Bekpeker Gadungan: Journey to The East (Day 1)


0

Jumat, 4 April 2009
BEKPEKER GADUNGAN: JOURNEY TO THE EAST (Day 1)

cast:

tokoh utama: gw, hoy, marlin dan samsul a.k.a si bos
figuran: lause ame, adib, zakiy, opik,
figuran yang lebih figuran: temennya lause ame, iparnya samsul, tukang tauco yang perempuan semua, resepsionis-OB-satpam-pemilik hotel, nenek2 penjual tahu gimbal, tukang sate blora yang disangka baik banget, anak2-mbak2-akhwat2 di lembaga pendidikan ar-rahman, kakek2 imam solat di indramayu, keluarga opik, tukang ojek korban lapindo yang juga jualan vcd lapindo, dua sejoli mesra yang terus kami gangguin di lokasi semburan lumpur lapindo, gerombolan gatekeeper lumpur lapindo, tukang tahu lapindo yang gw beli biar jadi penglaris, orang madura yang nunjukin arah jalan di surabaya, bencong deket kosan zakiy, tukang soto lamongan dan anaknya, abang2 rawon setan yang motoin kami, abang2 jumbo juice yang motoin kami, keluarga empunya kosan zakiy, tetangganya zakiy, preman2-jablay2 geng dolly surabaya,

gw jalan dari rumah jam setengah 7, nyampe di kontrakan hoy jam 8 buat markir motor, ternyata marlin belum dateng, dy SMS memeberitahu klo kereta dari tangerang lagi mogok, jadi gw ma hoy diminta langsung jalan aja ke antam, ketemu lagnsung disana. samsul si bos, yang punya acara udah menunggu disana.

gw ma hoy langsung jalan, naik angkot 19 klo ga salah, yang ngelewatin antam. ternyata benar, samsul uda disana dari jam 8. wah, kasian amet deh, cengo sendirian.. hoy ma gw baru pertama kali ketemu nih ama si samsul, jadi kami kenalan dulu. dan dia pun lalu memperlihatkan sebuah blog yang menceritakan tentang kampung inggris, blog itu didasarkan pada kisah sehari-hari seorang anak ITB yang sudah menghabiskan waktu disana untuk bebrapa lama. isi blognya cukup lengkap. dari informasi mengenai biaya2 kursus sampe biaya hidup disana. jika dibandingkan dengan biaya hidup di depok, mungkin gw uda bisa hidup makmur disana..

samsul izin mau masuk ke komplek antam dulu, mau nyari kamar mandi katanya. gw dan hoy ditinggal begitu aja bersama mobil dan seluruh barang2nya samsul. coba klo gw dan hoy itu garong, udah kami gondol tuh semua-muanya, tapi berhubung kami berdua adalah pahlawan pembela kebetulan, maka hoy pun lebih memilih untuk memesan lontong sayur yang jualan di depan gedung antam (hihi..kaga nyambung)

cukup lama samsul perginya. jadi gw dan hoy pun cengo bareng. hoy cengo sambil makan lontong sayur. gw cengo sambil buka2 artikel di laptop samsul.

samsul akhirnya balik, dia terlihat lebih segar. oh, pantes lama, dia ternyata sekalian melakukan solat dhuha. gw ngiri, daripada cengo, mening gw ikutin langkahnya samsul.. pas masuk komplek antam, wow, ternyata bagus..

gw ablik lagi ke tempat mobil samsul diparkir, marlin belum nyampe. samsul nawarin richeese keju sekotak. gw dan hoy ambil masing2 satu, jangan langsung lima, soalnya kan baru kenal ama samsul, jadi harus jaim sedikit lah, haha.. terus, hoy nelpon marlin. marlin jawab uda sedikit lagi, dia lagi jalan kaki menuju antam..

marlin dateng, tanpa tedeng aling-aling kami semua langsung jalan. di bagian belakang mobil, samsul sudah menyiapkan persediaan makanan untuk kami dijalan nanti. sangat banyak, dan cukup untuk 5 hari perjalan kami menuju jawa timur sampe balik lagi ke jakarta..

di jalan kami semua ngobrol. dari obrolan itu gw baru tau klo samsul itu alumni SMAN 61, dan dia kenal si blek yang satu jurusan dan seangkatan ma gw. terus dia nanya, blek uda kawin? soalnya samsul pernah liat dia di suatu pusat perbelanjaan bersama wanita hamil berdua saja. gw kaget, gw jawab, bukan istrinya kali, mungkin aja itu istri tetangganya lagi dipijem sebentar..hehe

perjalanan berasa lama sekali, jam12 kami semua berhenti untuk solat jumat disuatu mesjid di pinggir jalan pantura, ga tau daerah mana. pokoknya tadi kami sempat melewati pantai.. mesjid itu berada beberapa kilometer dari tempat obor abadi.. selain solat jumat, kami selaku musafir sekalian men-jama qoshor kan solat ashar..

udah lama banget gw galewat jalur pantura, bahkan gw lupa terakhir itu kapan, daerah2 di sepanjang jalur pantura yang kami lalui kebanyakan tidak ada yang familiar buat gw.

kami berhenti lagi untuk makan pada sekitar pukul 2, berhenti di warung “bang dul 2” pekalongan, warung kecil yang menjadi favorit para pengendara yang melalui jalur pantura. baik dari strata ekonomi atas, menengah, maupun bawah, banyak yang berhenti makan disana. dindingnya berjejalan penuh sesak odipenuhi oleh kalender2 sponsor. makanan yang gw pesen waktu itu gw samain ma samsul, karena menurut samsul makanan itu yang paling favorit disana. soto sapi pake tauco. hoy dan marlin pesen soto sapi tanpa tauco. harganya klo ga salah 17500 yang udah include teh manis dan kerupuk kulit kebo (yang rasanya pahit, gw beli karena gw penasaran aja ma rasanya kerupuk kulit kebo). oh ya, pekalongan adalah kota sentra batik. dimana2 jualan batik. batik pekalonganlah, masa batik india..

pesanan dateng, gw coba icip dan ternyata klo make tauco itu rasanya jadi kaya make oncom.. ah tidak, gw kan ga suka oncom, tapi mau bagaimana lagi, makanan itu yang gw pesen, jadi gw enak-enakin aja deh. hoy ma marlin geli gitu pas nyicip2 makanan gw.. haha.. yah, rasa tauco ternyata tidak mengena untuk orang sunda seperti gw dan hoy, apalagi untuk orang tim-tim seperti marlin.. so guys, klo ga suka oncom, jangan mesen tauco ya, karena kedua rasanya hampir sama.. dan gw bukan ali oncom..

jam 8 malem, kami baru nyampe semarang. setelah pertimbangan macem-macem di jalan, maka kami tetapkan untuk bermalam dulu disana.

kami lalu berhenti di mesjid agung baiturrahman di simpang lima, semarang. solat magrib dan isya disana, waktu itu sekitar jam 8, jadi isya dan magrib kami jama qoshor lagi. setelah itu, kami memulai lagi wisata kuliner, disimpang lima..

nah waktu wisata kuliner inilah terjadi ketegangan di antara kami berempat.. masya Allah, bener2 kami semua disana jadi netting (negative thinking) semua. mau tau ceritanya? ayo lanjut terus..

begini ceritanya::
kejadian ini terjadi di sekitar mesjid baiturrahman. di depan komplek mesjid ini kan berjejer berbagai macam penjaja aneka makanan, ada satu makananan yang namanya unik bagi kami semua, gw duluan tuh yang pertama ngeliat, jadi gw tanya pendapat yang lain gimana klo kami semua mencobanya.. dan yang lain pun setubuh. nama makanan itu adalah “tahu gimbal”, tadinya gw kira semacam tahu gejrot gitu, yang isinya tahu doang.. ternyata makanan seperti ketoprak gitu, tapi dengan tambahan dikasih telur dan kerupuk putih biasa. ketegangan tidak terjadi karena komposisi makanan itu, tetapi lebih kepada saat kami mencoba menyantap tahu gimbal itu. iya, ada mbak2 yang ikut nimbrung percakapan kami, dia ditemani oleh seorang lelaki yang lebih banyak diem dan ngangguk2 aja klo ditanya si mbak2 ini. pertamanya, gw kira dia bukan mbak2 sampe dia angkat bicara, karena potongannya memang sangat lelaki, rambut pendek, dekil, dan merokok. sangat lelaki deh menurut gw.

mbak2 ini bertanya, kami menjawab, lalu sesudah dia tahu bahwa kami ini sedang dalam perjalanan menuju kediri, dia langsung banyak bercerita. dia ternyata pernah hidup di jakarta. dia cerita mengenai pengalamannya naik motor dari semarang ke jakarta dengan sangat panjang. dia juga bercerita klo dia itu sering bertemu klien2nya yang dari luar negeri seperti taiwan dan singapura untuk lalu dibawa ke “tempat terindah” di indonesia, namanya “raja mas” di bilangan daerah mangga besar klo gw ga salah inget, katanya  “mana ada tempat terindah di indonesia selain disana, bohong itu, coba aja kalian ke daerah sana”, yang belakangan kami ketahui ternyata “raja mas” itu adalah daerah maksiat, kumpulan dari tempat perjudian, hingga kelab malam yang pastinya merangkap sebagai tempat prostitusi. sebelumnya samsul dan marlin sempat terdengar ngobrolin harga 600ribu buat seorang wanita (padahal itu kan cuma becandaan aja), makanya ni mbak2 secara terang2an langsung ngomong kaya gitu, dan dengan cerita yang dia ceritakan, seolah mengesankan klo dia itu seorang mucikari, tapi klo menurut gw sih dia cuma broker untuk warung remang2 seperti itu aja, klo mucikari pastinya akan berpenampilan parlente. ya, mengantar kliennya dari luar negeri ke raja mas, dimana jablay2 disana berasal dari berbagai daerah di belahan dunia. tempat yang cocok untuk lelaki berhidung belang yang berduit banyak, yang ga segan2 untuk tertular berbagai macam penyakit menular seksual disana..

ketika ia mulai bercerita mengenai “raja mas” itulah, kami semua menjadi tiba2 sangat hening, terdiam, menyadari bahwa kami sedang dalam kondisi yang tidak baik untuk kesehatan.. kalo diladeni nanti mungkin ujung2nya kami akan ditawari jablay dari kota semarang.. wahwah, beneran untuk beberapa lama kami terdiam. mbak2 itu yang merasakan ketegangan di antara kami berkata, “ah, mungkin menurut orang2 yang ga tau kehidupan di jalanan akan merasa jijik dan tabu terhadap hal2 seperti itu, tapi sebenarnya tidak begitu..”, perkataan itu malah semakin membuat kami semakin terdiam.. krik-krik..
(menurut gw itulah salah satu alasan mengapa kita tidak boleh bernegoisasi dengan kebatilan, karena negosiasi adalah proses yang dilakukan oleh dua pihak yang berlainan untuk menentukan suatu titik kesepakatan yang saling menguntungkan kedua belah pihak, yang tentunya masing2 pihak akan melakukan pengorbanan untuk mencapai titik kesepakatan tersebut, setelah berada lama dalam titik tersebut, akhirnya lama2 bisa luntur tuh idealismenya, sampe akhirnya apa yang sebelumnya dianggap tabu, jadi ga tabu lagi, karena sudah dianggap sebagai kewajaran) -> diambil dari buku karangan Rendra Reonardo, yang berjudul “dasar-dasar ajaran Reoisme”

karena kami sudah lama cukup terdiam, sementara mbak2 itu terus bercerita yang nggak-nggak layaknya isi buku jakarta undercover karangan mantan santri yang berubah jadi bejat setelah keluar dari kekangan lingkungan pesantren, samsul mencoba mengganti topik, “mbak aseli semarang?”, terus mbak2 itu menatap tajam ke arah kami (dia semakin menyeramkan) lalu menjawab, “iya, emang kenapa?” dengan intonasi yang tidak mengenakkan, sepertinya dia tidak senang seperti itu. samsul yang nanya malah diem, si mbak2 itu nanya lagi “iya, emang kenapa?”, intonasinya semakin tinggi serta menatap tajam samsul, kaya. preman terminal malak anak smp biar dikasih uang rokok. gw ma marlin ngasih kode ke samsul (samsul ternyata punya masalah dengan pendengarannya) buat ngejawab pertanyaan mbak2 itu. samsul jawab, “engga, cuma nanya doang”. gw ngerasa terlalu horor buat liat ekspresi si mbak2 itu, jadi gw ga nengok ke arahnya..

si mbak2 itu sepertinya sudah cukup puas dengan jawaban samsul, dia pun lalu bertanya-tanya lagi, “sekarang kalian mau nerusin perjalanan ke kediri?” lalu kami jawab, “tidak,kami berencana untuk meneruskan perjalanan besok pagi”.. lalu mbak2 itu mulai bercerita lagi mengenai rawannya melakukan perjalanan di jalur pantura pada malam hari seperti ini, terlalu banyak begal. dia juga bilang di kota semarang banyak begal yang mengincar orang2 luar kota semarang seperti kami, jadi dia mulai menawari kami bermacam-macam penginapan untuk keamanan kami, dari harga yang paling tinggi ampe harga yang paling rendah.. dia secara blak-blakan bilang, “kalian tidak usah berburuk sangka dulu kepada kami, kami tulus ingin membantu kalian”. gw dan yang lain mana bisa percaya begitu aja, kota semarang banyak begal, dan mana tau klo mereka berdua itu komplotan begal juga apa enggak.. terlebih setelah mereka berdua tahu klo kami membawa mobil sendiri. kami khawatir mereka mengincar mobil serta isi2nya.. klo ilang semuanya, bisa2 kami bertiga luntang-lantung jadi gembel di semarang.

balik lagi mengenai penginapan, dia menawarkan kami penginapan seharga 40ribu pe kamar tapi dengan tempat dan servis yang memuaskan, seharga 40rb/kamar/malam. kami mencoba menolak dengan halus, tapi tetap aja mereka akhirnya bisa membelit kami layaknya IMF dan worldbank melilitkan hutang kepada negara2 asean… kami dalam posisi yang serba salah.. maklumlah, empat orang personil bekpeker gadungan ini semuanya adalah anak2 mami semua, jadi kondisi ini masih berasa anyar buat kami semua, ini aja gara2 nekat2an keluar kota jauh2.. hehe

selesai makan, mereka mencoba untuk membayari makan kami berempat, tapi kami berusaha keras menolak, karena takut dijerat rasa bersalah akan hutang balas budi, tanpa babibu, untuk menghindari konfrontasi dengan mereka, jadinya kami saja yang membayari mereka.. mereka pun meminta kami untuk mengikuti mobil mereka terlebih dulu, jika kami tidak merasa cocok dengan penginapannya kami dipersilakan pergi oleh mereka, yang penting kami harus ngeliat dulu, kata mereka dengan setengah memaksa, kami jadi terpojok.. tuh kan, klo jadi orang bae tuh begini, ga bisa nolak secara tegas karena takut menyakiti perasaan orang..

lalu, akhirnya kami mengalah, kami sepakat untuk mengikuti mobil mereka hingga penginapan yan mereka akan tunjukkan. kami pergi ke pelataran parkir mesjid baiturrahman sambil banyak berdiskusi, bagaimana ini, bagaimana itu, kenapa bisa begini, apa yang harus dilakukan… hingga akhirnya disepakati bahwa kami akan berpura-pura untuk mendapat tempat dari kerabat kami i semarang.. sebenarnya tidak pura2 juga, karena kami saat itu segera mengontak seluruh relasi yang kami kenal, klo saja ada yang bisa bantu.. tapi untuk mendengar jawabannya harus menunggu dulu untuk beberapa lama.

mobil yang mereka gunakan adalah mobil ankgot dengan nomer polisi H 1145 CG, mereka meminta kami untuk mengikuti mereka. saat itu hoy menelpon temannya yang orang semarang dan menjelaskan situasi genting kami kepada temannya. temannya hoy menjadi ikut kuatir, dia bilang hati2 klo sampai digiring ke daerah yang deket dengan stasiun tawang, karena disana adalah daerah rawan..

bener aja, ternyata kami semua emang bener digiring ke daerah yang gelap dan mencurigakan, sepi banget disana, cuma ada satu ato dua mobil yang berkeliaraan dan bukan merupakan jalan utama, gw gabisa ngeliat jelas dimana itu, gimana kalo tiba2 mobil yang kami tumpangi ini diapit di depan dan belakang oleh mobil komplotan begal? huaaaa…

samsul menelpon iparnya yang di semarang untuk segera bertemu di mesjid baiturrahman, agar bisa menguatkan alasan kami bahwa kami telah dapat tempat menginap. untuk beberapa alasan, samsul tidak bisa mengabarkan kondisi kami ini kepada iparnya itu, dan samsul juga merasa akan sangat memberatkan jika saja kami bermalam di rumah iparnya itu. maka samsul cuma meminta iparnya itu untuk dicarikan tempat menginap yang layak saja.

akhirnya, kami sampai juga di depan penginapan yang dimaksud mereka itu, lokasinya gelap dan seram, alih2 mirip penginapan bonafid, malah lebih mirip tempat orang melakukan perbuatan asusila disana.. penjaga parkirnya ada dua orang, tanpa seragam, tampangnya juga tidak meyakinkan, lebih mirip seperti preman. tanpa turun dari mobil, kami menginformasikan kepada mereka berdua mengenai rencana kami. kami ingin kembali ke mesjid baiturrahman untuk menemui ipar samsul. dan tanpa disangka, mereka berdua lagi2 menawarkan diri untuk mengantar kami kesana lagi, mereka beralasan mereka memang mau menuju kesana lagi, ada keperluan.. kekecewaan mulai tampak terlihat di wajah si mbak2 itu.. dan lagi2 kami, mengikuti mobil mereka.. oh iya, ternyata penginapan itu emang deket stasiun tawang, tapi aneh juga, katanya rawan tapi kok ada kantor polisi didekat sana.. kami mulai menghilangkan buruk sangka kami kepada si mbak2, mungkin aja dia bener2 tulus mau membantu.. tapi tetep aja, dia masih serem di mata gw. haha

sesampainya di mesjid, tidak membutuhkan waktu lama utuk bertemu iparnya samsul, dan mbak2 itu sepertinya benar2 keliatan kecewa, lalu sambil basa-basi sedikit, pokoknya sesudah kemunculan iparnya samsul itu, marlin jadi bisa mulai memberanikan diri untuk ngobrol dengan si mbak2.. marlin turun dari mobil, lalu mbak2 itu bercerita, bahwa dia itu juga merangkap sebagai guru bahasa mandarin (pantes kliennya banyak orang mandarinnya). lalu setelah kami mau mulai cabut bersama iparnya samsul, mbak2 itu memberikan nomer teleponnya kepada kami. marlin nanya, siapa namanya mbak? mbak2 itu bilang,”tulis aja: Lause Ame”.. dan petualangan kami bersama Lause Ame pun selesai hingga disana.. fiuuuuhh.. legaaaaa.. serasa sudah tidak bisa poop untuk waktu yang sangat lama.. hahahaaa..

iparnya samsul memberikan referensi tempat yang lebih baik, sebuah hotel, tapi ditempat pertama ternyata kami tidak sreg, lalu kami menuju tempat kedua, yang lebih bagus. karena sudah larut malam,s sekitar pukul setengah 11, maka kami pun memutuskan untuk menginap disana, lalu kami berpisah dengan iparnya samsul disana. kami check-in satu malam disana dengan dua kamar setelah tawar menawar harga disepakati (aneh kan, hotel tapi bisa tawar menawar harga?hehe,kami berempat gitu loh,kan tadi udah diajari lobi2 ma lause ame,masa ga kita praktekin haha). harga normal per kamar: Rp230rb, ada diskon jadi Rp 180rb, lalu kami tawar tanpa breakfast Rp150rb/kmr/mlm.

sebelum tidur kami poto2 di sekitar kamar hotel berlantai 3 itu untuk lalu ditunjukkan kepada aris dan didik yang batal ikut, biar mereka iri hahaha. ohiya, pintu kamar mandinya engga banget, masa buram2 transparan gitu, kan bahaya tuh klo aurat kemana-mana, jadi klo mandi lampu kamar mandinya gw matiin biar ga terlalu kentara dari luar…
hari pertama pun akhirnya berakhir dengan happy ending…


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
odranoer

seseorang yang ingin bermanfaat bagi lingkungannya, dan dunia tentunya... :)

0 Comments

Leave a Reply