Body Shaming di Kalangan Wanita? Emangnya Wajar Ya?

Pernah gak sih kalian mikir, kenapa ya ada aja orang yang sukanya ngomentarin bentuk tubuh, atau mungkin penampilan seseorang padahal mereka gak diminta? Padahal nih, kadang sepatah kata yang keluar dari mulut mereka yang sifatnya ngomentarin tubuh kita tuh bisa bikin kita down selama berhari-hari. Bahkan ada aja yang ngerasa down-nya sampai berbulan-bulan, loh.


0

Body shaming. Topik yang akhir-akhir ini cukup ramai dibicarakan oleh warga net. Berawal dari cuitan seorang influencer yang membahas tentang bentuk tubuh seorang wanita yang dianggap kurang pas untuk menggunakan pakaian yang agak terbuka di ruang gym. Cuitan ini memperoleh respon negatif dari seluruh kalangan dalam jumlah yang dikatakan tidak sedikit. Bahkan tidak sedikit artis papan atas di Indonesia ikut menanggapi cuitan yang dianggap merendahkan kaum perempuan ini. Mereka juga tidak lupa menyelipkan dukungan pada sosok perempuan yang menjadi objek body shamming dalam cuitan influencer ini.

Pernah gak sih kalian mikir, kenapa ya ada aja orang yang sukanya ngomentarin bentuk tubuh, atau mungkin penampilan seseorang padahal mereka gak diminta? Padahal nih, kadang sepatah kata yang keluar dari mulut mereka yang sifatnya ngomentarin tubuh kita tuh bisa bikin kita down selama berhari-hari. Bahkan ada aja yang ngerasa down-nya sampai berbulan-bulan, loh.

Kenapa ada ‘body shaming?’

Menurut hasil diskusi yang dilakukan oleh Braintree Adolescent Intensive Outpatient Program (IOP), kita ternyata cenderung menyerang dengan cara mengomentari fisik seseorang saat kita merasa terganggu, sebel, atau mungkin justru terintimidasi oleh orang. Coba pernah gak ketika kamu lagi berantem sama seseorang, atau mungkin lagi gak suka sama orang tertentu, tiba-tiba kamu jadi kepikiran buat ngatain fisik  dibandingkan ngatain kekurangan lainnya yang dimiliki oleh orang tersebut. Ya, contohnya aja sih kayak “Udah jelek, belagu lagi” atau mungkin “Sok kecakepan banget sih, gak nyadar fisik“. Padahal mungkin permasalahan yang ada di antara kalian gak ada hubungannya sama fisik loh. Hayoo ada yang pernah?

Kenapa hal ini bisa terjadi?

Terkadang, sulit bagi kita untuk mengungkapkan perasaan tidak suka kita pada hal-hal lain yang sifatnya spesifik. Misalnya saat kita gak suka ketika ada orang yang mengalahkan kita dalam suatu kompetisi. Bukannya kita mengakui kalau performa kita berada di bawah orang tersebut atau mungkin rasa kesal kita karena usaha kita dalam kompetisi tersebut tidak membuahkan hasil, kita justru menghina fisik lawan kita dalam kompetisi tersebut, ya.. karena fisik sifatnya lebih umum dan lebih ‘terlihat’ dibandingkan hal lainnya. Padahal, komentar terkait fisik biasanya lebih menyakitkan, bukan?

Bodyshaming di Kalangan Wanita? Apakah wajar?

Sedari kecil

Sedari kecil, kita selalu diingatkan tentang bentuk tubuh ideal seorang wanita adalah yang kurus, langsing, berkaki jenjang, ukuran pinggang kecil, kulit putih bersih tanpa jerawat, rambut panjang dan lurus… Hayo apa lagi yang bisa kita tambahkan? Penggambaran ini bahkan muncul hampir di semua aspek kehidupan, mulai dari penggambaran di media massa bahkan mungkin sampai keluar secara lisan dari mulut orang-orang terdekat kita. Perlakuan ini secara tidak langsung menyadarkan kita bahwa sedari kecil, bahkan ketika kita belum paham mengenai siapa diri kita sendiri, ternyata kita  sudah diajarkan untuk tidak menerima keberagaman yang ada. Ketika dewasa, kita mulai terbiasa untuk mengkritik diri kita sendiri atau orang lain berdasarkan dengan standar yang sudah tertanam secara tidak sadar dalam diri kita sejak kecil.

Fisiologis tubuh adalah sesuatu yang ‘jorok’

Sebagai seorang perempuan, kebanyakan dari kita tumbuh dengan pemahaman bahwa rambut-rambut yang tumbuh di tubuh kita adalah sesuatu yang menjijikan. Berbagai produk penghilang rambut di ketiak maupun di betis adalah hal yang lumrah ditayangkan di televisi. Bahkan tidak jarang produk-produk tersebut menggunakan kesan yang merendahkan dan memojokan perempuan yang memiliki rambut tubuh di area tertentu. Apakah hal ini terjadi pada lelaki? Sepertinya sampai sekarang masyarakat luas masih fine-fine aja ketika bertemu dengan laki-laki dengan bulu ketiak atau betis yang lebat, tidak memunculkan reaksi yang sama ketika hal ini ada pada perempuan. Betul kan?

Gaslighting

Salah satu hal yang paling sering muncul ketika seseorang melakukan bodyshaming adalah gaslighting. Waduh, paket komplit ya! Biasanya tuh bentuknya, “Lo tuh gemuk gini emangnya gak takut nanti gak ada yang naksir sama lo” atau mungkin, “Lo tuh kekurusan kayak gini bisa jadi penyakit loh jangan-jangan” dan masih banyak lagi statement yang dilontarkan seolah-olah peduli, tapi ya ujung-ujungnya gak ngasi solusi juga

Gimana? Apakah kalian sering menghadapi cobaan-cobaan ini di setiap harinya? Atau justru kalian yang jadi pelakunya? Hmm kalau gitu mungkin dari sekarang kalian bisa untuk berhenti dan memahami kondisi orang lain yang masih berusaha untuk menerima dan mencintai tubuhnya sendiri apa adanya. Mungkin dengan cara ini juga kamu bisa berhenti untuk mengkritik dan mulai melihat dirimu sebagai sesuatu yang utuh dari dirimu ini keseluruhan,

“Just because it’s common doesn’t mean it’s normal.”

Sumber gambar header: sixtyandme


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Cindy

Cindy is a psychology student who is also a passionate writer and book reader.

0 Comments

Leave a Reply

Choose A Format
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals