Untuk kesekian kalinya, Unit Kegiatan Mahasiswa English Debating Society Universitas Indonesia ( UKM EDS UI) menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini EDS UI menjadi juara (champion) dalam National Capital Market Debate Competition 2008. Kompetisi debat tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia, Bapepam LK dan bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Kompetisi ini menguji kemampuan debat terkait isu-isu pasar keuangan dan pasar modal baik untuk lingkup Indonesia maupun internasional yang sedang hangat di pasaran. Kompetisi ini merupakan yang kedua kalinya setelah pada tahun sebelumnya juga diselenggarakan kompetisi serupa.

Dalam kompetisi yang berlangsung dari tanggal 14-18 Oktober 2008, sebanyak 24 tim debat dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia saling bersaing satu sama lain. English Debating Society UI mengirimkan 2 tim untuk kompetisi tersebut. Tim EDS UI A terdiri dari Dyota Marsudi (Akuntansi 2006, Jonathan Marpaung (Fasilkom 2006) dan Sony Lewi (Akuntansi 2005), sedangkan tim EDS UI B terdiri dari Asrining Tyas (HI 2006), Ekky Gompa (Akuntansi 2007) dan Felicia Halim (Fasilkom 2007). Capaian prestasi EDS yakni Tim EDS UI A menjadi juara pertama (Champion) kompetisi tersebut, sedangkan untuk Tim EDS UI B menjadi 2nd Runner-Up. Selain itu tim EDS juga berhasil meraih gelar pembicara terbaik (best speaker) di antaranya 2nd best speaker (Sony Lewi), 3rd best speaker (Dyota Marsudi) dan 5th best speaker (Asrining Tyas). Pencapaian tahun ini seakan mengulang prestasi tahun lalu, karena pada kompetisi tahun 2007, dimana pada tahun 2007 EDS UI juga sukses memborong gelar champion dan beberapa gelar pembicara terbaik.

Kompetisi debat ini boleh dibilang berjalan cukup sengit karena setiap tim mengeluarkan kemampuan terbaiknya dalam bertanding. Pada babak final misalnya mempertemukan Tim EDS UI A dengan tim debat dari BIPEDS A (Binus Internasional). Tema debat (motion) pada babak final adalah THBT Capital market liberalization is the best way for developing countries. Tim BIPEDS A menjadi tim affirmatif sedangkan tim EDS UI A menjadi tim negatif. Tim BIPEDS membawa debat ke arah liberalisasi dalam pasar modal dalam hal kebebasan investor asing dalam investasi di pasar modal dalam negeri. Dalam proposal mereka, regulasi pemerintah diperlukan untuk mengatur inflo dan outflow kapital. Tim EDS UI A beranggapan bahwa proposal tersebut tidak akan efektif dalam pembangunan perekonomian nasional. Mereka beranggapan bahwa adanya regulasi pemerintah dalam proposal tim affirmatif adalah berttolak belakang dengan konsep liberalisasi tersebut. Dengan adanya liberalisasi pasar modal maka akan meningkatkan risk dalam perekonomian dalam hubungannya dengan risk and return analysis-nya. Misalnya saja pemerintah Malaysia yang menerapkan hal serupa harus membayar tingkat bunga yang lebih tinggi atas obligasi yang dikeluarkannya dibandingkan dengan negara yang tidak menjalankan konsep serupa. Tim EDS UI A beranggapan bahwa investasi dalam hot money adalah investasi yang lebih baik karena lebih terkontrol dan mampu menggerakkan sektor riil. Hot money akan meningkatkan likuiditas dalam pasar. Terlebih dengan adanya hot money maka akan mendorong pelaku-pelaku ekonomi untuk menjadi transparan dan menerapkan good corporate governance dengan bertanggung jawab. Akhirnya debat diakhiri dengan kemenangan tim EDS UI A. Juri dalam babak final terdiri dari 11 orang. Dimana 8 juri memberikan kemenangan untuk tim EDS UI A dan sisanya untuk tim BIPEDS A (split 8-3 untuk tim EDS UI A). Dengan kemenangan ini, maka tim EDS UI A sukses membalas kekalahan Tim EDS UI B yang dikalahkan oleh tim BIPEDS di babak semifinal.

Dengan kemenangan di National Capital Market Debate Competition 2008 ini, maka EDS UI secara beruntun memenangkan enam loba debat bergengsi di tingkat nasional. Kemenangan EDS UI sebelumnya ditorehkan pada National Capital Market Debate Competition 2007, Indonesian Varsity English Debate (IVED) 2008, Java Overland English Debate (JOVED) 2008, English Debate Festival Ekonomi Syariah (FES) 2008, dan Asian Law Student Association (ALSA) Debate Competition 2008. Selain kompetisi tingkat nasional, EDS UI juga menorehkan prestasi di tingkat internasional misalnya dalam Australasian Intervarsity Debating Championship 2008 di Filipina beberapa saat lalu. Dengan torehan emas prestasi tersebut, maka EDS UI menjadi komunitas debat Bahasa Inggris terdepan di Tanah Air.

EDS UI akan mengikuti beberapa turnamen debat lainnya misalnya National Enviroment Debate (NED) 2008 yang akan berlangsung pada awal November 2008, selain itu juga EDS berencana mengirimkan delegasi untuk mengikuti World University Debating Championship (WUDC) 2008 yang akan berlangsung pada Desember mendatang di Cork Irlandia. Semoga EDS UI mampu menorehkan prestasi membanggakan lainnya. Semoga apa yang dicapai oleh EDS UI bisa mengharumkan nama almamater tercinta Universitas Indonesia dan mampu menginspirasi mahasiswa lainnya untuk berprestasi di bidangnya masing-masing. (Informasi terkait EDS dapat diakses di www.edsui.org)

advertisement


[reaction_buttons]