Mahasiswa, sebagai bagian dari masyarakat dalam era globalisasi yang indah dan memabukkan ini (heading the wrong way)… ah sudahlah. Intinya, mahasiswa itu bagian dari masyarakat dan keduanya saling memengaruhi satu sama lain, terutama dalam penggunaan expression sehari-hari. Awalnya memang lucu dan cukup seru untuk diamati, tapi lama kelamaan kelihatan ada yang janggal dan ternyata bener; beberapa ekspresi bahasa ini mulai melenceng.

BACA JUGA: Jurus Rahasia Anak Sastra UI: 5 Cara Praktis Menguasai Bahasa Asing

advertisement

Kamu yang sering denger atau sering pake ekspresi bahasa ini pasti ngerti apa yang akan dibahas sekarang ini, dan mungkin bakal ngangguk-ngangguk dan akan berusaha sebaik mungkin untuk menghindari penggunaannya. Berikut beberapa ekspresi bahasa yang kini mulai melenceng penggunaannya.

“Rezeki anak soleh”

Iya! Sampe ada lagunya! via almufthi

Iya! Sampe ada lagunya! via almufthi

Ini ekspresi entah dari mana asal mulanya. Mungkin dari persepsi atau mitos bahwa anak soleh pasti dapat rezeki yang gak dia duga, dikarenakan hal baik atau usaha yang dia lakuin. Ehm… bukannya semua yang berusaha dan melakukan hal baik pasti juga mendapat balasannya, ya? Gak cuma yang soleh doang.

Awalnya lucu dan terdengar catchy, tapi lama-lama kepikiran juga bahwa kini ekspresi ini mulai melenceng penggunaannya. Misalnya aja, ada seorang mahasiswa/i yang ngepost fotonya bareng dua lawan jenis, masing-masing dalam rangkulan, di sebuah klub malam dengan botol minuman keras (red: batu) di atas meja. Dia nulisnya: “Rejeki anak soleh mah gak kemana, weekdays kuliah berat, weekend nyantai berat.”

advertisement

BACA JUGA: Iblis “terpaksa” bertemu dengan Rosul

Woy! Lau sokap berasa anak soleh? Kalo lu percaya Tuhan, ya kali rezeki yang dikasih ke lu berupa jalan menuju maksiat? Ngaco lu. Mungkin itu ekspresi harus diganti jadi “rejeki anak yang ga soleh-soleh amat” atau sesuatu gitu.

 

advertisement

“Cukup tau aja gue mah”

Ya.... begitulah katanya. Cukup tau aja! via galauunited

Ya. begitulah katanya. Cukup tau aja! via galauunited

Ini dialog yang lumayan sering kamu denger kalau udah terlibat sama sebuah geng atau sekumpulan temen yang suka tusuk dari belakang (berkhianat maksudnya).

Either kamu yang jadi pendengar atau kamu yang jadi korban, atau malah kamu yang mengatakan dialog itu, sebenernya ini dialog sangat-sangat munafik. Dengan keluarnya ini dialog dari mulut kamu aja, itu kamu udah munafik. Katanya cukup tau, kok masih diomongin? Kok masih pengen bahas? Katanya cukup tau? Kok argumennya nambah?

Hayoloh. Udahlah, cukup tau aja gue mah. Get it together, human.

advertisement

 

“Orang sabar disayang Tuhan”

Yang sabar, ya. Sabar disayang Tuhan via dramakoreasia

Yang sabar, ya. Sabar disayang Tuhan via dramakoreasia

Iya sih ada benernya, tapi bukannya Tuhan itu Maha pengasih dan mengasihi siapa pun, termasuk yang gak sabaran Ekspresi yang satu ini ada dua versi, dibagi berdasarkan penerimanya. Kalau kamu bilang ini ke diri sendiri, artinya kamu lagi berusaha untuk sabar sementara kamu bener-bener mau meledak dan ngatain orang sampai digebukin warga.

BACA JUGA: Percayalah, Kamu Tidak Akan Mau Satu Tugas Kelompok Sama 5 Jenis Orang Ini!

Kalau kamu bilang ini ke orang lain, ngeselinnya minta ampun. Ayolah, kalo terus-terusan sabar, mana ada yang kelar? Sekarang, terserah Tuhan mau sayang sama siapa, just do your job.

 

“Baper deh…”

Mana bisa gak baper kalau sama kamu?! via anakui

Mana bisa gak baper kalau sama kamu?! via anakui

Mana bisa gak baper kalau sama kamu?! #eaaaaa

 

“Kepo aja apa kepo banget?”

Kepo aja apa kepo banget? via limaratusperak

Kepo aja apa kepo banget? via limaratusperak

Lebih ngeselin dari ekspresi sebelumnya. Oke, situ demen banget pake istilah kepo, meskipun sendirinya adalah kepoper, yang demen banget kalo udah menyangkut sesuatu yang dia belum tau.

Mari dibahas. Satu, kepo aja sama kepo banget, apaan bedanya? Gak ada sih. Intinya ya kepo. Lunya aja lebay sok-sok mau mengklasifikasi tingkat ke-kepo-an seseorang.

BACA JUGA: 10 Cewek UI yang Harus Kamu Kepoin Lebih Lanjut

Dua: tolong, please, bedakan antara kepo dan peduli. Jangan sampe orang dengan niatan peduli, mau bantu, malah dikatain kepo; sedangkan yang kamu anggap peduli, aslinya cuma kepo biang gosip. Kesel-kesel, bilang aja ‘I don’t care, I’m just curious.’ Kamu kepo, tapi gak peduli jadi gak dikasih tau juga gak masalah.

Lain kali, sebaiknya hati-hati menggunakan ekspresi bahasa seperti di atas. Share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line, siapa tau si dia ngerti kenapa kamu sering baper.