ENVIHSA: Peringatan Hari Kesehatan Lingkungan Internasional

LOGO ENVIHSASelama masih ada interaksi baik antara manusia dengan manusia atau manusia dengan lingkungan, maka bisa dipastikan tenaga kesehatan lingkungan masih diperlukan.  Cakupan kerja tenaga kesehatan lingkungan sangatlah luas.  Melihat dari trend penyakit berbasis lingkungan yang tak kunjung mengalami penurunan justru ada beberapa yang mengalami peningkatan.  Pertumbuhan ekonomi yang menuntut pembangunan baik di bidang industri, transportasi dan hampir semua sektor memiliki potensi bahaya risiko kesehatan lingkungan.  Industri dan transportasi merupakan salah satu sektor yang menyumbangkan dampak terbesarnya bagi kesehatan lingkungan.  Melalui isu ini, maka tenaga kesehatan lingkungan dapat masuk kedalam sektor industri dan sektor manapun sebagai orang yang mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengontrol sumber serta penyebab bahaya lingkungan di lingkungan kerja industri, baik secara fisik, kimia, biologis dan ergonomik.

Tempat-tempat umum, transportasi dan pariwisata juga merupakan salah satu tempat potensial yang dapat menyebabkan bahaya kesehatan lingkungan.  Sehingga, para tenaga kesehatan lingkungan pun dapat mengambil sektor ini sebagai cakupan kerja.  Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pembangunan global memiliki potensi dampaknya terhadap lingkungan, dan kesehatan manusia.  Dapat kita lihat, bagaimana kondisi iklim global, penipisan ozon, efek polusi zat-zat toksik terhadap ekosistem global, degradasi lingkungan perairan dan laut serta ditambah dengan peningkatan populasi manusia yang pesat sehingga limbah yang dihasilkan pun semakin banyak.  Intinya, hingga saat ini masalah tersebut belum terselesaikan bahkan semakin parah.  Sebagai tenaga kesehatan lingkungan nantinya, kita dapat merumuskan sebuah kebijakan, ataupun menjadi peneliti dalam menyelesaikan masalah tersebut.

Permasalahan lainnya adalah mengenai permasalahan sanitasi di berbagai wilayah yang ada di Indonesia. Masih banyak provinsi di Indonesia yang melakukan buang air besar secara terbuka.  Bencana yang kerap kali melanda bangsa ini juga memerlukan banyak tenaga kesehatan lingkungan dalam menyelesaikan persoalannya.  Bagaimana sebagai tenaga kesehatan lingkungan dituntut untuk bisa menguasai program pencemaran lingkungan dan penanggulangan bencana atau biasa disebut Kesehatan lingkungan bencana dan tanggap darurat.  Masalah pembangunan di Indonesia, seperti pembangunan gedung-gedung perlu mendapatkan perhatian khusus agar dalam prosesnya tidak mencederai siapapun baik manusia sekitar atau lingkungan.  Hal ini biasa disebut sebagai analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

Makanan dan air yang menjadi kebutuhan pokok manusia pun tidak luput dari peran tenaga kesehatan lingkungan.  Apakah mau kita makan atau minum dimana makanan atau air yang kita konsumsi mengandung bakteri yang dapat menyebabkan kita jatuh sakit atau bahkan meninggal dunia.  Tentunya tidak, sehingga diperlukan tenaga kesehatan lingkungan yang memahami konsep dasar mengenai Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dalam mengatasi itu. Jumlah restoran/ rumah makan di Indonesia yang begitu banyak hingga saat ini belum teramati secara maksimal.  Dalam skala mikro mungkin kita bisa menjadi ahli konsultan HACCP bagi kantin-kantin yang ada di kampus kita.

Peringatan hari kesehatan lingkungan Internasional yang pertama di laksanakan dua tahun lalu bertepatan dengan berdirinya sebuah lembaga mahasiswa yang fokus kepada isu kesehatan lingkungan pada tanggal 26 September 2011.  Environmental Health Student Association (ENVIHSA) merupakan nama yang disepakati untuk menjadi assosiasi bagi mahasiswa kesehatan lingkungan di seluruh Indonesia.  National Congress and International Summit of Environmental Health Student yang diselenggarakan pada saat itu di hadiri oleh delegasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Hasanudin, UDAYANA, UMI Makasar, UIN Alaudin Makasar, dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta Board of Director and Member IFEH yang berpusat di London dan memiliki 33 negara anggota.  Dari hasil kepetusan pula maka di deklarasikan bahwa peringatan Hari Kesehatan Lingkungan Internasional jatuh setiap tanggal 26 September.

logo-envihsa-ID

Sekarang Hari Kesehatan Lingkungan Internasional memasuki usia yang ketiga.  Entah bagaimana dari kita memakanai momentum seperti ini. Perlu ditegaskan pula tidak banyak organisasi yang fokus kepada isu kesehatan lingkungan.  Pada umumnya organisasi yang ada fokus kepada isu lingkungan saja atau kesehatan saja.  Namun berbeda dengan envihsa yang fokus kepada kesehatan lingkungan.

Bersamaan dengan peringatan hari kesehatan lingkungan internasional saya mengajak rekan-rekan semua untuk senantiasa memperhatinkan kondisi lingkungan sekitarnya.  Kondisi lingkungan yang jauh dari kondisi baik akan menimbulkan berbagai penyakit.  Cobalah menjadi orang yang senantiasa menjaga lingkungannya sehingga terhindar dari berbagai penyakit berbasis lingkungan yang dapat menyerang kapan saja.

Dalam memperingati hari kesehatan lingkungan internasional yang ketiga ini.  Akhirnya di launching juga website mahasiswa kesehatan lingkungan yang beralamat di www.envihsa.org.  Melalui website ini diharapkan segala informasi tentang kesehatan lingkungan dari mahasiswa dapat diketahui oleh masyarakat umum.  Selain itu, masyarakat juga mengetahui tindakan- tindakan apa yang harus dilakukan kedepannya.

Leave a Comment