BOP 2010: Apa Masalahnya?

Halo temen2…

Pertama, saya bingung mau ngmg apa ttg sistem BOP buat maba 2010 seperti yang tertuang di SK Rektor  1346. Kenapa? Karena SK itu nggak ngomongin hal detil jadwal bayar BOP di UI dan sebagainya. Paling penting dicatat, mungkin adalah bahwa besaran BOP dan lain-lain sebagainya adalah sebagaimana yang tertuang di lampiran SK tersebut. Terus, di SK tersebut itu berapa BOP buat maba 2010?

Terus, sistem BOPB kemana? Wah, kalo ngikutin apa kata SK, itu semua udah nggak ada. Artinya, BOP yang dibebanin ke mahasiswa itu flat, rata, lima juta untuk rumpun IPS dan tujuh setengah juta buat rumpun IPA. Di SK 1346 sendiri, dia nggak ngomongin sama sekali tentang beasiswa yang terbuka buat para maba 2010 nanti. Kalo sekarang ada informasi tentang keringanan di situs penerimaan UI, satu yang pasti saya belum pernah baca SK yang mendasari publikasi di situs penerimaan UI itu. saya Tanya ke temen-temen saya juga ternyata emang belum ada.

Mas Kamar, direktur kemahasiswaan UI, masih nunggu SK pendamping (seperti SK 272/2009 dan SK 432B/2008 yang jadi penjelasan tentang mekanisme keringanan untuk maba 2008 dan 2009). Artinya, publikasi tersebut adalah publikasi yang nggak punya dasar hukum apa-apa. Konsekuensinya menurut saya, universitas akan terbebas dari kewajiban atau tanggung jawab untuk memberikan keringanan BOP bagi maba 2010.

Apa ketiadaan SK pendamping adalah masalahnya?

Saya masih berkeyakinan bahwa SK pendamping yang menjelaskan beasiswa atau keringanan untuk maba 2010 akan dikeluarkan segera. Keterlambatan yang ada mungkin hanya masalah teknis aja. Setelah itu, jika SK itu ada, maka sesungguhnya tidak ada masalah baru yang muncul di tahun 2010 ini. Satu hal yang penting dicatat, masalah, menurut saya, adalah jarak antara keinginan kita dan realitas di hadapan kita. Kita mau 10, realita hanya 5, maka rentang 5 dan 10 itulah masalah.

Dalam konteks BOPB ini, keinginan beberapa temen-temen mahasiswa (paling tidak mereka yang berada di lembaga politik mahasiswa –eksekutif, legislatif, atau MWA UM) adalah terbukanya peluang keringanan untuk para maba 2010. Paling tidak itulah yang saya tangkep dari obrolan ringan dengan beberapa temen. Realitasnya adalah peluang itu tidak ada SK-nya, tidak ada dasar hukumnya.

Dari sini, jelas masalahnya akan terselesaikan dengan adanya SK pendamping yang sedang kita tunggu. Mungkin kita bisa mempercepat lahirnya SK tersebut dengan dateng ke pihak rektorat. Sudah, itu saja. Sekali lagi, ini kalo masalahnya adalah seperti yang tersebut di atas.

Skeptis?

Pada titik ini, maka saya agak bingung dengan gerakan-gerakan yang coba mulai dibangun untuk mengkritisi kondisi sekarang. Saya bingung karena; temen-temen, masalah barunya apa ya? Masalah baru apa yang berbeda dengan masalah di 2008 dan 2009? Saya pikir, nggak ada masalah baru. So, gerakan-gerakan yang sedang ingin dibangun itu untuk apa? Apa sasaran atau tembakannya? Cuma menunggu SK pendamping? Kalo SK itu hadir, sudah selesai bukan masalahnya?

Saya bukan skeptis dengan gerakan-gerakan yang sedang ingin dibangun. Saya hanya belum bisa mengikuti logika lahirnya gerakan-gerakan itu. Apalagi yang ditunggu itu hanya SK pendamping. Kecuali, ada hal lain yang kita definisikan sebagai masalah baru… betul-betul masalah baru, bukan masalah lama yang didefinisikan sebagai masalah baru hanya karena masih menunggu SK-nya keluar…

8 thoughts on “BOP 2010: Apa Masalahnya?”

  1. tuh kan ini dia paling gw takutin

    saat UI masuk 3 besar Universitas top di ASEAN

    pasti akan banyak pungutan tambahan yang lebih besar untuk “mempertahankan” peringkat yang telah dicapai

    dan itu bener2 kejadian

    gw khawatir apa yang gw imajinasikan saat itu, akan jadi alasan Rektorat ( baca: Rektor) untuk meningkatkan biaya pendidikan

    sedih banget deh

    Reply
  2. bener juga tuh aditya, .

    Kadang kala besaran BOP gak sebanding dengan pembangunan yang merata.
    Terus aja gembar-gemborin perpus pusat yang baru.
    FMIPA nih pak rektor, jangan dilupakan!. Padahal ga jauh loh dari rektorat, tapi kok karut-marut yah kondisinya,,,?

    Reply
  3. udah dari dulu saya pengen masuk fasilkom UI. Mulai kelas satu SMA saya terus mencari-cari info buat kuliah (setidaknya) murah di UI buat siswa dari keluarga yang pas-pasan(klo ngeliat daftar biaya pendidikan dan “uang pangkal” yang baru dirilis itu sih, sebenarnya lebih cocok dibilang kurang mampu, atau malah tidak mampu) seperti saya.
    Apalagi setelah osn komputer 2009 kemarin yang diadain di fasilkom UI, saya bertekad ingin kembali kesana sebagai mahasiswa fasilkom UI.
    sebenarnya ada beberapa “celah” seperti jalur bidik misi atau yang lain yang secara “logis” sangat pantas saya dapatkan. namun pada kenyataannya, orang-orang yang berkuasa disini menanggap saya masih “kurang pantas”.
    saya akui saya lebih KAYA daripada mereka-mereka yang dianggap pantas, hanya saja orang tua mereka yang HANYALAH “pejabat, kepsek, guru, dan teman-temannya” mampu mengucurkan dana lebih lancar dibandingkan orang tua kami yang BERPROFESI sebagai “petani, sopir, dan buruh” ini. Tapi tak apalah, setidaknya saya lebih KAYA daripada mereka.
    saya sempat mendengar info bahwa orang-orang seperti saya ini bisa mendapat keringanan biaya (terutama yang paling berat, uang pangkal), tapi semua sangat tidak jelas dan simpang siur. setelah mengumpulkan berbagai info dari berbagai sumber, saya semakin heran dan benar-benar tidak habis pikir dengan keadaan seperti ini.
    satu hal yang sampai saat ini masih mengganjal dalam pikiran saya adalah kenapa mereka-mereka yang punya resources yang cukup “mumpuni” itu selalu menyia-nyiakan kesempatan yang ada. dan yang lebih memperparah lagi, kesempatan-kesempatan itu selalu mendekati mereka.
    sedangkan kami yang selalu ingin sebesar-besarnya memanfaatkan semua kesempatan yang ada, seakan-akan kesempatan itu “JIJIK” mendekati kami. padahal kami sangat jarang menyia-nyiakan mereka.
    we just need that f*ckin opportunity

    Reply
  4. @entedx

    btw entedx ikut OSN tahun 2009 kemarin ya? berarti sekarang sudah mau lulus dong sebagai angkatan 2010?

    Jika entedx masih berniat untuk mengejar impiannya kuliah di fasilkom jangan pernah ragu untuk mencobanya lewat SIMAK 2010.

    Pihak universitas telah menjamin bahwa anak UI yang diterima sebagai mahasiswa S1 reguler untuk tetap dapat kuliah tanpa khawatir tentang masalah biaya.

    Oiya terkait masalah yang entedx hadapi mungkin bisa dijelaskan via email ke saya di
    gueharusbisa@yahoo.com

    atau ke no saya di 085693134156

    Saya berjanji akan berusaha memberikan solusi terkait masalah entedx,,

    Jadi buat entedx dan temen2 yang lain jangan pupuskan cita-cita teman untuk kuliah di UI hanya karena masalah biaya karena kami sebagai kakak-kakak kalian di sini akan berusaha untuk membantu kalian.

    Danar Anindito M.
    BEM UI 2010

    Reply
  5. Kita perlu kritis ya, kira2 kenapa tiba2 keluar SK yang begitu kontroversial, berbeda dengan semangat yang dibawa UI beberapa tahun kebelakang. Cek lagi secara spesifik siapa yang authorize SK nya. Introspeksi kira2 kenapa hal ini bisa terjadi, apakah ada hubungannya dengan tindakan2 kita dalam menindaklanjuti masalah yang muncul. Padahal tujuan kita kan hanya 1, mahasiswa dapat lancar belajar: permasalahn pribadinya tidak terekspos namun dapat difasilitasi.

    Di luar semua itu, pada pelaksanaannya toh biaya pendidikan tidak flat

    Reply

Leave a Comment

error: This content is protected by the DMCA