Halo semua pembaca setia anakUI.com, apa kabar? Udah hari ke-berapa ya kita #DiRumahAja? Cerita dong, apa yang dirasakan selama adanya pandemi COVID-19. Apakah ada perubahan-perubahan yang kalian alami? Terus perubahannya tuh baik apa buruk? Bisa dong kalian tulis komentar di bawah ini, nanti ada loh hadiahnya untuk komentar terbaik! Hihiihi

Oh ya, ngomong-ngomong soal perubahan, adakah di antara kalian yang  baru aja memulai suatu hubungan romantis di tengah situasi yang tidak menentu seperti sekarang? Atau justru malah ada di antara kalian yang justru kandas cinta akibat gak bisa saling ketemu untuk beberapa saat ini? Ya udah gak apa-apa. Setidaknya, kalian masih punya status yang jelas dengan pasangan atau mantan pasangan kalian. Dan hubungan yang kalian jalani tersebut bisa kalian jadikan pelajaran untuk kedepannya.

Perlu diinget, putus cinta itu gak selamanya buruk. Kalau kalian sedang merasa terpuruk dan tenggelam dalam rasa sakit tak berkesudahan (apaansi jijik wkwk), kamu harus inget bahwa ada lho di luar sana yang mengalami nasib yang lebih buruk dari kamu. Siapa sih mereka? Ya siapa lagi, kalau bukan  mereka yang jadi korban PHP, alias pemberi harapan palsu.

advertisement

Sebenernya, apa sih definisi yang pas dari PHP? Apakah orang yang selalu terlihat perhatian sama kita tapi hanya menganggap kita sebagai teman bisa disebut sebagai seorang PHP? Atau orang-orang yang senantiasa memperlakukan kita bak seorang kekasih, tetapi tidak pernah mau meresmikan kita sebagai kekasihnya? Duh, ribet ya. Pastinya banyak banget opini berbeda mengenai PHP. Ada yang bilang salah si korban yang terlalu kegeeran. Ada yang bilang salah si pelaku yang ngasih harapan di awal. Ah, kalau menurut penulis sih, tergantung kalian melihat dari sisinya mana sih, bener gak?

Nah, sekarang nih, anakUI.com mau bagi-bagi tips buat kalian yang sekarang perasaannya lagi gak menentu nih, gara-gara si tukang PHP. Dijamin ampuh deh dalam membantu kalian melupakan si dia. Yuk, simak!

Lihat Perbedaan

Sumber: pinterest

Perbedaan yang dimaksud di sini bisa dari perbedaan latar belakangmu dengan si dia. Baik dari agama, suku bangsa, atau sekedar pandangan mengenai hidup. Emang sih, perbedaan itu lah yang membuat hidupmu berwarna. Tapi coba dilihat lagi, mungkin perbedaan yang ada antara dirimu dan dirinya membuatnya ragu untuk berkomitmen denganmu. Kamu juga harus mulai memikirkan,  seandainya hubunganmu dengannya berlanjut ke tahap komitmen yang serius, mungkinkah ke depannya akan berjalan lancar dengan segala perbedaan yang ada?

advertisement

Jangan Menolak Rasa Sedih

Sumber: istock

Rasa sedih emang gak nyaman, apalagi kalau perasaan itu kamu simpan dalam waktu yang cukup lama. Gak apa, kamu nikmati saja. Dengan menikmatinya, kamu jadi lebih mengenal diri mu sendiri. Jangan terburu-buru memaksakan diri untuk get over the pain. Gak baik loh. Biarkan semuanya berjalan dengan apa adanya. Jika kamu masih merasa ada kesempatan bagi pelaku untuk berubah, biarkanlah perasaanmu mengarahkan cara berpikirmu. Setelah beberapa bulan berkutat dengan perasaan ini, tubuhmu akan kelelahan sendiri dan pulih dengan sendirinya.

Ubah Pola Pikir

Sumber: oprah

Pernah gak sih kalian mikir, mungkin kalian menjadi korban PHP adalah kalian-kalian yang terlalu sering meromantisasi keadaan. Ya.. bahasa kasarnya, terlalu geer, gitu deh. Tapi bukan berarti kesalahan sepenuhnya ada di pihak korban ya. Budaya dan lingkungan sekitar tempat kita tinggal tuh kadang yang membentuk pola pikir kita jadi gampang banget meromantisasi keadaan, bahkan ketika keadaan itu gak sesuai. Coba deh inget pas kalian kecil (terutama buat kalian yang cewek), kalau misalnya ada temen sekelas kalian (cowok) yang gangguin kalian, orangtua atau guru kalian pasti malah bilang ke kita kalau anak yang gangguin kita itu suka sama kita. Padahal, belum tentu! Tuh kan, dari kecil kita udah diajarin kegeeran. Nihh pentingnya peran dari pihak yang berwenang seperti guru dan orangtua dalam membentuk pola pikir anak. Buat kalian yang udah terlanjur punya pola pikir seperti ini, ubah deh. Putar keadaan yang ada 180 derajat. Lihat bawa apa yang dilakukan oleh pelaku, yang sebelumnya emang bikin kamu baper, sebagai sesuatu yang emang wajar dilakukan sebagai bentuk kebaikan sesama manusia. Bisa kan?

Jangan Berpura-pura

Sumber: womenlovetech

Kamu merasa gak ada gunanya lagi untuk terus-terusan berhubungan dengan si PHP, dan kamu butuh waktu sendiri? Ya hapus aja semua hal yang berhubungan dengannya! Block semua media sosialnya jika kamu merasa hal itu membuatmu jadi lebih nyaman. Minta kepada teman-temanmu untuk tidak membahasnya lagi. Jangan berpura-pura kalau kamu baik-baik saja saat melihat dia masih berseliweran di timeline media sosial mu dan terus menarik-mu kembali berharap kepadanya. Gak dewasa? Ya gapapa kali. Ini hidup-hidup kamu. Masa kamu rela berdarah-darah menahan perih setiap kali kamu melihat dan mendengar namanya hanya demi dipandang dewasa? Duh

advertisement

Get Your Life Back Together!

Sumber: english.pariwartankhabar.com

Kamu pernah hidup sebelum bertemu dengannya, dan kamu akan tetap hidup setelah Ia pergi untuk beberapa masa lagi. Jangan biarkan suatu periode dalam hidupmu merusak periode-periode sebelumnya dan yang akan datang. Apakah sebelumnya kamu adalah sosok yang menyukai tantangan dan setelah bertemu dengannya kamu harus mengubah itu semua?Well, inilah saat bagimu untuk kembali bersinar. Dengan kembali pada dirimu yang dulu, kamu akan kembali mengingat semua potensi-potensi yang kamu punya, dan kamu akan menjadi 100% yakin bahwa dirinya bukanlah orang yang tepat untuk mengimbangi potensimu tersebut. Mungkin itulah hal yang menjadikannya tidak serius dalam memulai hubungan denganmu.

Yup, sekian tips dan trik yang bisa kamu terapkan dalam mengatasi kegalauanmu karena si tukang PHP. Semoga artikel ini dapat membantumu untuk mengobati patah hati kalian yang harus melewati hal ini. Selamat mencoba!



advertisement