya.

 

Playlist

Ngerjain skripsi sambil denger lagu. (Sumber:)
Ngerjain skripsi sambil denger lagu. (Sumber:Photo Credit: kurichan+ via Compfight cc)

Kedengerannya sepele, tapi berbagai penelitian sudah membuktikan kalau musik memiliki efek tertentu pada pendengarnya, tergantung pada lagunya dan tergantung pada suasana hatinya. Nah, susun deh playlist sesuai kebutuhan. Buat yang butuh semangat, masukin lagu kaya “Gone In the Morning”-nya Newton Faulkner, atau buat yang gampang ngantuk , masukin lagu “Shoot To Thrill”-nya AC/DC. Sederhana, tapi bermakna.

 

Diskusi (proof reader)

Ajak temen buat diskusi bareng. (Sumber:)
Ajak temen buat diskusi bareng. (Sumber:Photo Credit: pennstatenews via Compfight cc)

Yang namanya skripsi itu karya ilmiah penelitian yang nanti akan dibaca oleh orang. Nah, nggak ada salahnya untuk mulai diskusi dengan berbagai orang yang memang kamu rasa paham mengenai skripsi yang kamu bikin. Pandangan pribadi nggak bisa selalu melihat kesalahan yang dibuat sendiri. Jadi lebih baik untuk mulai mencari teman diskusi atau proof reader. Proof reader ini bukan hanya untuk ngecek tulisan, ejaan, struktur kalimat, tapi juga keseluruhan sistem komunikasi.

 

Sleep with Your Corpus

Sleep with your corpus (Sumber:)
Sleep with your corpus (Sumber:Photo Credit: NinJA999 via Compfight cc)

Analoginya agak melenceng tapi ini cocok. Kamu harus meniduri korpus kamu. Bukan baca korpus lalu ketiduran, tapi benar-benar mengenali korpus kamu luar dalam, lebar tinggi, panjang pendek itu korpus. Kamu harus mengenali itu korpus seakan-akan dia pasangan kamu, yang kamu kenal badannya sampe ke jati dirinya, latar belakangnya, strukturnya, dan lain sebagainya. Ini penting supaya kamu paham apa yang mau ditulis, kenapa dan gimana nulisnya. Nanti setelah selesai meniduri korpus, kamu juga harus jadi playboy dan mulai meniduri buku-buku teori dan lainnya. Hingga akhirnya menghasilkan skripsi yang juga kamu harus tahu betul isinya.

 

Refreshing

Refreshing? Boleh aja kok
Refreshing? Boleh aja kok (Sumber:Photo Credit: Chadica via Compfight cc)

 

Yup, go out and have fun. Kamu yang sedang bikin skripsi harus tetap menjaga pikiran jernih dan suasana hati tenteram supaya bisa mengerti pergerakan emosi. It’s normal to go out every once in a while. Tapi ingat, every once in a while, bukan every while  dan bukan juga at once. Refreshing juga bisa memberikan kamu sudut pandang baru untuk menghadapi berbagai masalah dan memberikan energi positif pada orang-orang sekitar. Asalkan refreshing-nya teratur dan berimbang dengan pengerjaan skripsinya. Percaya deh, kalau udah fresh, skripsi mah sederhana saja.

Merasa terbantu dengan tips-tips ini? Share juga ke temen-temen kamu via Facebook, Twitter, dan Line supaya skripsh*t yang bertebaran itu bisa jadi hell of a skripsweet sebelum yang punya skripsh*t nggak dish*t-sh*t-in dosennya!

 


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Admin anakUI.com
Semua postingan resmi dari anakUI.com, baik itu pemberitahuan, info, dan lain-lain, hanya diposting dari akun ini. Follow juga twitternya @anakuidotcom dan FB Fanpagenya.

0 Comments

Leave a Reply