BEM UI 2010: Mengapa Farid-Tino?

Tentu saja apa yang saya kemukakan adalah subjektivitas pribadi, banyak lubang-lubang yang mesti di tambal di dalamnya. Adalah wajar karena apa yang saya kemukakan adalah tentang pribadi, tentang aku. Bisa saja apa yang saya ungkap akan menjadi objektif jika ia diterima, dan kembali subjektif jika ditolak.

Terkait BEM UI, tentu saja secara jujur , bahkan salah satu tujuan saya masuk ke UI adalah melanjutkan mimpi masa kecil saya, tahun 1998 pada saat itu, menjadi ketua BEM UI. Lain dari itu tidak. Akan halnya itu adalah cita-cita, akan berkembang sesuai dengan tuntutan masa dan perputaran waktu. Sedikit demi sedikit saya berkenalan dengan orang-orang hebat di kampus ini, entahkan itu seangkatan dengan saya, lebih tua, bahkan lebih muda. Pertanyaan, Ketua BEM UI semakin lama semakin lenyap karena saya kira urusan akan hancur berantakan kalau diberikan kepada yang bukan ahlinya, atau bisa saja diartikan urusan akan lebih baik jika diberikan kepada orang yang lebih baik.

BEM UI, salah satu organisasi mahasiswa terbesar di tanah air, tiada seorangpun yang menyangsikannya. Sungguh, dari hati yang terdalam saya mengemukakan,  betapa saya mencintai lembaga ini, selain  SALAM UI dan tentu saja FUSI Psikologi. Bagaimana saya tidak cinta, ialah dorongan saya untuk sampai ke sini, lembaga ini yang membuat saya berkenalan dengan orang-orang hebat, tidur bersama mereka untuk mempersiapkan aksi besoknya, tentu saja di PUSGIWA,  walaupun saat itu saya masih di semester satu. Bagaimana saya tidak cinta, bahwa lembaga inilah yang mengajarkan kepada saya bahwa negeri ini, Indonesia ini lebih saya cintai dari pada diri saya sendiri.  Walaupun anehnya, secara struktural belum pernah sekalipun nama saya tercatat sebagai pengurusnya.

Untuk itulah saya tidak rela jika akhirnya lembaga ini dipimpin oleh sembarang orang. Orang itu haruslah orang yang memiliki nilai tambah dibandingkan manusia-manusia lain yang menjadi rakyat IKM UI. Dan dengan hati yang tulus saya memilih untuk mendukung saudara, sahabat, saya Farid Septian dan Muhammad Sutrisno Gaus untuk maju menjadi calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2010. Tentu saja adalah hak saya untuk menetapkan pilihan walau tanpa harus mengemukakan alasan, bahkan walau tidak memilikinya. Namun, jika itu yang saya lakukan maka kecintaan terhadap lembaga itu, spektrumnya takkan meluas ke yang lain, ia akan menggerogoti saya saja. Tentu hal ini tak akan saya lakukan.

Integritas

Apa yang anda lakukan jikalau suatu ketika anda diminta untuk meminta maaf untuk sesuatu yang anda yakin itu bukan kesalahan. Apa yang akan anda lakukan jika anda tidak meminta maaf anda akan terancam pendidikannya. Apa? Dan saudara saya ini, Farid Septian, dengan ancaman itu semua, walau saya tahu ada kelu di hatinya, tetap tegar. Bukankah berani itu adalah menghadapi ketakutan yang ada? Bukankah kebenaran itu pahit harganya? Ia lakukan itu semua demi apa yang ia yakini bahwa kebenaran. Anda mau tahu saya berbicara tentang apa? Silahkan anda simak kembali perseteruan antara BEM UI dan pihak Direktur Kemahasiswaan UI beberapa saat yang lalu tentang BOP-Berkeadilan.

Pernahkah anda melihat laki-laki menangis ketika mengemukakan pendapat? Pernahkah anda melihat ketua lembaga mahasiswa meneteskan air mata untuk membela adik-adiknya? Pernahkan anda melihat pemimpin mahasiswa menangis agar adik-adik setanah air bisa mengakses UI, bisa masuk ke UI dengan biaya yang terjangkau? Anda tahu saya sedang berbicara tentang siapa? Ialah saudara saya, Muhammad Sutrisno Gauss. Saya melihat sendiri peristiwa itu.

Anda kira sudah usai?
Silahkan dilanjutkan.

Profesional

Kadang-kadang kita melihat ada gejala di dunia lembaga mahasiswa bahwa jika sang pemimpin terlihat memiliki kelemahan maka bawahan yang menilai dirinya lebih baik, merasa tidak perlu menghargai. Mengabaikan apa yang disampaikan sang ketua. Tidak perlu memberitahukan kepada pemimpin langkah-langkah strategis yang akan dilakukan. Untungnya saya tidak melihat hal ini pada Farid, sebagai ketua departemen Politik dan hukum BEM UI kepada ketua BEM UI-nya . Penghargaan kepada ketua tetap ia lakukan walau terasa olehnya sang ketua tampak lambat dalam mengambil keputusan. Begitupun TIno, pengalamannya sebagai ketua himpunan mahasiswa departemen matematika dan Ketua BEM FMIPA merupakan modal penting dalam memimpin lembagai sebesar BEM UI. Satu hal lagi, pertemuan saya dan Tino tidak hanya sebagai teman, kami juga pernah berhadapan pada level panitia dan peserta suatu pelatihan kepemimpinan. Pada saat itu dialah pesertanya, dan ajaibnya walaupun kita seangkatan ia tetap menaruh hormat kepada saya dan menerima masukan yang saya beri. Tentu saja perilaku profesional  ini semakin menancap di darah mereka, karena mereka adalah penghuni asrama PPSDMS, tempat penghasil pemimpin-pemimpin masa depan bangsa.

Perpaduan dalam perbedaan

Saling melengkapi itulah reduksi dari mereka. Farid yang meledak-ledak dibumbui jiwa humoris berpadu dengan Tino yang tampil serius tapi berhati lembut. Farid, dari rumpun sosial cenderung strategis bersatu dengan Tino  dari MIPA, yang taktis. Farid yang bisa melihat BEM dari dalam karena setahun di sana, dengan Tino yang melihat BEM dari luar.

Mereka Anak Tarbiyah, Lalu?

Saya sungguh mengherankan jika ini dipakai sebagai standar negatif. Tarbiyah tidaklah identik dengan perilaku partisan, ideologi bisa saja, tapi jelas-jelas saya sebagai orang yang aktif di dakwah kampus menyatakan bahwa kami bersetia kepada manhaj dakwah kampus yang menyatakan bahwa aktivitas kampus harus berpola pikir mahasiswa yang tidak partisan. Selain itu tegas saja saya katakan bahwa mereka selama yang saya kenal bukanlah orang-orang yang partisan, berbeda dengan saya.

Mereka anak tarbiyah, sehingga mereka tidak merokok , sehingga kita punya contoh pemimpin mahasiswa yang berperilaku sehat, generasi hijau. Mereka anak tarbiyah , sehingga tidak akan pacaran, sehingga mereka punya waktu yang lebih banyak untuk mengurusi lembaga ketimbang harus bermesra-mesraan dengan gadis tercinta. Mereka anak tarbiyah, sehingga mereka tak perlu diragukan lagi adalah orang-orang yang taat beragama, sungguh hampir  di sepuluh  malam terakhir Ramadhan, saya melihat meraka begitu khusuk dengan Tuhannya, sungguh saya melihat bahwa betapa cintanya meraka dengan membaca Al Quran.

Terakhir, tentu saja mereka adalah manusia banyak melakukan kesalahan juga. Saya hanya berbicara apa yang saya ketahui tentu saja. Semoga kita bisa adil, bahkan dari dalam pikiran. Semoga Allah SWT mem-benar-kan  dan mem-baik-kan pilihan saya.
Wallahu alam bisshowab.

Farid
Farid
Farid Septian
Tino

222 thoughts on “BEM UI 2010: Mengapa Farid-Tino?”

  1. cerita akhyar ini bagus sekali, cerita orang yang menyembunyikan luka yang mendalam setelah berbagai aral kehidupan yang dialami.

    akhyar…seharusnya tidak menyerah, menyelesaikan mimpinya di UI, apalagi yang bisa dinikmati oleh anak-anak UI selain perjuangan, atau kompetisi…bersama menyelesaikan impian-impian

    akhyar…jangan menyerah, selesaikanlah mimpi di UI sebelum semuanya usai…

    semangat dek akhyar…atau semuanya tinggal cerita pahit!

    Reply
  2. menurut gw (dari sisi subyektifitas gw) tulisan ini kok berkesan kayak kampanye ya karena menceritakan tentang seseorang yang mendukung satu pasangan calon sekaligus menuliskan segala kelebihan dari pasangan tersebut. . Setau gw (nggak tau gw yang jarang baca, ato gimana) sekarang belum masuk masa kampanye deh. ada tanggapan?

    Reply
  3. Persoalan utamanya adalah mungkin kebanyakan mahasiswa sudah muak dgn ‘rezim’ itu2 aja semenjak dahulu yg ‘menguasai’ BEM UI..

    Beberapa mahasiswa bth perubahan, butuh sesuatu yg fresh.. Karena gw melihatnya ‘rezim’ incumbent tidak mengakomodir semua kelompok mahasiswa, dan cenderung ada agenda partai tertentu di dalamnya..

    Yah kita blak2 aj, ga usah munafik..

    Reply
  4. menanggapi alasan terakhir pd tulisan bung akhyar.

    bukannya kbanyakan anak2 tarbiyah itu memang “utusan2” partai yah?? (sebut saja partai SKP)

    *kaderisasi, kaderisasi, dan kaderisasi,,,*

    ok lahh gw pribadi belum bisa mmbuktikan. tapi “bau” nya itu loh kok kental sekali ya..

    Reply
  5. Bugn Akhyar, kalau Anda hanya mau menceritakan tentang teman Anda Farid-TIno ini, sayang momennya tidak tepat. Tapi kalau Anda mau berkampanye, sebaiknya Anda melakukan kampanye dengan “lebih halus” supaya gak mancing kontroversi seperti ini, hehe…

    Tapi di luar dugaan, cara Akhyar ini justru akan membuat nama Farid-Tino ini terangkat lebih cepat dibanding calon-calon lainnya. Yah, mungkin saudara AKhyar sedang mempraktekkan ilmu psikologinya,,,yaitu bagaimana cara menarik perhatian orang, hehe…

    peace..

    Reply
  6. hmm…klo gw sih mau dia dari latar belakang mana pun, selama dia qualified dan emang bisa nunjukkin kepedulian sama UI, why not?

    ya kita liat aja nanti pas pemira semua kandidat kek gmana…
    kita kan mahasiswa, objektif aja lah…
    jangan terlalu terjebak sama label yang nempel atau stigma yang udah ada.

    cheers ah…
    ^^

    Reply
  7. Saya sih sepakat2 aja dengan ide bung akhyar… kita kudu menempatkan diri seadil2nya jika jadi mahasiswa… Masalah pilihan kan hak masing2 individu dong… masalah pendapat boleh beda, tapi intinya kita pingin ketua bem ui berikutnya tetap menjaga nilai2 kemahasiswaan… So… semua kembali kepada diri kita masing2… Tanpa saling menyalahkan atau men”judge” sesuatu… Thats ALL.

    Reply
  8. saatnya era keterbukaan dakwah, baru beberapa jam katanya diumumkan udah nyebar beritanya kemana-mana, termasuk ke gua,hahaha,

    tapi, dua orang ini emang gua kenal baik, secara personal maupun profesional…
    terus gimana nich calon lainnya ?

    o,iya, satu lagi anak Tarbiyah belum tentu masuk partai kali atau utusan partai, loe tahu gak dulu sempet ada FKP atau PKSwatch sampe sekarang, itu kan anak2 tarbiyah yg agak kecewa sama partai,

    terus yg dibilang akhyar, mereka emang bukan partisan, gak kayak akhyar yang emang kader PKS…

    ideologi yes, tapi, kalo sampe tidak beroposisi, no…

    Reply
  9. ada yg ketinggalan, juga gak semua anak tarbiyah di kampus masuk dalam sebuah tandzhim atau sturuktur dakwah kampus…
    dan baru kali ini gua akuin keputusan MS UI, bagus dan tepat…

    Reply
  10. haduuhhh jadi anak tarbiyah gak boleh pacaran yaaa…
    bolehnya langsung nikah, kek di KCB ahhahahah
    kadang seru juga tuh.. kesana-kemari mencari calon istri bukan suit sana sini cari pacar.. ahahha
    (loh jadi oot gini?)
    trus katanya juga saling melengkapi.. kenapa 22 nya tarbiyah..?? harusnya anak gaol 1, anak tarbiyah 1, jadi kan lengkap kek komposisi presiden dan wapres. militer dan sipil.

    iyaa nih colong start duluan (walopun pendapat pribadi, brarti gw boleh dunk posting ttg gw sendiri)
    hehhehe

    haduuhhh..
    menurut gw, siapa yaah yang pantas untuk menduduki UI 1 dan UI 2 ..?

    yang pasti gw png yg bermasyarakat ke dalam.. yang sering maen ke fakultas2.. menyapa teman2 IKM di fakultas,, bukan hanya menyapa “teman2” seperjuangan ato “teman2” yang ada urusan doank..
    itu soal menyapa, klo mo traktirin kita2 juga boleh x)

    inget waktu nanti kampanye,,
    PAPERLESS, JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN, JANGAN GUNAKAN MEDIA YANG SULIT DI RECYLE ALAM.
    kan katanya UI mo go green..

    ok, sukses buat kita semua (yg pasti gw mah golput drpd salah pilih x)

    Reply
  11. #14. Ah,takut amat..Selama Akhyar bukan TS farid tino yang terdaftar, ini gak bisa disebut kampanye. Paling banter disebut dukungan pribadi..

    Reply
  12. saya rasa kita semua boleh beda pandangan tentang siapa calon ketua BEM UI yang kita harapkan,.
    tapi ya tolong lah saling menghargai dan objektif,.
    lha kan kita mhasiswa, UI lagi..

    Reply
  13. Drpd ngomz hal yg normatif spt objektivitas bla3, gw mau share apa yg gw ketahui tentang pemira bem ui..

    Dari apa yg gw amati, dari tahun 2004 hingga 2008, hanya 2 calon lah yg benar2 ingin mengadakan perubahan, yg terakhir adalah Yudha – HI’05, yg berhasil mencapai selisih 800an suara dbanding pemenang.. Itu adalah prestasi yg luar biasa, mengingat persiapan hanya 3-4 bulan sbelumnya..
    Selebihnya adalah cm ‘boneka’ yg sengaja dimajukan untuk memenuhi minimal 2 calon..

    Jadi bisa dibilang semua itu hanyalah ‘sandiwara demokrasi’ saja! Dan hingga skrg mungkin hanya sedikit yg bernyali dan memiliki modal utk mendobrak ‘rezim incumbent’, mengingat modal utk maju Ketua BEM UI itu sangatlah besar..
    Toh yg dilawan adalah rezim yg bergerak secara sistematis dan mengakar juga memiliki pendukung loyal.. Belum lagi soal panitianya yg dibentuk dr sana2 jg, yahh –‘

    Skrg gw enggak tahu background rival dr pasangan ini, namun gw seh menduga dari itu2 juga..

    So, yasudahlah, ngapain jg diributin!? Toh ini cm sandiwara doang! Haha..
    Kenyataannya adalah it’s all ’bout incumbent regime vs the other 🙂

    Reply
  14. Saya tidak begitu peduli, siapa yang akan menang nanti di pemira BEM UI (dan apakah memang sudah masa kampanye atau belum, karena menurut saya jelas ini adalah bentuk kampanye yang tidak terselubung).
    Saya tidak peduli juga siapa dua orang ini yang sedang dikampanyekan, apakah ia Tarbiyah atau apa pun itu, in fact, saya tidak mengerti apa itu Tarbiyah, bahasa seperti ini tidak menambah nilai di mata pemilih seperti saya.
    Tapi yang saya yakini adalah kita butuh “warna baru” dalam organisasi besar ini, kita butuh gerakan baru yang bisa terasa hingga ke mahasiswa seperti saya, element-element yang tidak peduli dan sudah antipati.
    Melihat tulisan di atas, saya dapat melihat hijau nya pasangan ini, tanpa mengurangi saya hormat, saya bahkan sudah bisa melihat bagaimana nanti BEM UI kedepan.
    Semoga pasangan kandidat lainnya tidak serupa dengan kandidat di atas, at least, tidak berafiliasi terlalu dekat dengan golongan atau partai yang sama.

    Reply
  15. Tenang aja Bung, Pasti jadi ketua BEM apalagi udah ditunjuk ama Majelis Kuasa Mahasiswa UI (istilah gw sendiri) a.k.a Majelis ‘Suci’ S*u*o UI….Karung Goni aja klo udah dapat SK dari Majelis jadi ko ketua BEM ..gosipnya sech gtu…kaya wali aja ya…haha

    apalagi Farid Tino yang gantengya bukan maen ampe di “candid camera ” ama cewe cakep, rada alay sech, tapi okelah…

    hehe..gw jadi iri…incaran cewe..hahaha

    hmm…pribadi gw, semoga rezim Oligarki Inklusif Incumbent segera berakhir, abiz [katanya] Pusgiwa udah kaya DPC *** (isi sendiri nama partainya)

    tapi gw selalu menghargai perjuangan Rezim Incumbent BEM UI bwat MABA dan DEMO2nya… …Bravo!!!

    oya, apakah Rezim Incumbent klo Kampanye bisa seenaknya sendiri ya?…gimana panitia PEMIRA UI…?

    Reply
  16. Mereka anak tarbiyah, sehingga mereka tidak merokok , sehingga kita punya contoh pemimpin mahasiswa yang berperilaku sehat, generasi hijau. Mereka anak tarbiyah , sehingga tidak akan pacaran, sehingga mereka punya waktu yang lebih banyak untuk mengurusi lembaga ketimbang harus bermesra-mesraan dengan gadis tercinta. Mereka anak tarbiyah, sehingga mereka tak perlu diragukan lagi adalah orang-orang yang taat beragama, sungguh hampir di sepuluh malam terakhir Ramadhan, saya melihat meraka begitu khusuk dengan Tuhannya, sungguh saya melihat bahwa betapa cintanya meraka dengan membaca Al Quran.

    hmmmm..kata siapa klo anak tarbiyah ga bakal pacaran? temen gue ada ko yg ttep aja seneng pacaran sembunyi2, krn takut ktauan sama ikhwan atau akwat yg lainn

    komen buat akhyar
    1. kyanya ga ada hubunganny deh, aktivitas pacaran dan merokok, dengan kinerja ketika menjadi pemimpin bem ui. bisa tolong dipaparkan dgn sejelas2nya apa korelasi antara keduanya?

    2. bisa diperlihatkan bukti nyata bawa merea bukan partisan? gw bukan meng-under estimate orang2 tarbiyah, tp gw cukup kecewa klo orang2 tarbiyah membiasakan diri menjadikan calon2 ketua bem yg lain hanya sbg boneka.

    3. ga ada masalah siapapun ketua bemnya, dari golongan manapun mereka, asal ttep bisa mimpin dgn seadil2nya. gw muslim, berjilbab, tp gw ga bisa trima adanya sistem kya gini selama tdk ada jaminan bahwa orang2 musola adalah orang2 yang qualified dan mampu mengakomodir semua kepentingan mahasiswa UI.
    UNTUK UI, BUKAN UNTUK SALAM UI!!!

    Reply
  17. gw jg tidak berafiliasi ama partai tertentu..tapi yg gw liat kayaknya kq pada menyampingkan track record n personality dari 2 org diatas yah n malah sibuk banget ngurusin yg lain…yg gw liat bem ui sekarang program2ny udah cukup bagus& merepresentasikan kepentingan mhssw..udahlah kalo pd g setuju, bikin aja klmpk baru, ajuin calon yg emang terbukti lbh qualified dari 2 org diatas..klw bgus pasti dipilih deh,mhsswa ui kan cerdas2..gtu aj koq repot,

    Reply
  18. @22
    Bukan utk partai tertentu, bkn utk SALAM UI..
    Gw suka bgt sm sikap lo 😉

    @23
    Lo yakin program2ny mengakomodir semua golongan mahasiswa? Cb aj lo terjun n tnya ke akar rumput..
    Bkn mslh qualified atau bkn.. Mslhny yg dihadapi adalah rezim yg sistematis n mengakar, bila mau mendobrak harus kya gt jg.. Toh modal yg digunakan bkn sekedar blasan, tp puluhan jeti!
    Gw udh tw bgt hal itu, krn dulu gw jg sempet brjuang sm tmen2 gw wktu itu, contohnya adalah Yudha HI’05 wktu itu..

    Reply
  19. haduh2, sepertinya forum ini jadi tempat orang2 yg kalah ya???

    sabar lah…
    nanti juga ada waktunya…
    kalo rezim ini tidak bisa melakukan perubahan, ledakan gelombang reformasi pasti akan terjadi juga…

    dan satu lagi, kalo ngomong tentang BEM UI, pake data ya… jangan cuma kata si A atau si B, atau lebih parah lagi asumsi…

    cheers,,
    ^^

    Reply
  20. Tnang bu sabar, ini cm aspirasi mahasiswa saja koq.. Ngapain pula mengadakan penelitian sibuk2 cr data!?
    Toh, gw seh cm cengar cengir aj sm org2 yg bgitu serius menanggapi sandiwara demokrasi di Universitas ini! Hahaha..

    Nyanyi: “Dunia ini panggung sandiwara…… Mengapa kita brsandiwara?? Mengapa kita, bersandiwara??”

    xD

    Reply
  21. mhuahahahahaa.. baca komennya seru juga. hayo, hayoo.. siapa lagi yang mau bikin tulisan serupa untuk kandidat yang lain??

    ttg darimanalah asal ketua BEM UI dari jaman dulu sampe sekarang sih,, menurut gue ga ada yang salah.. wong yang milih juga anak-anak UI. kalo mau data, ya itulah salah satunya, data jumlah pemilih yang ada di panitia pemira. kok repot.

    Tanya kenapa…?

    Reply
  22. Salut gw sama anak2 UI
    mereka dah mulai berani melawan dominasi tarbiyah di organisasi umum kampus,
    di SMA gw dulu ga ada yang berani tuh, makanya OSIS SMA gw dulu identik ama gerakan tarbiyah
    Malah kalo ada non-tarbiyah jadi ketuanya diusahakan biar jadi tarbiyah juga Xixixixi…

    Reply
  23. Kepada Ikhwan Penguasa Kampus

    Kata orang, negeri kami banyak ragam dan toleran
    Tapi mengapa kami tak bisa bersatu

    Kami dilabelkan Cowo
    Anda menyebut diri Ikhwan

    Kami berkreasi,
    Anda bilang kami bermaksiat

    Kami dibilang tidak menjaga pandangan
    Anda berebut memetakan akhwat untuk diperistri

    Kami mengkritik,
    Anda bilang kami memfitnah dan Su’udzon

    Kami dibilang apolitis,
    Anda bergerak sistematis berkuasa tujuh turunan di Kampus

    Kami berkaos oblong
    Anda berjaket, bercelana dan bersepatu gunung, serta bertas tebal siap perang walau matahari di ubun-ubun

    Kami bergaul di kantin
    Anda di Mushola seakan sudah memegang tiket surga

    Kami urungkan berdebat dengan Anda
    Anda sudah siap ayat-ayat dengan tafsir bermacam-macam

    Sekali kami berdebat,
    Anda selalu sinis terhadap pendapat kami seakan kami kafir

    Anda berkuasa di kampus atas mandat kami mahasiswa,
    Tapi Anda hanya takut pada kekuasaan LDK (Lembaga Dakwah Kampus)

    Anda bilang kampus bukan ajang politik,
    Seakan tidak ada yang tahu kalau Anda juga simpatisan partai politik

    Bila ini terus berlangsung,
    Kita tidak akan pernah nyambung

    Lebih baik kita cari solusi membangun negeri
    Tanpa curiga saya cowo, Anda Ikhwan

    Mari bangun negeri ini,
    Tanpa selalu curiga

    Siapa yang mau memulai,
    Anda atau kami

    Reply
  24. Sebenernya kata cowok itu asli baku bahasa Indonesia ga ya?? Orang punya prinsip sendiri ga usah usil ama prinsip orang… 😀
    Lagian kalo sering nongkrong di mesjid artinya kan malah justru takut ga dapet surga ya? Justru yang nongkrong ke mana-mana itu yang kayaknya dah yakin dapet surga makanya ga mo ke mesjid2 lagi… 😆
    Ya memperistri ga perlu sampe jelalatan lebay ke mana-mana kan? 🙂

    Reply
  25. @30
    *hening

    @31
    setiap org emang pnya prinsip sendiri, tp mestiny sbg ketua BEM UI harus merangkul seluruh golongan mahasiswa..
    Bukan eksklusif, dan juga bukan demi kepentingan golongan tertentu..

    Ini bukan soal berbicara soal data atau objektivitas, but its just their aspirations!

    Lama2 mahasiswa jengah jg kali, mungkin itu salah faktor yg membuat mereka apatis..

    Kalo memang aksi2 BEM UI bkn didasari kepentingan tertentu. Lalu kenapa KPK yg jelas2 sdang digembosi mereka tdk byk berkoar..
    Apa krn partai Anu sudah berkoalisi dgn incumbent?
    Hoam..

    Reply
  26. mereka yang menamakan Anak Tarbiyah, dengan Topeng Lembaga Dakwah Kampus dan ditunggangi partai politik…

    We need a change…!!!

    Hi Akhi(khan bukan saudara) Aakhyar, kemana antum(khan g boleh lo gw), hany berani melempar, tak siap dikritik…
    Apa ini yang diajarkan Bapak Bangsa Mu

    haha..
    Wish for a change in UI..

    ttd,
    Pacar Merah Indonesia,
    dlm suratnya kepada anakui.com

    Reply
  27. dari calon taun kemaren aja udah ktauan dananya dari mana…apalagi taun ini…

    bener bgt klo anak tarbiyah bisa ngapain aja kalo kampanye secara panitianya mereka juga…

    farid tino udah kaya sapi ama kebo yang dicucuk idungnya….!!!!!

    Partai Komunis Sedunia..!!!

    apa bedanya tu partai ama NII..???

    Reply
  28. Hayo sok lah.. Masa gw udh brakhir, dan seenggakny gw dan teman2 udh melakukan ‘perlawanan’..
    Skrg masa kalian lah yg berjuang! Hahaha..

    Maju, Terjang, dan Dobrak Tirani!!

    (Menggebu2 Mode: ON FIRE)

    xP

    Reply
  29. Terus apa hubungannya yang gw sebutin di atas dengan eksklusivitas?
    Apa hubungannya kesalehan dengan “tidak bisa merangkul golongan lain”? Apakah seorang pemimpin harus jadi bejat baru bisa berdiri di atas semua kalangan? 🙂

    Kenapa mereka yang diidentifikasi sebagai anak gaul ga menang2 padahal kan “katanya” “mayoritas” yang dizolimi? Toh, Ketua BEM FISIP yang sekarang aja ga ada hubungannya sama sekali dengan mesjid, anak Takor malah. Ato mayorisitas kalian hanyalah ilusi belaka dari yang ngerasa bahwa “eksis”-tensi seseorang itu sangat penting sehingga kadang2 ngerasa bahwa eksis menunjukkan bahwa dirinya itu didukung banyak orang, gitu? 😆

    Oh ya, gw nyebut “gw” bukan “ane”
    Heheheh..

    Reply
  30. kalo dah pemira begini pasti bawaannya panas mulu deh…..
    klo bwt gw sendiri sich gak masalah siapa aja yang maju,,,
    dan gw bingungin sampai saat ini kenapa selalu menyalahkan satu golongan itu sih,,,,
    toh selama ini pemira membuka peluang sebesar-besarnya kepada siapa aja untuk maju,,,,
    tapi kenyataannya gak banyak juga yang maju,,,,
    so,,,,kalo mau nantangin mereka kenapa gak bertindak dengan berani,,,,
    gw mau liat juga siapa sih yang berani nantangin mereka,,,,biar pemira kali ini lebih seru,,,,
    dan menurut gw anak ui juga bisa menila mana yang qualified dan enggak,,,

    Reply
  31. Ketua BEM FISIP? Oh itu gw ga ngikutin lg, toh ntar jg brusaha direbut lg sm tarbiyah! Haha..

    Trus knp lo bkin jd bkin stigma di luar tarbiyah = bejat?
    bukankah itu menunjukkan kejumudan pandangan lo?

    Open ur eyes cuy.. Ato mungkin elo yg hidup dlm ilusi? Lo kira pemira kali ini bkn ilusi? Lo pikir cara2 anak tarbiyah ga kotor?
    Toh mreka lakuin black campaign jg..

    Reply
  32. temen-temen yang berstigma negatif pada tarbiyah sudahkah mencoba untuk melihatnya dari dalam?
    rasakan….dalami…baru komentar…
    jangan hanya katanya…katanya…

    Reply
  33. Quote “Mereka anak tarbiyah, sehingga mereka tidak merokok , sehingga kita punya contoh pemimpin mahasiswa yang berperilaku sehat, generasi hijau. Mereka anak tarbiyah , sehingga tidak akan pacaran, sehingga mereka punya waktu yang lebih banyak untuk mengurusi lembaga ketimbang harus bermesra-mesraan dengan gadis tercinta. Mereka anak tarbiyah, sehingga mereka tak perlu diragukan lagi adalah orang-orang yang taat beragama, sungguh hampir di sepuluh malam terakhir Ramadhan, saya melihat meraka begitu khusuk dengan Tuhannya, sungguh saya melihat bahwa betapa cintanya meraka dengan membaca Al Quran.”

    Tulisan ini yang memancing komen-komen negatif, walaupun tertulis jelas klo mereka anak tarbiyah, jadi apakah yang selain tarbiyah juga tidak pantas memimpin BEMUI? masih perlu diperdebatkan. Silahkan

    Reply
  34. lebih penting ngomongin BOPB,, buat jualan calon ketua bem baru yaaa. yang kata ny PAHLAWAN BOPB karena mau dikenai sanksi dari rektorat itu ??
    hahahaha

    Reply
  35. @41 : bales ketawa aja ah…hahaahaaa,,,,
    kenapa emang di???
    salah ya kalo mereka memperjuangkan bopb,,,
    siapa pun dia gw bakal dukung kalo dia meng memperjuangkan bopb,,,,
    ya mungkin buat lo yang hidup dah bergelimang harta gak masalah sama bopb,,,
    tapi buat orang yang kesulitan mungkin ini masalah
    dan mungkin elo sendiri jangan-jangan gak tau masalah bopb lagi,,,,
    hidup pahlawan BOPB!!!

    Reply
  36. yang nulis KABUR !!! xixixi apa pake nick lain ..?
    tp gpp anakui.com jd rame lg setelah lebaran hohoho
    (k’ilman kecipratan untung nya, page rank nya naik euy)

    haduh,, tarbiyah, anak kantin, ane, akhi, ukhti, partai eskape, NII lah di bawa2.. heihie

    gw bilang juga apa, klo mau pas di mix ajah..
    yang 1 tarbiyah biar sejalan dengan ajaran agama (gak ada salahnya kan klo kita taat ama agama msg2) yang 1 lg golongan heterogen yang bisa merangkul semua.

    komposisi nya kek pemilu
    mega (sipil) & prabowo (militer)
    sby (militer) & budiono (sipil)
    JK (sipil) & wiranto (militer)

    si X (tarbiyah) & si Y (anak kantin)
    pas kan, saling mengisi, saling melengkapi.. tapi kadang2 anak kiri dan anak kanan jarang akrab bgt siiiee… jarang yang akrab untuk saling mengatur strategi membawa UI kejalan yg lebih baik.. hohoho
    jadi yaaa yg kiri maen ama yg kiri, yg kanan juga maen ajah yg kanan..

    gw mahh tetepp… GOLPUT ahahaha

    Reply
  37. OOT: bung terrow, kayaknya gondok banget ya sama jamaah itu… perasaan kalo gw ga salah lu pernah join di BEM UI juga, zamannya bang dika, bidang P&K, benar tidak ya??? mohon konfirmasi
    ^^
    btw, kata syapa BEM UI ga bahas isu KPK???
    sekali lagi, bicara pake data.

    buat smua,
    gw mau tanya, sebagai orang kecil di UI, emang ada yg salah dengan proses pemira selama ini ya??? adakah penyalahgunaan prosedur??
    kalo ada ungkapkan, kalo ngga ada, jangan memfitnah… pamali…

    cheers
    ^^

    Reply
  38. @sabar
    Yaa dibahas, tp ga segembor2 smpe aksi mahasiswa besar2an kn? Aksi jg pake duit laah, mang syp yg mw bayarin?hahaha..

    Engga ada kq yg salah dgn pemira secara formal.. Tp sekali lg kita jgn hdp dlm ilusi, toh itu cm ilusi demokrasi kebanyakannya.. Hal yg udh sering gw ungkapin di atas..

    Bukan soal memfitnah, gw nulis kya gini utk share bwt menyadarkan semua aj kondisi perpolitikan kampus yg gw ketahui.. Jgn mau dibego2in! Minimal kita msti ngeh politik, jgn organisasi doang..
    Contohny aj mslh aksi.. Kita ga tau aksi itu atas dasar kepentingan apa, atau jgn kepentingan partai anu dan dibiayai mereka!? Jgn mau cape2 di lapangan toh pd hakikatny cm jd ‘alat politik’!!

    Akademis bkn cm masalah penelitian dan data, tp jg masalah BERPIKIR KRITIS!

    Reply
  39. Hehe,bener kan..Nama Farid-Tino terangkat lebih cepat dibanding calon lain. Temen gw aja ada yang mulai nanya2 siapa dua orang itu..

    Saran gw untuk Akhyar, Farid-Tino jangan muncul hingga hari-H. Buat anak2 UI penasaran dolo. Hahahaha, huachim!

    Reply
  40. Oh,iya, Akhyar..
    Menurut gw lo terlalu cepet ngambil kesimpulan kalo bilang orang yang sering ke mushola,rajin shalat dll itu adalah orang baik. Luar dan dalam belom tentu sama..

    Reply
  41. eh sorry ya, bukannya mau ngarahin ke pahlawan BOP,
    fair2an aja lah, klo masalah itu
    calon yang lain juga anak bemui, juga ngalamin dan berjuan buat BOP B itu,,
    tukan gw jadi kejebak??

    gw cuma sedih aja, giliran postingan kayak gini aja perhatiannya tu gedeeeeee banget
    tapi buat hal2 yang menyangkut kepentingan adik2 kita, dan krusial,
    ga akan ngasih perhatian kan klo yang ga ngalamin langsung,,
    hfff

    Reply
  42. waaaah,temen2 kepikiran gak kalo topik yg ditulis akhyar ini dan semua hujatan ataupun kritikan pedas teman2 terhadapnya merupakan salah satu cara politik untuk mendapatkan suara nantinya..
    inget waktu SBY di benci bgt ama megawati sampe2 17 agustus dy ga diundang ke istana??
    apa yg terjadi?
    rakyat menjadi simpati..
    begitu pun kali ini..aromanya gak beda2 jauh..

    Reply
  43. #46: yah miriplah sama capres yang kalah kemaren. Bilangnya dicuranginlah, ga adil, ada upaya sistematis untuk pemenangan calon tertentu. Orang emang ga didukung ama rakyat, ngerasa didukung banyak rakyat Pas disuruh buktiin melempem, yang ada malah kayak maksain. Yang ini lebih parah lagi, dah jelas2 bilang ada kecurangan, eh di bawahnya malah ngeles. Wakakakakak. Maaf kalo ada kata2 yang tersinggung terutama buat yang ngerasa ya :Peace: 😀

    Reply
  44. Gini loh, klarifikasi.. Pihak yg kalah jg enggak trlalu mempermasalahkan kecurangan2, mungkin lo kesanny nangkep kya gt..

    Tp emang kalah y kalah aj.. Toh klo mw menangin pihak incumbent itu mesti dpersiapkan 1thn sbelumny.. Klo engga seh ke laut aje!
    Scara lo bs perhatiin jaringan pengkaderan partai anu itu emang sistematis, dgn pendukung yg loyal.. Dan bs lo perhatikan sistem sel nya bahkan rada meniru pengkaderan PKI zaman dulu..

    Nah permasalahan utama saat ini adalah mahasiswa bth perubahan! Ga ush jauh2, liat aj beberapa komentar di atas..

    Reply
  45. @bung terrow: perubahan apa yg diharapkan??? hati2 lho, kalo pake istilah mahasiswa,, mahasiswa yg mana dulu nih???
    =D

    cheers
    ^^

    Reply
  46. gua sih ikut aja deh…
    siapa ketuanya blum terlalu berpengaruh sama
    GUA!!!!

    btw si FARID di foto sapa siapa tuh?

    Reply
  47. @sabar
    umm, halloow..
    Kmana aj bu?
    Membuat rumit hal yg simpel..
    Perubahan dr dominasi tarbiyah lah..
    Dari siapa? Mahasiswa yg ingin perubahan itu di luar tarbiyah! Yg mana? Contohny beberapa yg komen di atas aj..

    Is that clear??

    Reply
  48. gw jadi bingung ngeliat postingan ini.. jadinya kayak debat kusir.. ga ada yang bisa ngerti satu sama lain karena emang 2 pandangan yang beda.. gw mah cuma cengar-cengir,, karena emang ga peduli,, karena emang ga ngaruh sama gw..

    *crliquid : Fotonya farid sama siapa tuh?? calon istri? hahahahaha

    Reply
  49. @kambing: wah klo itu saya ga mau komentar
    yang jelas farid banyak idola, nah yg blur2 itu salah satu fans-nya wkwkwkwk

    @ TS: wah tu foto gua tuh, si farid make foto ini buat kampanye….. bayar royalti rid

    Reply
  50. menarik, tapi yang pasti maju terus buat tmn2 yang ingin memperjuangkan kebenaran dan keadilan, yang tidak takut melawan kedzaliman.

    Reply
  51. satu hal yang pasti: Yang memenangkan pemira UI (baca: jadi ketua BEM) adalah yang paling banyak dipilih voter, yang notabene ya mahasiswa UI

    lu mau perubahan dari dominasi tarbiyah? ya udah, majuin calon, bikin program dan strategi kampanye yang lebih bagus biar mayoritas anak UI (yang pinter2 ini) tertarik dan vote for your candidate. jangan cuman nyerang calon tarbiyah doang. bisa2 jadi reverse psychology.

    omong2, Terow, kemane aja lu?

    Reply
  52. dari pada ribut mikirin siapa yg maju
    mending ngomentarin fotonya AKI FARID

    RID, yang jadi ibu negara siapa nanti….????

    Reply
  53. Banyak anak UI yang gak peduli sama BEM UI.
    Karena emang BEM UI nya dirasakan gak peduli sama mereka.
    cuma seru sendiri aja, autis sendirian di pusgiwa.
    kreatif hanya dengan sesama.

    jadi pas pemira gini, ya mereka banyak yang gak milih. karena emang udah males sama BEMnya, yang gitu-gitu aja.
    otomatis yang milih yah yang sesama jaringannya aja a.k.a what you called tarbiyah…
    jadi deh kandidat dari jaringan ini yang menang.

    Itu dulu,
    berikutnya, liat dulu nanti…
    tapi kalo yang menang adalah dari ‘kelompok’ yang sama dg sebelum2nya, itu artinya emang banyak anak UI yang udah benar2 muak dengan politik kampus ini. Mereka gak peduli, siapa kek yang menang. Gak ngaruh.

    BEM UI dominasi ‘tarbiyah’ –> banyak anak UI yang bukan ‘tarbiyah’ jadi pada males –> mereka jadi gak mo milih pas pemira, karena udah bodo amat –> yang milih pas pemira kebanyakan rekan2 ‘tarbiyah’ lagi –> menang lagi deh pasangan kandidat dari rekan2 ‘tarbiyah’

    Hehe, jelas ini cuma pendapat tanpa penelitian. Hipotesa yg cuma dari pemikiran lewat doang.

    Reply
  54. hmmm celaan yang tidak cerdas dari sebagian komen-komen di atas justru malah bisa ngedongkrak suara dari Farid-Tino,, coz orang kita tu dari dulu demennya milih orang yang terdzalimi.

    Btw gw pribadi sebenarnya rada ga setuju klo tulisan yang cukup tendensius mengarah ke satu pihak ini dipublish. Alangkah lebih baik jika yang dipublish itu visi misi dan program mereka untuk BEM UI.

    Reply
  55. @rifa
    aih, gw suka kata2 lo!hehe..
    Bner, itulah yg mendekati kebenaran mengapa mahasiswa2 jd apatis gt, menurut pendapat gw..

    @danar
    Gw rasa reverse psychology cm brlaku sm org awam aj dh, hehe.. Mereka mahasiswa gt, yg secara intelektual pasti sudah ckp mapan 😉

    Reply
  56. yang secara intelektual lebih mapan juga masih milih anak2 tarbiyah tuh. berarti tarbiyah lebih ok? apa iya mayoritas mahasiswa UI pro tarbiyah yang bakal ikutan apa kata majelis syuro UI, termasuk yang cuma simpatisan?

    kalo kasus yang dibilang masbro Rifa sih bisa dibilang logis. Tapi bukannya di FISIP terjadi sebaliknya? calonnya tarbiyah malahan enggak menang.

    Reply
  57. Hmm, gw ga tau apa yg trjadi di fisip seh, jd ga komen byk.. Tp liat aj lah komposisi mahasiswa mreka, bs dibilang fisip itu gudang anak gaul kn!?
    Scara market aj udh potensial bgt buat pemilih non tarbiyah..

    Beda hal nya klo di Segitiga Bermuda (baca: FKM, FIK, n MIPA), nah, klo di sana br msti banting tulang!wkwk..

    Klo tingkatan UI, untuk pemilih loyal tarbiyah aj udh ribuan mungkin orgnya.. Nah tugas berat calon non tarbiyah lah yg msti meraup massa mengambang melebih pemilih loyal tsb..

    Yah susah jg seh, mstiny dipersiapkan scara matang dr setahun sbelumnya, scara kbykn pemilih non tarbiyah itu udh apatis.. Dan jg inget, msti ngusahain menjadi panitia pemira jg..
    Belum lagi modal yg msti dipersiapkan..

    Masalah modal bwt incumbent seh gampang, cm mungkin msti dpt acc dr Majelis Syuro dulu, mangkany g sembarang org mreka bs maju,wkwk

    Reply
  58. hey you Terow.. what thats mean “Segitiga Bermuda” ???

    sori yeee.. gw FKM tp bukan Tarbiyah.. taun kemaren jd CM yg bukan tarbiyah (kalah sih). heheheh taun ini juga isu nya yang maju juga tarbiyah di FKM

    tapi kami (bukan tarbiyah ) di FKM masih bisa eksis tanpa harus tersingkirkan. kalo waktunya adzan yaaa sholat si mushola, kalo waktu nya makan siang yaaa makan di kantin

    ok Terow…

    Reply
  59. BEM UI dominasi ‘tarbiyah’ –> banyak anak UI yang bukan ‘tarbiyah’ jadi pada males –> mereka jadi gak mo milih pas pemira, karena udah bodo amat –> yang milih pas pemira kebanyakan rekan2 ‘tarbiyah’ lagi –> menang lagi deh pasangan kandidat dari rekan2 ‘tarbiyah’

    hmm hmm hmm… yang saya lihat sih emang yang berminat pada politik kampus anak-anak tarbiyah dan yang saya lihat juga di luar golongan itu kebanyakan bodo amat. bodo amat bukan karena apatis atas kekuatan dan dominasi anak tarbiyah, tapi karena emang gak peduli dari sononya… enakan juga nongkrong ma main dari pada pusing jadi aktivis…

    Reply
  60. Hehehe.. Iya bro, gw jg tau ada beberapa pasti yg bkn tarbiyah.. Tp emang 3 fakultas itu trkenal jd kantung suara utama tarbiyah, hoho..

    Dulu sempet heboh kq di FKM, pertentangan anak kantin n musholla gt, kira2 tahun brp yah, 2007 kyanya..

    Reply
  61. iyeh waktu jaman gw maba.. ahhahahah..

    tp sudahlah jgn diperbedatkan, sbnernya akat masalah bukan krn anak musola >< anak kantin

    tp krn hal lain, tp merembet2 kesitu2 dehh

    (rahasia keluarga ;p

    Reply
  62. #73 Gw suka kata2 lo!
    Yang sering ikutan lomba2 keluar UI kok kayaknya banyakan anak tarbiyah juga ya… or at least bukan anak2 “gaul” gitu lah…
    Apa ikutan lomba kayak gitu ada campur tangan Majelis Syuro juga? Wkwkwkwk 😆

    Reply
  63. @All: daripada menyalahkan tarbiyah…mending mencalonkan orang-orang lain, bertarung dalam politik

    @Rifa: ya lw donk yang majuin calon, jgn hanya ngdumel aja . . .

    @Danar: yah… kan tgantung siapa yg nulis… ini situs bebas, jadi admin memasukkan apapun isinya, skrang tgantung siapa yg mau buat tandingan dari tulisan ini

    @All: Apa sih definisi dari tarbiyah??? klo gua sering shlat gan ngobrol2 sama anak-anak yang rajin-berada dimushalo apa gua dibilang tarbiyah

    – Apa klo gua milih orang tarbiyah gua dibilang orang tarbiyah???

    – Apa klo gua sering nonkrong di kantin, slasar, dimana ke yang seru, dan ngomentarin pakaian yang seksi dan aneh gua dibilang anak yang Non-Tarbiyah???

    – KOnsep yg aneh dan menjadi sebuah pertentangan, yang intinya hanya menimbulkan kebencian tanpa melakukan suatu tindakan….
    Talk Only….

    Reply
  64. @crliquid
    karakteristik tarbiyah kn udh djelasin sm bung akhyar di postinganny, hehe..
    Toh sbnrny memahami dgn stigma tarbiyah – non tarbiyah itu krng tepat jg, krn msh byk lg golongan atau kelompok mhsiswa di UI.. Ada anak gaul, anak olahraga, keagamaan lain, anak perpus, anak kupu2, dll..

    Iyah, slh satu mxd gw manas2in gini ada yg berani maju jg dr mahasiswa2 skrg.. Syp yg niat dan berani maju..
    Tp toh bukan utk pemira skrg, percuma! Buang2 duit ajah! Haha..

    Reply
  65. gw coba memposisikan diri jadi orang awam ya…
    (BAYANGIN KLO LW ITU ANAK2 UI KEBANYAKAN)

    ———-

    milih anak Sala*m lagi?
    bosen juga sih, dah 2 kepengurusan gitu2 aja..

    mlih anak gaul?
    wah kemungkinan ga benernya juga gede nih…

    milih anak nasionalis?
    ogah gw jadi partisipan partai2 besar ga jelas itu…

    soo…
    klo ga cari aman milih anak2 poros salam-psdms, golput aja daaaah…

    ________________

    kecuali ada anak ideologi yang fresh dan jago orasi, kan kesannya mulia dan anak muda banget tu… dibanding status quo yang 2 tahun belakang ini.. 🙂

    Reply
  66. hhaiiiihhhhh –;

    kalau orang-orang yang ingin berbuat baik demi mengharap ridho Allah kalian sebut budak partai, saya rela kok disebut budak partai.

    kalo orang-orang yang sukanya ke mushola dan kalian sebut sinis sebagai orang tarbiyah, saya rela kok disebut orang tarbiyah.

    satu lagi,
    kalo orang-orang yang membela diri di palestina sana kalian sebut teroris, saya rela kok disebut teroris.

    terserah apa kata kalian, saya cuma mempertahankan apa yang saya anggap bener..

    terserah apa kata manusia. dont care.

    ~isunya jadi sensitif begini ^^:

    Reply
  67. @vari,

    ya,
    lw pikir mereka 2 tahun kebelakang ini dah ngasih sesuatu yang bagus belum,
    (ok, gw sepakat mereka orang-orang bagus)

    lw paksa mereka dong,
    biar juga menghasilkan sesuatu yang bagus…

    Reply
  68. kalau anak tarbiyah bisa ampe selama ini, bukannya berarti mereka bagus, kalau ngak bagus ngak mungkin lah bisa ampe bertahun2 mimpin ui,

    kalau ketua BEM tukang maen cewek,ngerokok,jarang solat siapa yang mau milih lagi, mending gw pilih itu anak2 mushola

    gw anak FT , da jargon yang selalu dipegang ma nak FT, ngak cuma kritis doang, tapi KONKRIT donk.

    lu bilang mau ngerubah dari dominasi sekarang tapi kluar duit aja lu males apa lagi lu mau ngorbanin yang laen,

    lu mang mau ngubah ui jadi gimana?
    knapa lu benci ma anak tarbiyah?gw liat ngak da masalah,,gw pikir sikap mereka di FT lumayan baik..

    kalau lu maju, emang anak2 yang lu bilang apatis sama pemira itu pada mau milih lu?

    kalau ngomong pake data en bukti ,buktiin selentingan2 yang lu bilang.

    mang bagus lu apa sih,biasanya cuma orang yang isinya jelek yang suka ngejelek2in

    KONKRIT BUNG

    Reply
  69. Eh cuy, lo pkr usaha gw sm tmen2 gw dulu ga konkrit?
    Seenggakny gw udh brusaha..

    Skrg masalah kemahasiswaan bkn urusan gw lagi: Real Life..

    klo lo jg bkn sampah, lo maju aj sono, minimal tmen2 lo..

    Reply
  70. @ Terow
    temen2 lu yang mana? konkritnya siapa? sebut nama! jangan cuman asal sebut doang, biar bisa dicrosscheck sama orang yang bersangkutan. kalo cuman bilang ‘gw sama temen2 gw’ itu mah orang tolol yang gak sekolah juga bisa.

    real life? ya udah urus aja real life lu. biar mahasiswa sekarang aja yang bertarung di sini. ini udah bukan jaman lu lagi.

    udah cukup banyak barisan sakit hati yang cuma bisa koar2 di UI tanpa lu harus nambah2in lagi.

    Reply
  71. lagian jaringannya si Terow juga kalah mulu sama nak2 tarbiyah, itu jg kalo beneran ada jaringannya hehehe

    Reply
  72. gw ga usaha, adem ayem aja. gua kuliah, bukan nyampah. apa lu pikir kuliah itu nyampah?

    gw non partisan, bukan tipikal orang yang mencak2 sinis sama anak tarbiyah dan ketika kalah bertarung masih mencak2, kayak mental politisi Indonesia aja.

    Reply
  73. karena yang dipromosikan oleh saudara ahyar berasal dari tarbiyag ya idealnya juga program atau keputusan yang diambil oleh BEM UI (kalau mereka menang) akan disetir oleh tarbiyah, jadinya idealisme mahasiswa digantikan dong dengan fatwa tarbiyah. Menurut gw BEM UI hanya bermanfaat untuk sebagian orang khususnya golongan hijau untuk non hijau tidak ada gunanya. oh ya untuk ahyar setau gw peristiwa 98 tuh yang bergerak KBUI bukan BEM/Senat karena BEM/Senat itu cuma banci yang disetir oleh oknum lain

    Reply
  74. Hoiy Akhyar!!!
    POrofesional apaan?
    klo mau tau profesional atau nggak tu Anak Polkum BEm UI yang berhak ngomong, bukan Akhyar..

    profesionalkah, ketika Farid ga dateng Teklap di UNJ, padahal dia masih menjabat sebagai KADEP POLKUM Bem UI?
    dan tidak mendelegasikannya pada siapapun, ataupun mengkomunikasikannya dengan Departemen terkait.
    Ga ngurus muatan aksi hari ini,
    sampe yang bikin muatan tu akhirnya cewe, dan sampe malem, dan Farid malah ninggalin gitu aja.
    mau kumpul tim sukses kali..

    OKelah dia dah ga Fokus, tapi disposisin tugas yang bener dunk!
    Ninggalin Polkum tapi Polkumnya ga siap ditinggal.
    Gimana jadi ketua BEM UI??

    dan serius, klo mau tau mereka profesional atau nggak, tanya ke anak buahnya
    gimana kinerja mereka selama ini..
    mereka yang paling berhak buat menentukan profesional atau nggak

    klo kayak gini si gw ga heran klo sampe anak buahnya Farid malah ngedukung calon lain..

    Reply
  75. Wah parah tu dah bawa2 Noordin,

    ~makin mantep milih tarbiyah melihat kualitas non-tarbiyah di sini
    ~sapa yang mau Ketua BEM-nya ga bermoral??

    Reply
  76. sory kalau komen gw kasar, sory banget….

    @terow, sory banget gw orang awam ngak ngerti pergerakan kampus, biasalah nak FT,males kluar2

    komen gw sebenernya ngak langsung tertuju ke elu.

    udah lahh ,capek gw lu pada berantem mulu,

    mau komen ampe berbusa juga ngak bakal jadi diskusi yang sehat…..

    lu di kampus,kebebasan lu buat dipilih en memilih kan dijamin ..

    .lu mau jadi apatis,komunis,atau apalah terserah yang penting kuliah yang bener

    kontribusi lu selepas kampus harus lebih besar daripada kontribusi lu di kampus,, setuju ngak lu pada

    Reply
  77. @solihin teknik :

    apa sih yang lu tau tentang idealisme mahasiswa,
    mang lu ngerti apa artinya apa.

    mang lu dah pernah ikut brapa kali aksi,
    pas ppam di teknik di larang mang yang lu lakuin apa

    pas bobp bermasalah tindakan lu apa?

    mang idealisme lu apa ,,,

    mang idealisme mahasiswa apa

    Reply
  78. Yes gw ngisi komen yang ke-100!!!!

    Ayo temen2 semua jangan hanya teriak ga jelas,, kasih kontribusilw buat kampus dan negara ini.

    Ga usah ribet2 minimal lw ga buang sampah sembarangan aja udah termasuk bagus, apalagi jika lw ikut turun dalam membantu sesama mahasiswa atau sesama warga yang mengalami masalah. Insya Allah akan dibalas dengan setimpal-timpalnya oleh Allah SWT

    Reply
  79. hmm.. panas banget nih kayaknya.. @ terow: hey,kamu yang diatas.. “segitiga bermuda” (fkm,fik,fmipa).. maksud lo? w jg anak fik kali,dan coba lw tanya ke anak2 fak laen (sori nih) ttg anak2 fik.. pasti pda bilang anak fik tuh anak baik..kenapa w mengkritisi pemikiran lw? karena w cuma ga mau,kampus tempat w kuliah untuk menjadi seorang perawat profesional “diejek” sama orang yang ga tau apa2 ttg fik.. w tanya,berapa kali lw udah masuk kedalam kampus fik? seringkah? enggak kan?! makanya jangan suka menilai sesuatu dari luarnya doank.. apa namanya kalo bukan seorang pembohong? sekedar tambahan,ga semua anak fik tarbiyah juga kali.. objektiflah.. pake data.. jangan cuma katanya-katanya doank.. ngakunya mahasiswa.. (buat adminnya,sori yah w agak keluar jalur.. hehe)

    Reply
  80. @ terow: lw kan udah lulus ya dan katanya kontribusi lw in real life.. trus kenapa masih suka nyampurin urusan mahasiswa ui? lw kan bukan mahasiswa lagi.. lagian,lw tau apa hahh ttg pergerakan mahasiswa di ui sekarang? ngatain orang sampah,padahal mungkin lw sendiri yang pada akhirnya jd sampah masyarakat?! cuma bilang katanya-katanya.. pernah jd mahasiswa ga sih lw? upss,padahal lw kan ex.anak p

    Reply
  81. kenapa harus membawa bawa tarbiyah ?
    kenapa tidak menuliskan yang lebih baik ?

    kenapa harus menuliskan kata-kata ganteng ?
    kenapa todak menuliskan kualitas lainnya yang lebih baik .

    kenapa banyak yang mengomentari soal colong strat kampanye ?
    karena memang situasinya tidak pas .

    biarlah dia yang berada diatas yang benar dipilih untuk memimpin .
    yang menyuarakan nurani mahasiswa .
    yang memikirkan BOPB mahasiswa .
    yang siap terjaga kapanpun untuk mahasiswa .
    yang tak kenal lelah meng”kudeta” pemimpin yang dzolim .
    yang benar-benar amanaha bukan haus kekuasaan .

    @Farid Septian : Semangat selalu . dukungan tak harus dicari dengan cara yang seperti ini . jika memang berkualitas pasti akan ada jalan .

    INGET UI GO GREEN YAH !

    Reply
  82. justru yg gw suka adalah kontribusi alumni (dlm bentuk pendapat / tindakan) yang masih mau bergerak di UI.

    daripada ehh dripada..
    di angkatan pertama dia aktif
    di angkatan kedua dia makin aktif
    di angkatan ketiga dia aktif bgt
    di angkatan keempat udh apatis
    di angkatan kelima just can say good bye
    (liat topik sebelumnya “metamorfosis mahasiswa” kalo gak salah judulnya)

    kadang yaaa itu dia, aneh… dulu ajah jadi macan podium, pas lulus entah kemana batang hidung nya.. gak lagi-lagi kritik pemerintah, gak lagi-lagi kritik rektorat.. katanya sih alesannya estafet tonggak pergerakan, katanya sih kaderisasi hehehe

    buktinya mereka-mereka yang udh jadi karyawan, udh jadi pengusaha, udh jadi org2 hebat.. mana mau turun ke jalan lagi untuk mengkritik pemrintahan, minimal mengkritik rektorat heheheh

    yaaaa itu lah metamorfosisnya..
    kek skrg nih… kampanye png dpt UI 1 & UI 2, liat ajah 2 / 3 taun lagi… masih muncul gak batang idung nya di UI, sekedar berkontribusi kegiatan2 UI ..?

    Reply
  83. mengkritisinya dgn cara apa? kalo cuma dgn cara katanya2 aja dan ga ada bukti nyata yg Konkrit.. ga mempan cuy..kalo cuma keegoisan semata,menganggap dirinya paling benar tanpa melakukan suatu yg pasti..apa namanya?! cuma bisa ngomong tanpa berbuat.. kayak mental politisi zaman sekarang..

    Reply
  84. kekalahan tarbiyah sudah jelas terlihat dari tahun lalu..keliatan kan dari jumlah golput yang terus naek…??kalo lu mw keadaan ini berubah..makanya majelis syuro lu kalo milih calon yang bener..!!!jgan cuma gara2 mereka orang2 lu duanx..!!!
    gw yakin pergerakan ui akan mati sebentar lagi kalo masih ada sistem politik kaya gini..!!!

    Reply
  85. pergerakan di ui ga akan mati selama masih ada orang atau sekumpulan orang yang senantiasa berjuang untuk kepentingan ui dan bangsa ini.. orang2 yg mencintai bangsanya lebih dari mereka mencintai diri mereka sendiri.. orang2 yg senantiasa berkorban demi bangsa dan negaranya,walaupun berarti mereka harus mengorbankan diri mereka.. selama masih ada orang2 yg terus bertindak untuk kepentingan bangsanya.. bukan sekedar orang yg hanya mengkritik orang lain tanpa memberi solusi yang nyata.. bukan cuma seorang pengecut yang hanya bisa bicara.. selama masih ada orang2 seperti itu,,selamanya pergerakan di ui ga akan pernah mati..!!

    Reply
  86. heahahaha,,, makin lama makin seru.. dari mulai akhyar, farid, tarbiyah,, sampe2 menyinggung masalah fakultas..
    @ terow : kayanya emang elo deh yang paling sinis dan jadi profokator dalam forum ini.. stress lo ya abis kalah. hahahaha

    Reply
  87. emang dia tuh yg paling sinis.. bilang kalo proker bem ui ga mengakar lah.. padahal dulunya,dia anak bem ui juga.. artinya proker yg dia buat dahulu juga ga mengakar donk?! tanya kenapa?! jawab aja sendiri.. hoho.. ngatain bem ui padahal dia pernah ada dan bergerak didalamnya.. sungguh miris.. hati2 ntar mengalami gangguan psikososial loch.. haha

    Reply
  88. Kalo emang BEM dipimpin anak tarbiyah, trus kenapa? Toh mereka dipilih oleh mahasiswa dan berarti mereka dipercayai oleh mahasiswa, makanya dipilih.
    Tapi koq ada juga yang ngeraguin masalah PEMIRA? Emang ada masalah apa dengan PEMIRA? Ga ada kecurangan kan?

    Makanya bung, kalo tahun lalu calonnya kalah, ya berbesar hati dong. Jangan cuma nyalah-nyalahin orang dan menutup mata, kalo orang yang disalahin itu ternyata punya konstribusi buat mahasiswa….

    Reply
  89. Kayanya ‘ada orang’ yang bersemangat banget buat meruntuhkan rezim ini… Rezim apa sih?
    Kalo emang g suka, ngomong… elo g suka apa.
    Emang kalo anak tarbiyah jadi ketua BEM, berarti anggota BEM nya ga boleh merokok, pacaran, harus pake jilbab de el el?
    Kalo elo nyari pemimpin yang sempurna, sampe ke ujung dunia pun ga bakal ketemu. Atau ‘sang provokarator’ (tau lah siapa..) ini merasa telah menjadi manusia yang sempurna sehingga berhak menyalahkan orang lain tanpa bukti dan data yang jelas???

    Reply
  90. He he… tapi lucu juga yah, dengan konteks ‘Segitiga Bermuda’… Jangan-jangan bung Terow secara tidak langsung mengartikan anak2 ‘penghuni segitiga bermuda’ sebagai dajjal ya???

    (Psst… Berarti saya termasuk dong? Tersinggung nih…)

    Reply
  91. gw anak MIPA…
    pesantren UI katanya…
    jaman skarang, udah ga model gontok2an gini…
    saatnya bersatu menebar kebaikan…

    Reply
  92. berkali-kali udah ada yang mempertanyakan ‘kalo anak tarbiyah yang dipilih mayoritas mahasiswa ui untuk memimpin emang kenapa?’

    @terow
    saya mau tanya kenapa mas terow amat sangat benci sekali dengan tarbiyah? setiap mahasiswa punya kecenderungan ideologi tertentu, termasuk mas terow (ngaku aja), dan kalo mas terow atau calon yang pernah diusung mas terow memimpin BEM UI pasti akan ada pihak2 yang merasa tidak terangkul juga,, jika sampai sekarang anak2 tarbiyah masih dipilih mahasiswa ui untuk memimpin BEM UI, artinya memang anak2 tarbiyah masih dianggap paling bisa merangkul mahasiswa2 UI, dan terima saja memang kenyataannya seperti itu,, Dan terima saja juga bahwa calon yang pernah diusung mas terow masih dianggap tidak lebih baik dari tarbiyah dalam merangkul mahasiswa2 UI,, Lebih baik mas terow memberikan solusi kepada kami (adik2 mas terow) kriteria seperti apa yang harus dimiliki oleh orang yang memimpin BEM UI, daripada mas terow hanya bersikap sinis dan menjelek-jelekan tarbiyah,, saya yakin mas terow orang cerdas jadi lakukanlah hal2 yang lebih cerdas,, O iya satu lagi, tolong mas terow yang cerdas analisisnya jangan pake ‘katanya2’,,

    Reply
  93. setuju sama mahasiswa awam.. yah,daripada sibuk untuk ngurusin orang laen.. lebih baik tuh introspeksi diri.. kenapa selama ini yg notabeneny anak gaul,keren,cerdas punya banyak temen,punya duit banyak.. kalo maju jd calon ketua bem ui kalah terus? udah gitu pas udah kalah,masih aja gondok.. ga mau nerima.. huhh.. kalo emang bener2 mau mengubah sistem ui,usaha donk.. ga usah ngomong doank.. oh iya lupa,tambahan buat yg nulis coment,apa hubungannya merokok dgn tingkat produktivitas?kurang lebih begitu kan pertanyaannya? mau jawab nih,pas tgl 29mei kmrn,anak2 fik bekerjasama dgn bem ui udah bagi2in pamflet ttg bahaya rokok.blm dpet ya?ntr deh w kasih,masih ada beberapa tuh dirumah.. lagian juga,udah jadi rahasia publik kali kalo rokok itu jadi masalah bgt untuk kesehatan kita.. udah ada kok akibat umum dr rokok di bungkus rokoknya bahkan.. sebenernya sih pertanyaan ini retoris bgt,kenapa? karena semua orang tuh udah tau bahaya rokok.. cuma,masalahnya ya kembali ke individu masing2.. kalo misalnya penjelasan w blm jelas,lw bsa tanya ke anak2 fik yg lw kenal. atau mungkin hubungin aja tuh dosen w,bu hanny handiyani di bag.dkkd.. beliau akan senang hati menjelaskannya kok..

    Reply
  94. Assalamualaikum wr.wb

    Waduh ini post ramai skali,kritis banget mahasiswa ui skrg!jadi bangga gw jadi anak ui.makin politis dah!

    Ini ko jadi ngomongin permira disini ya?bsok denger2 udah mau verifikasi ada yang tau ga calon lain selain farid-tino?gw baru denger nama lain si imad-choky.kita tunggu ajalah verifikasinya toh kan nanti juga ada spanduknya di stasiun.nanti kita uda panjang lebar debat sana debat sini calon yg diomongin disini ga lolos verifikasi lagi??

    Gw si berharap mahasiswa ui ga apatis terhadap permira,klo emang mau perubahan ya caranya gampang aja si: luang waktu ke tps permira ui terus contreng deh calon yg terbaik mnurut lo!

    Jadi pesan gw si JANGAN GOLPUT!

    Wassalamualaikum

    Reply
  95. hehe…

    Farid Profesional…
    kata siapa yar????

    Aksi terakhir 20 Oktober di UNJ…DIA GAK MENCERMINKAN KEPROFESIONALITASAN DIA..

    gak ada sospol-net (ada baru h-1)

    gak ada koordinasi,.. menghilang ntah kemana.. (ngurusin kampanye kali ya)… justru yang menghandle teklap aksi adalah calon yg lain yg menurut gw lebih OKE…

    selama setahun gw kerja di BEM UI.. yang namanya Farid itu GABUT… gak jelas… bahkan stafnya sendiri juga gak senang dengan kinerja dia…

    saran gw sih, sekarang udah saatnya ketua BEM UI bukan TITIPAN majelis ATAS…

    Ini BEM UI BUKAN SALAM UI… masak parameter keberhasilan cuma pahala…

    gw muslim, gw menjalankan ibadah, gw menjaga pandangan, tapi gw gak suka orang tarbiyah yg make politik KOTOR…. memaksakan calon sendiri demi sebuah KEKUASAAN… ngapain mikirin surga kalau kalian sendiri haus kekuasaan…

    Reply
  96. well,,,emang bener…yang paling ebrhak menilai kerja Farid itu ya anak2 BEM UI langsung, terutama anak buahnya. Ada anak BEM UI gak di sini??

    coba dong ajak anak buah Farid komen di sini..blak-blakan aja, hehe..

    tapi kemungkinannya anak buah Farid gak komen di sini karena:

    1. mereka gak tahu ada artikel ini (tapi kemungkinannya kecil..)
    2. Males (parah, haha..)
    3. menjaga “etika”. Mosok nulis yang “enggak-enggak” tentang bos???

    wuaah,,,

    😀

    tapi menurut gw gimanapun juga kita perlu tahu nih pendapat anak buah Farid gimana tentang cara kerjanya..profesional apa nggak..gw ada saran nih..

    gampang sih..tinggal tanyain aja anak buah Farid pas lagi ngobrol-ngobrol ringan. nah, jawaban mereka tulis deh di sini..sayangnya gw gak kenal satupun..nah, ada yang mau nyoba saran gw?

    🙂

    Reply
  97. tanya juga dun anak buah nya Tino… jadi kan lengkap tuh..

    ayo yang ngaku anak mipa tadi manah..? (eh eh tino anak mipa itu kan?)

    ungkapkan kerja ketuan bem (mipa) kamu ituh

    Reply
  98. Assalamu’alaikum…

    Ane, mau tanya, apakah ada yang salah dengan tarbiyah? salahkah Ane jika lebih banyak di mushalla? berjanggut tipis? berjilbab lebar? ber-ana-antum?

    siapa bilang anak tabiyah hanya bergaul dengan sesama-nya? teman-teman Ane dari berbagai golongan. anak kafe, anak gaul, dari agama lain, dan hubungan Ane dengan mereka juga baik?

    berhentilah untuk terus sinis terhadap gerakan tarbiyah. apalagi masalah politik. toh politik juga adalah bagian dari tarbiyah. bagaimana Rasul dulu mengkader sahabat-sahabat Beliau untuk bisa menggantikan beliau, memimpin daulah islamiyah paska Beliau mangkat? Siapa tak kenal Abu Bakar. Utsman. Umar. Ali..

    Ingat yang memilih mereka (kaBem dan WaKaBEM) adalah anak-anak UI. hargailah pilihan mereka. kalaupun anak tarbiyah yang menang berarti anak Ui telah percaya bahwa anak tarbiyah bisa membawa BEM ke arah yang lebih baik.

    di forum ini ane cuma ingin bilang :
    ANE BANGGA JADI BAGIAN DARI TARBIYAH..
    ANE ANAK TARBIYAH..
    SO What dengan Tarbiyah?

    Wassalamu’alaikum..

    Reply
  99. bagi anak tarbiyah?

    coba jelasin syariat islam tentang politk, bagaimana cara islam berpolitik, bagaimana cara rasulullah menjadi pemimpin…?

    biar kita yang bukan tarbiyah juga ngerti gimana syariat yang mengatur berpolitik secara benar..

    oh iya ana mau nanya, apakah cara yang digunakan oleh saudara akhyar ini ada di syariat, yang menjelaskan kalau kita boleh kampanye padahal belum waktunya..

    wassalam,
    gw bangga jadi islam tapi gw gak suka orang islam yg haus kekuasaan.

    Reply
  100. kalo mau tau gimana politik dalam islam dan bagaimana cara rasulullah memimpin, beli aja bukunya, atau cari2 di internet,, kalo dijelasin di sini bakal panjang..

    mengenai cara yang digunakan akhyar, saya tidak terlalu tau batasan2 apa yang mengatakan itu sebuah kampanye, apakah hal yang dilakukan perorangan dianggap kampanya atau tidak saya juga kurang tau, mungkin kalo di sini ada panitia pemira bisa dijelaskan,, yang saya tau, dalam islam segala sesuatu yang berkaitan dengan muamalah diperbolehkan kecuali yang ada larangannya,, jika ternyata panitia pemira mengatakan yang dilakukan akhyar adalah kampanye, bisa jadi akhyar salah,, dari golongan manapun seseorang berasal, pasti dia bisa melakukan kesalahan,, bahkan dari tarbiyah,,

    saya orang tarbiyah, saya juga bangga jadi tarbiyah walaupun di sini berkali-kali tarbiyah dipandang sinis,, yang saya tau selama aqidah kita masih sama sebagai muslim, tidak perlu kita saling menjelek-jelekkan, apalagi seorang muslim menjelekkan muslim lainnya,,

    saya orang tarbiyah, saya menghormati setiap manusia yang ada di bumi, entah dia dari golongan manapun, bahkan dari yang berbeda agama pasti saya menghormatinya,, jika ada suatu hal baik dari orang2 yang bukan tarbiyah, saya tidak akan segan untuk mengambilnya,, jika ada orang hebat yang bukan tarbiyah, saya pun tidak akan segan mengagumi kehebatannya,, jika ada orang baik dari bukan tarbiyah, saya juga tidak akan segan menjadikannya teman,,

    Reply
  101. kok yang lolos verifikasi cuma Imad Choky ya??

    (Imaduddin Abdullah HI FISIP UI 2006, dan Choky Risda Ramadhan FHUI 2006)

    Reply
  102. ada berita paling update tentang pemira UI? sudilah kiranya di-share di sini. terima kasih

    @ dnay
    eh beneran itu udah final verifikasinya? siapa aja yang lolos? cuma satu calon atau ada verifikasi ulang?

    terima kasih,

    Reply
  103. Isyhadu bi ana muslim ! ! – Saksikanlah aku adalah seorang muslim !!

    Saya Bangga manjadi anak tarbiyah…

    Semoga kalian semua diberi hidayah oleh AllahSWT..( bg yg belum mengecap nikmatnya tarbiyah)

    Selamat juga bagi farid-tino yang lolos. Semoga perjuangan kalian akan berbuah ibadah…
    Selamat juga buat imad Choky-sukses bro, bertarunglah secara cerdas…

    C’mon guys,, akhiri debat kusir ini.. !

    Reply
  104. “Gw Anak Alim: gw muslim, gw menjalankan ibadah, gw menjaga pandangan, tapi gw gak suka orang tarbiyah yg make politik KOTOR…. memaksakan calon sendiri demi sebuah KEKUASAAN… ngapain mikirin surga kalau kalian sendiri haus kekuasaan…”

    – Sebelumnya… udah ada bukti pa belum, ada politik kotor… Tunjukin mana buktinya… Jangan cuma ngomong.. Saya tau, anda bangga jadi muslim, tapi jadilah muslim yang kaffaf. Jangan lang menjelek2kan sesama muslim. Kalau anda bilang ada politik kotor, secara tak langsung anda menilai kinerja panitia PEMIRA jelek, karna ngebiarin terjadinya politik kotor…
    – Yang di ‘paksakan’ itu apa? Setiap orang berhak mengusung calonnya sendiri-sendiri, di koridor yang benar… Anda bisa contohkan ga, bentuk pemaksaan itu apa?
    – ‘Haus kekuasaan’??? Kalo orang menjadi pemimpin berarti di bilang haus kekuasaan??? Hmm ga semua kali bung… Haus kekuasaan itu kalo menggunakan segala cara biar menang. Sekali lagi ya, bisa nggak anda tunjukkan haus kekuasaan itu seperti apa???

    …Jangan hanya bicara…

    Reply
  105. O ya, masalah verifikasi, gw baru baca kalo cuma Imad-Choky yang lolos. Tapi masih ada verifikasi lanjutan, jadi belum final. Masih ada kesempatan buat calon lain untuk lolos verifikasi…

    Reply
  106. Verifikasi stau gw dibuka ampe kamis minggu ini..verifikasi BEM dibarengin ama MWA DPM juga hari kamis.

    Denger2 si farid n tino ga lolos verifikasi karena tidak mengerjakan esai,wah berarti mematahkan bagian “profesional” si pasangan farid-tino dong??masa ngerjain esai dalam waktu sminggu ga sempet gimana nanti ngurusin BEM UI?

    Reply
  107. hahaha. seru juga ya? mau tarbiyah kek, mau gmni, mau hmi kek, mau pmii kek, mau imm kek (yang ga kesebut jangan marah ya. hahaha), jaga otak lo agar tetap bebas. jangan terdoktrin oleh oligarki di kelompok2 itu. bukankah itu ciri intelektual sejati? tan malaka terusir dr mana2 diburu soekarno tp dia ttp bergerak di tengah petani, soe hok gie pun begitu, kalo kita liat filmnya dia mati dalam kesepian kan? jadi, jaga otak lo agar tetap subversif…

    Reply
  108. Info terbaru tentang hasil verifikasi bisa cek di blog resmi Pemira IKM UI 2009,
    http://pemiraikmui.wordpress.com

    baru dapat info kalau hari ini udah ada tambahan 2 orang yang ngambil fomulir pendaftaran bakal calon MWA-UM,

    tapi sayang belum ada nambah yang DPM nih,
    kemaren itu 4 orang yang tidak lolos verifikasi DPM pun baru dari fakultas MIPA sama fasilkom, fakultas lain mana nih??
    masa DPM UI cuma perwakilan dari MIPA sama Fasilkom doang??

    Reply
  109. “hrz sndty:Denger2 si farid n tino ga lolos verifikasi karena tidak mengerjakan esai,wah berarti mematahkan bagian “profesional” si pasangan farid-tino dong??masa ngerjain esai dalam waktu sminggu ga sempet gimana nanti ngurusin BEM UI?”

    Gini nih… gw kan nanya2 tuh, sama TS nya, katanya, essay itu udah di bikin cuman belom di print, jadi panitia PEMIRA nya tegas banget n gak ngebolehin essay nya telat beberapa menit. Makanya g lolos verifikasi….
    Gitu… jadi jangan buru2 nge-cap orang g professional ya…

    Reply
  110. O y… lagian, g cuman calon BEM kan… DPM n MWA jg ada yang ga lolos…
    Jangan di jadiin sasaran melulu dong, Farid Tino nya…

    Peace…^ ^ v

    Reply
  111. Bagi saya tidak lolosnya Farid-tino bisa dimaknai 2 hal
    1. Mereka (termasuk juga saya) yang anak tarbiyah juga manusia. kami tidak sempurna tapi kami selalu berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik
    2. Ternyata panitia PEMIRA profesional kan?? klo kalian bilang panitia PEMIRA dari sono-sono juga (tarbiyah). Tapi nyatanya mereka ga ngelolosin essay Farid-Tino yang telat beberapa waktu… So?? you can answer by yourself….

    @Terow: kemana antum? kehabisan kata-kata

    Reply
  112. Saya bingung harus bagaimana lagi… ketika saya merasa diri saya ataupun keyakinan saya di pertanyakan orang lain dan saya berusaha menjelaskan malah dibilang ngeles…
    Apa anda tidak melakukan hal yang sama jika berada di posisi saya??
    Saya hanya bisa bilang ‘seandainya anda mengetahui…’

    Reply
  113. ngeles tuh sunatullah kali. hahahaha

    kalo pengalaman gw yah, orang yg kebanyakan ngeles itu malah orang yg beneran ga melakukan apa2. ya kayak politisi2 itu lah, kebanyakan ngeles kan, dan mereka tidak melakukan apa2. dan kalo kebanyakan ngeles, berarti kritikan2 rekan2 di atas itu benar, makanya kalian sibuk mengklarifikasi. iya kan? ngaku deh? hehehehe. piss!

    saya juga hanya bisa bilang: ‘kita tahu di dalam kabel itu ada listrik tanpa kita perlu memegangnya’. 🙂

    Reply
  114. Mungkin beda… antara ngeles dengan membela keyakinan. Bukan hanya mungkin, tapi pasti! Hanya orang-orang yang tertutup hatinya lah, yang selalu su’udzon pada sodaranya sendiri. … Ya udah, ngapain di perpanjang debat kusir ini. Kalo anda bajura bilang ngeles… ya sudah… itu keyakinan anda. Pertanggungjawabkan saja di akhirat nanti…

    Reply
  115. assalam. sudah lah akhi semuanya….memang benar jangan debat kusir, buktikanlah semua dengan disertai data empiris tentang suatu hal…saya sebagai bagian dari tarbiyah juga gak bisa dibilang dukung tanpa pikir kritis juga, ya dukung dengan kritisasi. ya kalo memang bukan farid tino dengan background yang sama dengan saya tidak pantas nantinya memimpin ya saya gak ikutan…tapi itu tidak berarti juga bahwa yang lain, personil calon ketua dan wakil ketua bemui yang ana rasa lebih bagus dari farid-tino ya ane dukung..ini zaman yang membuat kita seharusnya berpikir kritis sebelum nantinya memilih. walaupun saya tarbiyah, tapi saya tetep mendahulukan akal dalam mendukung seseorang. bersemangatlah teman semua. yaknilah bahwa pimpinan terbaik perangkul aspirasi mahasiswa akan kita raih. wassalam.

    Reply
  116. debat kusir di sini bakal selesai (wah, nyampe 146 komentar! woot!), kalo calon sebelah juga bikin postingan kaya gini.. soalnya debat kusirnya pindah ke sana yang lebih fresh, hehe..

    anyway, mau pada ngomong apa kek, gw nggak bisa nyoblos lagi di pemira sekarang.. humm..

    Reply
  117. Yang diributin aneh.
    Yang dipermasalahkan aneh.

    Kenapa mesti mempermasalahkan keimanan? Biarkanlah, itu cuma Allah yang tahu. Tapi berlomba2 menggapai ridha-Nya tentu saja benar, jadi tarbiyah (belajar, membina) adalah cara terbaik. Ga ada yang salah dengan itu. Buat yang muslim, saya berharap semuanya melakukan tarbiyah, karena kalau bukan kita yang melakukan tarbiyah buat kita sendiri, siapa lagi? Kita hidup buat beribadah, please.

    Kaitan ga merokok? Jelas ada. Datanglah ke seminar di FKM atau FIK tentang rokok. Ketua BEM UI juga teladan. Dan rokok bukan hal yang baik.

    Jangan bicara “aneh” bahwa jadi ketua BEM UI ga perlu memerhatikan aspek itu. Belum lagi yang lain tentang manner.

    Tapi buat yang disebut anak tarbiyah, kalian juga aneh. Benar kalau teman2 non tarbiyah merasa kalian eksklusif. Saya paham konsep amniyah, tapi orang2 yang sedang belajar ini juga berhak untuk diajak serta. Jangan sombong. Atau ingatkan teman2 kalian, lah, setidaknya kalau kalian merasa ga sombong. Atau transparansinya. Keputusan kalian untuk diam saat harusnya bergerak atau bergerak saat harusnya ga bergerak itu benar2 ga bisa diterima.

    Soal profesionalitas, jangan percaya kata2 orang yang ga terjun langsung di gerakan tapi ngomongin profesionalitas temannya di gerakan.

    Tapi tarbiyah itu ga jelek!

    Tapi teman2 tarbiyah, kalian itu juga aneh.

    Reply
  118. Tentang diam saat harusnya bergerak atau bergerak saat harusnya ga bergerak yang dilakukan BEM UI tahun ini, ada 2 kemungkinan di sini:

    1. Ini keputusan syuro yang memang adalah segala2nya (berarti, karena inilah teman2 “tarbiyah” bermasalah)

    atau

    2. Ini memang pribadi pemimpinnya aja yang kebetulan tahun ini “payah” (berarti, karena inilah Farid (yang bertanggungjawab atas sospolnet) dan Tino (anggota CEM) bermasalah)

    Saya ga mau menyimpulkan berarti Farid-Tino bermasalah. Akhyar, kalau saja Akhi baca, semoga Akhi nggak ketawa2 bacanya, saya bicara bukan atas nama kebencian terhadap kalian, tapi atas nama kegelisahan terhadap nasib gerakan.

    Reply
  119. yg maju anak tarbiyah smua taon ini.,

    farid-tino anak PPSDMS, imad juga anak PPSDMS, yaitu program yayasan NF yang emg punyanya tarbiyah…
    satu lagi chandra, ktua BEM FIK.. gayanya tarbiyah juga.. coba aja lo pd ngomg ma dy, ana antum syukron afwan juga koq… so? yah.. akhirnya gak penting label tarbiyahnya.. yg penting konsep-nya, apa isi otaknya and gimana track recordnya…

    Reply
  120. ada masalah atau tidak dengan tarbiyah, terserah antum yang menilai… Tapi jama’ah tarbiyah akan tetap ada selama ada kami

    Reply
  121. chandra FIK anak tarbiyah??? huhuu… enggak kali….
    * bingung, kenapa dia bisa berani maju nyalonin diri, padahal ngurusin BEM FIK aja ga bener…* (curhat doank..)
    tapi, kalo mau tau tentang dia (ga penting juga sih sebenernya..), tanya aja anak 08, 06 atau 07.. pasti tau dia kayak gimana.. mengecewakan..
    terutama tanya sama anak 06..

    ini, contoh ancurnya BEM kalo ga dipimpin sama tarbiyah..

    ^^ hehehe

    Reply
  122. gw anak UI salemba, ga usah ngomong lah gue anak fk atau fkg. gw mahasiswa UI program S1 yang jelas.
    gw bukan orang tarbiyah. tapi geng gue hampir 90% anak tarbiyah. dan honestly, gue masuk di LDF fakultas gue. dan percaya atau engga, gue jadi mentor and for ur information again, gue pernah jadi LEADER MENTORING … padahal notabene GUE BUKAN ANAK TARBIYAH….
    gue ga mau ngomong gue angkatan berapa, yang jelas gue di bawah 20 tahun.

    gw suka dengan cara mereka berdakwah.
    embel-embel partai yang kadang sering muncul aja yang gue ga suka. -TAPI GA SEMUA ORANG TARBIYAH NGOMONG PARTAI-

    kadang gue bingung, mereka yang tiba2 kampanye dan terlibat politik praktis dalam kampus itu ga mikir apa, mereka itu BERPOLITIK UNTUK DAKWAH atau BERDAKWAH UNTUK POLITIK..

    hanya itu aja bagian yang ga gue sukai dari tarbiyah. selebihnya mereka baik kookk 🙂
    banget malah… 😀

    gw rasa kalian semua yang benci tarbiyah ga punya alasan kuat buat benci mereka..

    jangan karena beberapa orang-orang tarbiyah walaupun kebanyakan berpolitik praktis, lantas kalian membenci mereka,

    karena sadar maupun tak sadar, mereka itu telah mewarnai UI dengan semarak kegiatan dakwah yang sedikit banyak berpengaruh positif bagi mahasiswa ui.

    CONTOHNYA GUE dan masih banyak temen2 gue yang bener2 become better person setelah mentoring.

    kalian tanya saya anak tarbiyah?? saya tegaskan sekali lagi saya BUKAN ANAK TARBIYAH.

    so please, gue juga ga suka dengan cara beberapa teman sejawat gue yang berpolitik praktis, dan gue juga bukan simpatisan partai eskape itu.

    the most important point is, MAHASISWA ITU CERDAS!!! mereka ga akan mudah dipengaruhi oleh orang2 yang berpolitik praktis walopun dengan media tarbiyah.

    kalo orang2 tarbiyah mau kampanye terselubung punmereka akan malu sendiri..
    mereka telah merusak niat suci mereka untuk berdakwah….

    SO, MAKE UI BETTER PLACE..

    sekedar informasi aja yaa..

    ga usah saling jelek2in dehh….

    jelekin farid lah, imad lah, chandra lahh…

    kalo lo yang disini mau curiga curiga an, smua calon bisa kena lagii….
    farid – utusan PKS
    imad – bokapnya pejabat
    chandra – anak HMI yang ujung ujungnya nyambung ke golkar…

    think positive aja men….

    buang2 energi lagi….

    inget men, seperti quote di laskar pelangi “MEMBERILAH SEBANYAK BANYAKNYA, BUKAN MNERIMA SEBANYAK BANYAKNYA”

    pesen gue yang terakhir, hehe

    siapapun yang terpilih..

    kobarkan sayap dan gaung BEM UI ke SALEMBA DOONGG….

    JANGAN MAEN NYA DI DEPOK DOANGG…
    inget, UI tu ada di 3 lokasi,
    DEPOK, SALEMBA, CIKINI, uda pada tau belom lo cakabem UI???

    maen ke salemba jangan waktunya kampanye doang meennn..

    oh iya, jangan lupa yaa. banyak orang yang naruh harapan di pundak lo, siapapun itu THE CHOSEN…

    so, keep the amanah saved and make it become FACT…

    Reply
  123. beberapa periode terakhir ini, ketua lembaga eksekutif di fakultas psikologi bukan anak tarbiyah, tapi kinerjanya tetap oke.
    jangan main bikin statement yang menjelekkan anak non tarbiyah lah. masa iya kinerja jelek penyebabnya karena dia ‘bukan anak tarbiyah’. ha ha. lucu amat lu

    Reply
  124. @zulfan; gue setuju banget ama lo…
    @ungulovers; tau darimana lo si chandra tuh payah banget??jangan jelek-jelekin orang lain lah kalo dia parah sebelum ada buktinya…karena sejauh pengamatan gue di timnya banyak juga kok anak fik-nya….dan yang pasti lagi di timnya juga ada anak-anak “kanan” kok…udah ahhh…capek ngomong ini semua…..yang penting seperti yang dibilang anak salemba…siapapun yang kepilih HARUS BISA PEGANG AMANAH.

    Reply
  125. yahh,,,kok ragu dgn farid tino?
    adakah yang lebih baik dan kompeten dan siap maju selain orang2 tarbiyah???
    Kalo di UI emang ada, silakan mencalonkan diri…
    Ini bukan masalah tarbiyah atau ngga,asalkan ia muslim maka amat pantas dipilih jika memang memliki kompetensi…

    Reply
  126. yang lebih berkompeten dari anak tarbiyah? banyak banget. tapi sayangnya (ato bagusnya?) mereka ga haus kekuasaan kayak oknum2 di kelompok tarbiyah

    Reply
  127. @awi..mang kenapa wi kalo yang mimpin tuh bukan muslim??ada masalah mangnya???perasaan kepemimpinan tuh bukan dinilai dari segi religiusitasnya deh kalo untuk urusan kepemimpinan duniawi macam BEM UI ini..coba aja liat di beberapa fakultas di UI macam fisip dan psiko yang pernah dipimpin ama non muslim…bagus-bagus aja tuh kepemimpinannya….ini mah bukan untuk urusan akhirat macam pemimpin di kelompok organisasi keagamaaan…jangan bahas SARA ah wi….ukhti ni nyebar ejekan SARA aja ke orang lain…dosa lho!!
    @bajura, setuju ama lo!! tapi untuk urusan haus kekuasaan sebenarnya sih bukan tergantung pda tarbiyahnya ato apanya…tapi itu memang tergantung personal seorang pemimpinnya
    @ballax..ya oknum tuh kan kata lain adari aparat pelaksana, alias aktivis di tarbiyah..baca deh kamus besar KBBI, yang dimaksud oknum tuh apa?? ya dah jelas ada kan???

    Reply
  128. bwahahahaahahahaha. tau ni. dasar mahasiswa dasar jeplos aja. lo alumni? sama dong kita? hahahahaahahahahaha
    bner ni mau gw buka disini? paling ga apa yg gw alami? atau dgn orang lain alami? nanti makin sakit hati loh. asal jeplos aja udah sakit hati gt. gmana beneran?
    oiya 1 lg. tau LPSK ga bang alumni? (tau dong, kan udah alumni, UI lagi. hahahahaha) ada ga tuh mekanisme perlindungan saksi untuk mendukung dalil dalil hukum gw? kalo ga ada, yah, asal jeplos aja deh… hahahaha

    Reply
  129. ini aja dah ketauan siapa calon yang lolos…ada dua calon buat bem ui yakn i imad-choky ama farid-tino…siapa yang lolos jadi ketua bem ui????HAHAHAHHA…..ni yang lolos aja dah permainan/konspirasi para tarbiyah’ers….gue yakin banget kalo cuma dua orang ni yang lolos jadi calon buat BEM UI…gue prediksi 80% yang lolos bukan farid tino tapi imad-choky…gak percaya???buktikan nanti deh….eitsss tapi nantinya jangan kira kalo imad choky yang jadi, tarbiyah ilang bargain politics nya….heheheh…yakin banget deh gue yang ngisis jabatan penting macam kastrat dan polhum adalah anak tarbiyah/ADK…tau apa imad choky ato lebih tepatnya tim mereka tentang pergerakan mahasiswa????yang lebih tau tuh ya anak tarbiyah…tapi sayang sungguh disayang pemria tahun ini…sayang banget…tarbiyah kalah dengan disengaja oleh anak tarbiyah sendiri yang berada di dalam kubu panitia pemira…..sayang banget

    Reply
  130. Gw biasa aja kalo ngeliat anak tarbiyah ngisi kastrat/polhum.
    Yang ga biasa, kalo ngeliat anak2 6403L yang kerjaannya cuma ngomongin tren2 fashion ala barat, entertainment kayak musik, seleb, film Barat, ngerasa bangga dan keren kalo ngikutin budaya barat kayak halloween ato thanksgiving yang sebenarnya ga ada sangkut-pautnya ama Indonesia, terus ngisi jabatan kayak gitu.

    Reply
  131. @ogut: ya, mereka dah bikin tapi telat ngeprint dan ngumpulin. itu mah sama aja ga profesional.

    Imad-choky bukan tarbiyah, begitu juga chandra.

    yang bilang Imad anaknya Pejabat: Imad tu anaknya akademisi. rektor. bahkan menurut pendapat gw pribadi rektor yang lebih pates dikagumin dibandingin Mas Gum

    yang bilang ngerti apa Imad choky soal gerakan:
    imad tiga tahun di pusgerak. walaupun pusgerak cuma policy analisys dan ngasih rekomendasi kebijakan yang akhirnya tergantung ketua bemnya yang mutusin. tapi sorry, gw ga sepakat klo lo bilang imad ga ngerti gerakan. justru dia dan teman2 nya yang selama ini bikin kajian yang anak2 tarbiah, bukan cuma di BEM UI tpi juga ketua bem dfakultas tahun ini pada ga bikin. . kenyataannya kajian yang jadi positioning paper atau penyikapan BEM UI, yang bikin teman2 pusgerak (gw ga bilang mereka yang paling pinter. tapi beneran yang bener2 mau bikin kajian itu ya mereka. bahkan ada kejadian dimana semua ketua bem fakultas yang tarbiyah minta aksi, terus pas ngomongin kajian semua nengok ke imad)

    dan ckoky, dia mantan wakil ketua bem fhui. yang jelas ni anak punya nilai. bukan carrier path. dari di fakultas maupun univ ada idealisme yang dia bawa. dan imad choky tau persis apa yang mau mereka lakukan di BEM. bukan sekedar dimajuin dan disiapin.

    gw pun anak non tarbiyah yang deket sama tarbiyah.
    tpi justru gw sadar klo yang harus diliat emang bukan tarbiyah non tarbiyah, tpi gimana kualitas mereka selama ini.

    jadi ya liat aja kinerja mereka selama ini. tanya sama anak2 pusgerak, tentang Imad, anak2 polkum tentang Farid, anak2 BEmFH tentang Choky, dan anak2 BEM MIPA tentang tino. liat aja, gimana mereka didukung atau jutru anak buahnya lebih milih dukung yang lain. dari sana aja akan kelihatan mana yang lebih berkompeten jadi pemimpin. dan buat yang ngerasa ketika punya jabatan yang gw sebutin di atas aja kalian dah ga becus, terus kalian malah minta amanah yang lebih besar, tau diri aja..

    temen2 gw banyak yang tarbiah dan beberapa di antara mereka gw kagumin kok, terutama orang2 yang emang bisa berfikir kritis. ga kayak kumpulan robot yang tombolnya tinggal ditekan MS terus gerak. ada ko anak2 tarbiyah yang kayak gitu. toat tu nomer sekian, yang pertama justru paham

    dan klo anak2 tarbiyah dan yang deket sama tarbiyah aja ga dukung calon dari kalian, itu bukan karna kami benci sama tarbiyah. tapi justru kalian harus instropeksi. 11 tahun yang udah kalian dapet buat posisi ketua bem tu dah kalian apain aja. evaluasi lah dari tahun ke tahun BEM makin menurun. benerin lah kaderisasi kalian. kalo ada anak tarbiyah kayak bg Ai juga gw akan dukung kok.

    tpi kenyatannya, kader kalian emang makin nurun. akuin aja lah

    Reply
  132. mang gimana dengan anak gaul tuh??masalah kah emangnya?? kastrat fisip dan psiko 07 dulu perasaan kastratnya diisi bukan ama anak tarbiyah deh dan jalan aja tuh…hahahah…..lo tuh kayaknya terkesan takut deh “anak tarbiyah-tarbiyahan” ama anak gaul…..alahhhh lo tuh penakut!!

    Reply
  133. Liat dulu dong bos, yang gua maksud tu yang kayak gimana. Jangan asal pukul rata aja non-tarbiyah berarti anak gaul. Banyak kok yang berada di luar tarbiyah tapi ga mau diidentifikasikan seperti itu

    Reply
  134. hahhaahha…akhyar ketawa gede ni yeee…ayo isi komen buat artikel akhyar sampai komen ke 200…nanti dikasih hadiah ama akhyar lho!!! HAHAHAHA

    Reply
  135. Huahahaha..
    Forum panas krn gw, puas lah!wkwk..
    Puyeng gw baca smuanya..

    Ok, jd gini kawan2.. Gw sinis hanya pd perpektif gw sbg mahasiswa, yg dulu pernah brkecimpung dlm politik kampus..

    Yasudah, gw di sini hanya share yg gw tahu, toh pasti pikiran kalian ada yg trbuka kn krn tulisan gw?

    Saat gw mengubah perpektif n kepentingan gw sbg masyarakat biasa.. Gw pun okay2 aj dgn anak2 tarbiyah..
    Bahkan skrg gw brbisnis dgn anak tarbiyah..

    Ini hanya masalah perpektif n kepentingan bro! Ga ada yg namany musuh dan teman abadi dlm politik! 😉

    Reply
  136. kirain apa panjang2 commentnya..
    ternyata cuma SAMPAH orang2 yang IRI GA PERNAH MENANG!

    oklah, kenapa si ngeliatnya gitu?
    kenapa si segitu ga sukanya sama anak tarbiyah??!
    kenapa si segitu pengennya menang??
    dan kenapa si segitunya mencaci orang???

    hei, kita kampus! satu dong!
    pilih orang liat kualitasnya! liat orangnya!!
    liat sikapnya! liat akhlaknya!

    lo lo pada mau kalo punya ketua BEM yang acakadul? ga berprestasi? ngerokok? track record ga jelas? cuma minta kekuasaan? prokernya main2? ngelakuin hal2 ga penting? ngabisin waktu ga jelas?

    kalo gue, OGAH!

    ngapain…

    banyak orang lebih baik kali, buat apa pilih orang ga jelas!

    gue ga bilang kalo anak tarbiyah itu baik2 atau gimana, cuma gue GAK SUKA dengan cara pandang orang2 IRI yang GA MAU LIAT ORANG DARI TRACK RECORDnya! Cuma menilai “karena dia tarbiyah!”

    daripada dia anak Punk yang ngerokok, minum2, bertato,
    kalo lo dihadapin milih antara anak tarbiyah dengan anak Punk kayak gitu, apakah lo bakal masih mau milih anak Punk?
    kalo lo milih anak Punk atas dasar lo ga suka tarbiyah, maka lo adalah orang yang B*GO!
    Ga intelek, ga pantes jadi anak UI!

    ok, at least, coba kalian pikir, ngapain mikir kayak gitu??
    pikiran SAMPAH!

    pikirin hal lain yang lebih bermanfaat, daripada main caci maki disini!

    Reply
  137. @ xxx
    komen lw juga panjang2 ternyata isinya sampah. argumen ga jelas. lw bandingin tarbiyah sama anak punk, apaan?. emang selama ini yang jadi kompetitor tarbiyah di bem ui itu anak punk? dasar gak pake otak.

    apa di mindset lw semua anak non-tarbiyah itu anak punk ngerokok bertato?

    coba dibalik pernyataannya, kalo disuruh milih antara calon non-tarbiyah (macemnya Yudha HI’05 kemaren) ATAU dengan anak punk ngerokok bertato lw semua bakal pilih yang mana?

    apalagi statement terakhir lw, tentang pikiran sampah dan nyuruh mikir hal lain yang lebih bermanfaat. nah. apa itu bukan caci maki? ha?

    udah gitu lu anonymous pula, gak berani nyebut nama sama fakultas (nih gua anonymous juga. enak gak dikasih nasehat sama orang yang lu gak tau bahkan dia itu anak ui apa bukan)

    pikir tuh xxx. dasar bego

    Reply
  138. jura=oon.
    xxx=bloon.
    yyy=blonse (bloon sekali).

    heiy admin yg punya nih web,
    lo kalo buat website yg beneran
    dikit lah, malu gw jd alumni..

    Reply
  139. alumni: paling bloon.
    kok nyalahin webmaster. bloon banget
    yang salah ya yang komen, bukan yang bikin situs. justru komentar lu ini yang paling bego. belagak paling hebat lagi, ngaku alumni terus kasih nasehat ke webmaster. dasar bloon

    Reply
  140. lu yg goblok anak ingusan, webmaster yg ngontrol tolol! lo ga pernah main k forum? dasar bego. kok bisa lo masuk ui, kebangetan begonya..

    Reply
  141. betul itu bang, si bang rigor ini bodoh banget. kok jd ngomongin org bodoh sih? bodoh2an lagi. udah, lo yg komen hina-dina, ga usah nyalah2in anak mushola, gini2 gw jg rajin k mushola. lu juga yg bela2in farid tino, jgn berlebihan lah, sadar diri jg perlu tuh kayaknya..

    Reply
  142. hahahaha…
    gw berteman dgn anak punk, ternyata mereka ga seburuk yg lo duga. gw jg berteman dgn orang agnostik, gay, preman terminal, lesbian, ahmadiyah, dll, mereka ga seburuk yg kalian duga ko…
    itu bukti kalo pandangan kalian sempit dan bukti kalian tidak dekat dgn rakyat kecil. bbrp comment di atas udah menyatakan bahwa kesuksesan yang bukan golongan kalian. bukannya introspeksi, eh malah ngehujat. sempit banget…

    soe hok gie itu muslim apa bukan? soekarno itu berapa istrinya? tan malaka itu atheis kan? che guevara itu perokok berat? tapi apa yg mereka lakukan itu menjadi inspirasi bagi jutaan orang kan?

    oh iya, mau tau kekacauan yang telah dibuat tarbiyah pd gerakan mahasiswa? tanya tuh alumni2 yang dulu pernah di KBUI. setau gw bukan BEM (yg diisi anak tarbiyah) yg menggulirkan isu reformasi. trus lagi2 BEM (yang diisi ama anak2 tarbiyah) yg bikin ui jadi ada afee, BEM (yang diisi ama anak2 tarbiyah) jg yang bikin BOPB…

    1 lagi, bedain dong dakwah sama politik. bukan berarti gw sekuler, tp liat kan akibatnya kalo itu dicampur2…

    yg bilang bahwa ini adalah kumpulan2 looser, lo nyadar ga sih, banyak pihak yg nunggu hasil fpt dr tarbiyah? lo nyadar ga? sekali lg nunggu! nunggu krn kita masih percaya ama lo. tapi berkali2 kepercayaan itu dikhianati. hasil fpt selalu mengeluarkan nama yg track recordnya ancur. tahun ini misalnya, banyak ko nama yg track recordnya bagus. kita udah percaya ama lo, tapi dikhianati, lalu apa kita diam aja?

    ‘bangga banget’ gw jd anak ui yang alumninya bisanya cuma nge oon in orang doang, LPSK aja ga tau apaan, jadi yg tolol itu sapa ya…hahaha

    (gw ngomong gini gw tau bner track recordnya farid kayak apaan)

    Reply
  143. @ Jura

    IMHO kayaknya sih sebagian pada masih percaya kalo agama itu salah satu prediktor moral dan kompetensi pemimpin. makanya pada nyangka kalo yang gak agamis = tidak bermoral = tidak bisa jadi pemimpin.

    tapi ini cuma pendapat pribadi, sih. ha ha. diskusinya makin seru…

    Reply
  144. #177, Sepakat, liat track recordnya, track record bukan cuma stigmatisasi karena dia tarbiah, dia akhlaknya bagus, ga ngerokok, dll, sebaliknya yang ga tarbiah akhlaknya ga bagus, ngerokok, dll..

    Tolong bener2 LIAT track recordnya, satu2,, kinerja mereka gimana

    dugh, gw ga betah sama kata2 ‘bodoh, oon, bloon, goblok’,,
    mudah2an kata2 yang kita keluarkan senantiasa menjaga intelektualitas kita,,

    Reply
  145. INDONESIA kapan ma u bangkit, kalo isi universitas terkerennya masih kayak gini…ga bisa bedain antar yang 100% selalu sigap..jadi bawahan n atasan,,,and yang maunya ngncar atas doank,,,kalo kalah bisanya ngritik,,,lepas tangan, ga solutif

    Reply
  146. Ahh…kata siapa selesai…lanjutin aja lagi…comen dari yang ngasih artikel ini (si akhyar) aja belum keluar kok disuruh berhenti komen???
    duhhh apatis gue ngeliat bem tahun ini…calon-calonnya duduhhh gak ada yang minat gue buat dukung…farid-tino…ya elahh fariiddd…fariiddd dah tau track record lo buruk…dah ketauan kok pas nanganin dan komandoin isu BOPB lo kayak gimana…lo pula yang jadiin tuh BEM UI dibekukan…gak becus nanganin polhum aja malah maju jadi ketua bem ui…mending tino aja yang maju no buat jadi ketua..eh ente malah jadi wakil….buat imad-choky…apalagi ini…nih lo semua tau POKJA BEM UI gak???imad tuh steering commiteenya….tapi apa yang dia lakukan selaku posisinya seperti itu??mana POKJA BEM UI yang katanya mau ngadirin capres-cawapres???mana bantuan lo ke panitia pokja secara konkritnya??paling tidak bargain buat ke Mas GUmilar deh…mana???yeee seharusnya lo nanganin tuh proker yang lo jadi SC-nya dengan baik….sehingga lo kan bisa narik pengaruh yang banyak amat ke anak tarbiyah yang notabene banyak di panitia pokja…terus bicara pusgerak??mana sih solusi konkrit platform pergerakan bem ui tuh seperti apa??kajian dan sosialisasi ke mahasiswanya kok kayaknya gak terasa yaaa???malah terkesan elitis banget tuh pusgerak…choky-nya??ya choky-choky bem fh ui pas lo ngejabat punya taring gak sih di tingkatan ui??gak merasa tuh bem fh…terus kabarnya sih lo juga kadang gak klop, gak seirama ama ilham dulunya pas ngejabat…waduuuhh…gimana ntar lo ama imad…terus chandra-firidi…chandra-chandra….lo bermasalah banget di fakultas ama isu BOPB…temen fik merasa bem fik kagak becus nanganin masalah ginian…yaaaa gimana pas ntar nanganin bem ui???apalagi bareng firdi yang anak teknik kapal, anak kantin yang cenderung apatis ama bem apalagi bem ft…….yaaaa gimana mo ngurus bem ui??? aduuh…ketiganya buruk…..ahhh mending gak usah milih aja deh….milih pun juga percuma…emang lo semua ngerasain apa sih bem ui buat kalian???nolongin gak bem ui tuh pas penanganan BOPB atau uang pangkal????KAGAK!! GUe salah seorang yang ngerasain bener bem ui tuh kagak ngebantu buat ngeringanin uang pangkal…terus emank bem ui bantuin akomodir kepentingan mahasiswa daerah yang ingin kuliah di UI??mana sosialisasinya bung!ni ya anak paguyuban aja pas minta bahan sosialisasi tentang UI mintanya langsung ke rektorat, pas minta ma bem ui apalagi melalui kepantiaan bedah kampusnya aja kagak dapet!! ni cerminan koordinasi yang lemah antara BEM UI dengan paguyuban atau komunitas anak daerah di UI!! ahh sudahlah mending balik ke zaman DENMA UI dulu aja…atau mau lebih bagus lagi BEM UI ketuanya ditunjuk ama Rektornya langsung!! abis…toh kalian yang maju semua gak bisa apa-apa…kekuatan politik kalian ni udah kagak ada lagi…kagak didengar tuh BEM UI ama rektorat, buktinya BEM UI minta diadain debat capres-cawapres aja kagak dikasih…ditolak mentah-mentah!!Kasian banget panitianya lagi….di luar, mana taringnya BEM UI??kagak didengar tuh [adahal kita di pusat ibukota!!buktinya tuh forum bem se-nusantara aja apa tuh namanya BEM SI ya? ketuanya siapa??dari universitas di daerah…aduuh mana BEM UInya?? ah makanya gue males ama bem ui….mending jadi GOLPUT LAGI AJA DEH DI PEMIRA UI TAHUN 2009 INI!!

    Reply
  147. bem ui bukannya udah lama keluar dari bem si?

    Akhyar gak bakalan nongol, dia mah cuma bertugas sebagai ‘pelempar bola’. lagipula masak diskusinya sudah berlangsung sejauh ini dan masih ada yang berharap Akhyar akan muncul. ha ha

    ayoh lah kita kejar 200 komen.

    Reply
  148. @terooosin:
    kayaknya lo seneng bgt kalo ngejelek2in orang,mengekspos kesalahan dan kegagalan orang.ingat kawan,
    yang lo ekspos itu ga ada hal2 positifnya yang bisa dijadiin referensi buat milih.
    kalaupun lo mau memberitahu kekurangan atau kelemahan calon,kasih tau jg dong hal2 baik dan positif yang pernah dilakukan calon tsb.agar bisa dijadikan referensi bagi temen2 lain yg ngebaca.
    gak mungkin ada orang dimana semua tindakannya selalu salah dan buruk..

    Reply
  149. #teroosin
    gw berkeyakinan, bahwa antara kita dan orang2 yang maju itu sebenernya sama. sama2 care sama BEM UI, sama2 pengen BEM UI yang lebih baik.

    cuma satu perbedaan mereka (yang maju)dengan kita. Mereka Berani memajukan diri, dan punya kemauan untuk membuat BEM UI dan UI yang lebih baik (baik versi mereka)

    Reply
  150. Mau ngeramein ah…

    coba tebak fakta atau fiksi….

    1. cuma tino kayaknya yang belum kena kritik di komen2 notes ini

    2. dua dari tiga kandidat ketua bem UI berasal juga dari organisasi yang sama

    3. jika organisasi yang sama tersebut memiliki citra yang kurang baik, berarti mereka juga punya andil donk di sana

    4. salah satu kandidat sudah 3 tahun berkarir di organisasi tersebut…

    5. kandidat lainnya dianggap tidak becus saat memimpin sebuah organisasi di fakultas

    6. semua yang komen di sini adalah orang cerdas

    7. salah satu kandidat ketua bem adalah seorang atlet tenis meja

    8. salah satu kandidat ketua bem adalah anak dari pejabat

    9. salah satu kandidat bem adalah seorang artis masa kini

    10. orang-orang yang menjelek-jelekkan bem ui pada dasarnya adalah anggota dari bem UI yang mempunyai tugas untuk mencitrakan bem tersebut kepada civitas

    11. salah satu kandidat terancam di DO

    12. semua manusia pada dasarnya punya kesalahan tapi kebanyakan orang di sini sebenernya kuurang instrospeksi diri sehingga mudah sekali untuk mencela-cela orang padahal dia sendiri juga usahanya gak KONKRET

    sekian kuis dari gw….

    hanya iseng-iseng doank biar nih komen bisa mecahin rekor ampe 200

    Salam Santai Selalu

    Reply
  151. He he…
    Teman-temanQ….
    Sodara-sodaraQ…
    Sahabat-sahabatQ…

    Udah dong, berenti berdebat ga jelas seperti ini…
    Saya yakin semua mahasiswa UI orang cerdas koq… Bisa milih yang mana yang terbaik…
    Kalo setiap orang punya calon masing-masing, yo wes lah… Emang manusiawi…

    Trus, kenapa harus berdebat???
    Kenapa harus saling menyalahkan???
    Dukung saja calon yang didukung dengan benar, kalo pun kalah… Maybe next time…

    Ok temen-temen Q yang cerdas, ramaikan PEMIRA dengan jujur dan jangan golput!

    Semangat teman-teman!!!!
    ^ ^ v

    Reply
  152. He he…
    Teman-temanQ….
    Sodara-sodaraQ…
    Sahabat-sahabatQ…

    Udah dong, berenti berdebat ga jelas seperti ini…
    Saya yakin semua mahasiswa UI orang cerdas koq… Bisa milih yang mana yang terbaik…
    Kalo setiap orang punya calon masing-masing, yo wes lah… Emang manusiawi…

    Trus, kenapa harus berdebat???
    Kenapa harus saling menyalahkan???
    Dukung saja calon yang diusung dengan benar, kalo pun kalah… Maybe next time…

    Ok temen-temen Q yang cerdas, ramaikan PEMIRA dengan jujur dan jangan golput!

    Semangat teman-teman!!!!
    ^ ^ v

    Reply
  153. Para mahasiswa sebuah univeritas yang menyandang nama negeri pada berantem gini.

    Mendingan pada kompak aja deh mikirin solusi permasalahan bangsa.

    Korupsi, Kemiskinan, dll.

    Indonesia gak akan maju klo calon2 pemimpin negerinya pada berantem kyk gini.

    Klo mau nyaingin, ya udah nyaingin aja, saya yakin klo emang pantas menang ya akan menang.

    Cukupkan komen sampai di 201 (kecuali emang masih mau debat kusir).

    Bergerak! Kritis! Cari solusi permasalahan bangsa!

    Hidup Mahasiswa!
    Hidup Rakyat Indonesia!

    Muhamad Fajar
    Fasilkom UI 2007

    Reply
  154. Asw.

    gw bingung, saat kesubjektifitasan anda sudah dilempar ke ruang publik, maka penilaian subjektifitasan itu harus di argumentasikan secara bertanggungjawab pada ruang publik itu.

    Saya rasa, disini anda sebagai penulis sama sekali tidak bertanggung jawab akan isi tulisan anda sendiri. Mohon maaf, ini seperti ulah provokator, yang memprovokasi massa di ruang publik untuk saling berdebat dan beradu pandang, dan mungkin disini saya lihat perkembangan debatnya malah cenderung tidak sehat.

    Mohon kalo anda menulis, memberikan pandangan subjektifitas anda, mohon ikut bersuara agar semua orang disini paham dan mengerti dimana letak posisi berpikir anda, lewat pendekatan apa anda berargumentasi, dan dengan paradigma apa anda berargumentasi.

    Saya pikir, jika anda tidak bersuara, anda sama saja seperti Provokator yang tak bertanggung jawab. Jadilah provokator, namun yang bertanggungjawab. Itu saja. Wass.

    Reply
  155. wuih, keren juga yang nulis, komennya ampe ratusan!

    buat yang komen nya melontarkan fitnah, gosip atopun black campaigne, masalah tidak akan pernah selesai bila makin dikusutkan dengan debat kusir. bertindak jantan, jangan beraninya ngomong di belakang, tentang tarbiyah lah apa lah. hey, kita sodara! sama sama anaknya nabi adam! sama-sama anak ui.. see? lo kira problem bangsa bisa selesai kalo saling ribut begini? sepakat sama yang diatas: stop komen negatif! biar berhenti ampe nomer 201 ajah (lah, gw berapa?hihi)
    peace, love and gaul..

    Reply
  156. bajura itu yura pratama…. yah tau sendiri kan track record yura pratama…. jangan samakan politik dan dakwah??? gak ada yang menyamakan.. tapi islam itu adalah politik dan dakwah… jadi jangan samakan pikirian anda (yura) dengan pikirin mereka… karena itu tidak sama… ahmadiyah baik juga, secara muamalat…bukan aqidah. orang yang membunuh munir pun baik juga, kalo di cari-cari kebaikannya… ampe firaun pun baik juga,,kalo lw udah bertemen deket dengannya..entah bisa apa kagak…

    bung yura, anda telah mengakui… kalo pemikiran anda itu pemikiran bebas. jadi wajar kalo anda tidak bisa membuat komunitas sebaik tarbiyah.. karena pemikiran bebas itu yang tak bisa di kelompukan.. kadang sama tapi lebih banyak bedanya… karena gak ada landasannya… gak ada dalilnya kalo kata anak tarbiyah… sama lah itu dengan yang di rumah kedua gw(pusgiwa) yang suka ‘teriak2’ ngusir pemulung…

    ayolah dengan lantang lw mengatakan kalo lw tuh islam KTP aja… islam tapi setengah2 tapi juga takut keluar dari islam karena lw tau cuman seorang muslim aja yang bisa masuk surga dan lw berharap bisa masuk surga walaupun hanya islam ktp…. basi lw yur…..

    Reply
  157. bajura itu yura pratama…. yah tau sendiri kan track record yura pratama….

    ayolah dengan lantang lw mengatakan kalo lw tuh islam KTP aja… islam tapi setengah2 tapi juga takut keluar dari islam karena lw tau cuman seorang muslim aja yang bisa masuk surga dan lw berharap bisa masuk surga walaupun hanya islam ktp…. basi lw yur…..
    argumentum ad hominem,
    dinyatakan dengan baik tanpa mencantumkan identitas pribadi
    hebat.

    Reply
  158. @Manalagi: pusgiwa rumah keduamu? Di lantai berapa? Sedihnya. Bicara agama, surga, dan keislaman seolah dirimu yang paling tahu. Sudah cukup di sini yang dibicarakan track record kinerja. Jangan mulai ke SARA, tolong.

    Kak Akhyar, dalam dalil di agama, jika forum sudah melahirkan begitu banyak mudharat, ghibah, bahkan fitnah seperti ini bagaimana? Benarkah Kakak sedang tertawa-tawa membacanya? Bagaimanakah seharusnya dalilnya terkait sikap seharusnya bagi sang pembuka forum?

    Reply
  159. wah, ketauan deh gw. hahahaha. perasaan gw udah lama ngasi komen, masih ada aja yg nimpalin. hehe
    serem yah berdebat ama ahlul surga. hebat loh, udah ada yg berani mndeclare dia punya petakan di surga. wuih, mantap! gmana tuh caranya?
    yah, namanya juga manusia ahlul surga, ga bisa didebat, pasti benar, kan masuk surga. hahaha
    closing statement. perhatiin deh tulisan si akhyar pas sub-tulisan profesional. dia nulis: ‘walau terasa olehnya sang ketua tampak lambat dalam mengambil keputusan’. wah, kaco bngt tuh? artinya:
    1. si tiko dijelek2in. bukannya dia juga pilihan tarbiyah ya? kalo si farid menang skrg, jangan2 pas pemira taun 2010 nanti, dia juga dijelek2in lagi untuk ngangkat sapa gt..
    2. itu membuktikan kalo pilihan oknum tarbiyah itu SALAH! mereka telah memilih orang yg salah bukan? orang yang ‘lambat dalam mengambil keputusan’. iya kan? skrg terulag lagi, apa kita mau terulang lagi?
    3. kalo gw jadi MS, gw sih malu. udah salah majuin orang, skrg masih bangga2nya majuin orang, dgn kualitas kesekian lagi. padahal bnyk yg lebih berkompeten. trus mungkin timbul pertanyaan: toh, yg berkompeten itu ga ikutan seleksi, so? artinya, bagi gw, bukan orang itu yg salah, tapi SISTEMnya yang salah! tau kan arti sistem disini apa?
    sip kan. saya sih kalo yg dimajuin tarbiyah orang yg kompeten, pasti saya dukung kok. cm sayangnya, boneka2 itu yg dimajuin. dan gw ga membahas tarbiyah secara ideologis, tp purely politik ttg orang yg ga berkompeten yg mau maju..
    (untuk farid: gw ga akan pernah lupa apa yg lo lakukan ke gw ketika rencana aksi BHP!)

    Reply
  160. ya ampun.. jadi ada dendam pribadi nih.. hahahahahaha
    sabar yur,, orang sabar jidatnya lebar, hahahahaha

    btw teman2,, malu ah kalo diliat anak kampus laen kita debat ga jelas kaya gini,,, pake “tolol-tololan” lagi..

    Reply
  161. ih,, ko ada yang malah ngomongin Yura si? bukannya salah satun prinsip dasarnya jangan OOT ya,,

    Ilman,, Ada yang OOT tuh,,
    hee

    Reply
  162. sorry ya kalo gw ngebahas yura…. cuman gw mau nebak aja…hayo ada yang bisa nebak gw gak… gw di lantai satu pusgiwa…kenape? paling sering di depan laptop…tau gak? hahaha

    ah gw sich ngerasa sapa aja yang di majuin, sapa yang menang sapa aja yang kalah gak begitu berarti… lw semua berarti kalo bener2 buat perubahan… bukan hanya jelek2kin BEM UI tanpa bisa memperbaiki…. jah jah… akhyar memang jago buat tulisan…
    tarbiyah masih mimpin neh kyknya,,berarti gw masih bisa nyaman di UI,,gak bakal kacau… hahahah tapi gw golpul aja ah… gw gak suka democrazy,,, mending dengerin rapnya thufail al ghifari… 😀

    Reply
  163. Koq debat kusir lagi?

    Tumbuhkanlah rasa cinta pada almamater ini dengan saling mencintai teman-teman kita yang bernaung di dalamnya.

    Ayo ingat, perasaan saat Indonesia berhadapan dg negara lain pada ajang piala dunia. Kita sama2 menyanyikan Indonesia Raya dengan bangga bukan?
    Sekarang, tumbuhkan rasa itu pada UI kita. Nyanyikanlah Genderang UI dengan bangga!!!
    Jangan ada lagi perpecahan diantara kita!!!

    Hidup Mahasiswa!!!

    *Hidup Mahasiswa!*

    Reply
  164. Masihh aj..

    Kaget gw udh 200aj komen nya..

    Hei tolong yah, jgn melebar kemana2 argumennya.. Ide gw sejak awal adalah realita di lapangan bro..

    Jangan nyerang orang, tp isinya.. Argumentum ad Hominem..
    Diajarin debat ga seh di kuliah?? Apa urusan lo cm teori2 doang??

    Reply
  165. ehhh tau gak sih lo semua…. masa komen gw di apus di notes pemira fakultas gw…

    disini lebih bebas berpendapat.. karena memang ada di UUD kan…

    iya itu dia… pemira di fakultas gw kek gitu… bukannya panitia pemira harus memfasilitasi masyarakatnya yaaa…?

    salah satu komen gw yg diapus

    gw : apa2n nih? komen gw diapus.. mana transparansinya ??

    iyaaa komen kek gitu juga diapus.. padahal menurut tatib komen yg ada di anakui.com (sbg landasan gw) ngomong “sampah” doank gak bermasalah deeh… hieheiheie

    bgmn bangsa ini mau maju klo bpendapat saja sudah mulai dikekang LAGI

    Reply
  166. @buL
    Notes di FB lo?

    @all
    Sori klo kata2 gw di atas kasar.. Tp semestiny kita berdiskusi tetap pd jalur yg baik..
    Saling introspeksi diri aj, apa yg kurang dr sistem yg ada skrg ini?

    Itu hal yg mesti dijawab.. Jgn sampai ada dominasi dan eksklusivitas di UI.. Sbnrny gw udh ga ada urusan lg, tp seenggakny apa yg telah gw ketahui mengenai ‘kemunafikan’ yg ada bs ‘mencerahkan’ beberapa mahasiswa yg memang msh awam..

    Sbnrny ga ada masalah bila ada dominasi, tp mestiny itu bs merangkul kelompok yg lain, mengakomodir kepentingan semua golongan.. Dan jgn ada kemunafikan.. Jgn beri mahasiswa lain ILUSI, ilusi demokrasi, ilusi bahwasanya kenyataan: BEM UI hanyalah SALAM UI berkantor di pusgiwa..

    Jangan ada dusta di antara kita.. Apa kepentingan di balik BEM UI?

    Kenapa Demo mengenai KPK vs Polri atau Century Gate tdk segembar gembor BHP? Apa ada kaitanny dgn partai tertentu yg sdh menjadi koalisi pemerintah? Lalu bila begitu apakah demo selama ini bebas akan aliran dana dr partai tertentu?
    Ehem..

    Reply
  167. tadinya gw ga mau komentar lagi, tapi krn ada yang nyinggung2 BHP gw jadi komen lagi. gw pemohon di MK. gw ga pernah merasa disupport ama BEM UI 2009, skali lagi BEM UI 2009! trus lo ilang BHP itu agenda partai tertentu, itu artinya pikiran lo dangkal. dan lo malah membangga2kan isu KPK VS POLRI, itu malah semakin menunjukan pikiran lo sangat dangkal…

    Reply
  168. bagi gue, UI gak ngaruh dalam hidup gue. peduli amat……

    mikirin makan siang aja susah. ngapain mikirin UI.. bodo’ amat!!!

    Reply
  169. komen ke 222.
    3 angka 2.

    saya maba 2010 yang melihat artikel serta komentar di artikel ini.
    agak kecewa membaca komentar yang ada (dan juga kecewa dengan artikel yang ada)

    pertanyaan yang ingin saya tanyakan sebagai maba dan “mahasiswa awam” yang akan menginjakkan kaki di kampus “KEBANGGAAN” ini. :

    1.Kenapa para senior tidak bisa memberikan suatu cerminan yang baik untuk juniornya?(saya mengatakan ini karena artikel dan komentar yang terkait)

    2. Tidakkah kalian malu dengan junior yang membaca artikel dan komentar-komentar dari kalian yang sudah mengecap banyak pengalaman sebagai aktivis di kampus dengan pemikiran-pemikiran yang membingungkan kami?

    komennya ga ada yang bener.
    bisanya saling menyalahkan aja, cuma bisa kritik, ga ada yang lapang dada, ga ada yang mau lebih obyektif.

    katanya mahasiswa, aktivis kampus, katanya alumni UI, peduli dengan almamater, katanya mahasiswa yang intelek, tapi bahasanya kok gitu sih kak?

    saya jadi tidak tertarik dengan BEM UI.

    jangan harap maba untuk beberapa tahun ke depan akan ikut andil dalam organisasi di jurusan, DPM, MWA, BEM FAKULTAS, atau BEM UI.

    *maba2010

    Reply

Leave a Comment